Lahir di Trenggalek 12 Februari suatu tahun yang lalu. Besar di Jalan. Mengadukan nasib di kota orang. Namun kini sudah kembali lagi di pangkuan ibu pertiwi, di desa. Sehari-harinya dihabiskan bermain bersama orang-orang terdekat.
Beberapa karya tulisnya terbit secara bunga rampai di antaranya:
- Senja di ufuk Pantai Prigi (Trenggalek: 2014),
- Verba-Littera (Yogyakarta: Garudhawaca, 2014),
- Geliat Literasi IAIN TULUNGAGUNG (Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2015),
- Sahabat Pena Nusantara Quantum Ramadan (Malang: Genius Media, 2015),
- Goresan Cinta Buat Bunda (Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2015),
- Quantum Belajar (Malang: Genius Media, 2016),
- Menunggu Kepunahan Desa-desa (Yogyakarta: Diolektika, 2017).
Selain itu ada beberapa tulisan yang nonggol di koran lokal: Duta Masyarakat (Surabaya), Harian Jawa Tengah, Majalah Warta Nusantara, serta portal on line; minumkopi.com, fandom.id, nggalek.co, ngopijakarta.wordpress.com dan watulimobersuara.com
Beberapa karya tulisnya terbit secara bunga rampai di antaranya:
- Senja di ufuk Pantai Prigi (Trenggalek: 2014),
- Verba-Littera (Yogyakarta: Garudhawaca, 2014),
- Geliat Literasi IAIN TULUNGAGUNG (Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2015),
- Sahabat Pena Nusantara Quantum Ramadan (Malang: Genius Media, 2015),
- Goresan Cinta Buat Bunda (Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2015),
- Quantum Belajar (Malang: Genius Media, 2016),
- Menunggu Kepunahan Desa-desa (Yogyakarta: Diolektika, 2017).
Selain itu ada beberapa tulisan yang nonggol di koran lokal: Duta Masyarakat (Surabaya), Harian Jawa Tengah, Majalah Warta Nusantara, serta portal on line; minumkopi.com, fandom.id, nggalek.co, ngopijakarta.wordpress.com dan watulimobersuara.com
Dari beberapa kumpulan tulisan yang tersebar di beberapa media, baik yang sudah gentayangan di secara online maupun media cetak, suatu saat memiliki keinginan untuk menerbitkan buku secara pribadi.
Tabik.
Tabik.
Posting Komentar