Senang sekali rasanya, melihat gerakan menulis semakin hari semakin bertambah. Kesempatan untuk belajar dengan orang lain terbuka lebar. Mulanya hanya ingin berbagi dan belajar satu hari, satu tulisan. Dan itu saya kerjakan setiap bangun dari tidur. Karena menulis di pagi hari pikiran dan badan masih fresh. Tidak banyak aktivitas yang dikerjakan. Sehingga mengeluarkan dan menghasilkan tulisan mudah dan mengalir.
Mulanya hipotesa daripada Ustad M Husnaini yang menduga bahwa saya ikut menulis setiap hari. Dan ikut menyemarakkan dunia kepenulisan. Walau saya bukan penulis beneran, namun dari situlah saya menjadi semangat untuk menulis dan menjaga spirit menulis setiap hari.
Selain itu banyak teman-teman yang ingin berbagi dari beberapa tulisan yang saya buat. Ia membagikan atau ikut share tulisan yang saya tulis dengan hape capsil (hape cap silihan) ini. Tentu suatu kebahagiaan tiada tara. Juga beberapa teman yang ingin mengajak pertemanan di akun Facebook, membuat saya banyak mendapat kesempatan untuk menjalin silaturahim antar sesama. Pun ikut membagikan ilmu dan pengalaman yang saya tulis. Suatu kebahagiaan yang luar biasa. Tidak percaya? silahkan buktikan sendiri!
Terlepas dari percaya atau tidak. Menulis setiap hari sama dengan menjaga emosional kita untuk tetap 'rol mood', karena dengan menulis, kebiasaan yang tidak baik akan dihindari. Ini jelas. Karena dengan menulis setiap hari ini suka tidak suka harus mencari hal-hal yang baik pula. Saya belajar dengan banyak orang dari tulisan-tulisan yang mereka buat. Entah 'note' di Facebook, blog, web, dan koran, maupun buku, ia menulis tentu dengan muatan informasi yang inspiratif. Inilah kekuatan dalam tulisan tersebut. menyebarkan virus inspiratif.
Menyebarkan virus inspiratif lewat tulisan, sama halnya dengan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Seperti yang telah tertera dalam UUD '45. Oleh karena Imam Ghazali mewanti-wanti, "Kalau engkau bukan anak raja dan engkau anak ulama besar, maka jadilah penulis. Dengan menulis kita bisa mencerdaskan berjuta-juta manusia tanpa batas". Inilah kenapa saya menjaga ghairah menulis setiap hari. Dengan satu tulisan, saya ikut mencerdaskan setiap orang. Walau lewat akun media sosial (medsos) seperti; Facebook, blog, twitter dan lain sebagainya.
Maka demikian, dengan menulis, saya beribadah. Karena itulah, kenapa Dr. Ngainun Naim dalam buku terbarunya "The Power of Writing (2015)" menyebutkan sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepadanya, maka ia terus menulis. Karena dengan menulis (seperti ini) kita ikut mencerdaskan antar sesama. Itulah salah satu kekuatan dalam menulis.
Dengan menulis, terdapat banyak kesempatan dan kekuatan serta manfaat yang tidak saya duga. Hanya bermodal satu tulisan saja, itu sama saja telah menyebarkan virus belajar. Tentu yang saya maksud bukan tulisan yang mengandung cacian, hinaan, ataupun sara. Manakala tulisan yang kita buat merugikan orang lain, rugi pulalah kita. Bukannya mendapat manfaatnya, namun mendapat mundaradnya.
Ibarat kata, suatu hari, satu tulisan. Sama dengan menebar ilmu kepada orang lain. Kita sendiri yang akan mendapatkan manfaat dari yang kita sebarkan tersebut. Luar biasa bukan? Mari kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menulis. Karena kemajuan sebuah negara lihat juga dari pendidikan dan melek baca tulisnya. Begitu kreteria UNESCO dan UNDP. Wallahualam Bishowab.
Mulanya hipotesa daripada Ustad M Husnaini yang menduga bahwa saya ikut menulis setiap hari. Dan ikut menyemarakkan dunia kepenulisan. Walau saya bukan penulis beneran, namun dari situlah saya menjadi semangat untuk menulis dan menjaga spirit menulis setiap hari.
Selain itu banyak teman-teman yang ingin berbagi dari beberapa tulisan yang saya buat. Ia membagikan atau ikut share tulisan yang saya tulis dengan hape capsil (hape cap silihan) ini. Tentu suatu kebahagiaan tiada tara. Juga beberapa teman yang ingin mengajak pertemanan di akun Facebook, membuat saya banyak mendapat kesempatan untuk menjalin silaturahim antar sesama. Pun ikut membagikan ilmu dan pengalaman yang saya tulis. Suatu kebahagiaan yang luar biasa. Tidak percaya? silahkan buktikan sendiri!
Terlepas dari percaya atau tidak. Menulis setiap hari sama dengan menjaga emosional kita untuk tetap 'rol mood', karena dengan menulis, kebiasaan yang tidak baik akan dihindari. Ini jelas. Karena dengan menulis setiap hari ini suka tidak suka harus mencari hal-hal yang baik pula. Saya belajar dengan banyak orang dari tulisan-tulisan yang mereka buat. Entah 'note' di Facebook, blog, web, dan koran, maupun buku, ia menulis tentu dengan muatan informasi yang inspiratif. Inilah kekuatan dalam tulisan tersebut. menyebarkan virus inspiratif.
Menyebarkan virus inspiratif lewat tulisan, sama halnya dengan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Seperti yang telah tertera dalam UUD '45. Oleh karena Imam Ghazali mewanti-wanti, "Kalau engkau bukan anak raja dan engkau anak ulama besar, maka jadilah penulis. Dengan menulis kita bisa mencerdaskan berjuta-juta manusia tanpa batas". Inilah kenapa saya menjaga ghairah menulis setiap hari. Dengan satu tulisan, saya ikut mencerdaskan setiap orang. Walau lewat akun media sosial (medsos) seperti; Facebook, blog, twitter dan lain sebagainya.
Maka demikian, dengan menulis, saya beribadah. Karena itulah, kenapa Dr. Ngainun Naim dalam buku terbarunya "The Power of Writing (2015)" menyebutkan sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepadanya, maka ia terus menulis. Karena dengan menulis (seperti ini) kita ikut mencerdaskan antar sesama. Itulah salah satu kekuatan dalam menulis.
Dengan menulis, terdapat banyak kesempatan dan kekuatan serta manfaat yang tidak saya duga. Hanya bermodal satu tulisan saja, itu sama saja telah menyebarkan virus belajar. Tentu yang saya maksud bukan tulisan yang mengandung cacian, hinaan, ataupun sara. Manakala tulisan yang kita buat merugikan orang lain, rugi pulalah kita. Bukannya mendapat manfaatnya, namun mendapat mundaradnya.
Ibarat kata, suatu hari, satu tulisan. Sama dengan menebar ilmu kepada orang lain. Kita sendiri yang akan mendapatkan manfaat dari yang kita sebarkan tersebut. Luar biasa bukan? Mari kita ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menulis. Karena kemajuan sebuah negara lihat juga dari pendidikan dan melek baca tulisnya. Begitu kreteria UNESCO dan UNDP. Wallahualam Bishowab.
Setuju mas ...
BalasHapusSemoga selalu semangat menulisnya.. Aamiin ....
Hello, Mas Rokhim
BalasHapusKeren Mas !
Quote dari Imam Al-Ghazaly-nya juga oke punya !
Sukses ya Mas
Betul! Menulis di pagi hari emang ngalir banget 😍😍😍
BalasHapusIya, Mas. Mungkin karena pikiran belum mikir terlalu berat ya...? Terima kasih ya mas atas kunjungan ke mari.. salan
BalasHapusHalo mas Evir.
BalasHapusTerima kasih ya mas. Masih belajar, Mas ini.
Terima kasih ya, Mas kunjungannya. Mohon bimbingannya.
Imam Al Ghazali memang luar biasa, Mas.
Terima kasih Bu Nur.
BalasHapusTerima kasih ya Bu. Mohon bimbingannya selalu buat terus bisa belajar dari Ibu Nur...
Mas? Ya Allah 😭 boleh nangis enggak? 😭😭😭😭
BalasHapusLoh kenapa, Mas?
BalasHapusSaya cewek, astaga 😭
BalasHapusYa, Allah. Mohon maaf ya, Mbak. Saya nggak lihat poto propil loh... 😅😅
BalasHapus🙈🙈🙈🙈 Iya, Bang. Tak apa 😆😆😆
BalasHapusMohon maaf lahir batin, loh, Mbak. Tadi saya kira kena pisau pas iris bawang merah....
BalasHapusWkwkwk. Iya Bang nggak apa-apa, kok. 😂😂😂
BalasHapusWah ada-ada saja :v
Kan biasanya cewek nangis gara-gara kena bawang merah. Ckckckck...
BalasHapusNggak, ah. Buktinya saya nangis saat dipanggil 'Mas' lho, ahaha 😆
BalasHapusCekcekcek... Namanya juga gak tahu. 😂😂
BalasHapusHaha okelah. Btw salken dari blogget newbe :v
BalasHapusSemoga kita terus semangat buat nulis ya mas.
BalasHapusIya nih. Saya newbe asal nulis aja... pengen belajar nulis dari mbak Dandelionran
BalasHapusIya mas. Terima kasih dukungan dan inspirasinya ya, Mas...
BalasHapusWaduh saya juga newbie di wordpress nih ehehehe 😂
BalasHapuskita sama-sama belajar, bang 😊
Iya sama-sama belajar.. mohon kritik dan sarannya ya...
BalasHapusHa ha..sama-sama, saya juga masih belajar.
BalasHapusSorry waktu itu blum reply, sinyal lagi lambat .
Iya mas... saya juga masih belajar. Masih belum satu bulan belajar ini...
BalasHapusMau niat full nge blog ya Mas ?
BalasHapusTrenggalek ke Surabaya jauh ga Mas ?
Pengen mas. Masnya bisa ngajarin saya ngeblog???
BalasHapusTrenggalek Surabya 4 jam, Mas. Masnya domisili di mana ya?
Saya di Tangerang Selatan.
BalasHapusSederhana aja Mas Rokhim, rutin posting artikel, klo punya spesialis tertentu akan lebih bagus. Rajin mengunjungi blog orang lain & beri komentar. Satu lagi yang penting, "Fokus dan Konsisten"
Wah saya baru pulang dari Tangeramg mas. Baru 3 bulan belum genap. Kemarin di BSD mas saya Tangerangnya...
BalasHapusBaik mas. Terimakasih atas saran dan masukkannya ya...
Iyaaa aku juga ya bang ehehe
BalasHapusSyaaap.,,, mohon kritik dan sarannya ya. Hehehe
BalasHapusSama-sama mas
BalasHapusIn Sha Allah mas, tp saya sebenanya hanya punya kelebihan umur kok mas dibanding bloger lain he he he
Hehehehe... yang penting semangatnya bu... semangatnya perlu disalurin. Hehehe
BalasHapusWell done mas. Pesannya nyampe. :)
BalasHapusTerima kasih, Mas atas apresiasinya ya. Dan Terima kasih pula atas kunjungannya...
BalasHapusWahh sama-sama mas. Ditunggu postingan berikutnya.
BalasHapusWah iya terima kasih. Masih tahap belajar Mas...
BalasHapusIya, makasih mas Rokhim
BalasHapusSmaa-sama Bu Nur...
BalasHapusPosting Komentar