Bagi para penggemar blogger maupun pengguna aktif media sosial, nama Mas Trigus tentu tak asing di telinga kita. Nama dan blognya sering menghiasi lini masa seperti Facebook, Twitter, blog, disqus maupun media sosial lain. Tidak itu saja, tulisan-tulisan yang dibagikan dari blognya sangat bermanfaat. Tak jarang tulisan-tulisannya menjadi rujukan. Jadi rebutan dan dibagi-bagikan antar jaringan internet.
Tidak berhenti sampai situ, tulisan tentang tip dan trik serta tutorial tentang pembuatan blog juga dibagikan secara gratis. Saya juga sudah membaca tutorial tersebut beberapa bulan yang lalu. Pria kelahiran Desa Gemaharjo ini merupakan salah satu blogger yang loman dengan ilmu blog. Terlihat dari E-book ia buat dan ia share secara cuma-cuma. Selain itu, ia juga sering membagi-bagikan informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi khalayak. Jika tidak percaya? Buktikan dan silakan berkunjung blog pribadinya mastrigus.com. Anda bakal menemukan informasi yang kalian cari.
Hari Minggu, 04 Februari 2018, saya berkunjung ke Trenggalek dan menemui Mas Trigus di kantor Pama. Jika Anda ingin mencari sosoknya, dia menghabiskan waktunya di kantor itu. Dari ruang senyap itu, dia telah menghasilkan karya yang luar bisa. Sebut saja aplikasi berbasis pasar digital atau keren disebut paditren.com, nggalek.co dan blog-blog sahabat-sahabatnya yang telah menghasilkan jutaan rupiah. Sebelumnya saya sudah janjian bahwa saya akan ke Trenggalek. Saya tidak bilang apa-apa selain mau ke Trenggalek. Barangkali ia sudah paham maksud ke Pama itu. Tidak lain tidak bukan adalah minta tolong untuk dirancangkan kembali blog pribadi ini. Sesampainya di kantor itu, ia tak banyak cakap. Ia hanya memberi tugas kepada saya supaya blog dilengkapi, seperti Disclamer, Kontak, Provice Policy, serta Tentang.
Dari tugasnya tersebut, sebenarnya saya sudah menaruh pesimis dahuluan, bahwa saya akan gagal dan tidak akan bisa membuat hal-hal mendasar dari rangkaian blog tersebut. Di medio 2013-2014, di awal saya mengenal blog, saya pernah membuat dan hasilnya gagal total. Tak bisa ditampilkan. Namun kali ini saya berhasil dengan sempurna. Selanjutnya perkara yang lain saya serahkan sepenuhnya ke tangan kreatifnya untuk merancang blog pribadi ini sampai terlihat rapi dan profesional. Mulailah ia me-setting blog ini dengan tenang. Betapa mulianya ia menyediakan waktu dan tenaganya untuk meracik blog saya tanpa mengenal waktu.
Awal Berdirinya Blog
Awal saya nge-blog adalah di akhir tahun 2013. Namun, di tahun itu mood ngeblog hanya gaya-gayaan; iseng-iseng saja. Tidak ada ekspektasi berlebih selain menulis hal-hal sederhana yang saya tahu, alami, rasakan. Baru di akhir tahun 2016, blog itu saya belikan domain lewat Mas Trigus. Namun karena tidak saya urus dan saya rawat, blog tersebut akhirnya di-banned pihak Google. Padahal blog itu sudah berbayar dan sama Mas Trigus sudah difasilitasi dengan dirancangannya serta dipasangkan template secara cuma-cuma.
Pria dua orang anak ini memang tidak henti-hentinya mengajak orang-orang di sekitarnya untuk belajar menulis di blog. Tercatat sudah lima atau lebih ia memfasilitasi pelatihan pembuatan blog beserta tetek bengek seputar dunia SEO. Ia sering bilang siap untuk memfasilitasi siapa saja yang benar-benar ingin belajar ngeblog dan konsisten nge-blog.
Nah, di awal tahun 2018, tepat pada tanggal 1 Januari saya membuat blog baru. Kenapa saya membuat di awal tahun ini. Tidak lain adalah ingin mulai hal baru di tahun yang baru pula. Lalu posting tulisan sebagai peletak batu pertama lewat nama mcrokhim.blogspot.com. Keinginan memiliki blog berbayar semakin besar. Akhirnya tanggal 22 Januari blog tersebut bertransformasi menjadi blog masrokhim.com. Blog racikan tangan dingin Mas Trigus melalui template Mas Adi Suryadi atau dikenal dengan Kompi Ajaib.
Namun tidak berhenti sampai di sini saja. Lewat blog ini saya menaruh beban berat di pundak dan bertaruh kepercayaan atas nama konsisten. Lewat blog masrokhim.com ini nama baik saya jadi taruhannya. Saya harus mengakui militansinya Mas Trigus di dunia blog sangat luar biasa. Ia kerap diundang di beberapa tempat sebagai pemateri. Saya sendiri sudah mengulasnya dua kali dan ini untuk ketiga kalinya.
Terima Kasih, Adsense Disetujui
Google Adsense merupakan sebuah layanan program jasa periklanan yang dikelola oleh pihak Google. Dari layanan iklan atau adsense ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bahkan dolar bila berhasil memanfaatkan dan sukses. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan persetujuan dari pihak Google Adsense tersebut.
Begitu pun dengan blog saya ini. Saya juga punya keinginan untuk menikmati layanan iklan dari Google dan bisa mendapatkan bonusnya dari layanan tersebut. Untuk mendapatkan itu saya tak bisa melakukannya seorang diri. Saya menggunakan tangan kedua. Tangan itu tidak lain adalah tangan dingin Mas Trigus yang jadi tumpuannya.
Setelah merapikan blog ini, kemudian Mas Trigus mantap mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Saat itulah Mas Trigus seperti bekerja dalam senyap. Ia tak banyak bercuap Ia hanya berkata terkait kelengkapan untuk pendaftaran Google Adsense saja. Sementara di hadapan Mas Trigus, saya merapal doa-doa keramat sambil bermain laptop.
Beberapa menit, ia selesai mendaftarkan blog saya ke pihak Adsense. Dari balik notifikasi surat eletronik, saya melihat dari layar datar, blog itu terdaftarkan tepat pukul 15.03 Wib. Sudah syah terdaftar tapi belum mendapat surat cinta dan persetujuan dari pihak Google. Setelah itu di detik-detik inilah rasa mendebarkan dan rasa cemas menggelayut di benak saya. blog ini berusia satu bulan. Namun untuk blog berbayar hanya berusia 13 hari dengan 50-an artikel. Baik artikel baru maupun artikel impor dari blog wordpress pribadi saya.
Rasa gusar, cemas dan seakan tak mampu menerima kegagalan seperti menyapa saya sore itu. Sebenarnya kegagalan demi kegagalan sudah biasa menghampiri diri saya ini, termasuk kegagalan urusan asmara. Namun kali ini serasa berbeda. Rasa cemas bertambah besar setelah dibumbui rasa pesimis Mas Trigus.
Sementara di luar gedung hujan deras. Layanan wifi putus karena lampu padam. Sedangkan Mas Trigus keluar karena menjemput anaknya. Dengan perasaan pesimis di ruangan gelap nan senyap, saya tak melakukan aktivitas apa-apa selain melihat hujan turun sambil menunggu surat cinta itu sampai; Adsense. Saya pernah membaca artikel tentang Adsense bahwa persetujuan pendaftaran Adsense akan diproses setelah dua hari. Sementara Mas Trigus juga menulis bahwa ia sendiri mendapat persetujuan dari Google Adsense setelah mendapat belas kasih dari pihak Google setelah mendaftar selama 10 kali. Artinya selama 9 kali pendaftaran ia selalu ditolak oleh sang empunya Google.
Lalu dengan blog amatiran saya? Sebelum azan Magrib lampu nyala. Layanan wifi pun juga ikut hidup. Selang beberapa menit smartphone saya bergetar. Ada email masuk. Saya lihat. Ini mungkin notifikasi biasa. Pemberitahuan blog orang lain yang saya ikuti. Namun bukan. ini adalah email dari mesin Google. Saya membaca surat eletronik itu dengan seksama. Saya membaca secara perlahan dan teliti. Ini surat persetujuan pihak Google Adsense untuk blog yang baru saya didaftarkan oleh Mas Trigus tadi. Notifikasi itu tepat buku 18.29 Wib. Selepas sholat Magrib. Google Adsense menyetujui blog ini untuk memanfaatkan layanan adsense. Barangkali ini adalah jawaban dari rapal doa-doa itu.
Lalu, doa mana lagi yang saya dustai? Surat cinta dari Google Adsense saya terima. Tubuh saya jadi gemetar. Saya bilang sama Mas Trigus via WhatsApp. Namun, Mas Trigus tak dibaca. Perasaan senang dan haru menggelayuti di hati saya. Saya tak bisa berkata-kata selain kata Terima Kasih. Bekat jasa tangan dinginmu, Blog ini telah diakui oleh Google Adsense. Saya harus mengakui bahwa kontribusinya di dunia blogger sangat besar. Tulisan ini merupakan salah tiga tulisan tentang Mas Trigus. Lewat tulisan ketiga ini, cukuplah kata Terima Kasih saya haturkan kepadamu, Mas Trigus! Cukuplah air putih yang aku tinggalin di kantor Pama kemarin.[]
Tidak berhenti sampai situ, tulisan tentang tip dan trik serta tutorial tentang pembuatan blog juga dibagikan secara gratis. Saya juga sudah membaca tutorial tersebut beberapa bulan yang lalu. Pria kelahiran Desa Gemaharjo ini merupakan salah satu blogger yang loman dengan ilmu blog. Terlihat dari E-book ia buat dan ia share secara cuma-cuma. Selain itu, ia juga sering membagi-bagikan informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi khalayak. Jika tidak percaya? Buktikan dan silakan berkunjung blog pribadinya mastrigus.com. Anda bakal menemukan informasi yang kalian cari.
Hari Minggu, 04 Februari 2018, saya berkunjung ke Trenggalek dan menemui Mas Trigus di kantor Pama. Jika Anda ingin mencari sosoknya, dia menghabiskan waktunya di kantor itu. Dari ruang senyap itu, dia telah menghasilkan karya yang luar bisa. Sebut saja aplikasi berbasis pasar digital atau keren disebut paditren.com, nggalek.co dan blog-blog sahabat-sahabatnya yang telah menghasilkan jutaan rupiah. Sebelumnya saya sudah janjian bahwa saya akan ke Trenggalek. Saya tidak bilang apa-apa selain mau ke Trenggalek. Barangkali ia sudah paham maksud ke Pama itu. Tidak lain tidak bukan adalah minta tolong untuk dirancangkan kembali blog pribadi ini. Sesampainya di kantor itu, ia tak banyak cakap. Ia hanya memberi tugas kepada saya supaya blog dilengkapi, seperti Disclamer, Kontak, Provice Policy, serta Tentang.
Dari tugasnya tersebut, sebenarnya saya sudah menaruh pesimis dahuluan, bahwa saya akan gagal dan tidak akan bisa membuat hal-hal mendasar dari rangkaian blog tersebut. Di medio 2013-2014, di awal saya mengenal blog, saya pernah membuat dan hasilnya gagal total. Tak bisa ditampilkan. Namun kali ini saya berhasil dengan sempurna. Selanjutnya perkara yang lain saya serahkan sepenuhnya ke tangan kreatifnya untuk merancang blog pribadi ini sampai terlihat rapi dan profesional. Mulailah ia me-setting blog ini dengan tenang. Betapa mulianya ia menyediakan waktu dan tenaganya untuk meracik blog saya tanpa mengenal waktu.
Awal Berdirinya Blog
Awal saya nge-blog adalah di akhir tahun 2013. Namun, di tahun itu mood ngeblog hanya gaya-gayaan; iseng-iseng saja. Tidak ada ekspektasi berlebih selain menulis hal-hal sederhana yang saya tahu, alami, rasakan. Baru di akhir tahun 2016, blog itu saya belikan domain lewat Mas Trigus. Namun karena tidak saya urus dan saya rawat, blog tersebut akhirnya di-banned pihak Google. Padahal blog itu sudah berbayar dan sama Mas Trigus sudah difasilitasi dengan dirancangannya serta dipasangkan template secara cuma-cuma.
Pria dua orang anak ini memang tidak henti-hentinya mengajak orang-orang di sekitarnya untuk belajar menulis di blog. Tercatat sudah lima atau lebih ia memfasilitasi pelatihan pembuatan blog beserta tetek bengek seputar dunia SEO. Ia sering bilang siap untuk memfasilitasi siapa saja yang benar-benar ingin belajar ngeblog dan konsisten nge-blog.
Nah, di awal tahun 2018, tepat pada tanggal 1 Januari saya membuat blog baru. Kenapa saya membuat di awal tahun ini. Tidak lain adalah ingin mulai hal baru di tahun yang baru pula. Lalu posting tulisan sebagai peletak batu pertama lewat nama mcrokhim.blogspot.com. Keinginan memiliki blog berbayar semakin besar. Akhirnya tanggal 22 Januari blog tersebut bertransformasi menjadi blog masrokhim.com. Blog racikan tangan dingin Mas Trigus melalui template Mas Adi Suryadi atau dikenal dengan Kompi Ajaib.
Namun tidak berhenti sampai di sini saja. Lewat blog ini saya menaruh beban berat di pundak dan bertaruh kepercayaan atas nama konsisten. Lewat blog masrokhim.com ini nama baik saya jadi taruhannya. Saya harus mengakui militansinya Mas Trigus di dunia blog sangat luar biasa. Ia kerap diundang di beberapa tempat sebagai pemateri. Saya sendiri sudah mengulasnya dua kali dan ini untuk ketiga kalinya.
Terima Kasih, Adsense Disetujui
Google Adsense merupakan sebuah layanan program jasa periklanan yang dikelola oleh pihak Google. Dari layanan iklan atau adsense ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bahkan dolar bila berhasil memanfaatkan dan sukses. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan persetujuan dari pihak Google Adsense tersebut.
Begitu pun dengan blog saya ini. Saya juga punya keinginan untuk menikmati layanan iklan dari Google dan bisa mendapatkan bonusnya dari layanan tersebut. Untuk mendapatkan itu saya tak bisa melakukannya seorang diri. Saya menggunakan tangan kedua. Tangan itu tidak lain adalah tangan dingin Mas Trigus yang jadi tumpuannya.
Setelah merapikan blog ini, kemudian Mas Trigus mantap mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Saat itulah Mas Trigus seperti bekerja dalam senyap. Ia tak banyak bercuap Ia hanya berkata terkait kelengkapan untuk pendaftaran Google Adsense saja. Sementara di hadapan Mas Trigus, saya merapal doa-doa keramat sambil bermain laptop.
Beberapa menit, ia selesai mendaftarkan blog saya ke pihak Adsense. Dari balik notifikasi surat eletronik, saya melihat dari layar datar, blog itu terdaftarkan tepat pukul 15.03 Wib. Sudah syah terdaftar tapi belum mendapat surat cinta dan persetujuan dari pihak Google. Setelah itu di detik-detik inilah rasa mendebarkan dan rasa cemas menggelayut di benak saya. blog ini berusia satu bulan. Namun untuk blog berbayar hanya berusia 13 hari dengan 50-an artikel. Baik artikel baru maupun artikel impor dari blog wordpress pribadi saya.
Rasa gusar, cemas dan seakan tak mampu menerima kegagalan seperti menyapa saya sore itu. Sebenarnya kegagalan demi kegagalan sudah biasa menghampiri diri saya ini, termasuk kegagalan urusan asmara. Namun kali ini serasa berbeda. Rasa cemas bertambah besar setelah dibumbui rasa pesimis Mas Trigus.
Sementara di luar gedung hujan deras. Layanan wifi putus karena lampu padam. Sedangkan Mas Trigus keluar karena menjemput anaknya. Dengan perasaan pesimis di ruangan gelap nan senyap, saya tak melakukan aktivitas apa-apa selain melihat hujan turun sambil menunggu surat cinta itu sampai; Adsense. Saya pernah membaca artikel tentang Adsense bahwa persetujuan pendaftaran Adsense akan diproses setelah dua hari. Sementara Mas Trigus juga menulis bahwa ia sendiri mendapat persetujuan dari Google Adsense setelah mendapat belas kasih dari pihak Google setelah mendaftar selama 10 kali. Artinya selama 9 kali pendaftaran ia selalu ditolak oleh sang empunya Google.
Lalu dengan blog amatiran saya? Sebelum azan Magrib lampu nyala. Layanan wifi pun juga ikut hidup. Selang beberapa menit smartphone saya bergetar. Ada email masuk. Saya lihat. Ini mungkin notifikasi biasa. Pemberitahuan blog orang lain yang saya ikuti. Namun bukan. ini adalah email dari mesin Google. Saya membaca surat eletronik itu dengan seksama. Saya membaca secara perlahan dan teliti. Ini surat persetujuan pihak Google Adsense untuk blog yang baru saya didaftarkan oleh Mas Trigus tadi. Notifikasi itu tepat buku 18.29 Wib. Selepas sholat Magrib. Google Adsense menyetujui blog ini untuk memanfaatkan layanan adsense. Barangkali ini adalah jawaban dari rapal doa-doa itu.
Lalu, doa mana lagi yang saya dustai? Surat cinta dari Google Adsense saya terima. Tubuh saya jadi gemetar. Saya bilang sama Mas Trigus via WhatsApp. Namun, Mas Trigus tak dibaca. Perasaan senang dan haru menggelayuti di hati saya. Saya tak bisa berkata-kata selain kata Terima Kasih. Bekat jasa tangan dinginmu, Blog ini telah diakui oleh Google Adsense. Saya harus mengakui bahwa kontribusinya di dunia blogger sangat besar. Tulisan ini merupakan salah tiga tulisan tentang Mas Trigus. Lewat tulisan ketiga ini, cukuplah kata Terima Kasih saya haturkan kepadamu, Mas Trigus! Cukuplah air putih yang aku tinggalin di kantor Pama kemarin.[]

Posting Komentar