Daun singkong, siapa sih yang tak suka daun singkong? Daun singkong adalah salah tiga sayuran pilihan saya. Daun singkong, kalau boleh bilang, adalah salah tiga sayuran yang harus berada di meja makan, selain sayur bayam dan sayur nangka muda (jangan tewel, gori--Jawa).
Beberapa bulan terakhir saya memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian. Saya hanya menikmati sayur-sayuran dan hanya sedikit daging yang saya konsumsi. Saya juga tidak makan telur, baik telur ayam maupun telur bebek, putih dan kuningnya.
Menjadi seorang vegetarian bagi saya adalah tantangan tersendiri. Sebab biasanya saat makan saya tak tebang pilih. Semua menu yang disediakan oleh Ibu, saya lahap tanpa pilih-pilih. Namun setelah "mendeklarasikan" menjadi vegetarian, ibu harus berpikir panjang, memasak dan menyediakan sayuran, yang salah satu sayur kesukaan saya.
Penyebab saya memutuskan menjadi vegetarian adalah rasa gatal yang biasa menjangkiti kulit saya. Apabila saya menikmati makanan yang ada daging ayam dan telurnya, selang beberapa jam langsung timbul bintik-bintik merah dan gatal. Rasa gatal itu datang bukan hanya selepas makan daging atau telur, tetapi saat cuaca panas, kulit juga ikut gatal dan bentol-bentol.
Dari bentolan itulah saya menduga bahwa selain karena cuaca yang tak sesuai dengan kulit saya, juga makanan yang saya konsumsi. Pernah saya coba, sebelum memutuskan menjadi vegetarian, saya tidak makan dengan tambahan daging dan telur. Hasilnya gatal itu berminggu-minggu tidak datang.
Setelah tidak mengkonsumsi daging dan telur, saya hanya menikmati sayur-sayuran dan ikan laut. Salah satu sayuran favorit saya adalah daun singkong dan kerupuk. Ada yang bilang bahwa orang makan tanpa adanya kerupuk seperti kurang pas.
Berbicara tentang daun singkong dan kerupuk atau keripik, saya beberapa hari yang lalu menikmati daun singkong dengan inovasi modern, yaitu Keripik Daun Singkong, Cemilan Nabati, Rasa Hewani.Keripik Daun Singkong ini adalah cemilan yang pas dibuat lauk makan serta dibuat cemilan saat santai.
Tak seperti daun singkong, yang warnanya hijau seperti daun pada umumnya, keripik daun singkong ini berwarna hitam dengan taste seperti paru. Saat saya taste rasanya enak sekali, pas untuk dibuat cemilan. Teksturnya renyah dan gurih. Bumbunya merata sehingga rasanya sangat nikmat untuk disungguhkan saat santai dan berkumpul bersama keluarga dan teman teman.
Dilihat dari teksturnya yang renyah dan berbentuk bulat, cara membuatnya pun sangat mudah, yakni dengan merajang kecil daun singkong dan dicampur dengan tepung tapioka dengan tambahan komposisi telur, bawang putih, ketumbar, dan garam. Produk ini adalah produk asli Trenggalek, tepatnya dari Kecamatan Karangsoko, dari Abi Culinary.
Kita tahu, daun singkong memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Misalnya daun singkong juga mampu melancarkan pencernaan, sebagai sumber energi, sumber vitamin B1 dan sebagai penambah zat kapur/ arang dalam tulang kita.
Produk ini sangat pas untuk saya dan Anda semua. Kemarin saya menikmati Keripik Daun Singkong di Paditren.com
Whatsapp/SMS: 0811 3530 100
Beberapa bulan terakhir saya memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian. Saya hanya menikmati sayur-sayuran dan hanya sedikit daging yang saya konsumsi. Saya juga tidak makan telur, baik telur ayam maupun telur bebek, putih dan kuningnya.
Menjadi seorang vegetarian bagi saya adalah tantangan tersendiri. Sebab biasanya saat makan saya tak tebang pilih. Semua menu yang disediakan oleh Ibu, saya lahap tanpa pilih-pilih. Namun setelah "mendeklarasikan" menjadi vegetarian, ibu harus berpikir panjang, memasak dan menyediakan sayuran, yang salah satu sayur kesukaan saya.
Penyebab saya memutuskan menjadi vegetarian adalah rasa gatal yang biasa menjangkiti kulit saya. Apabila saya menikmati makanan yang ada daging ayam dan telurnya, selang beberapa jam langsung timbul bintik-bintik merah dan gatal. Rasa gatal itu datang bukan hanya selepas makan daging atau telur, tetapi saat cuaca panas, kulit juga ikut gatal dan bentol-bentol.
Dari bentolan itulah saya menduga bahwa selain karena cuaca yang tak sesuai dengan kulit saya, juga makanan yang saya konsumsi. Pernah saya coba, sebelum memutuskan menjadi vegetarian, saya tidak makan dengan tambahan daging dan telur. Hasilnya gatal itu berminggu-minggu tidak datang.
Setelah tidak mengkonsumsi daging dan telur, saya hanya menikmati sayur-sayuran dan ikan laut. Salah satu sayuran favorit saya adalah daun singkong dan kerupuk. Ada yang bilang bahwa orang makan tanpa adanya kerupuk seperti kurang pas.
Berbicara tentang daun singkong dan kerupuk atau keripik, saya beberapa hari yang lalu menikmati daun singkong dengan inovasi modern, yaitu Keripik Daun Singkong, Cemilan Nabati, Rasa Hewani.Keripik Daun Singkong ini adalah cemilan yang pas dibuat lauk makan serta dibuat cemilan saat santai.
Tak seperti daun singkong, yang warnanya hijau seperti daun pada umumnya, keripik daun singkong ini berwarna hitam dengan taste seperti paru. Saat saya taste rasanya enak sekali, pas untuk dibuat cemilan. Teksturnya renyah dan gurih. Bumbunya merata sehingga rasanya sangat nikmat untuk disungguhkan saat santai dan berkumpul bersama keluarga dan teman teman.
Dilihat dari teksturnya yang renyah dan berbentuk bulat, cara membuatnya pun sangat mudah, yakni dengan merajang kecil daun singkong dan dicampur dengan tepung tapioka dengan tambahan komposisi telur, bawang putih, ketumbar, dan garam. Produk ini adalah produk asli Trenggalek, tepatnya dari Kecamatan Karangsoko, dari Abi Culinary.
Kita tahu, daun singkong memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Misalnya daun singkong juga mampu melancarkan pencernaan, sebagai sumber energi, sumber vitamin B1 dan sebagai penambah zat kapur/ arang dalam tulang kita.
Produk ini sangat pas untuk saya dan Anda semua. Kemarin saya menikmati Keripik Daun Singkong di Paditren.com
Whatsapp/SMS: 0811 3530 100
Inovasi nih.. belum pernah mencoba yang dalam kemasan seperti ini
BalasHapusBetul, Mas. Inovasi dalam kuliner, sungguh sangat menarik, coba aja mas.
BalasHapusDi sana kreatif kreatif ya
BalasHapusBerusaha untuk kreatif mas.
BalasHapuswah penasaran dengan rasanya nih
BalasHapusIya mas saya kemarin juga penasaran. Jadinya nyoba.
BalasHapusbtw, kok aku nyari di paditren gak nemu mas
BalasHapusKayaknya belum dipublis mas. Itu kemarin saya ambil pas yang punya datang pertama.
BalasHapusWah enak ya kayaknya. Mungkin rasanya mirip-mirip keripik bayam gitu kali ya
BalasHapuswah, dapet promosi dong, sebagai incip2
BalasHapusHehehe. Betul, Mas. Dapat promosi...
BalasHapusIya, Mas kurang lebih sama.
BalasHapusIni rasanya gimana kim?. Kayak kripik daun bayam gaaak?
BalasHapusSedikit renyah bayam, Mas. Iki sedikit ada rasa pahitnya tapi gak begitu pahit, karena ada bumbune kui...
BalasHapusKeripik daun bayang sering makan, tp ini bedaa.
BalasHapusDaunnya diambil yang muda kayak yang disayur itu apa yg mana Mas?
*daun bayam, mksdnya. :(
BalasHapusDaun bayang itu apa mbak?
BalasHapusSepertinya yang muda mbak.
Iya mbak hampir sama dengan daun bayam, cuma kemarin daun singkong ini ada sedikit rasa pahit tapi ketutup bumbunya jadi terasa enak....
BalasHapusHmm, sepertinya enak. Didistribusikan ke luar kota jg ga ini Mas?
BalasHapusAtau hanya ada di Trenggalek
Bayam mas. Salah ketik. Hehe.
BalasHapusOke, Mas.
Bisa mbak. Itu ada portal online kok, di paditren.com
BalasHapusOke, Mas. Makasih.
BalasHapusIya, Mbak. Sama-sama...
BalasHapusPosting Komentar