Di ITC BSD selain belanja, saya biasanya ya nguliner (kuliner). Maklum, sebagai anak kos sewaktu kerja di Jl. Pahlawan Seribu, saya harus menikmati kuliner yang dekat dengan tempat bekerja. Biasanya saya nguliner di Mall ITC BSD itu malam hari. Sebab, pagi sampai sore saya terpasung di ruangan. Kalau pun bisa keluar ya tidak jauh. Kalau pun jauh karena tugas negara kantor.
Ya, kala malam hari--biasa yang paling sering di malam Minggu--kami biasa nongkrong di Mall ITC BSD. Selain dekat, Mall ini terbilang murah bila dibanding Mall-mall yang lainnya, yang berada di Jalan Pahlawan Seribu itu. Itung-itung melepas penat setelah seharian bekerja, juga cuci mata--anggap saja begitu.
Kalau nggak gitu, saya mencari dan membeli suatu untuk keperluan sehari-sehari dalam satu Minggu sampai sebulan. Saya carinya ya di ITC BSD ini. Setelah nongkrong dan mencari keperluan sambil menunggu malam, soal perut memang tidak bisa diajak kompromi. Kami pun mengisi perut yang mulai lapar.
Di area Food court mau mencari dan menikmati kuliner apa saja kesampaian. Mulai dari Coto Makasar, Manisan Bogor, Ayam Rica-rica Kemangi dan bakso pun lengkap di stand masing-masing di area Food Court ini. Kali ini saya memiliki keinginan bakso. Sebab saat di rumah, di kala sore hari biasanya saya menikmati bakso. Entah kenapa pada malam itu saya ingin nostalgia dengan kampung halaman dengan semangkok bakso.
Baca Juga: Kopi Bah Sipit Tak Bikin Mata Sepet
Baca Juga: Tips dan Trik Makan Hemat ala Anak Kos! Yang Harus Kalian Lakukan
Saya memiliki menu favorit kala sore hari saat berada di rumah. Menu favorit itu adalah bakso. Karena ingin menziarahi rasa atau makanan yang biasa saya makan saat di rumah. Maka bakso jadi pilihan makan malam hari itu.
Pilihan kuliner malam itu jatuh pada bakso Jwr. Saya tidak tahu singkatan Jwr itu. Namun dengar semriwing nama Jwr itu adalah akronim dari Jawir. Apakah itu nama pemiliknya atau apa, saya kurang tahu. Namun saya memilih bakso ini adalah bakso Solo. Karena menurut saya pribadi, Solo dan Trenggalek--kabupaten saya--sama-sama Jawa. Jadi soal rasa tak beda-beda amat.
Dan benar! Kuah bakso Jwr saat saya cicipi rasanya memang segar. Lalu baksonya pertama kali saya gigit biji baksonya, baksonya terasa lembut, tidak ada urat yang menghalangi gigi untuk menerus menembus pada gigitan terakhir. Rasa baksonya yang enak saya pungkaskan gigitan pertama pada bakso pertama itu.
Awalnya saya tak tahu, bakso Jwr ini dari daging apa. Namun saya menaruh "kecurigaan" bahwa bakso Jwr terbuat dari daging sapi. Kecurigaan itu saya lihat dari logo dari Jwr itu. Dalam nomor meja maupun mangkok itu tertampang karikatur sapi. Jadi bakso ini dari daging asli sapi dengan teksturnya yang lembut dan enak saat dimakan.
Selain itu memang sambal. Sebenarnya soal pedas itu tergantung selera. Sebab bagaimana pun sambal ditaruh di wadah. Urusan pedas itu soal pribadi. Setiap penggemar kuliner berbeda-beda. Ada yang suka suka pedas dan ada yang suka yang biasa-biasa aja atau tidak pedas. Ada yang menikmati kuah bening, ada juga yang memakai kecap dan saos. Semua tergantung selera lidah masing-masing.
Karena saya suka pedas, maka saya taruh sambal di mangkuk itu dengan rasa yang pedas. Perpaduan kuahnya yang segar dan bakso yang pedas membuat saya tidak bisa berhenti makan. Sampai-sampai Ella ikutan menikmati bakso Jwr itu dengan keringatan di wajahnya. Ia kelihatan menikmati sekali malam itu.
Saya senang sekali menu bakso Jwr karena rasa dan ukuran baksonya yang pas. Karena kuahnya segar dan kombinas sambalnya yang pas seolah perut nggak kuat. Bakso Jwr ini sangat cocok dinikmati siang hari seperti saat berada di rumah, apalagi kalau pedas, tambah enak.
Selain itu, ukuran baksonya dinilai cukup lumayan. Dalam satu porsi bakso Jwr, ada 7 buah bakso sapi kecil, bihun dan tidak lupa sayur yang yang segar nan hijau. Kuahnya pun juga cukup melimpah. Pokoknya menu malam itu cukup untuk mengganjal perut sampai pagi hari. hehehe.
Tidak hanya menu Bakso Telur Bihun, Bakso JWR juga memiliki pilihan menu lain, di antaranya Special Jumbo Bihun/ Sohun, Spesial Jumbo Mi Kuning/ Campur, Spesial Jumbo Kosongan, Bakso Telur Mi Kuning/ Campur, Bakso Telur Kosongan, Bakso Daging Kosongan, Bakso Daging Bihun/ Sohun, Bakso Daging Mi Kuning/ Campur, dan masih ada menu lainnya.
Satu porsi bakso Jwr yang enak dan pedas mampu mengobati atau melipur rasa kuliner di lidah.
Ya, kala malam hari--biasa yang paling sering di malam Minggu--kami biasa nongkrong di Mall ITC BSD. Selain dekat, Mall ini terbilang murah bila dibanding Mall-mall yang lainnya, yang berada di Jalan Pahlawan Seribu itu. Itung-itung melepas penat setelah seharian bekerja, juga cuci mata--anggap saja begitu.
Kalau nggak gitu, saya mencari dan membeli suatu untuk keperluan sehari-sehari dalam satu Minggu sampai sebulan. Saya carinya ya di ITC BSD ini. Setelah nongkrong dan mencari keperluan sambil menunggu malam, soal perut memang tidak bisa diajak kompromi. Kami pun mengisi perut yang mulai lapar.
Di area Food court mau mencari dan menikmati kuliner apa saja kesampaian. Mulai dari Coto Makasar, Manisan Bogor, Ayam Rica-rica Kemangi dan bakso pun lengkap di stand masing-masing di area Food Court ini. Kali ini saya memiliki keinginan bakso. Sebab saat di rumah, di kala sore hari biasanya saya menikmati bakso. Entah kenapa pada malam itu saya ingin nostalgia dengan kampung halaman dengan semangkok bakso.
Baca Juga: Kopi Bah Sipit Tak Bikin Mata Sepet
Baca Juga: Tips dan Trik Makan Hemat ala Anak Kos! Yang Harus Kalian Lakukan
Saya memiliki menu favorit kala sore hari saat berada di rumah. Menu favorit itu adalah bakso. Karena ingin menziarahi rasa atau makanan yang biasa saya makan saat di rumah. Maka bakso jadi pilihan makan malam hari itu.
Pilihan kuliner malam itu jatuh pada bakso Jwr. Saya tidak tahu singkatan Jwr itu. Namun dengar semriwing nama Jwr itu adalah akronim dari Jawir. Apakah itu nama pemiliknya atau apa, saya kurang tahu. Namun saya memilih bakso ini adalah bakso Solo. Karena menurut saya pribadi, Solo dan Trenggalek--kabupaten saya--sama-sama Jawa. Jadi soal rasa tak beda-beda amat.
Dan benar! Kuah bakso Jwr saat saya cicipi rasanya memang segar. Lalu baksonya pertama kali saya gigit biji baksonya, baksonya terasa lembut, tidak ada urat yang menghalangi gigi untuk menerus menembus pada gigitan terakhir. Rasa baksonya yang enak saya pungkaskan gigitan pertama pada bakso pertama itu.
Awalnya saya tak tahu, bakso Jwr ini dari daging apa. Namun saya menaruh "kecurigaan" bahwa bakso Jwr terbuat dari daging sapi. Kecurigaan itu saya lihat dari logo dari Jwr itu. Dalam nomor meja maupun mangkok itu tertampang karikatur sapi. Jadi bakso ini dari daging asli sapi dengan teksturnya yang lembut dan enak saat dimakan.
Selain itu memang sambal. Sebenarnya soal pedas itu tergantung selera. Sebab bagaimana pun sambal ditaruh di wadah. Urusan pedas itu soal pribadi. Setiap penggemar kuliner berbeda-beda. Ada yang suka suka pedas dan ada yang suka yang biasa-biasa aja atau tidak pedas. Ada yang menikmati kuah bening, ada juga yang memakai kecap dan saos. Semua tergantung selera lidah masing-masing.
Karena saya suka pedas, maka saya taruh sambal di mangkuk itu dengan rasa yang pedas. Perpaduan kuahnya yang segar dan bakso yang pedas membuat saya tidak bisa berhenti makan. Sampai-sampai Ella ikutan menikmati bakso Jwr itu dengan keringatan di wajahnya. Ia kelihatan menikmati sekali malam itu.
Saya senang sekali menu bakso Jwr karena rasa dan ukuran baksonya yang pas. Karena kuahnya segar dan kombinas sambalnya yang pas seolah perut nggak kuat. Bakso Jwr ini sangat cocok dinikmati siang hari seperti saat berada di rumah, apalagi kalau pedas, tambah enak.
Selain itu, ukuran baksonya dinilai cukup lumayan. Dalam satu porsi bakso Jwr, ada 7 buah bakso sapi kecil, bihun dan tidak lupa sayur yang yang segar nan hijau. Kuahnya pun juga cukup melimpah. Pokoknya menu malam itu cukup untuk mengganjal perut sampai pagi hari. hehehe.
Tidak hanya menu Bakso Telur Bihun, Bakso JWR juga memiliki pilihan menu lain, di antaranya Special Jumbo Bihun/ Sohun, Spesial Jumbo Mi Kuning/ Campur, Spesial Jumbo Kosongan, Bakso Telur Mi Kuning/ Campur, Bakso Telur Kosongan, Bakso Daging Kosongan, Bakso Daging Bihun/ Sohun, Bakso Daging Mi Kuning/ Campur, dan masih ada menu lainnya.
Satu porsi bakso Jwr yang enak dan pedas mampu mengobati atau melipur rasa kuliner di lidah.
Posting Komentar