Roda ketika dijalankan pasti akan berputar. Yang di atas akan di bawah, yang di bawah akan beralih ke atas. Roda apapun itu, akan mengalami nasib sama; baik roda becak, roda bemo, roda bentor, roda lamborgini sekalipun akan sama melalui langkah gerak: memutar. Itu hukum alam, dan kontruksinya dari atas ke bawah, dari bawah ke atas; berputar. Haiyah, jangan terlalu dakik-dakik mengeksplorasi tentang roda. Intinya roda itu bundar, makanya jalannya berputar. Itu saja, simpel. Hehehe
Seperti halnya roda, Istripun juga giliran, begitu petuah kiai Anwar Zahid mubaligh dari Bojonegoro itu. Tak usahlah saya jelaskan, karena memang sudah jelas. Langsung saja simak di MP3 Anda, putar rekaman Anwar Zahid.
Roda yang bergerak tiga ratus enam puluh derajat pun sedang memayungi Bacary Sagna. Ada apa dengan Bacary Sagna? Apakah berbeda dengan tampilannya mowhaknya. Atau dia sekarang telah menganggur tidak memiliki klub untuk meneruskan perburuannya mencari sesuap nasinya. Atau mungkin Bacary Sagna bermanuver ke Indonesia, berniat ingin menyelamatkan pesepak-bolaan Indonesia yang sedang mati suri ini.
Bacary Sagna memang terkenal dengan gaya modis mowhaknya. Gaya rambut Bacary memang berbeda dengan yang lain. Hanya satu atau dua pemain sepak bola yang passion model rambut, meminjam istilah Eddward S. Kennedy, tatanan rambut Bacary Sagna menganut Posmodernisme. Yakni tidak tercatat dalam jagat mode rambut konvensional. Tidak monoton. Hanya itu-itu saja.
Oh iya, saja jadi lupa. Bagaimana ya kabarnya Bacary Sagna sekarang? Di klub manakah sekarang mengembara? Masih tetap setia bersama The Gunners atau telah mendapatkan tambatan hati lain. Rupanya tidak lagi menapakkan ‘pul’ sepatunya di stadion Emirates, di Arsenal.
Sekarang Bacary Sagna dengan modis sederhananya tampil membela The Citizen, klub dengan sokongan data yang berlimpah. Wah, perpindahannya tak seheboh dengan tampilan rambutnya waktu di Arsenal lalu. Memang betullah roda, selalu tak tampak mulus. Terkadang tak bersuara tetapi bisa mengempeskan angin. Begitu pun juga Bacary Sagna.
Kedatangannya ke Manchester City pada musim panas 2014 lalu tak sorak-sorak i dan diiringi hingar-bingar berlebihan. Kadatanganya kalah drastis dengan berita keberhasilan City mendatangkan Eliaqium Mangala (biaya tranfer 37,80 juta pounds), Wilfried Bony (22,61, Fernando (10,50) dan Frank Lampard (pinjaman dari New Yok City), berlabuhnya Bacary Sagna memang tidak se-boombastis rekrut-an anyar, karena City mendapatkan Bacary dengan cuma-cuma alias gratis dari Arsenal.
Selain itu, kedatangan Bacary Sagna bukan karena ekspektasi yang berlebihan. Bacary datang hanya sebagai lapis kedua setelah Pablo Zabaleta. Yakni, sebagai pelapis bek kanan andalan tim Manchester City. Ekspektasi yang datar-datar saja kedatangan Bacary Sagna tak menggiurkan para pendukung dengan eksistensi suami model cantik Ludivine Kadri. Para the citizen memang tidak berharap banyak dengan Bacary Sagna. Jika dirunut ke belakang, pada musim panas, pertama kali kedatangannya hanya mengecap 9 penampilan (740 menit).
Seperti yang telah saya sebutkan di atas, roda pasti berputar. Ternyata pelan tapi pasti, slow but sure, roda hidup dan nasib Sagna berputar sangat cepat. Yang dahulu menjadi pelapis kedua setelah mendampingi Pablo Zabaleta, dia kini menjadi pilar tak tergantikan City. Penampilan yang konsisten membuat Bacary memutar roda dengan sangat cepat, dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemain inti pilihan sang manajer, Pallegrini.
Statistika menunjukkan bahwa ini, 2015/2016 sedang berpihak kepadanya. Di musim ini pula dia telah melakoni dan sudah mentas sebanyak 19 pertandingan (1.710 menit) di liga premier Inggris. Sangat kontras dengan pertama kali melabuhkan kakinya di Etihad Stadion. Dalam hitung-hitungan matematika di lapangan hijau, tidak ada yang menandingi penampian Sagna dalam hitungan menit dalam rumput hijau, termasuk kiper Joe Hart sekalipun.
Benar-benar roda terus berputar dan dewi fortuna sedang berpihak dengan Bacary Sagna. Yang sebelumnya lantaran eksistensi dengan modelmowhaknya, sekarangn dengan modis baru, penampilan penampilan di lapangan hijau pun menunjukkan ke-konsistensi-annya.
Padahal awal kedatanganya, pendukung The Citizen tidak berharap banyak pada sosok pemain yang memakai nomer punggung 3 ini. Penampilannya yang hanya stagnan dan kestabilan dalan bertahan tanpa bisa aktif melakukan penetrasi ke depan. Namun keraguan itu terbantah setelah dia melakukan assist dalam membantu klubnya meraih kemenangan krusial. Dia telah menorehkan assist sebanyak 3 assist dalam 19 laga. Bek berusia 32 tahun ini membutuhkan 2 assist lagi untuk memecahkan jumlah koleksi assistnya sendiri pada rentan musim 2007/2008 silam, sewaktu melakoni musim perdana bareng Arsenal.
Penampilan yang terus menanjak, secara grafik, Bacary Sagna dengan PeDenya menepis asumsi bahwa pemain mahal tidak menjamin kualitasnya. Begitu kiranya, setelah dilepas oleh Wanger secara cuma-cuma. Bahwa mereka tak harus menghamburkan badget banyak untuk mendapatkan pemain berkualitas dan syarat pengalaman. Bacary Sagna di sini berani engkres, jumawa dengan harga tidak merepresentasikan penampilan yang baik pula. Karena Bacary Sagna yakin, bahwa roda dalam kehidupan itu pasti berputar. Yang sebelumnya di bawah pasti akan naik ke atas. Dan rodanya Bacary memang sedang naik grafik penampilannya.
Namun sedikit saran serta kritikan dari saya pribadi, Bacary, Anda harus patut berterima kasih dengan Pablo Zabaleta yang merelakan dirinya untuk cedera sehingga posisi yang dulunya Bacary Sagna sebagai pelapis Zabaleta, sekarang diamil alih oleh Bacary. Sekali lagi, ber-terimakasih-lah dengan Zabaleta yang telah berbesar hati untuk menikunggebetan posisi strategisnya. Karena, Zabaleta pun juga meyakini roda memang berputar sesuai titik koordinatnya. Haiyah, sampai di sini saja bahasan ini, karena keterbatasan ke-dakik-dakik-an saya.[]
Seperti halnya roda, Istripun juga giliran, begitu petuah kiai Anwar Zahid mubaligh dari Bojonegoro itu. Tak usahlah saya jelaskan, karena memang sudah jelas. Langsung saja simak di MP3 Anda, putar rekaman Anwar Zahid.
Roda yang bergerak tiga ratus enam puluh derajat pun sedang memayungi Bacary Sagna. Ada apa dengan Bacary Sagna? Apakah berbeda dengan tampilannya mowhaknya. Atau dia sekarang telah menganggur tidak memiliki klub untuk meneruskan perburuannya mencari sesuap nasinya. Atau mungkin Bacary Sagna bermanuver ke Indonesia, berniat ingin menyelamatkan pesepak-bolaan Indonesia yang sedang mati suri ini.
Bacary Sagna memang terkenal dengan gaya modis mowhaknya. Gaya rambut Bacary memang berbeda dengan yang lain. Hanya satu atau dua pemain sepak bola yang passion model rambut, meminjam istilah Eddward S. Kennedy, tatanan rambut Bacary Sagna menganut Posmodernisme. Yakni tidak tercatat dalam jagat mode rambut konvensional. Tidak monoton. Hanya itu-itu saja.
Oh iya, saja jadi lupa. Bagaimana ya kabarnya Bacary Sagna sekarang? Di klub manakah sekarang mengembara? Masih tetap setia bersama The Gunners atau telah mendapatkan tambatan hati lain. Rupanya tidak lagi menapakkan ‘pul’ sepatunya di stadion Emirates, di Arsenal.
Sekarang Bacary Sagna dengan modis sederhananya tampil membela The Citizen, klub dengan sokongan data yang berlimpah. Wah, perpindahannya tak seheboh dengan tampilan rambutnya waktu di Arsenal lalu. Memang betullah roda, selalu tak tampak mulus. Terkadang tak bersuara tetapi bisa mengempeskan angin. Begitu pun juga Bacary Sagna.
Kedatangannya ke Manchester City pada musim panas 2014 lalu tak sorak-sorak i dan diiringi hingar-bingar berlebihan. Kadatanganya kalah drastis dengan berita keberhasilan City mendatangkan Eliaqium Mangala (biaya tranfer 37,80 juta pounds), Wilfried Bony (22,61, Fernando (10,50) dan Frank Lampard (pinjaman dari New Yok City), berlabuhnya Bacary Sagna memang tidak se-boombastis rekrut-an anyar, karena City mendapatkan Bacary dengan cuma-cuma alias gratis dari Arsenal.
Selain itu, kedatangan Bacary Sagna bukan karena ekspektasi yang berlebihan. Bacary datang hanya sebagai lapis kedua setelah Pablo Zabaleta. Yakni, sebagai pelapis bek kanan andalan tim Manchester City. Ekspektasi yang datar-datar saja kedatangan Bacary Sagna tak menggiurkan para pendukung dengan eksistensi suami model cantik Ludivine Kadri. Para the citizen memang tidak berharap banyak dengan Bacary Sagna. Jika dirunut ke belakang, pada musim panas, pertama kali kedatangannya hanya mengecap 9 penampilan (740 menit).
Seperti yang telah saya sebutkan di atas, roda pasti berputar. Ternyata pelan tapi pasti, slow but sure, roda hidup dan nasib Sagna berputar sangat cepat. Yang dahulu menjadi pelapis kedua setelah mendampingi Pablo Zabaleta, dia kini menjadi pilar tak tergantikan City. Penampilan yang konsisten membuat Bacary memutar roda dengan sangat cepat, dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemain inti pilihan sang manajer, Pallegrini.
Statistika menunjukkan bahwa ini, 2015/2016 sedang berpihak kepadanya. Di musim ini pula dia telah melakoni dan sudah mentas sebanyak 19 pertandingan (1.710 menit) di liga premier Inggris. Sangat kontras dengan pertama kali melabuhkan kakinya di Etihad Stadion. Dalam hitung-hitungan matematika di lapangan hijau, tidak ada yang menandingi penampian Sagna dalam hitungan menit dalam rumput hijau, termasuk kiper Joe Hart sekalipun.
Benar-benar roda terus berputar dan dewi fortuna sedang berpihak dengan Bacary Sagna. Yang sebelumnya lantaran eksistensi dengan modelmowhaknya, sekarangn dengan modis baru, penampilan penampilan di lapangan hijau pun menunjukkan ke-konsistensi-annya.
Padahal awal kedatanganya, pendukung The Citizen tidak berharap banyak pada sosok pemain yang memakai nomer punggung 3 ini. Penampilannya yang hanya stagnan dan kestabilan dalan bertahan tanpa bisa aktif melakukan penetrasi ke depan. Namun keraguan itu terbantah setelah dia melakukan assist dalam membantu klubnya meraih kemenangan krusial. Dia telah menorehkan assist sebanyak 3 assist dalam 19 laga. Bek berusia 32 tahun ini membutuhkan 2 assist lagi untuk memecahkan jumlah koleksi assistnya sendiri pada rentan musim 2007/2008 silam, sewaktu melakoni musim perdana bareng Arsenal.
Penampilan yang terus menanjak, secara grafik, Bacary Sagna dengan PeDenya menepis asumsi bahwa pemain mahal tidak menjamin kualitasnya. Begitu kiranya, setelah dilepas oleh Wanger secara cuma-cuma. Bahwa mereka tak harus menghamburkan badget banyak untuk mendapatkan pemain berkualitas dan syarat pengalaman. Bacary Sagna di sini berani engkres, jumawa dengan harga tidak merepresentasikan penampilan yang baik pula. Karena Bacary Sagna yakin, bahwa roda dalam kehidupan itu pasti berputar. Yang sebelumnya di bawah pasti akan naik ke atas. Dan rodanya Bacary memang sedang naik grafik penampilannya.
Namun sedikit saran serta kritikan dari saya pribadi, Bacary, Anda harus patut berterima kasih dengan Pablo Zabaleta yang merelakan dirinya untuk cedera sehingga posisi yang dulunya Bacary Sagna sebagai pelapis Zabaleta, sekarang diamil alih oleh Bacary. Sekali lagi, ber-terimakasih-lah dengan Zabaleta yang telah berbesar hati untuk menikung
Posting Komentar