Berolahraga atau beraktivitas secara fisik penting dilakukan selama bulan Ramadhan. Pasalnya, olahraga di bulan Ramadhan membantu kebugaran tubuh kita. Akan tetapi, hal ini tidak banyak yang memahami pentingnya bert selama bulan Puasa. Biasanya orang-orang malah mengurangi aktivitas olahraga di bulan penuh pendidikan ini. Bulan untuk mendidik tubuh kita agar tetap sehat selagi berpuasa.
Seperti yang dikatakan oleh Corne Van Zul, “Selama ini banyak masyarakat yang menghentikan kegiatan olahraganya saat puasa. Puasa sering dijadikan alasan orang untuk malas berolahraga, karena mereka takut capek dan dehidrasi. Padahal itu tidak selamanya benar,” seperti dilansir Okezone, Kamis, 18 Juni 2015.
Corne, President Director Gold's Gym Indonesia menambahkan bahwa olahraga baik saat puasa, di mana metabolisme menurun karena tubuh tidak lagi mendapat makanan secara teratur. Tak hanya itu, saat olahraga atau beraktivitas fisik, ada pengeluaran hormon endorfin yang bisa membangkitkan perasaan enak dan bersemangat.
"Berolahraga dengan porsi dan waktu yang tepat sangat baik dilakukan saat puasa. Ini akan membuat tubuh tetap bugar dan sehat selama menjalankan ibadah. Tubuh kita tetap perlu olahraga,” tambahnya.
Dari aktivitas fisik tersebut, ada beberapa hadits yang menunjukkan perhatian Islam terhadap berbagai aktivitas olah tubuh. Contohnya seperti ketika Rasulullah shallallahu ‘allaihi wa sallam menyaring para pemuda yang akan mengikuti peperangan beliau dengan adu kekuatan (gulat). Atau ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam--diriwayatkan dalam sirah Ibnu Ishaq rahimahullah--mengalahkan Rukanah, seorang ahli gulat, sehingga ia bersedia masuk Islam.
Diriwayatkan pula bahwa beliau memiliki sembilan buah pedang, baju baja, tameng, dan pisau. Demikian juga kisah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallamsaat mengajak Aisyah radiallahu ‘anha lomba lari, serta riwayat beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain tombak di masjid dan masih banyak lagi riwayat yang selainnya.
Para pendahulu kita dari generasi awal Islam, menunjukkan pentingnya membentuk jasmani yang kuat. Tiadanya alasan untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan sebagaimana kita harus terus memupuk keimanan kita dengan menuntut ilmu agama dan beramal saleh.
Seperti yang dilakukan oleh para pendahulu Islam, yang juga melakukan aktivitas fisik, kita alangkah baiknya juga tidak mengurangi aktivitas olahraga tersebut. Olahraga ringan atau kerja adalah salah satu bentuk aktivitas fisik. Dan sudah seharusnya bulan puasa tidak memupuk rasa malas untuk beraktivitas, karena mengeluarkan keringat sangat penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, olahraga ringan sangat dianjurkan, ini seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau latihan otot dengan beban ringan.
Dan, saya, yang hidup di lingkungan petani, Alhamdulillah-nya, setiap bulan Ramadhan datang dibarengi juga panen cengkeh di hutan atau ladang. Jadi aktivitas secara fisik tidak perlu sedemikian rupa. Meski aktivitasnya sedemikian berat namun hal ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.
Ada dua keberkahan yang didapat oleh masyarakat, pertama, masyarakat sekitar tidak perlu lagi berolahraga, karena bekerja di ladang pun sudah aktivitas fisik, begitu pun orang yang di kantoran atau di gedung-gedung bertingkat.
Kedua, bekerja di ladang, yang kebetulan bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, berkah masukkan untuk pendapatan selama bulan Puasa terjaga. Dan, kedua kebahagiaan di bulan Ramadhan inilah membersihkan diri juga bisa berolahraga sambil bekerja terlaksana. Oleh karena itu, tiada hari tanpa bekerja dan berolahraga untuk kebugaran selama bulan Ramadhan. Sebab, olahraga penting selama bulan Puasa.(*)
Okezone, Pentingnya Olahraga Selama Bulan Puasa, Kamis, 18 Juni 2015.
https://inginbelajarislam.wordpress.com/2014/01/16/olah-raga-dalam-pandangan-islam/
Seperti yang dikatakan oleh Corne Van Zul, “Selama ini banyak masyarakat yang menghentikan kegiatan olahraganya saat puasa. Puasa sering dijadikan alasan orang untuk malas berolahraga, karena mereka takut capek dan dehidrasi. Padahal itu tidak selamanya benar,” seperti dilansir Okezone, Kamis, 18 Juni 2015.
Corne, President Director Gold's Gym Indonesia menambahkan bahwa olahraga baik saat puasa, di mana metabolisme menurun karena tubuh tidak lagi mendapat makanan secara teratur. Tak hanya itu, saat olahraga atau beraktivitas fisik, ada pengeluaran hormon endorfin yang bisa membangkitkan perasaan enak dan bersemangat.
"Berolahraga dengan porsi dan waktu yang tepat sangat baik dilakukan saat puasa. Ini akan membuat tubuh tetap bugar dan sehat selama menjalankan ibadah. Tubuh kita tetap perlu olahraga,” tambahnya.
Dari aktivitas fisik tersebut, ada beberapa hadits yang menunjukkan perhatian Islam terhadap berbagai aktivitas olah tubuh. Contohnya seperti ketika Rasulullah shallallahu ‘allaihi wa sallam menyaring para pemuda yang akan mengikuti peperangan beliau dengan adu kekuatan (gulat). Atau ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam--diriwayatkan dalam sirah Ibnu Ishaq rahimahullah--mengalahkan Rukanah, seorang ahli gulat, sehingga ia bersedia masuk Islam.
Diriwayatkan pula bahwa beliau memiliki sembilan buah pedang, baju baja, tameng, dan pisau. Demikian juga kisah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallamsaat mengajak Aisyah radiallahu ‘anha lomba lari, serta riwayat beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain tombak di masjid dan masih banyak lagi riwayat yang selainnya.
Para pendahulu kita dari generasi awal Islam, menunjukkan pentingnya membentuk jasmani yang kuat. Tiadanya alasan untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan sebagaimana kita harus terus memupuk keimanan kita dengan menuntut ilmu agama dan beramal saleh.
Seperti yang dilakukan oleh para pendahulu Islam, yang juga melakukan aktivitas fisik, kita alangkah baiknya juga tidak mengurangi aktivitas olahraga tersebut. Olahraga ringan atau kerja adalah salah satu bentuk aktivitas fisik. Dan sudah seharusnya bulan puasa tidak memupuk rasa malas untuk beraktivitas, karena mengeluarkan keringat sangat penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, olahraga ringan sangat dianjurkan, ini seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau latihan otot dengan beban ringan.
Dan, saya, yang hidup di lingkungan petani, Alhamdulillah-nya, setiap bulan Ramadhan datang dibarengi juga panen cengkeh di hutan atau ladang. Jadi aktivitas secara fisik tidak perlu sedemikian rupa. Meski aktivitasnya sedemikian berat namun hal ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.
Ada dua keberkahan yang didapat oleh masyarakat, pertama, masyarakat sekitar tidak perlu lagi berolahraga, karena bekerja di ladang pun sudah aktivitas fisik, begitu pun orang yang di kantoran atau di gedung-gedung bertingkat.
Kedua, bekerja di ladang, yang kebetulan bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, berkah masukkan untuk pendapatan selama bulan Puasa terjaga. Dan, kedua kebahagiaan di bulan Ramadhan inilah membersihkan diri juga bisa berolahraga sambil bekerja terlaksana. Oleh karena itu, tiada hari tanpa bekerja dan berolahraga untuk kebugaran selama bulan Ramadhan. Sebab, olahraga penting selama bulan Puasa.(*)
Okezone, Pentingnya Olahraga Selama Bulan Puasa, Kamis, 18 Juni 2015.
https://inginbelajarislam.wordpress.com/2014/01/16/olah-raga-dalam-pandangan-islam/
Posting Komentar