Apa yang ada dibenak Anda, ketika mendengar kata touring? Tentu pikiran kebanyakan orang menyebutkan perjalanan jauh dari satu tempat ke tempat lain. Berkumpulnya para biker-biker dari kelompok motor; motor besar atau komunitas motor-motor bebek.
Touring sangat identik dengan motor atau mobil dengan komunitasnya masing-masing. Kelompok motor atau mobil ini setiap pekan atau event pasti berkendara kunjungan jauh. Kondisi apapun, ia lakukan. Hujan. Panas atau lainnya. Ketika melakukan perjalanan jauh ini banyak mengalami kendala yang biasa menghadang. Entah mogok dijalan, mobil atau motor ini biasanya ban kempes juga. Pun resiko yang dihadapi ketika melakukan perjalanan jauh tersebut.
Lantas apa hubungannya buku dan aktifitas touring itu? Sebenarnya banyak korelasinya antara keduanya. Banyak para penulis melakukan aktifitas kunjungan ke suatu tempat dengan touring. Betul. Para penulis biasanya menyebarkan virus literasinya dengan melakukan touring. Ia dengan semangat berliterasi berpindah tempat untuk menyebar luaskan budaya membaca dan menulis.
Ada beberapa koleksi buku yang saya miliki berkaitan dengan touring literasi. Pertama kali saya mendapatkan buku dengan konsep touring ini ketika di Jombang. Di rumah taman baca MEP (Menyebar Energi Positif miliki Yusron. Ketika itu, saya mendapatkan buku Boom Literasi dengan cetak indie. Dengan konsep touring di berbagai tempat ini, dengan semangat literasi dengan asumsi menjawab tragedi Nol Buku yang pernah dicap oleh Taufik Ismail. Rendahnya minat baca pada sekolah-sekolah di Indonesia, 16 penulis alumni unesa Surabaya ini membangun budaya menulis dan membaca sekalipun.
Selain itu, buku novel “Pasukan Matahari” yang ditulis oleh Gola Gong ini juga dengan konsep touring literasi. Konsep dengan mekanisme pelatihan menulis novel bersama Gola Gong ini memang menarik. Para peserta pelatihan notabene belum pernah bertemu dengan penulis novel best seller” Catatan Roy” sehingga antusias sekali mengikuti. Ketika itu, saya memborong dua buku karya terbaru dari Gola Gong, Pasukan Matahari dan kumpulan puisi yang berjudul Air Mata Kopi. Penulis yang terkenal dengan rumah dunianya ini, melakukan konsep touring literasi. Di mulai nol titik di Serang dengan mobil peduli literasi melewati kota-kota besar di Indonesia. Semangat berliterasi ini ternyata juga menumbuhkan para penulis lain.
Sementara itu, banyak buku yang saya koleksi dengan cara touring. Antaranya: Jejak Budaya Meretas Peradaban. Buku yang ditulis oleh Much Khoiri ini menceritakan seluk beluk yang beliau alami. Yang terbaru adalah buku dengan konsep touring literasi “Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri” buku yang ditulis oleh dosen UIN Yogjakarta, yakni, Muhsin Kalda dan Moh. Mursyid ini memceritakan pengoptimalisasi perpustakaan dan budaya membaca kepada semua khalayak. Namun saya mendapatkan buku ini tidak secara langsung dengan beliau, namun saya memperoleh buku “gerakan literasi mencerdaskan negeri” ini lewat tangan dingin seorang sahabat, ahmad fahruddin.
Melalui mekanisme touring semacam ini, ajang pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan semangat literasi. Konsep buku dan literasi seperti ini sangatlah efektif pula untuk membangun melek aksara.
Touring sangat identik dengan motor atau mobil dengan komunitasnya masing-masing. Kelompok motor atau mobil ini setiap pekan atau event pasti berkendara kunjungan jauh. Kondisi apapun, ia lakukan. Hujan. Panas atau lainnya. Ketika melakukan perjalanan jauh ini banyak mengalami kendala yang biasa menghadang. Entah mogok dijalan, mobil atau motor ini biasanya ban kempes juga. Pun resiko yang dihadapi ketika melakukan perjalanan jauh tersebut.
Lantas apa hubungannya buku dan aktifitas touring itu? Sebenarnya banyak korelasinya antara keduanya. Banyak para penulis melakukan aktifitas kunjungan ke suatu tempat dengan touring. Betul. Para penulis biasanya menyebarkan virus literasinya dengan melakukan touring. Ia dengan semangat berliterasi berpindah tempat untuk menyebar luaskan budaya membaca dan menulis.
Ada beberapa koleksi buku yang saya miliki berkaitan dengan touring literasi. Pertama kali saya mendapatkan buku dengan konsep touring ini ketika di Jombang. Di rumah taman baca MEP (Menyebar Energi Positif miliki Yusron. Ketika itu, saya mendapatkan buku Boom Literasi dengan cetak indie. Dengan konsep touring di berbagai tempat ini, dengan semangat literasi dengan asumsi menjawab tragedi Nol Buku yang pernah dicap oleh Taufik Ismail. Rendahnya minat baca pada sekolah-sekolah di Indonesia, 16 penulis alumni unesa Surabaya ini membangun budaya menulis dan membaca sekalipun.
Selain itu, buku novel “Pasukan Matahari” yang ditulis oleh Gola Gong ini juga dengan konsep touring literasi. Konsep dengan mekanisme pelatihan menulis novel bersama Gola Gong ini memang menarik. Para peserta pelatihan notabene belum pernah bertemu dengan penulis novel best seller” Catatan Roy” sehingga antusias sekali mengikuti. Ketika itu, saya memborong dua buku karya terbaru dari Gola Gong, Pasukan Matahari dan kumpulan puisi yang berjudul Air Mata Kopi. Penulis yang terkenal dengan rumah dunianya ini, melakukan konsep touring literasi. Di mulai nol titik di Serang dengan mobil peduli literasi melewati kota-kota besar di Indonesia. Semangat berliterasi ini ternyata juga menumbuhkan para penulis lain.
Sementara itu, banyak buku yang saya koleksi dengan cara touring. Antaranya: Jejak Budaya Meretas Peradaban. Buku yang ditulis oleh Much Khoiri ini menceritakan seluk beluk yang beliau alami. Yang terbaru adalah buku dengan konsep touring literasi “Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri” buku yang ditulis oleh dosen UIN Yogjakarta, yakni, Muhsin Kalda dan Moh. Mursyid ini memceritakan pengoptimalisasi perpustakaan dan budaya membaca kepada semua khalayak. Namun saya mendapatkan buku ini tidak secara langsung dengan beliau, namun saya memperoleh buku “gerakan literasi mencerdaskan negeri” ini lewat tangan dingin seorang sahabat, ahmad fahruddin.
Melalui mekanisme touring semacam ini, ajang pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan semangat literasi. Konsep buku dan literasi seperti ini sangatlah efektif pula untuk membangun melek aksara.
Posting Komentar