Saya belum lama bermain-main dengan blog wordpress[dot]com. Saya ngeblog ini awalnya ingin mendokumentasikan arsip-arsip tulisan yang sudah saya tulis. Oleh karena itu, blog yang mangkrak hampir sekitar satu tahun itu akhirnya hidup kembali dengan berjejalan tulisan (tetek bengkek dan tak penting-penting amat) yang saya buat.
Karena keinginan besar itulah, saya harus disuport oleh berbagai pihak. Baik dari teman diri maupun teman-teman yang lain. Tak lain adalah interaksi dengan kawan Blogger lain dari berbagai penjuru Tanah air, dari Sabang sampai Merauke.
Saya tak mungkin ngeblong seorang diri. Saya harus belajar dari teman-teman yang sudah lama nikmat blog dengan konsisten. Saya sadar tanpa adanya bantuan dari teman-teman dari luar, jelas saya tak mungkin bisa berkembang. Untuk itulah saya ingin bergabung dengan komunitas Blogger.
Keinginan itu berbahasa saat saya mengunjungi komunitas Blogger Obrolin. Dari sitemaps Obrolin, saya melihat ada tulisan pasang logo dan nomor yang harus dihubungi. Tanpa pikir panjang, saya kemudian menghubungi nomor tersebut. Dari sitemaps itu ada lambang WhatsApp. Saya klik ada logo WhatsApp itu tanpa dosa. Saya sempat kikuk saat ingin menyapa pertama nomor WhatsApp itu. Tapi kalau saya tak menyapa duluan mana mungkin saya bisa bergabung dengan warga Obrolin?
Dengan hati senang, saya menghubungi nomor WhatsApp itu dan berkenalan. Wah, ternyata nomor itu cewek. Tambah kikuk nih. Tak apalah, niat awal saya ingin belajar. Entah dia cewek atau cowok ya harus kita sapa kalau ingin belajar dengan mereka.
Dari balik media WhatsApp, saya memperkenalkan diri dan bertanya tentang Komunitas Obrolin. Ia menjawab dengan bilang, "Saya Ikha, panggil saya mbk, Mas," jawabnya.
Tanpa banyak pertimbangan dan tanpa ba-bi-bu, ia memasuki nomor WhatsApp saya pada group WhatsApp Obrolin Santai. Wah, saya sangat senang bukan kebayang. Keinginan saya untuk belajar ngeblog akhirnya terbantu dengan bergabung dengan komunitas group WhatsApp Obrolin.
Selang beberapa menit, nomor WhatsApp saya juga dimasukkan di group Obrolin Serius. Wah senangnya tak ketulungan. Bakal banyak teman yang saya temukan di komunitas ini. Tanpa meninggalkan rasa terima kasih kepada Mbak Ikha, saya kemudian menyapa teman-teman di komunitas Obrolin.
Kenal Lebih Dekat
Jujur. Pertama kali saya berkenalan dengan Mbak Umi Sholikhah itu, saya menaruh anggapan bahwa ia adalah seorang Ibu Rumah Tangga atau emak-emak doyan ngeblog. Ternyata anggapan saya salah besar setelah ikut mengamati group WhatsApp Obrolin.
Dari acara diskusi Jumat Special dari balik group WhatsApp itu, yang dimoderatori Quraeni Wardhany. Teman-teman di group tersebut bisa lebih kenal lebih dekat.
Sebagai moderator, Mbak Quraeni menyadarkan curriculum vitae mbak Ikha. Dari curriculum vitae itulah tertulis bahwa dugaan awalnya saya salah. Mbak Ikha yang sejak awal saya duga ibu/ emak-emak doyan blogger ternyata masih muda sekali. Bahkan lebih muda dari saya. Ia lahir adalah perempuan kelahiran Ngawi, 1992. Saat ini ia masih menempuh pendidikan di PESN (Politeknik Elektronik Negeri Surabaya).
Perempuan penjaga gawang blog pribadinya umisholikhah7410.wordpres.com ini memiliki hobi yang di antaranya; membaca, merajut, berkenan, menulis (dikit-dikit) dan jalan-jalan (hahaha), begitu tulisnya di curriculum vitae.
Sebagai perempuan pemantau dari telaah Ngawi dan menempuh pendidikan di Surabaya, ia juga melakukan banyak aktivitas positif dan produktif. Salah satu yang sering ia lakukan adalah merajut. Dari keterampilan merajutnya itulah sudah banyak karya ratusan tali menjadi tas, topi pantai, sepatu bayi, penutup kepala bayi, dan soal beraneka ragam dibuatnya.
Selain memiliki hobi merajut, ia juga menyibukkan diri bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya, yang menurutnya masih dirahasiain. Namun ia memberi penjelasan bahwa ia bekerja di sebuah perusahaan kontraktor elektrik mekanik. Yang infonya didapat dari informasi kakak kelasnya. Aktivitas dan kegiatan sehari-hari, ia habiskan dengan bekerja dan pulang ke kos setiap hari dari Senin sampai Jumat, berputar begitu saja.
Dari balik blognya itulah ia memiliki keinginan untuk melahirkan karya baik prosa, puisi maupun cerpen. Sebagian besar cerita yang ia hasilkan berasal dari cerita sehari-hari yang terlintas begitu saja. Namun banyak puisi yang ia belum sempat di-publis di blognya.
Kesan di Komunitas Obrolin
*Menyenangkan*, bertemu dan berinteraksi dengan banyak kawan bloger dari berbagai daerah. Dan juga banyak ilmu lainnya yang saya peroleh dari adanya group ini. Salah satunya beroleh semangat juga mungkin saya ga akan rajin nulis di wp (meski itu bisa dinilai ga rajin juga) kalau ga bertemu teman-teman di Obrolin.
Harapan di Obrolin
Bisa terus mewadahi teman-teman yang ingin berjejaring dan memberikan manfaat dari dan untuk teman-teman.
Berkenalan dengan sesama blogger--entah saya pantas apa gak dibilang blogger--bagi saya adalah kesenangan yang luar biasa. Ini adalah proses saya media saya untuk menulis dan berteman dari luar sana. Begitulah kiranya.
Biasanya kalo masuk komunitas gitu ada acara kopdar.
BalasHapusKayaknya ada, Mbak. Say bergabung baru 2 mingguan. 🙏
BalasHapusWaaahhh,ada yg merangkumnya 😍😍😍
BalasHapusBesok" bikin lg ya mas
Hehehe... Maaf loh, Mbak tanpa izin ngulasnya... baik mbak dengan senang hati... hehehe
BalasHapusSama ya, kesan pertama saya terhadap umi solihah ini adalah seorang ibu dari putri yang bernama solihah.
BalasHapusTernyata Ikha masih abg😁😁
Waaah
BalasHapusManisnyaa dibuat tulisan. Sering-sering ya mas. Hihi
Huahaha. Betul mbak. Saya kira udah emak-emak ternyata malah masih muda loh. Hehehe 🙏😂
BalasHapusHehehe. Baik, Mbak dengan senang hati pokoknya... 🙏 mohon dukungannya ya, Mbak.
BalasHapusIya mas. Semangattttttt!
BalasHapusBeberapa minggu yang lalu saya udah lakuin sama kayak kamu mas, tapi terhenti pas mau nge-chat nomor WA nya. Ha-ha-ha-ha.
BalasHapusTerima kasih mbak, Wawa. 🙏
BalasHapusWah kenapa, Mas? Haiyo?
BalasHapusAda deh. :D
BalasHapusHuahahah...
BalasHapusNgomong2, berarti mas Rokhim lahir duluan dong dari aku. Ha-ha-ha
BalasHapusMas Hendro berapa? Hehehe
BalasHapusMas Hendro nya cuma satu mas. ha-ha-ha
BalasHapusBerapa apa nih mas? umur?
Betul. Hehehe. Kelahiran berapa?
BalasHapus1995
BalasHapusWaaah muda banget ya...
BalasHapusSaya juga ikut komunitas obrolin, tapi jarang nimbrung.
BalasHapusSelamat bergabung ya mas,
Huahahaha. Saya juga jarang, Mas. Cuma mengikuti dari kejauhan. Hhehehe
BalasHapusWaaaa, mbk umi... ku kira juga ibu-ibu, tryta ku salah
BalasHapusTernyata banyak yang salah ya mbak. Hehehe...
BalasHapusIyaaah, kyakny emang orangnya sbar kyak ibu-ibu, hahahha 😅
BalasHapusBetul, Mbak. Sepertinya dia orang penyabar...
BalasHapussaya ingin mengenal beliau nya secara langsung dengan pertemuan ;)
BalasHapusSaya juga, Mbak. Huehuehue.
BalasHapusgapapa mas
BalasHapusboleh banget diulas
Siap, Mbak. Terima kasih..
BalasHapusHahha, bundaa..😆
BalasHapusBanyak yang mengira saya udah ibu-ibu ya, ga apa-apa, semoga saja lekas jadi ibu-ibu beneran. Saya anggap doa dr teman-teman semua.😂
BalasHapusTerima kasih sudah dirangkum di sini Mas. 🙏🙏🙏
Hehehe, iya tuh mbak banyak yang mengira betul loh.
BalasHapusIya mbak sama-sama masih belajar nih...
Memangnya mas Rokhim kelahiran tahun berapa?
BalasHapus90-an. Huahaha
BalasHapusSaya juga kan 90an mas. ha-ha-ha
BalasHapusHehehe, iya dulu beberapa ada juga yg bilang ke saya Mas.
BalasHapusPerkiraan awal saya adalah itu mbak poto profil sampean itu. Hehe
BalasHapus90-an ini gak bisa ditawar mas, pas 90. Hehege
BalasHapusOohh, ternyata dari profil yaa. Baiklah, nanti saya ganti 😅
BalasHapusWah seumuran sama kakak saya. :) Berarti udah 27 tahun ya.
BalasHapusItu diagnosis awal saya, loh, Mbak. Duh, jangan diganti... biar banyak yang penasaran. Hehehe
BalasHapusKurang lebih segitu, Mas. 😅
BalasHapus😂😂 iyaa Mas.
BalasHapusAh manis sekali tulisan ini! Oh iya, udah gabung d grup, maaf namanya yi grup siapa ya kak?
BalasHapusMaaf, saya jarang ikut nimbrung di group WhatsApp. Hanya beberapa kali muncul... Nama di WhatsApp saya M. Choirur Rokhim.
BalasHapusMaaf ya, saya jarang sekali ikut nimbrung di group WhatsApp. Keluarnya hanya tertentu saja. Hehehe. Namanya M. Choirur Rokhim
BalasHapusPosting Komentar