Sebagai pedatang baru di (dunia) blog, saya rasa kurang etis membagikan hal-hal remeh-temeh ini di blog. Tidak ada maksud lain, selain berbagi saja. Selama menulis di blog, saya banyak belajar dari blogger. Banyak hal yang saya dapat dari blog ini. Inspirasi, ilmu dan pengetahuan banyak saya peroleh dari blogger-blogger lain.
Sebenarnya saya bukan blogger, saya hanya manusia pemula yang ingin terus belajar dan mengajegkan membaca tulisan orang dan menulis apa saja yang saya ketahui. Menulis dari apa yang telah saya baca dan serap dari teman-teman di blog. Menulis di blog ini sebenarnya, awal mula ada dorongan untuk mengabadikan tulisan-tulisan yang telah saya buat—baik yang belum saya kirim maupun ditolak di portal online seperti nggalek.co dan lainnya—yang kemudian saya psoting di blog. Blog ini sebenarnya sudah saya buat hampir dua tahun, namun mangkrak berbulan-bulan dan tak terurus. Entah kesurupan setan apa, saya kemudian senang menulis di blog.
Setelah terjerumus di lembah ilmu hitam blog, saya harus serius belajar dari tulisan-tulisan di blog teman-teman. Saya harus adaptasi dengan rumah baru blog ini. Dan saya harus belajar bagaimana para blogger langgeng menulis sampai blog profesional. Nulis saja ngeos-ngeosan kok.
Nah, ada beberapa hal yang dapat saya serap dari tulisan teman-teman di blog ini. Demikianlah yang dilakukan oleh teman-teman, dan sekarang akan saya pelajari.
1. Menulis yang Manfaat
Untuk mengawali ini saya harus menempatkan menulis yang bermanfaat di posisi pertama. Pada poin pertama ini jelas sekali. Para blog menulis hal-hal yang bermanfaat. Tidak ada tulisan yang mengandung unsur sara dari para blog ini. Apabila menulis tetapi mengandung unsur sara maka tidak ada untungnya, hanya mendapat mudharatnya.
Selain itu, para pembaca tidak ada waktu untuk membaca tulisan yang tidak bermanfaat. Pembaca kebanyakan menyukai konten yang memberi manfaat. Mereka tidak suka membuang waktu percuma, untuk membaca cerpen atau menonton video pembacaan puisi, yang bagi mereka biasa-biasa saja. Juga mengandung fitnah dan nilai negatif.
Dari tulisan yang bermanfaat itu, maka secara tidak sadar akan membuka jalan yang lebar dan ruang interaksi yang luwes antara penulis dan pembaca. Interaksi ini mampu membantu penulisnya mendatangkan follower dan pengunjung blog-nya. Apalagi miliki konten-konten yang menarik, yang menjadi referensi para pembaca. Hal ini masih saya usahakan untuk menulis hal-hal yang bermanfaat lagi sederhana, dan tentunya tulisan saya tidak meninggalkan hal-hal sederhana yang berada di sekitar saya.
2. Blog yang Menarik
Selain membuat tulisan yang menarik dan bermanfaat, tampilan situs atau blog yang menarik juga mempengaruhi pengunjung blog kita. Untuk membuat blog yang menarik, jelas bukan memakai blog gratisan. Selain terlihat lebih profesional, blog memakai domain dan hosting seperti dijelaskan oleh Sugeng.id, mastrigus.com, dalam blog-nya. Sebenarnya saya salking blognya mas Sugeng.id banyak yang saya pelajari di blognya, dan tentunya juga membuat tampilan blog semakin kece dan pengunjung merasa nyaman saat membaca.
Membuat blog, meski gratisan paling tidak pilih template yang menarik dan tambahkanlah widget pada blog itu beberapa main menu dan lain-lainnya.
Bagaimana caranya? Di internet banyak tutorial blog dan website, yang bisa memandu dalam menemukan dan memasang template dengan desain cantik dan menarik. Tujuannya adalah agar blog Anda tidak menjemukan dipandang mata. Hal demikian masih saya pelajari.
3. Semangat Menulis
Seperti yang saya tuliskan di atas, saya adalah pemula yang sedang mengajegkan membaca dan menulis. Kegiatan ini “hampir” saya lakukan setiap hari. Saya berusaha menulis setiap hari, apapun kondisinya, di manapun saya berada, dan kapanpun waktunya. Namun saya berusaha menulis di kala pagi. Ada beberapa riset yang mengatakan menulis di kala pagi, pikiran masih jernih sehingga menulis pun mengalir dan lancar.
Selain itu, gairah menulis merupakan salah satu bumbu dalam meraih kesuksesan. Frekuensi menulis memang kadang pasang surut. Kadang menulis itu fluktuasi, kadang naik, kadang turun. Ternyata frekuensi tulisan juga mempengaruhi kunjungan dan pengunjung (pembaca), meski ada sebagian yang mengatakan tidak harus mem-posting tidak setiap hari, tetapi semangat, ghirah atau gairah menulis harus digelorakan setiap hari.
Saya juga memastikan agar gairah dan semangat menulis tetap terjaga menulis, terlepas dari segala macam kesibukan di dunia nyata. Serta, ada baiknya kita juga mengatur tema dan subyek tulisan. Sebab mengatur tema dan subek tulisan dapat membantu kita untuk menghindari kejenuhan yang dapat menurunkan semangat saya menulis.
4. Sapa (like & Komentar) dan Gabung Komunitas
Sebagai pendatang tak tahu apa-apa di blog, saya harus banyak melakukan manuver-manuver politik demi meningkatkan elektabilitas. Saya harus berbagi waktu untuk mengunjungi blog-milik orang lain. Ada banyak kolega blogger yang menyarankan saya harus banyak-banyak sapa—baik like dan komentar—kepada blog orang lain.
Namun meski demikian, ada sedikit kendala dalam menyapa blogger-blogger itu. Sebagai anak desa yang sulit mendapat akses internet yang lancar dan miskin data internet, saya selalu berusaha menyapa para blogger di luar sana. Tentunya me-like sembari nimbrung di blognya orang. Hal demikian mempengaruhi grafik kunjungan blog kita.
Saya melakukan riset kecil-kecil terhadap para blogger senior bagaimana menambah kunjungan dan pengunjung ke blog itu. Tidak lain tidak bukan adalah bahwa kita harus menghargai tulisan para blogger-blogger lain. Interaksi virtual ini sangat mempengaruhi kunjungan balik terhadap blog kita.
Yang saya lakukan adalah rajin membaca dan membalas komentar mereka. Baik di blog, website, maupun di sosial media. Harus kita ingat, bahwa pembaca karya Anda adalah penggemar Anda. Ini harus direspon dengan baik dan santun. Oleh sebab itu kita juga harus melakukan sanja (Jawa: kunjung) kepada blogger lain.
Seperti adagium terkenal itu, menyelam sambil minum air, siapa tahu dari kunjungan kita ke blog orang lain kita mendapatkan inspirasi segar dari yang kita baca itu. Istilahnya adalah Blogwalking.
Blogwalking ini memiliki hakekat mutualisme. Memiliki keuntungan pada diri kita sendiri. Selain, tentunya meningkatkan trafik blog masing-masing, juga dapat menjalin silaturahmi sesama blogger. Selain itu, saya harus dengan senang hati ikut nimbrung dengan komunitas-komunitas blogger. Misal saya ikut nimbrung dengan komunitas obrolin maupun idcorner ini. Sebab komunitas merupakan tempat bercengkerama yang hangat, juga banyak informasi.
Tabik
[MCR]
Sebenarnya saya bukan blogger, saya hanya manusia pemula yang ingin terus belajar dan mengajegkan membaca tulisan orang dan menulis apa saja yang saya ketahui. Menulis dari apa yang telah saya baca dan serap dari teman-teman di blog. Menulis di blog ini sebenarnya, awal mula ada dorongan untuk mengabadikan tulisan-tulisan yang telah saya buat—baik yang belum saya kirim maupun ditolak di portal online seperti nggalek.co dan lainnya—yang kemudian saya psoting di blog. Blog ini sebenarnya sudah saya buat hampir dua tahun, namun mangkrak berbulan-bulan dan tak terurus. Entah kesurupan setan apa, saya kemudian senang menulis di blog.
Setelah terjerumus di lembah ilmu hitam blog, saya harus serius belajar dari tulisan-tulisan di blog teman-teman. Saya harus adaptasi dengan rumah baru blog ini. Dan saya harus belajar bagaimana para blogger langgeng menulis sampai blog profesional. Nulis saja ngeos-ngeosan kok.
Nah, ada beberapa hal yang dapat saya serap dari tulisan teman-teman di blog ini. Demikianlah yang dilakukan oleh teman-teman, dan sekarang akan saya pelajari.
1. Menulis yang Manfaat
Untuk mengawali ini saya harus menempatkan menulis yang bermanfaat di posisi pertama. Pada poin pertama ini jelas sekali. Para blog menulis hal-hal yang bermanfaat. Tidak ada tulisan yang mengandung unsur sara dari para blog ini. Apabila menulis tetapi mengandung unsur sara maka tidak ada untungnya, hanya mendapat mudharatnya.
Selain itu, para pembaca tidak ada waktu untuk membaca tulisan yang tidak bermanfaat. Pembaca kebanyakan menyukai konten yang memberi manfaat. Mereka tidak suka membuang waktu percuma, untuk membaca cerpen atau menonton video pembacaan puisi, yang bagi mereka biasa-biasa saja. Juga mengandung fitnah dan nilai negatif.
Dari tulisan yang bermanfaat itu, maka secara tidak sadar akan membuka jalan yang lebar dan ruang interaksi yang luwes antara penulis dan pembaca. Interaksi ini mampu membantu penulisnya mendatangkan follower dan pengunjung blog-nya. Apalagi miliki konten-konten yang menarik, yang menjadi referensi para pembaca. Hal ini masih saya usahakan untuk menulis hal-hal yang bermanfaat lagi sederhana, dan tentunya tulisan saya tidak meninggalkan hal-hal sederhana yang berada di sekitar saya.
2. Blog yang Menarik
Selain membuat tulisan yang menarik dan bermanfaat, tampilan situs atau blog yang menarik juga mempengaruhi pengunjung blog kita. Untuk membuat blog yang menarik, jelas bukan memakai blog gratisan. Selain terlihat lebih profesional, blog memakai domain dan hosting seperti dijelaskan oleh Sugeng.id, mastrigus.com, dalam blog-nya. Sebenarnya saya salking blognya mas Sugeng.id banyak yang saya pelajari di blognya, dan tentunya juga membuat tampilan blog semakin kece dan pengunjung merasa nyaman saat membaca.
Membuat blog, meski gratisan paling tidak pilih template yang menarik dan tambahkanlah widget pada blog itu beberapa main menu dan lain-lainnya.
Bagaimana caranya? Di internet banyak tutorial blog dan website, yang bisa memandu dalam menemukan dan memasang template dengan desain cantik dan menarik. Tujuannya adalah agar blog Anda tidak menjemukan dipandang mata. Hal demikian masih saya pelajari.
3. Semangat Menulis
Seperti yang saya tuliskan di atas, saya adalah pemula yang sedang mengajegkan membaca dan menulis. Kegiatan ini “hampir” saya lakukan setiap hari. Saya berusaha menulis setiap hari, apapun kondisinya, di manapun saya berada, dan kapanpun waktunya. Namun saya berusaha menulis di kala pagi. Ada beberapa riset yang mengatakan menulis di kala pagi, pikiran masih jernih sehingga menulis pun mengalir dan lancar.
Selain itu, gairah menulis merupakan salah satu bumbu dalam meraih kesuksesan. Frekuensi menulis memang kadang pasang surut. Kadang menulis itu fluktuasi, kadang naik, kadang turun. Ternyata frekuensi tulisan juga mempengaruhi kunjungan dan pengunjung (pembaca), meski ada sebagian yang mengatakan tidak harus mem-posting tidak setiap hari, tetapi semangat, ghirah atau gairah menulis harus digelorakan setiap hari.
Saya juga memastikan agar gairah dan semangat menulis tetap terjaga menulis, terlepas dari segala macam kesibukan di dunia nyata. Serta, ada baiknya kita juga mengatur tema dan subyek tulisan. Sebab mengatur tema dan subek tulisan dapat membantu kita untuk menghindari kejenuhan yang dapat menurunkan semangat saya menulis.
4. Sapa (like & Komentar) dan Gabung Komunitas
Sebagai pendatang tak tahu apa-apa di blog, saya harus banyak melakukan manuver-manuver politik demi meningkatkan elektabilitas. Saya harus berbagi waktu untuk mengunjungi blog-milik orang lain. Ada banyak kolega blogger yang menyarankan saya harus banyak-banyak sapa—baik like dan komentar—kepada blog orang lain.
Namun meski demikian, ada sedikit kendala dalam menyapa blogger-blogger itu. Sebagai anak desa yang sulit mendapat akses internet yang lancar dan miskin data internet, saya selalu berusaha menyapa para blogger di luar sana. Tentunya me-like sembari nimbrung di blognya orang. Hal demikian mempengaruhi grafik kunjungan blog kita.
Saya melakukan riset kecil-kecil terhadap para blogger senior bagaimana menambah kunjungan dan pengunjung ke blog itu. Tidak lain tidak bukan adalah bahwa kita harus menghargai tulisan para blogger-blogger lain. Interaksi virtual ini sangat mempengaruhi kunjungan balik terhadap blog kita.
Yang saya lakukan adalah rajin membaca dan membalas komentar mereka. Baik di blog, website, maupun di sosial media. Harus kita ingat, bahwa pembaca karya Anda adalah penggemar Anda. Ini harus direspon dengan baik dan santun. Oleh sebab itu kita juga harus melakukan sanja (Jawa: kunjung) kepada blogger lain.
Seperti adagium terkenal itu, menyelam sambil minum air, siapa tahu dari kunjungan kita ke blog orang lain kita mendapatkan inspirasi segar dari yang kita baca itu. Istilahnya adalah Blogwalking.
Blogwalking ini memiliki hakekat mutualisme. Memiliki keuntungan pada diri kita sendiri. Selain, tentunya meningkatkan trafik blog masing-masing, juga dapat menjalin silaturahmi sesama blogger. Selain itu, saya harus dengan senang hati ikut nimbrung dengan komunitas-komunitas blogger. Misal saya ikut nimbrung dengan komunitas obrolin maupun idcorner ini. Sebab komunitas merupakan tempat bercengkerama yang hangat, juga banyak informasi.
Tabik
[MCR]
Selamat ngeblog deh mas..moga bisa konsisten.
BalasHapusMantap mas Rokhim.
BalasHapusKeep blogging
Terima kasih, Mas Jalil. Mohon suportnya ya....
BalasHapusTerima kasih, Mas Evir motivasinya. .
BalasHapusSaling support mas..saya juga pendatang baru kok.hhee
BalasHapusIya mas. Masnya yang udah lama nulisnya,...
BalasHapusWah terimak kasih sudah ngelink ke blog saya. Semoga bisa konsisten ngeblognya. :-D
BalasHapusIya mas, saya banyak belajar dari tulisan jenengan. Hehehehe
BalasHapusPosting Komentar