Nasihat yang diberikan oleh orang lain maupun Tuhan kepada kita adalah penting untuk kita renungkan. Nasihat adalah bentuk kepedulian, apresiasi dan peringatan dari orang lain terhadap kita. Berawal dari nasihat itu berarti kita diingatkan untuk berperilaku atau berjalan yang lebih baik lagi.
Untuk itu, nasihat menjadi bagian yang tidak bisa jauh dari kehidupan kita supaya kita tidak sombong. Nasihat bukan berarti ada celah dan lubang bagi kita, yang ditempati oleh orang lain. Namun nasihat bentuk kepedulian dan kedekatan orang lain kepada kita.
Selain itu, nasihat adalah bentuk untuk mencapai tujuan bersama, untuk keberhasilan dan kebahagiaan bersama pula. Apabila kita meminta nasihat kepada orang tua, kakek-nenek perihal niatan kita untuk melamar perempuan idaman kita, nasihat orang adalah semacam kesempatan bersama.
Nasihat itu pun juga ada yang bersifat lisan maupun tulisan. Dan nasihat tersebut juga memiliki nilai kekuatan positif. Pun juga mengandung petuah dan motivasi. Oleh karena, penting untuk direnungkan dan direfleksikan setiap nasihat untuk memunculkan kesadaran. Kekuatan nasihat tersebut bisa mengubah pola pikir, sikap, dan prilaku seseorang.
Hidup seseorang tidak ada batasannya. Orang bisa terus berjuang dan berkarya dengan segala kemampuan dan keterampilannya. Namun, tidak sedikit yang nasbihkan dirinya untuk berkarya lewat jalur alternatif. Memang cepat kaya melalui jalur lintas cepat merasakan kebahagiaan. Namun itu tidak berlangsung lama. Hanya bertahan beberapa bulan atau tahun saja, dan dari hitungan tersebut kesengsaraan sudah siap menyambut di pintu gerbang. Aduh, sakit dan memalukan.
Sudah banyak masyarakat kita--terutama para koruptor--bahkan tidak hanya para koruptor saja, namun juga para pemegang kekuasaan di strata dimensi sosial yang lainnya. Penting sekali untuk memiliki nasihat dalam diri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenal dan menasihati diri kita sendiri untuk kebahagiaan diri, keluarga, dan antar sesama. Seperti yang dikutip oleh Teddi Prasetya Yuliawan (2014) dari kitab "Madarijus Salikin" karya Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah, persis ucapan Yahya bin Mu'az, "Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-Nya."
Jelas orang akan apabila mengenal Tuhan-Nya. Semua kegiatan yang dilakukan seakan diawasi dan merasakan ada yang mengawasi. Nasihat sebagai benteng pertahanan untuk mencegah hal-hal yang buruk. Oleh karena Kehidupan yang baik apabila memiliki nasihat dalam diri untuk menyelami hakikat hidup yang lebih baik. Wallahu A'alam Bishowab.
Untuk itu, nasihat menjadi bagian yang tidak bisa jauh dari kehidupan kita supaya kita tidak sombong. Nasihat bukan berarti ada celah dan lubang bagi kita, yang ditempati oleh orang lain. Namun nasihat bentuk kepedulian dan kedekatan orang lain kepada kita.
Selain itu, nasihat adalah bentuk untuk mencapai tujuan bersama, untuk keberhasilan dan kebahagiaan bersama pula. Apabila kita meminta nasihat kepada orang tua, kakek-nenek perihal niatan kita untuk melamar perempuan idaman kita, nasihat orang adalah semacam kesempatan bersama.
Nasihat itu pun juga ada yang bersifat lisan maupun tulisan. Dan nasihat tersebut juga memiliki nilai kekuatan positif. Pun juga mengandung petuah dan motivasi. Oleh karena, penting untuk direnungkan dan direfleksikan setiap nasihat untuk memunculkan kesadaran. Kekuatan nasihat tersebut bisa mengubah pola pikir, sikap, dan prilaku seseorang.
Hidup seseorang tidak ada batasannya. Orang bisa terus berjuang dan berkarya dengan segala kemampuan dan keterampilannya. Namun, tidak sedikit yang nasbihkan dirinya untuk berkarya lewat jalur alternatif. Memang cepat kaya melalui jalur lintas cepat merasakan kebahagiaan. Namun itu tidak berlangsung lama. Hanya bertahan beberapa bulan atau tahun saja, dan dari hitungan tersebut kesengsaraan sudah siap menyambut di pintu gerbang. Aduh, sakit dan memalukan.
Sudah banyak masyarakat kita--terutama para koruptor--bahkan tidak hanya para koruptor saja, namun juga para pemegang kekuasaan di strata dimensi sosial yang lainnya. Penting sekali untuk memiliki nasihat dalam diri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenal dan menasihati diri kita sendiri untuk kebahagiaan diri, keluarga, dan antar sesama. Seperti yang dikutip oleh Teddi Prasetya Yuliawan (2014) dari kitab "Madarijus Salikin" karya Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah, persis ucapan Yahya bin Mu'az, "Siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-Nya."
Jelas orang akan apabila mengenal Tuhan-Nya. Semua kegiatan yang dilakukan seakan diawasi dan merasakan ada yang mengawasi. Nasihat sebagai benteng pertahanan untuk mencegah hal-hal yang buruk. Oleh karena Kehidupan yang baik apabila memiliki nasihat dalam diri untuk menyelami hakikat hidup yang lebih baik. Wallahu A'alam Bishowab.
Posting Komentar