Dunia literasi (baca-tulis) tidak dikhususkan hanya di bidang pendidikan atau jurnalistik saja. Di ranah lain juga sangat dianjur untuk menekuni dunia tulis-menulis ini. Pendek kata, semua bidang berhak untuk mengekspresikan uneg-unegnya di media tulisan. Sebab, dengan media tulisan ini sangat mudah dan cepat untuk diakses dan dibaca oleh masyarakat umum.
Baik di bidang, perkayuan, perkebunan, per(akik)an, atau pun bidang olahraga, semua berhak untuk menulis. Jika di ranah pendidikan, menulis adalah salah satu kebutuhan primer demi kelancaran tugas sekolah atau kuliah. Di ranah olahraga sangat dekat dengan dunia menulis--jurnalistik bola sangat pesat perkembangannya. Bahkan banyak jurnalis olahraga, khususnya sepak bola menelurkan karyanya yang begitu dinanti-nanti oleh pembaca budimannya.
Oleh karena itu, di dunia olahraga, perihal menulis sangatlah dekat dan menjadi kebutuhan khusus demi informasi terkini tentang kabar dan seluk-beluk olahraga. Itulah yang dilakukan oleh wartawan olahraga.
Namun bagaimana jika seorang pemain sepak bola, yang setiap hari berjibaku di medan laga--lapangan hijau, berkerabat akrab dengan keringat dan baunya yang khas--menuliskan pengalamannya, media penyapa fans dan penyampai gagasannya. Ini merupakan salah satu terobosan yang sangat penting untuk atlit sendiri. "Semua atlet sadar betapa penting dukungan fans. Karena itu, hubungan dengan mereka harus dijaga. Caranya pun macam-macam. Salah satunya, menyapa fans melalui tulisan seperti ditempuh pesepak bola Samsul Arif," tulisnya di Jawa Pos, edisi 29/04/2015.
Di kolom Sportaiment; Time Out tersebut, Samsul Arif mengutarakan buah pikirannya di media cetak. Di tengah-tengah istirahat dari latihan dan pertandingan, ia menulis uneg-unegnya perihal pentingnya dukungan dari suporter. Hal tersebut ia lakukan saat ia hendak hengkang dari Persela Lamongan.
Pada 25 November 2013 silam, ia menulis di akun Twitter pribadinya dengan tulisan pendek sebagai bentuk terima kasihnya kepada pendukung setia Persela Lamongan, LA Mania. Bukan saja rasa terima kasih, tulisan pendek yang mirip seperti surat terbuka tersebut adalah sebuah salam perpisahan yang tak terhingga untuk pendukung setia klub Joko Tingkir ini.
"Terima kasih biru muda untuk satu musim yang indah, untuk satu musim yang penuh warna, untuk satu musim yang sudah memberiku kebanggaan. Terima kasih LA Mania yang sudah ikut berjibaku bersama kami, terima kasih atas nyanyianmu, terima kasih atas jasamu," tulisnya di akun pribadinya itu.
Pesepakbola asal Bojonegoro ini sangat menghormati fans yang telah mendukungnya. Cara yang ia pilih melalui tulisan itu ia menganggap bahwa, "karena tulisan itu abadi. Bisa dibaca kapan saja." Oleh karena itu, banyak sekali salam perpisahan dan terima kaasih secara pribadi di akun pribadi para pemain sepak bola di akun Twitter, baik pemain lokal Indonesia maupun pemain top-top Eropa.
Samsul sadar dengan keterbatasan ruang dan waktu itu, maka tidak mungkin dirinya pamit secara "formal" kepada seluruh suporter Persela. Oleh karena itu, melalui tulisan di media sosial maupun media cetak tersebut merupakan media penyambunglidah rakyat suara secara personal. Pun, melalui tulisan tersebut, ia bisa berinteraksi dengan "pemain ke-12"--istilah dalam sepak bola untuk menyebut Fans atau suporter.
Selain itu, sebelum ia menulis sebagai medium pamitan, Samsul Arif telah aktif menulis di media massa. "Pemain yang pernah berseragam Persibo Bojonegoro itu kerap menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Bahkan, beberapa kali artikelnya pernah terbit di Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group)," kata wartawan yang menulis berita edisi29/04/2015 tersebut.
Menurut wartawan tersebut, tulisannya tidak melulu mengenai olahraga--dunia yang dia geluti--tetapi juga ekonomi, khususnya kondisi di sekitar kampung halamannya, Bojonegoro.
Bojonegoro, seperti yang kita tahu, dirahmati sumber daya alam yang melimpah berupa minyak. Buah pikiran tersebut menandakan dua sisi. Pertama, sisi intelektual. Seperti yang kita lihat di laga-laga pertandingan di klub-klub ia bernaung, maupun Timnas Indonesia, ia tipologi penyerang yang lincah dan jenius. Tidak jarang, ia merepotkan pertahanan lawan. Pun juga seorang penggedor yang berbahaya. Ia pandai mencari tempat, yang kemudian mencetak gol. Ia juga inisiator aksi kemenangan klubnya.
Kedua, ia merupakan tipe orang yang peduli lingkungan. Selain sebagai pesepakbola, ia juga pengamat ekonomi kerakyatan. "Tulisannya menarik dan unik karena berbicara tentang ekonomi kerakyatan. Kalau tidak salah, sekitar empat tulisannya yang pernah kami muat," ujar Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Bojonegoro Supriyanto.
Pilihan menulis untuk menyapa "pemain ke-12" tidak hanya dilakoni Samsul Arif saja. Tetapi banyak atlet olahraga lainnya. Salah satunya adalah striker terbaik Indonesia, Bambang Pamungkas. Bambang Pamungkas--Bepe sapaan akrabnya--juga mengakrabi jalan tulis-menulis untuk berinteraksi dengan para penggemar. Ia juga membuat situs pribadi. Situsnya bisa kita kunjungi www.bambangpamungkas.com. Tulisannya di situs pribadinya itu mengalir deras sejak 2008.
Bahkan, tulisan-tulisannya juga telah dibukukan. Sebanyak dua buku yang diterbitkan oleh Bepe. Yang pertama berjudul Bepe20: Ketika Jemari Menari yang terbit pada 2011. Buku kedua berjudul Bepe20 Pride yang terbit pada 2014.
Hal ini menandakan bahwa lewat tulisan adalah ruang perekat antara pemain dengan suporter (pemain ke-12). Jalur (menulis) merupakan media komunikasi yang berbeda, yang kudu dilakukan oleh semua atlet sebagai jejak sebagai seorang atlet.
Hal demikian juga dilakukan oleh coach Timo Scheunemann. Coach Timo--sapaan akrabnya--juga turut menyapa penggemarnya dengan menulis buku. Buku yang ia tulis bertajuk 101 Tanya Jawab Seru Tentang Sepak Bola: @Coachtimo Menjawab (2013). Buku selain sebagai media menyapa "pemain ke-12", juga memberi informasi kepada publik seputar sepak bola. Berawal dari sekitar dua tahun join social media Twitter, Coach Timo juga memberi informasi tentang sepak bola yang ia latih. Tidak jarang, melalui tulisan, ia juga turut meluruskan pemberitaan di media massa yang terkadang tidak akurat.
Coach Timo menulis buku tersebut, ibarat pepatah bijak, satu kali mendayung dua pulau terlampaui. Dengan menulis buku, coach Timo bisa bersilaturahmi dengan follower dan "Pemain ke-12". Seperti yang dituliskan di pendahuluan dari buku di atas tersebut, coach Timo Scheunemann menuliskan, "Ini menunjukkan adanya kebutuhan akan berbagai informasi dan pengetahuan sepak bola pada umumnya. Buku ini jawabannya."
Ia menambahkan, "setelah menulis empat buku mengenai ilmu kepelatihan sepak bola (Dasar Sepak Bola Modern, 14 Ciri Sepak Bola Modern: Sebuah Seruan Reformasi Total, Futsal for Winners: Taktik dan Variasi Latihan Futsal, serta yang terpenting dan paling melelahkan penulisnya Kurikulum Sepak Bola Indonesia) saya sebenarnya tidak berencana menulis kembali. Namun karena merasa kebutuhan akan berbagai informasi tersebut tidak dijabarkan di keempat buku saya sebelumnya, buku kecil ini pun lahi." Never give up, Indonesia Bisa!
Melalui media menulis itulah, relasi, kedekatan dan emosial dengan para penggemar tetap terjaga dan terawat. Salah satu wujud kedekatan dengan fans di media adalah tulisan. Oleh karena itu, tidak sedikit para atlet apa pun, yang memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun Path, bakan tidak sedikit dari mereka sampai mempunyai Fanbase sendiri.[]
Baik di bidang, perkayuan, perkebunan, per(akik)an, atau pun bidang olahraga, semua berhak untuk menulis. Jika di ranah pendidikan, menulis adalah salah satu kebutuhan primer demi kelancaran tugas sekolah atau kuliah. Di ranah olahraga sangat dekat dengan dunia menulis--jurnalistik bola sangat pesat perkembangannya. Bahkan banyak jurnalis olahraga, khususnya sepak bola menelurkan karyanya yang begitu dinanti-nanti oleh pembaca budimannya.
Oleh karena itu, di dunia olahraga, perihal menulis sangatlah dekat dan menjadi kebutuhan khusus demi informasi terkini tentang kabar dan seluk-beluk olahraga. Itulah yang dilakukan oleh wartawan olahraga.
Namun bagaimana jika seorang pemain sepak bola, yang setiap hari berjibaku di medan laga--lapangan hijau, berkerabat akrab dengan keringat dan baunya yang khas--menuliskan pengalamannya, media penyapa fans dan penyampai gagasannya. Ini merupakan salah satu terobosan yang sangat penting untuk atlit sendiri. "Semua atlet sadar betapa penting dukungan fans. Karena itu, hubungan dengan mereka harus dijaga. Caranya pun macam-macam. Salah satunya, menyapa fans melalui tulisan seperti ditempuh pesepak bola Samsul Arif," tulisnya di Jawa Pos, edisi 29/04/2015.
Di kolom Sportaiment; Time Out tersebut, Samsul Arif mengutarakan buah pikirannya di media cetak. Di tengah-tengah istirahat dari latihan dan pertandingan, ia menulis uneg-unegnya perihal pentingnya dukungan dari suporter. Hal tersebut ia lakukan saat ia hendak hengkang dari Persela Lamongan.
Pada 25 November 2013 silam, ia menulis di akun Twitter pribadinya dengan tulisan pendek sebagai bentuk terima kasihnya kepada pendukung setia Persela Lamongan, LA Mania. Bukan saja rasa terima kasih, tulisan pendek yang mirip seperti surat terbuka tersebut adalah sebuah salam perpisahan yang tak terhingga untuk pendukung setia klub Joko Tingkir ini.
"Terima kasih biru muda untuk satu musim yang indah, untuk satu musim yang penuh warna, untuk satu musim yang sudah memberiku kebanggaan. Terima kasih LA Mania yang sudah ikut berjibaku bersama kami, terima kasih atas nyanyianmu, terima kasih atas jasamu," tulisnya di akun pribadinya itu.
Pesepakbola asal Bojonegoro ini sangat menghormati fans yang telah mendukungnya. Cara yang ia pilih melalui tulisan itu ia menganggap bahwa, "karena tulisan itu abadi. Bisa dibaca kapan saja." Oleh karena itu, banyak sekali salam perpisahan dan terima kaasih secara pribadi di akun pribadi para pemain sepak bola di akun Twitter, baik pemain lokal Indonesia maupun pemain top-top Eropa.
Samsul sadar dengan keterbatasan ruang dan waktu itu, maka tidak mungkin dirinya pamit secara "formal" kepada seluruh suporter Persela. Oleh karena itu, melalui tulisan di media sosial maupun media cetak tersebut merupakan media penyambung
Selain itu, sebelum ia menulis sebagai medium pamitan, Samsul Arif telah aktif menulis di media massa. "Pemain yang pernah berseragam Persibo Bojonegoro itu kerap menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Bahkan, beberapa kali artikelnya pernah terbit di Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group)," kata wartawan yang menulis berita edisi29/04/2015 tersebut.
Menurut wartawan tersebut, tulisannya tidak melulu mengenai olahraga--dunia yang dia geluti--tetapi juga ekonomi, khususnya kondisi di sekitar kampung halamannya, Bojonegoro.
Bojonegoro, seperti yang kita tahu, dirahmati sumber daya alam yang melimpah berupa minyak. Buah pikiran tersebut menandakan dua sisi. Pertama, sisi intelektual. Seperti yang kita lihat di laga-laga pertandingan di klub-klub ia bernaung, maupun Timnas Indonesia, ia tipologi penyerang yang lincah dan jenius. Tidak jarang, ia merepotkan pertahanan lawan. Pun juga seorang penggedor yang berbahaya. Ia pandai mencari tempat, yang kemudian mencetak gol. Ia juga inisiator aksi kemenangan klubnya.
Kedua, ia merupakan tipe orang yang peduli lingkungan. Selain sebagai pesepakbola, ia juga pengamat ekonomi kerakyatan. "Tulisannya menarik dan unik karena berbicara tentang ekonomi kerakyatan. Kalau tidak salah, sekitar empat tulisannya yang pernah kami muat," ujar Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Bojonegoro Supriyanto.
Pilihan menulis untuk menyapa "pemain ke-12" tidak hanya dilakoni Samsul Arif saja. Tetapi banyak atlet olahraga lainnya. Salah satunya adalah striker terbaik Indonesia, Bambang Pamungkas. Bambang Pamungkas--Bepe sapaan akrabnya--juga mengakrabi jalan tulis-menulis untuk berinteraksi dengan para penggemar. Ia juga membuat situs pribadi. Situsnya bisa kita kunjungi www.bambangpamungkas.com. Tulisannya di situs pribadinya itu mengalir deras sejak 2008.
Bahkan, tulisan-tulisannya juga telah dibukukan. Sebanyak dua buku yang diterbitkan oleh Bepe. Yang pertama berjudul Bepe20: Ketika Jemari Menari yang terbit pada 2011. Buku kedua berjudul Bepe20 Pride yang terbit pada 2014.
Hal ini menandakan bahwa lewat tulisan adalah ruang perekat antara pemain dengan suporter (pemain ke-12). Jalur (menulis) merupakan media komunikasi yang berbeda, yang kudu dilakukan oleh semua atlet sebagai jejak sebagai seorang atlet.
Hal demikian juga dilakukan oleh coach Timo Scheunemann. Coach Timo--sapaan akrabnya--juga turut menyapa penggemarnya dengan menulis buku. Buku yang ia tulis bertajuk 101 Tanya Jawab Seru Tentang Sepak Bola: @Coachtimo Menjawab (2013). Buku selain sebagai media menyapa "pemain ke-12", juga memberi informasi kepada publik seputar sepak bola. Berawal dari sekitar dua tahun join social media Twitter, Coach Timo juga memberi informasi tentang sepak bola yang ia latih. Tidak jarang, melalui tulisan, ia juga turut meluruskan pemberitaan di media massa yang terkadang tidak akurat.
Coach Timo menulis buku tersebut, ibarat pepatah bijak, satu kali mendayung dua pulau terlampaui. Dengan menulis buku, coach Timo bisa bersilaturahmi dengan follower dan "Pemain ke-12". Seperti yang dituliskan di pendahuluan dari buku di atas tersebut, coach Timo Scheunemann menuliskan, "Ini menunjukkan adanya kebutuhan akan berbagai informasi dan pengetahuan sepak bola pada umumnya. Buku ini jawabannya."
Ia menambahkan, "setelah menulis empat buku mengenai ilmu kepelatihan sepak bola (Dasar Sepak Bola Modern, 14 Ciri Sepak Bola Modern: Sebuah Seruan Reformasi Total, Futsal for Winners: Taktik dan Variasi Latihan Futsal, serta yang terpenting dan paling melelahkan penulisnya Kurikulum Sepak Bola Indonesia) saya sebenarnya tidak berencana menulis kembali. Namun karena merasa kebutuhan akan berbagai informasi tersebut tidak dijabarkan di keempat buku saya sebelumnya, buku kecil ini pun lahi." Never give up, Indonesia Bisa!
Melalui media menulis itulah, relasi, kedekatan dan emosial dengan para penggemar tetap terjaga dan terawat. Salah satu wujud kedekatan dengan fans di media adalah tulisan. Oleh karena itu, tidak sedikit para atlet apa pun, yang memiliki akun media sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun Path, bakan tidak sedikit dari mereka sampai mempunyai Fanbase sendiri.[]
BePe itu termasuk kuidolakan sebab dia nulis
BalasHapusBunda juga idolaque, sebab penulis. ☺️🤘😜
BalasHapusBunda idolaque, sebab penulis dan blooger. ☺️🤘
BalasHapusPosting Komentar