Sepak bola merupakan permainan yang menekankan pada kemampuan bukan kekuatan fisik. Namun, semakin kekinian, sepak bola lebih dari sekedar olahraga. Olahraga yang satu ini memang yang paling banyak menyedot perhatian dari berbagai kalangan. Sekalipun dikupas tajam, setajam silet, masih saja, sepak bola tidak akan habis dibicarakan. Di warung-warung kopi, di warteg-warteg, bahkan di bangku sekolah pun, up date skor dan higlight sepak bola tidak absen dari perbincangkan.
Sepak bola itu sangat indah untuk dinikmati. Permainannya sangat memiliki daya tarik tersendiri. Selalu saja ada drama dan ada yang mungkin selama 90 menit itu. Sepak bola merupakan sebuah olahraga yang memiliki filosofi yang luar biasa. Jika kita peka akan makna setiap istilah dalam sepak bola, maka istilah ini dengan kehidupan sehari-hari.
Warning Up
Sampeyan masih belum ngeh dengan yang saya maksud ini? Coba bayangkan, hidup kita ini seperti dalam panggung sepak bola. Di sepak bola, durasi yang diberikan 90 menit. Sementara, durasi hidup manusia itu juga dibatasi, rata-rata umur manusia itu tidak lebih dari 60, paling banter 72 tahun. Kalau pun melebih durasi itu termasuk injury time atau diskon. Sudah ada sedikit gambaran?
Dalam semua cabang olahraga, warming up sangat penting untuk pemanasan dan pelemasan otot-otot sebelum bertanding. Warming up atau pemanasan supaya tidak terjadi kram, dan tidak cedera selama melakukan pertandingan. Begitu pun dalam kehidupan, manusia juga sangat dianjurkan untuk memiliki pola pikir dan tindakan yang baik. Supaya tidak terjadi “dislokasi” dari masyarakat. Alangkah bijaknya, manusia membekali dirinya dengan perbuatan amar maruf nahi mungkar. Jalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kick Off
Istilah kick off biasanya pertanda peluit pertama sebuah pertandingan sudah dimulai. Dalam sepak bola durasinya 90 menit. Jadi, 90 menit itu dihitung mulai dari peluit pertama kick off, babak pertama be7rakhir hingga masa tambahan waktu atau injury time. Begitupun manusia, usianya hanya terbatas sampai usia 60, kalaupun lebih itu adalah diskon kita. Dengan dibatasi usia tersebut, bagaimana pun manusia ingin sebagai pemain utama atau stating line up. Yang jelas menjadi pemain utama dalam bidang Anda. Bidang yang sesuai dengan skill versi terbaik dalam hidup kita.
Kalaupun usia terbilang tidak muda lagi, tidak ada kata terlambat untuk bangkit dan sukses. Kita semua tentu ingat Chistian Gonzales, dia masuk Timnas Indonesia di usia yang tidak muda lagi, usianya di atas 30 tahun. Namun, dengan semangat jiwa muda dia menjadi pemain utama. Oleh karena waktu kick off, berhentilah untuk mengeluh, menyalahkan orang lain, gampang mengkritik, merasa paling tahu dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang lain. Maka, gunakan waktu dan kepercayaan untuk mengolah prestasi sebelum kita ditarik keluar lapangan.
First Time
Dalam pertandingan sepakbola, babak pertama adalah masa-masa untuk penjajakan. Artinya, dalam durasi sepuluh, dua puluh, tiga puluh menit itu fase meraba-raba kekuatan lawan. Namun, bagi kita, sudah siapkah kita untuk menjalani kerasnya pertandingan maupun kehidupan ini. Banyak yang tidak tahu, bahwa seorang pemain sepak bola yang hebat bukanlah karena bakatnya, melainkan mental yang dibangun secara terus-menerus.
Dalam fase first time dalam kehidupan, kesempatan untuk mengeksplor kemampuan masih panjang. Kesempatan untuk menjadi baik dan berprestasi sedari muda masih panjang, untuk itu berkaryalah dengan nyata sesuai skill terbaik itu tadi.
Half Time
Pada babak kedua, mau tidak mau, kita harus mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan tersebut. Begitupun dalam kehidupan kita, dalam durasi yang sangat pendek ini, penting untuk mengatur strategi untuk memenangkan dalam menjalani hidup. Caranya, gali semua skillmu. Bekerja keras dengan semangat muda. Senang mengintropeksi diri. Tingkatkan taraf ibadah kita. Dan, bersyukurlah dengan apa yang selama ini telah diberikan Tuhan.
Jadi manfaatkan waktu yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita untuk kegiatan positif, Atau sebelum terlambat atau di kartu merah sebelum visi dan tujuan hidup tercapai. Maka, gunakanlah semua kesempatan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Gunakanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Gunakanlah masa hidupmu sebelum masa meninggalmu.
Goal
Pastinya kita semua ingin sukses bukan? Tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Usia manusia di dunia dirasa kurang lama. Lalu, langkah pertama kita untuk meraih kesuksesan dunia akhirat. Caranya? Sama seperti main bola. Yakni, memenangkan pertandingan dengan cara memasukkan bola ke gawang lawan dan mencetak goal (baca: mencapai tujuan).
Memasukkan gol ke gawang lawan adalah tujuan dari sebuah pertandingan sepak bola. Dalam kehidupan pun harus memiliki visi, karena visi adalah fitrah sebagai manusia yang memiliki tujuan hidup.
Injury Time
Pameo orang Barat, “waktu adalah uang.” Waktu lebih dari sekedar uang. Durasi 90 menit atau 2x45 menit dalam pertandingan sepak bola dapat menghadirkan segala kemungkinan. Untuk itu, di waktu injury time, setiap pemain memiliki tanggung jawab terhadap team untuk yang terbaik. Begitu juga kehidupan, kita juga memiliki tanggung jawab setiap kehidupan yang kita jalani di akhirat nanti. Selama melewati angka 60 tahun, dari fase anak, remaja, dewasa, sampai tua, hingga terbujur kaku, semua akan dimintai pertanggungjawaban. Kapan dan di mana, ia bisa “menarik keluar” oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan itu urusan Allah Swt., kita semua tidak ada yang tahu. Maka, manfaatkanlah waktu untuk hablumina Allah, habluminanas.[]
Sepak bola itu sangat indah untuk dinikmati. Permainannya sangat memiliki daya tarik tersendiri. Selalu saja ada drama dan ada yang mungkin selama 90 menit itu. Sepak bola merupakan sebuah olahraga yang memiliki filosofi yang luar biasa. Jika kita peka akan makna setiap istilah dalam sepak bola, maka istilah ini dengan kehidupan sehari-hari.
Warning Up
Sampeyan masih belum ngeh dengan yang saya maksud ini? Coba bayangkan, hidup kita ini seperti dalam panggung sepak bola. Di sepak bola, durasi yang diberikan 90 menit. Sementara, durasi hidup manusia itu juga dibatasi, rata-rata umur manusia itu tidak lebih dari 60, paling banter 72 tahun. Kalau pun melebih durasi itu termasuk injury time atau diskon. Sudah ada sedikit gambaran?
Dalam semua cabang olahraga, warming up sangat penting untuk pemanasan dan pelemasan otot-otot sebelum bertanding. Warming up atau pemanasan supaya tidak terjadi kram, dan tidak cedera selama melakukan pertandingan. Begitu pun dalam kehidupan, manusia juga sangat dianjurkan untuk memiliki pola pikir dan tindakan yang baik. Supaya tidak terjadi “dislokasi” dari masyarakat. Alangkah bijaknya, manusia membekali dirinya dengan perbuatan amar maruf nahi mungkar. Jalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kick Off
Istilah kick off biasanya pertanda peluit pertama sebuah pertandingan sudah dimulai. Dalam sepak bola durasinya 90 menit. Jadi, 90 menit itu dihitung mulai dari peluit pertama kick off, babak pertama be7rakhir hingga masa tambahan waktu atau injury time. Begitupun manusia, usianya hanya terbatas sampai usia 60, kalaupun lebih itu adalah diskon kita. Dengan dibatasi usia tersebut, bagaimana pun manusia ingin sebagai pemain utama atau stating line up. Yang jelas menjadi pemain utama dalam bidang Anda. Bidang yang sesuai dengan skill versi terbaik dalam hidup kita.
Kalaupun usia terbilang tidak muda lagi, tidak ada kata terlambat untuk bangkit dan sukses. Kita semua tentu ingat Chistian Gonzales, dia masuk Timnas Indonesia di usia yang tidak muda lagi, usianya di atas 30 tahun. Namun, dengan semangat jiwa muda dia menjadi pemain utama. Oleh karena waktu kick off, berhentilah untuk mengeluh, menyalahkan orang lain, gampang mengkritik, merasa paling tahu dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang lain. Maka, gunakan waktu dan kepercayaan untuk mengolah prestasi sebelum kita ditarik keluar lapangan.
First Time
Dalam pertandingan sepakbola, babak pertama adalah masa-masa untuk penjajakan. Artinya, dalam durasi sepuluh, dua puluh, tiga puluh menit itu fase meraba-raba kekuatan lawan. Namun, bagi kita, sudah siapkah kita untuk menjalani kerasnya pertandingan maupun kehidupan ini. Banyak yang tidak tahu, bahwa seorang pemain sepak bola yang hebat bukanlah karena bakatnya, melainkan mental yang dibangun secara terus-menerus.
Dalam fase first time dalam kehidupan, kesempatan untuk mengeksplor kemampuan masih panjang. Kesempatan untuk menjadi baik dan berprestasi sedari muda masih panjang, untuk itu berkaryalah dengan nyata sesuai skill terbaik itu tadi.
Half Time
Pada babak kedua, mau tidak mau, kita harus mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan tersebut. Begitupun dalam kehidupan kita, dalam durasi yang sangat pendek ini, penting untuk mengatur strategi untuk memenangkan dalam menjalani hidup. Caranya, gali semua skillmu. Bekerja keras dengan semangat muda. Senang mengintropeksi diri. Tingkatkan taraf ibadah kita. Dan, bersyukurlah dengan apa yang selama ini telah diberikan Tuhan.
Jadi manfaatkan waktu yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita untuk kegiatan positif, Atau sebelum terlambat atau di kartu merah sebelum visi dan tujuan hidup tercapai. Maka, gunakanlah semua kesempatan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Gunakanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Gunakanlah masa hidupmu sebelum masa meninggalmu.
Goal
Pastinya kita semua ingin sukses bukan? Tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Usia manusia di dunia dirasa kurang lama. Lalu, langkah pertama kita untuk meraih kesuksesan dunia akhirat. Caranya? Sama seperti main bola. Yakni, memenangkan pertandingan dengan cara memasukkan bola ke gawang lawan dan mencetak goal (baca: mencapai tujuan).
Memasukkan gol ke gawang lawan adalah tujuan dari sebuah pertandingan sepak bola. Dalam kehidupan pun harus memiliki visi, karena visi adalah fitrah sebagai manusia yang memiliki tujuan hidup.
Injury Time
Pameo orang Barat, “waktu adalah uang.” Waktu lebih dari sekedar uang. Durasi 90 menit atau 2x45 menit dalam pertandingan sepak bola dapat menghadirkan segala kemungkinan. Untuk itu, di waktu injury time, setiap pemain memiliki tanggung jawab terhadap team untuk yang terbaik. Begitu juga kehidupan, kita juga memiliki tanggung jawab setiap kehidupan yang kita jalani di akhirat nanti. Selama melewati angka 60 tahun, dari fase anak, remaja, dewasa, sampai tua, hingga terbujur kaku, semua akan dimintai pertanggungjawaban. Kapan dan di mana, ia bisa “menarik keluar” oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan itu urusan Allah Swt., kita semua tidak ada yang tahu. Maka, manfaatkanlah waktu untuk hablumina Allah, habluminanas.[]
Posting Komentar