Saat kami datang, tempat wisata edukasi Kampung Coklat sudah ramai pengunjung. Keramaian itu bertambah saat kami menitipkan kendaraan. Jarak penitipan kendaraan dengan lokasi tidak jauh. Sehingga para pengunjung tidak terlalu berjalan jauh dari tempat tujuan.
Bertambah ramai lagi saat kami memasuki lorong menuju pintu masuk. Saat masuk di lorong itu, kami disuguhi ornamen-ornamen khas di dinding lorong masuk. Ornamen itu dipajang sebagai informasi tentang perjalanan kakao dunia. Dengan balutan ornamen oriental, saya seolah digiring di masa lalu, di zaman penjajahan. Di mana kolonialis Belanda menguasai negeri ini untuk mengambil hasil rempah-rempah. Termasuk hasil bumi kakao atau coklat ini.
Selain menambah wawasan tentang coklat, lorong penuh ornamen itu bagus jadi tempat berswafoto. Tidak sedikit yang mengabadikan momen bersama keluarga, teman, sahabat dan pacar mereka dengan background ornamen itu. Ornamen itu menambah kesan klasik dari Kampung Coklat ini. Waktu itu, saya ke sana berenam. Saya, Ella, Resta, Mbak Fina, Mas Asrufin, dan Ezi (tole seng bagus dewe).
Semakin masuk keramaian keseruan semakin nampak. Di gapura selamat datang, di sebelah pembelian tiket, kerumunan orang terlihat jelas. Untuk tiket masuk dihargai sebesar Rp. 5.000. Biaya tersebut terbilang sangat mudah dijangkau.
Lokasi Kampung Coklat berada di wilayah Kabupaten Blitar, tepatnya di Jl. Banteng Blorok 18. Tepatnya berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Blitar. Jika Anda berangkat dari Kota Blitar membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit. Tetapi jika Anda, seperti saya yang berangkat dari arah barat membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan rute ke arah pantai tambak rejo melalui Kademangan, lampu merah pertama belok kiri.
Kami berenam sangat menikmati hiburan di kebun coklat ini, bukan kami saja yang menikamti, warga luar kota pun sepertinya demikian. Mereka datang bersama keluarga dan kawan-kawan yang lain. Di bawah pohon coklat banyak orang yang sedang menikmati akhir pekan itu dengan menghirup segarnya udara di bawah pohon coklat.
Baca Juga: Mengenang Jasa Presiden di Museum Kepresidenan Istana Bogor
Baca Juga: Ada 'Robin Dood' di Bukit Maskumambang Kediri
Selain itu, pengunjung bisa melakukan aktivitas lain. Mulai duduk-duduk di sofa, di bangku dan bahkan ada yang bercengkrama dan bermain dengan keluarga dan teman-temannya. Hari Minggu merupakan yang tepat untuk berkunjung di Kampung Coklat ini. Selain ramai, melihat orang bermain jadi hiburan sendiri.
Wisata Edukasi Aroma Coklat
Bukan Kampung Coklat namanya jika tidak ada aroma atau memiliki ciri khas coklat. Di Kampung Coklat ini kita pasti akan mencium semerbak aroma coklat. Selain di kanan kiri kebun coklat, di sekitar area tempat duduk (rest area) kami mendapati area penjemuran coklat.
Bau yang khas ini menggambarkan bahwa budidaya coklat dilakukan mulai dari pembibitan sampai penanaman, panen, pengelolaan, produksi, kemasan hingga distribusi. Terlihat dari sudut mana saja, kita akan disuguhi pemandangan dengan aroma coklat. Mulai dari outlet-outlet yang menyediakan aneka olahan coklat, seperti ice coklat, ice cream coklat hingga mie coklat dan menu makanan pilihan lain yang tidak bisa jauh dari coklat.
Selain itu bagi Anda yang ingin mendapatkan oleh-oleh dari kampung coklat tak perlu bingung. Di market penjualan coklat dan merchandise disediakan lengkap. Kami beli oleh-oleh seperti aneka makanan dari coklat dan asesoris seperti gantungan kunci dan kaos asli ber-branding kampung coklat. Sebuah kemajuan dalam bidang UMKM. Oleh-oleh khas Kampung Coklat ini sangat bervariatif harganya.
Selain sebagai tempat wisata keluarga, di Kampung Coklat juga banyak mahasiswa yang sedang melangsungkan prakerin. Biasanya mahasiswa jurusan agrobisnis pengolahan dan pengolahan bahan pertanian.
Fasilitas Lengkap Wisata Keluarga
Dari segi fasilitas, Kampung Coklat terbilang lengkap. Mulai dari permainan anak-anak sampai orang dewasa anak. Kegembiraan terpancar dari orang-orang yang datang saat mencoba wahana yang ada.
Misalnya adalah Ezi (Anak dari pasangan Mbak Fina dan Mas Asrufin) yang sering saya ajak saat menaiki odong-odong. Ia sampai tidak mau turun. Ini sebuah kebahagian kecil yang kami rasakan saat menikmati wahana anak-anak yang ada di Kampung Coklat.
Tidak hanya odong-odong saja, berbagai wahana juga disediakan di arena bermain. Nah, bagi bapak-ibu atau pun siapa pun, setelah mendengar suara azan atau ingin beristirahat, ada mushola yang cukup luas nan asri. Dengan kontruksi bangunan mirip masjid di Timur Tengah dan di depan dikasih ikan serta pepohonan dan ada karpet membuat mushola ini sepoi-sepoi dan bersih.
Lagi-lagi Ezi yang memiliki keingintahuan besar sangat senang dengan ikan koi yang berada di depan mushola itu. Ia sampai-sampai teriak-teriak dan ingin berenang bersama ikan Koi itu.
Selain itu ada juga fasilitas meeting room, outdour room, food court, kolam perahu kecil dan permainan anak-anak. Untuk ruangan meeting saya tidak menikmatinya. Saya bisa merasakan sensasinya saat mengikuti sertifikasi pemandu Guide di tahun 2016 lalu. Yang tidak kalah penting adalah adanya live music saat weekend dengan panggung di sebelah barat.
Kalau saja waktu itu kami tidak ada agenda lain, kami pasti akan menikmatinya sampai sore. Sebagai penutupan sebelum pulang, seperti yang sudah saya sampaikan di atas. Sudah jadi keharusan setelah mengunjungi tempat yang paling tidak bisa ketinggalan adalah membeli souvernir dan oleh-oleh dengan cita rasa coklat. Fasilitas dan oleh-oleh khas kabupaten Blitar, khususnya di Kampung Coklat ini terbilang lengkap. Tidak menyesal kami berkunjung di Kampung Coklat ini.
Bertambah ramai lagi saat kami memasuki lorong menuju pintu masuk. Saat masuk di lorong itu, kami disuguhi ornamen-ornamen khas di dinding lorong masuk. Ornamen itu dipajang sebagai informasi tentang perjalanan kakao dunia. Dengan balutan ornamen oriental, saya seolah digiring di masa lalu, di zaman penjajahan. Di mana kolonialis Belanda menguasai negeri ini untuk mengambil hasil rempah-rempah. Termasuk hasil bumi kakao atau coklat ini.
Selain menambah wawasan tentang coklat, lorong penuh ornamen itu bagus jadi tempat berswafoto. Tidak sedikit yang mengabadikan momen bersama keluarga, teman, sahabat dan pacar mereka dengan background ornamen itu. Ornamen itu menambah kesan klasik dari Kampung Coklat ini. Waktu itu, saya ke sana berenam. Saya, Ella, Resta, Mbak Fina, Mas Asrufin, dan Ezi (tole seng bagus dewe).
Semakin masuk keramaian keseruan semakin nampak. Di gapura selamat datang, di sebelah pembelian tiket, kerumunan orang terlihat jelas. Untuk tiket masuk dihargai sebesar Rp. 5.000. Biaya tersebut terbilang sangat mudah dijangkau.
Lokasi Kampung Coklat berada di wilayah Kabupaten Blitar, tepatnya di Jl. Banteng Blorok 18. Tepatnya berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Blitar. Jika Anda berangkat dari Kota Blitar membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit. Tetapi jika Anda, seperti saya yang berangkat dari arah barat membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan rute ke arah pantai tambak rejo melalui Kademangan, lampu merah pertama belok kiri.
Kami berenam sangat menikmati hiburan di kebun coklat ini, bukan kami saja yang menikamti, warga luar kota pun sepertinya demikian. Mereka datang bersama keluarga dan kawan-kawan yang lain. Di bawah pohon coklat banyak orang yang sedang menikmati akhir pekan itu dengan menghirup segarnya udara di bawah pohon coklat.
Baca Juga: Mengenang Jasa Presiden di Museum Kepresidenan Istana Bogor
Baca Juga: Ada 'Robin Dood' di Bukit Maskumambang Kediri
Selain itu, pengunjung bisa melakukan aktivitas lain. Mulai duduk-duduk di sofa, di bangku dan bahkan ada yang bercengkrama dan bermain dengan keluarga dan teman-temannya. Hari Minggu merupakan yang tepat untuk berkunjung di Kampung Coklat ini. Selain ramai, melihat orang bermain jadi hiburan sendiri.
Wisata Edukasi Aroma Coklat
Bukan Kampung Coklat namanya jika tidak ada aroma atau memiliki ciri khas coklat. Di Kampung Coklat ini kita pasti akan mencium semerbak aroma coklat. Selain di kanan kiri kebun coklat, di sekitar area tempat duduk (rest area) kami mendapati area penjemuran coklat.
Bau yang khas ini menggambarkan bahwa budidaya coklat dilakukan mulai dari pembibitan sampai penanaman, panen, pengelolaan, produksi, kemasan hingga distribusi. Terlihat dari sudut mana saja, kita akan disuguhi pemandangan dengan aroma coklat. Mulai dari outlet-outlet yang menyediakan aneka olahan coklat, seperti ice coklat, ice cream coklat hingga mie coklat dan menu makanan pilihan lain yang tidak bisa jauh dari coklat.
Selain itu bagi Anda yang ingin mendapatkan oleh-oleh dari kampung coklat tak perlu bingung. Di market penjualan coklat dan merchandise disediakan lengkap. Kami beli oleh-oleh seperti aneka makanan dari coklat dan asesoris seperti gantungan kunci dan kaos asli ber-branding kampung coklat. Sebuah kemajuan dalam bidang UMKM. Oleh-oleh khas Kampung Coklat ini sangat bervariatif harganya.
Selain sebagai tempat wisata keluarga, di Kampung Coklat juga banyak mahasiswa yang sedang melangsungkan prakerin. Biasanya mahasiswa jurusan agrobisnis pengolahan dan pengolahan bahan pertanian.
Fasilitas Lengkap Wisata Keluarga
Dari segi fasilitas, Kampung Coklat terbilang lengkap. Mulai dari permainan anak-anak sampai orang dewasa anak. Kegembiraan terpancar dari orang-orang yang datang saat mencoba wahana yang ada.
Misalnya adalah Ezi (Anak dari pasangan Mbak Fina dan Mas Asrufin) yang sering saya ajak saat menaiki odong-odong. Ia sampai tidak mau turun. Ini sebuah kebahagian kecil yang kami rasakan saat menikmati wahana anak-anak yang ada di Kampung Coklat.
Tidak hanya odong-odong saja, berbagai wahana juga disediakan di arena bermain. Nah, bagi bapak-ibu atau pun siapa pun, setelah mendengar suara azan atau ingin beristirahat, ada mushola yang cukup luas nan asri. Dengan kontruksi bangunan mirip masjid di Timur Tengah dan di depan dikasih ikan serta pepohonan dan ada karpet membuat mushola ini sepoi-sepoi dan bersih.
Lagi-lagi Ezi yang memiliki keingintahuan besar sangat senang dengan ikan koi yang berada di depan mushola itu. Ia sampai-sampai teriak-teriak dan ingin berenang bersama ikan Koi itu.
Selain itu ada juga fasilitas meeting room, outdour room, food court, kolam perahu kecil dan permainan anak-anak. Untuk ruangan meeting saya tidak menikmatinya. Saya bisa merasakan sensasinya saat mengikuti sertifikasi pemandu Guide di tahun 2016 lalu. Yang tidak kalah penting adalah adanya live music saat weekend dengan panggung di sebelah barat.
Kalau saja waktu itu kami tidak ada agenda lain, kami pasti akan menikmatinya sampai sore. Sebagai penutupan sebelum pulang, seperti yang sudah saya sampaikan di atas. Sudah jadi keharusan setelah mengunjungi tempat yang paling tidak bisa ketinggalan adalah membeli souvernir dan oleh-oleh dengan cita rasa coklat. Fasilitas dan oleh-oleh khas kabupaten Blitar, khususnya di Kampung Coklat ini terbilang lengkap. Tidak menyesal kami berkunjung di Kampung Coklat ini.
Posting Komentar