Ramadhan merupakan bulan yang menghidupkan kembali tradisi yang tidak biasa. Maksudnya, tradisi yang kental di bulan Ramadhan ini bisa kita lakukan secara rutin, dan hanya boleh dilaksanakan di bulan suci ini saja, walau di bulan-bulan biasa di sunahkan. Misal tradisi itu adalah tarawih, tradisi sahur sekaligus membangunkan orang-orang sahur dan lain sebagainya.
Ramadhan telah berlalu beberapa hari. Terhitung sejak ditetapkannya oleh pemerintah, tanggal 18 Juni 2015, kini telah berjalan empat hari. Dan hari ini akan berjalan hari ke-5. Jelas sangat tidak terasa telah menjalankan ibadah puasa kali ini. Puasa adalah media manusia untuk menjelma dan "membungkukkan" diri terhadap pribadi yang bersahaja. Puasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kita, khususnya orang mukmin, sebagai mana diwajibkan atas kamu berpuasa. Karena puasa adalah perintah yang tidak bisa ditinggal, maka bagaimana pun keadaan kita, diwajibkan untuk menjalankan perintah Allah yang keempat ini.
Puasa, sebagaimana orang pada umum, menjalankan aktivitas untuk kebutuhan hidup. Namun, apabila orang yang menjalankan ibadah puasa dengan bekerja yang dikategorikan berat. Misal, menjadi kuli, menjadi tukang becak dengan kayuhan yang lumayan jauh, menjadi petani dengan banyak panen, atau pekerja kantor yang super sibuk, yang tidak ada jam untuk istirahat--tetapi rasanya tidak mungkin--di dalam bulan suci ini tidak banyak waktu. Apapun profesi mereka, durasi pekerjaan sedikit dikurangi sebagaimana mestinya. Contohnya, durasi jam pelayanan publik, biasanya buka hingga jam 3 sore menjadi berkurang menjadi jam 1 sore. Jadi, masih banyak waktu longgar untuk dimanfaatkan untuk aktivitas lain.
Seperti puasa-puasa sebelumnya, dan, biasanya saya menjalankan ibadah sebagaimana orang muslim. Bulan puasa biasanya identik dengan banyak beribadah, saya juga melaksanakan ibadah tersebut. Meski saya terlahir sebagai muslim, kewajiban ibadah dan serba-serbi yang sunah sudah menjadi bagian dari keislaman saya, tentu hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh sebab itu, terlepas dari ibadah, saya pun mencari aktivitas yang mampu menompang keseharian saya menjalankan ibadah puasa.
Aktivitas membaca dan menulis pun menjadi pilihan yang, sepertinya tepat untuk memanfaatkan waktu luang selama bulan Puasa ini. Aktivitas puasa bulan ini lumayan longgar. Pasalnya, sudah hampir satu bulan, saya menghabiskan waktu dan energi tiduran saja. Bukan tanpa alasan saya tiduran saja, karena saya sedang sakit. Awalnya sakit demam berdarah (DB) dan sekarang beralih sakit tipes. Namun, karena itu waktu luang pun lebih banyak, dan alangkah bijaknya, dan selama ini saya gunakan untuk membaca dan menulis.
Kedua aktivitas inilah yang selalu menemani saya akhir-akhir ini. Barangkali, saya bukan termasuk "One Day One Arcticel", namun selama hampir satu bulan ini dan bergulirnya waktu bulan Ramadhan ini saya lebih produktif dalam menulis. Bisa dibilang seperti semboyan di atas, "satu hari satu artikel". Dan, hanya aktivitas ini yang dapat saya lakukan dari beberapa hari belakangan ini.
Ternyata menulis dan membaca adalah aktivitas yang sangat bermanfaat. Manfaat itu sangat terasa bagi kesehatan saya. Dan, alhamdulillahnya kegiatan saya menulis pun semakin hari semakin bertambah. Artinya, semakin banyak artikel yang telah saya buat selama kurun waktu sakit dan bulan suci ini. Dan yang paling penting, walau pun sakit, saya tetap menjalankan ibadah puasa seperti "diwajibkan kamu berpuasa". Karena berpuasa inilah, semoga saya bisa cepat sembuh dari penyakit yang saya alami ini. Dan, karena pertolongan Allah swt lah apapun kesukaran dan kesulitan bisa dimudahkannya, Amin.
Tm, 22-23-6-'15
Ramadhan telah berlalu beberapa hari. Terhitung sejak ditetapkannya oleh pemerintah, tanggal 18 Juni 2015, kini telah berjalan empat hari. Dan hari ini akan berjalan hari ke-5. Jelas sangat tidak terasa telah menjalankan ibadah puasa kali ini. Puasa adalah media manusia untuk menjelma dan "membungkukkan" diri terhadap pribadi yang bersahaja. Puasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kita, khususnya orang mukmin, sebagai mana diwajibkan atas kamu berpuasa. Karena puasa adalah perintah yang tidak bisa ditinggal, maka bagaimana pun keadaan kita, diwajibkan untuk menjalankan perintah Allah yang keempat ini.
Puasa, sebagaimana orang pada umum, menjalankan aktivitas untuk kebutuhan hidup. Namun, apabila orang yang menjalankan ibadah puasa dengan bekerja yang dikategorikan berat. Misal, menjadi kuli, menjadi tukang becak dengan kayuhan yang lumayan jauh, menjadi petani dengan banyak panen, atau pekerja kantor yang super sibuk, yang tidak ada jam untuk istirahat--tetapi rasanya tidak mungkin--di dalam bulan suci ini tidak banyak waktu. Apapun profesi mereka, durasi pekerjaan sedikit dikurangi sebagaimana mestinya. Contohnya, durasi jam pelayanan publik, biasanya buka hingga jam 3 sore menjadi berkurang menjadi jam 1 sore. Jadi, masih banyak waktu longgar untuk dimanfaatkan untuk aktivitas lain.
Seperti puasa-puasa sebelumnya, dan, biasanya saya menjalankan ibadah sebagaimana orang muslim. Bulan puasa biasanya identik dengan banyak beribadah, saya juga melaksanakan ibadah tersebut. Meski saya terlahir sebagai muslim, kewajiban ibadah dan serba-serbi yang sunah sudah menjadi bagian dari keislaman saya, tentu hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh sebab itu, terlepas dari ibadah, saya pun mencari aktivitas yang mampu menompang keseharian saya menjalankan ibadah puasa.
Aktivitas membaca dan menulis pun menjadi pilihan yang, sepertinya tepat untuk memanfaatkan waktu luang selama bulan Puasa ini. Aktivitas puasa bulan ini lumayan longgar. Pasalnya, sudah hampir satu bulan, saya menghabiskan waktu dan energi tiduran saja. Bukan tanpa alasan saya tiduran saja, karena saya sedang sakit. Awalnya sakit demam berdarah (DB) dan sekarang beralih sakit tipes. Namun, karena itu waktu luang pun lebih banyak, dan alangkah bijaknya, dan selama ini saya gunakan untuk membaca dan menulis.
Kedua aktivitas inilah yang selalu menemani saya akhir-akhir ini. Barangkali, saya bukan termasuk "One Day One Arcticel", namun selama hampir satu bulan ini dan bergulirnya waktu bulan Ramadhan ini saya lebih produktif dalam menulis. Bisa dibilang seperti semboyan di atas, "satu hari satu artikel". Dan, hanya aktivitas ini yang dapat saya lakukan dari beberapa hari belakangan ini.
Ternyata menulis dan membaca adalah aktivitas yang sangat bermanfaat. Manfaat itu sangat terasa bagi kesehatan saya. Dan, alhamdulillahnya kegiatan saya menulis pun semakin hari semakin bertambah. Artinya, semakin banyak artikel yang telah saya buat selama kurun waktu sakit dan bulan suci ini. Dan yang paling penting, walau pun sakit, saya tetap menjalankan ibadah puasa seperti "diwajibkan kamu berpuasa". Karena berpuasa inilah, semoga saya bisa cepat sembuh dari penyakit yang saya alami ini. Dan, karena pertolongan Allah swt lah apapun kesukaran dan kesulitan bisa dimudahkannya, Amin.
Tm, 22-23-6-'15
Posting Komentar