Sudah pada melihat kalender apa belum hari ini? Tahukah semua, sejak kemarin kita telah masuk di awal bulan Maret. Ya, bulan Maret. Menurut falsafahnya orang Jawa, bulan Maret itu adalah bulan serba “mengkeret”, seret dari ukuran (size) awal. Namun mitos tersebut jangan dibesar-besarkan, kita harus tetap optimistis, ikhtiar dan berusaha dengan maksimal, urusan rezeki pasti lancar.
Oh iya, jangan sampai lupa, tahun ini merupakan tahunnya para penggemar bola mulai bersemi kembali. Selepas mati surinya liga Indonesia yang sampai sekarang belum ada kejelasan terkait liga Tanah Air. Tapi jangan berkecil hati, ada banyak gelaran kompetisi yang jadi jadwal wajib ronda malam. Selain ada pertandingan liga Champion yang sudah masuk fase 16 besar, liga Eropa juga. Ada tiga atau empat pertandingan tingkat dunia yang patut kita tandai dalam kalender rumah.
Adalah perhelatan Olimpiade Rio 2016 dan Copa America USA 2016. Dan yang tidak penting terlewatkan dalam penandaan kalender rumah, selain tanggal jadian Anda dengan gebetan, adalah gelaran Euro 2016. Gelaran Euro 2016 ini yang terdekat. Dalam hitungan bulan, hari, menit, detik gelaran Euro Cup akan kita nikmati bersama-sama. Tepatnya pada bulan Juni mendatang. Jadi jangan sampai lupa. Siapkan gula dan bubuk kopi untuk begadang melihat para artis lapangan hijau daratan Eropa berlaga.
Para Footballover, sudahkah Anda menandai kalender Anda di rumah? Ya, setidaknya mencorat-coret satu persatu menuju tanggal 10 bulan Juni sampai 10 Juli nanti. Jika belum mulailah “Menghitung Hari” seperti Krisdayanti dalam lagunya yang melow itu. Tapi ada satu syarat, manakala Anda menandai kalender kalender keluarga, jangan sampai mengingat-ingat kenangan yang indah-indah bersama mantan. Takutnya, kalender rumah tersebut jadi kambing hitam, tercorat-coret semua, lalu Anda bisa-bisa kena marah orang-orang rumah.
Sejatinya lonceng jam ‘gadang’ di tengah ibu kota Paris Prancis sudah dibunyikan sejak 23 November 2015 lalu. Aroma hitungan mundur (countdown) menuju laga kompetisi sepakbola antar negara paling bergengsi di daratan Eropa sudah terasa. Sejak diawali dengan hitungan hitungan mundur dari 200 hari menuju 10 Juni 2016.
Tak terasa memang. Sekitar empat bulan lagi kita disuguhi pertandingan-pertandingan yang berkualitas daratan Eropa. 24 negara berhak tampil di Euro 2016 dan merebutkan satu tiket sebagai juara di kasta Eropa. Kali ini Euro hadir di negaranya Zinedine Zidane. Zidane yang dulu menorehkan tinta emas tahun 2000 bersama negara bapaknya, yakni Prancis. Tahun ini Prancis didaulat menyelenggarakan Euro 2016 di rumahnya sendiri.
Prancis akan menjadi pusat jutaan pasang mata yang hadir menikmati suguhan pertandingan dari tanah air Eropa. Negara ini akan menjadi tempat yang indah jika mampu menyelenggarakan perhelatan Euro 2016 dengan tertib, aman dan indah tentunya. Seperti sastrawan Prancis sendiri. Kota yang oleh sastrawan Henry James sebagi “kuil terindah yang pernah dibangun”.
Setali tiga uang dengan Henry James, sastrawan Amerika Serikat, Ernest Hemingway, sebelum meninggal pernah mengatakan bahwa ada dua tempat di dunia ini dimana orang bisa hidup bahagia. Satu di rumah, satunya lagi di Paris.
Paris dengan icon menara eiffel-nya akan menjadi tempat berkumpulnya berjuta-juta pasang mata, baik anak muda maupun yang bermadu kasih. Sebagai kota mode dengan subkultur kuat yang mampu memberikan inspirasi dan menjadi tren, serta pusat fashion terbesar selain kota London, New York City dan Milan, Italia. Paris menjadi rumah para pencinta sepak bola antarnegara Eropa. Bukan hanya di kota Paris, tetapi di 10 stadion atawa tempat penyelenggara yang ditunjuk FFF (Federation Football France), bakal membahagiakan jutaan pasang mata para pencinta si kulit bundar. Termasuk di Stade de France sebagai stadion “pemukul gong”, penanda gelaran Euro 2016 dimulai. Dan, sebagai “pemanasan” dan opening, tuan rumah bertemu Prancis melawn timnas Rumania di stadion Stade de France.
Rekam Jejak
Di tempat yang sama, pada Jumat malam (13/11/2015) lalu, mendapat teror bom yang menewaskan empat orang. Prancis sebagai kiblat sepak bola Eropa pada bulan Juni nanti sedikit terusik. Mengingat stadion sebagai penyambut gelaran Euro 2016 berkapasitas 81.338 tempat duduk. Di stadion Stade de France pada 10 Juni 2016 mendatang digelar opening turnamen antarnegara Eropa. Prancis sebagai siempunya gawe perhelatan sepak bola antarnegara eropa, tentunya berbenah terkait SOP keamanan. Tentunya.
Terlepas dari teror tertubi-tubi mengusik perhatian publik. Prancis memiliki historis manis di ajang antarnegara di kandang sendiri. Misal, di ajang Piala Dunia 1998 yang dihelat di Prancis—secara mengejutkan—Les Blues melumat perlawanan Brasil dengan skor telat 3-0. Pertandingan tersebut digelar di stadion Stade de France. Ibarat tahu jalan pulang, selang dua tahun lagi, Perancis dengan mudah menggondol dan memboyong trofi Euro 2000 Belanda-Belgia pulang ke rumah.
Saya kira perancis memiliki kans besar untuk mengulang sejarah manis di kandangnya sendiri. Selain itu, Perancis juga didukung pasukan muda yang siap berlaga di Euro 2016. Mengingat Les Blues memiliki amunisi pemain muda. Kualitas pemain mudanya tidak kalah dengan negara yang memiliki tradisi juara. Sebagaian besar, pemain muda menjadi pemain inti di setiap klub masing-masing. Sebut saja, rising star Juventus Paul Pogba, Karim Benzema, Anthony Martial, Raphael Varane dan masih banyak lagi. Rekam jejak dari pergelaran tahun 1998 kemarin menjadi penyemangat para pemain muda Prancis untuk mengulang kejayaan masa silam. Mari kita rayakan gelaran Euro ini. Supaya gelaran sepak bola kasta kedua setelah piala dunia ini jauh dari teror-teror bom dan isu yang menggelisahkan para penonton dan pencinta bola.[]
Ket: Tulisan ini adalah tulisan tidak penting yang diketik secara manual di tahun 2018. Sesaat menghitung mundur gelaran Euro tahun 2018.
Oh iya, jangan sampai lupa, tahun ini merupakan tahunnya para penggemar bola mulai bersemi kembali. Selepas mati surinya liga Indonesia yang sampai sekarang belum ada kejelasan terkait liga Tanah Air. Tapi jangan berkecil hati, ada banyak gelaran kompetisi yang jadi jadwal wajib ronda malam. Selain ada pertandingan liga Champion yang sudah masuk fase 16 besar, liga Eropa juga. Ada tiga atau empat pertandingan tingkat dunia yang patut kita tandai dalam kalender rumah.
Adalah perhelatan Olimpiade Rio 2016 dan Copa America USA 2016. Dan yang tidak penting terlewatkan dalam penandaan kalender rumah, selain tanggal jadian Anda dengan gebetan, adalah gelaran Euro 2016. Gelaran Euro 2016 ini yang terdekat. Dalam hitungan bulan, hari, menit, detik gelaran Euro Cup akan kita nikmati bersama-sama. Tepatnya pada bulan Juni mendatang. Jadi jangan sampai lupa. Siapkan gula dan bubuk kopi untuk begadang melihat para artis lapangan hijau daratan Eropa berlaga.
Para Footballover, sudahkah Anda menandai kalender Anda di rumah? Ya, setidaknya mencorat-coret satu persatu menuju tanggal 10 bulan Juni sampai 10 Juli nanti. Jika belum mulailah “Menghitung Hari” seperti Krisdayanti dalam lagunya yang melow itu. Tapi ada satu syarat, manakala Anda menandai kalender kalender keluarga, jangan sampai mengingat-ingat kenangan yang indah-indah bersama mantan. Takutnya, kalender rumah tersebut jadi kambing hitam, tercorat-coret semua, lalu Anda bisa-bisa kena marah orang-orang rumah.
Sejatinya lonceng jam ‘gadang’ di tengah ibu kota Paris Prancis sudah dibunyikan sejak 23 November 2015 lalu. Aroma hitungan mundur (countdown) menuju laga kompetisi sepakbola antar negara paling bergengsi di daratan Eropa sudah terasa. Sejak diawali dengan hitungan hitungan mundur dari 200 hari menuju 10 Juni 2016.
Tak terasa memang. Sekitar empat bulan lagi kita disuguhi pertandingan-pertandingan yang berkualitas daratan Eropa. 24 negara berhak tampil di Euro 2016 dan merebutkan satu tiket sebagai juara di kasta Eropa. Kali ini Euro hadir di negaranya Zinedine Zidane. Zidane yang dulu menorehkan tinta emas tahun 2000 bersama negara bapaknya, yakni Prancis. Tahun ini Prancis didaulat menyelenggarakan Euro 2016 di rumahnya sendiri.
Prancis akan menjadi pusat jutaan pasang mata yang hadir menikmati suguhan pertandingan dari tanah air Eropa. Negara ini akan menjadi tempat yang indah jika mampu menyelenggarakan perhelatan Euro 2016 dengan tertib, aman dan indah tentunya. Seperti sastrawan Prancis sendiri. Kota yang oleh sastrawan Henry James sebagi “kuil terindah yang pernah dibangun”.
Setali tiga uang dengan Henry James, sastrawan Amerika Serikat, Ernest Hemingway, sebelum meninggal pernah mengatakan bahwa ada dua tempat di dunia ini dimana orang bisa hidup bahagia. Satu di rumah, satunya lagi di Paris.
Paris dengan icon menara eiffel-nya akan menjadi tempat berkumpulnya berjuta-juta pasang mata, baik anak muda maupun yang bermadu kasih. Sebagai kota mode dengan subkultur kuat yang mampu memberikan inspirasi dan menjadi tren, serta pusat fashion terbesar selain kota London, New York City dan Milan, Italia. Paris menjadi rumah para pencinta sepak bola antarnegara Eropa. Bukan hanya di kota Paris, tetapi di 10 stadion atawa tempat penyelenggara yang ditunjuk FFF (Federation Football France), bakal membahagiakan jutaan pasang mata para pencinta si kulit bundar. Termasuk di Stade de France sebagai stadion “pemukul gong”, penanda gelaran Euro 2016 dimulai. Dan, sebagai “pemanasan” dan opening, tuan rumah bertemu Prancis melawn timnas Rumania di stadion Stade de France.
Rekam Jejak
Di tempat yang sama, pada Jumat malam (13/11/2015) lalu, mendapat teror bom yang menewaskan empat orang. Prancis sebagai kiblat sepak bola Eropa pada bulan Juni nanti sedikit terusik. Mengingat stadion sebagai penyambut gelaran Euro 2016 berkapasitas 81.338 tempat duduk. Di stadion Stade de France pada 10 Juni 2016 mendatang digelar opening turnamen antarnegara Eropa. Prancis sebagai siempunya gawe perhelatan sepak bola antarnegara eropa, tentunya berbenah terkait SOP keamanan. Tentunya.
Terlepas dari teror tertubi-tubi mengusik perhatian publik. Prancis memiliki historis manis di ajang antarnegara di kandang sendiri. Misal, di ajang Piala Dunia 1998 yang dihelat di Prancis—secara mengejutkan—Les Blues melumat perlawanan Brasil dengan skor telat 3-0. Pertandingan tersebut digelar di stadion Stade de France. Ibarat tahu jalan pulang, selang dua tahun lagi, Perancis dengan mudah menggondol dan memboyong trofi Euro 2000 Belanda-Belgia pulang ke rumah.
Saya kira perancis memiliki kans besar untuk mengulang sejarah manis di kandangnya sendiri. Selain itu, Perancis juga didukung pasukan muda yang siap berlaga di Euro 2016. Mengingat Les Blues memiliki amunisi pemain muda. Kualitas pemain mudanya tidak kalah dengan negara yang memiliki tradisi juara. Sebagaian besar, pemain muda menjadi pemain inti di setiap klub masing-masing. Sebut saja, rising star Juventus Paul Pogba, Karim Benzema, Anthony Martial, Raphael Varane dan masih banyak lagi. Rekam jejak dari pergelaran tahun 1998 kemarin menjadi penyemangat para pemain muda Prancis untuk mengulang kejayaan masa silam. Mari kita rayakan gelaran Euro ini. Supaya gelaran sepak bola kasta kedua setelah piala dunia ini jauh dari teror-teror bom dan isu yang menggelisahkan para penonton dan pencinta bola.[]
Ket: Tulisan ini adalah tulisan tidak penting yang diketik secara manual di tahun 2018. Sesaat menghitung mundur gelaran Euro tahun 2018.
Posting Komentar