Menjadi seseorang yang memiliki keinginan untuk tetap belajar, meski sudah selesai menuntut ilmu di pendidikan formal, itu serasa menjadi seorang yang baru lahir kembali. Untuk mengawali lagi pun, tidak tahu arah yang akan saya ambil. Sulit memang untuk mengawali lagi. Amatir adalah langkah yang saya ambil ketika lama tidak belajar. Belajar yang memang bukan lahan yang saya kuasai, termasuk menulis catatan seperti ini, sekalipun tulisan ringan, saya tak mampu. Apa yang ada dipikiran Anda ketika mengetahui tentang kata amatir?
Dengar kata amatir, yang ada dibenak kebanyakan orang adalah pemula. Kita akan takut untuk mencoba dan mengawali dari hal yang mendasar. Takut ketidaksempurnaan. Masih terlalu awam untuk memacu karya yang luar biasa. Takut untuk mencoba. Dan bahkan, ia tidak berani untuk bereksperimen dengan kekuatan dan kemampuaanya. Padahal kalau kita berpikir cerdas, seorang amatiran memiliki kesempatan lebih banyak dan jangkauannya pun luas. Ia bisa berimajinasi. Karena imajinasi seorang amatir, masih banyak terjadi kemungkinan.
Pada dasarnya, orang awam terhadang oleh rasa tidak percaya diri. Semua yang dilakukan tak ada hasil yang baik. Rasa kesempurnaan harus dihilangkan. Karena kesempurnaan tidak juga dimiliki oleh semua pakar. Kesempurnaan hanya milik Sang MahaEsa. Oleh karena, berbekal dengan rasa keinginan-tahuan yang besar, amatir memiliki lahan yang sangat luas. Berbekal kemauan, dan ketelatenan, karya yang diciptakannya ada kesempatan banyak.
Dalam bahasa Prancis, amatir berasal dari kata amateur berarti “pencinta”. Ia yang melakukan sesuatu karya bermodalkan kesenangan dan suka cita dalam mencipta. Tidak dipungkiri, orang yang melakukan sesuatu hal dengan rasa senang, maka ia akan merasakan kenyamanan. Kesuksesan pun akan diraih. Karya yang diciptakan tak khayal semakin berkualitas. Pun dilaksanakan dengan hati setiap hari kuantitas karyanya pun juga bisa dihitung.
Semisal, seorang penulis amatir, dengan rasa mencinta. Ada banyak kemungkinan tulisannya akan berbeda dengan para penulis kawakan. Hal-hal yang masih baru akan sering kita jumpai dengan amatir tersebut. Seperti karya Ernest Einsten yang berawaldari imajinasi dan eksperimen amatiran. Piccaso yang selalu semangat dalam berkaryanya, sehingga banyak membuahkan lukisan mendunia. Sehingga puluhan hingga ribuan karyanya bisa dipatenkan lantaran eksperimen cinta amatirnya tersebut. Itu semua berawal dari pemikiran amatir. Bahkan, bagi seorang profesional, cara terbaik untuk berkembang adalah meraih kembali semangat amatir.
Menurut Austin Kleon dalam bukunya Show Your Work! “Amatir adalah mereka, orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta, tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang, atau karier—keuntungan yang kerap didapatkan oleh para profesional”.
Amatir tidak akan takut untuk mencoba dan takut di muka umum. Mereka tidak ragu melakukan pekerjaan yang dianggap orang konyol atau bahkan bodoh. “hal paling menggelikan dalam tindakan kreatif pun tergolong tindakan kreatif,” menurut Clay Shirky dalam bukunya Cognitif Surplus. Dalam dunia kreatif, perbedaan antara jelek dan bagus sangat luas. Penilaian sebuah karya tidak berasal dari ukuran ukuran sempit dan absolut. Kalaupun belum termasuk bagus, selalu ada kesempatan untuk berlatih.
Tak ada perbedaan antara bagus dan jelek. Yang ada adalah antara berkarya dan tidak berkarya. Yang membedakan antara menyumbangkan hasil daripada tidak. Amatir selalu ada kesempatan untuk belajar secara terbuka dengan orang lain dan belajar keberhasilan dan kegagalan dari mereka. Itulah amatir, mereka yang hanya terobsesi pada sesuatu proses dan menghasilkan waktu untuk memikirkan ide, gagasan dan mencari inspirasi sekali pun.
Karena amatir adalah mereka yang belajar, bekerja dan berkarya dimulai dari hati. Dengan rasa mencinta, hasilnya pun juga menyentuh hati para penikmat. Dan selalu mendapat tempat yang paling mendalam dari pembacanya. Karena kita semua perlu menjadi amatir. Di dunia ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara amatir dan profesional. Dalam kaidah kreativitas, amatir memiliki kesempatan yang banyak. Kesempatan belajar pun luas, mencermati kekosongan dari orang lain untuk mengisi dengan usahanya sendiri.[]
Dengar kata amatir, yang ada dibenak kebanyakan orang adalah pemula. Kita akan takut untuk mencoba dan mengawali dari hal yang mendasar. Takut ketidaksempurnaan. Masih terlalu awam untuk memacu karya yang luar biasa. Takut untuk mencoba. Dan bahkan, ia tidak berani untuk bereksperimen dengan kekuatan dan kemampuaanya. Padahal kalau kita berpikir cerdas, seorang amatiran memiliki kesempatan lebih banyak dan jangkauannya pun luas. Ia bisa berimajinasi. Karena imajinasi seorang amatir, masih banyak terjadi kemungkinan.
Pada dasarnya, orang awam terhadang oleh rasa tidak percaya diri. Semua yang dilakukan tak ada hasil yang baik. Rasa kesempurnaan harus dihilangkan. Karena kesempurnaan tidak juga dimiliki oleh semua pakar. Kesempurnaan hanya milik Sang MahaEsa. Oleh karena, berbekal dengan rasa keinginan-tahuan yang besar, amatir memiliki lahan yang sangat luas. Berbekal kemauan, dan ketelatenan, karya yang diciptakannya ada kesempatan banyak.
Dalam bahasa Prancis, amatir berasal dari kata amateur berarti “pencinta”. Ia yang melakukan sesuatu karya bermodalkan kesenangan dan suka cita dalam mencipta. Tidak dipungkiri, orang yang melakukan sesuatu hal dengan rasa senang, maka ia akan merasakan kenyamanan. Kesuksesan pun akan diraih. Karya yang diciptakan tak khayal semakin berkualitas. Pun dilaksanakan dengan hati setiap hari kuantitas karyanya pun juga bisa dihitung.
Semisal, seorang penulis amatir, dengan rasa mencinta. Ada banyak kemungkinan tulisannya akan berbeda dengan para penulis kawakan. Hal-hal yang masih baru akan sering kita jumpai dengan amatir tersebut. Seperti karya Ernest Einsten yang berawaldari imajinasi dan eksperimen amatiran. Piccaso yang selalu semangat dalam berkaryanya, sehingga banyak membuahkan lukisan mendunia. Sehingga puluhan hingga ribuan karyanya bisa dipatenkan lantaran eksperimen cinta amatirnya tersebut. Itu semua berawal dari pemikiran amatir. Bahkan, bagi seorang profesional, cara terbaik untuk berkembang adalah meraih kembali semangat amatir.
Menurut Austin Kleon dalam bukunya Show Your Work! “Amatir adalah mereka, orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta, tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang, atau karier—keuntungan yang kerap didapatkan oleh para profesional”.
Amatir tidak akan takut untuk mencoba dan takut di muka umum. Mereka tidak ragu melakukan pekerjaan yang dianggap orang konyol atau bahkan bodoh. “hal paling menggelikan dalam tindakan kreatif pun tergolong tindakan kreatif,” menurut Clay Shirky dalam bukunya Cognitif Surplus. Dalam dunia kreatif, perbedaan antara jelek dan bagus sangat luas. Penilaian sebuah karya tidak berasal dari ukuran ukuran sempit dan absolut. Kalaupun belum termasuk bagus, selalu ada kesempatan untuk berlatih.
Tak ada perbedaan antara bagus dan jelek. Yang ada adalah antara berkarya dan tidak berkarya. Yang membedakan antara menyumbangkan hasil daripada tidak. Amatir selalu ada kesempatan untuk belajar secara terbuka dengan orang lain dan belajar keberhasilan dan kegagalan dari mereka. Itulah amatir, mereka yang hanya terobsesi pada sesuatu proses dan menghasilkan waktu untuk memikirkan ide, gagasan dan mencari inspirasi sekali pun.
Karena amatir adalah mereka yang belajar, bekerja dan berkarya dimulai dari hati. Dengan rasa mencinta, hasilnya pun juga menyentuh hati para penikmat. Dan selalu mendapat tempat yang paling mendalam dari pembacanya. Karena kita semua perlu menjadi amatir. Di dunia ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara amatir dan profesional. Dalam kaidah kreativitas, amatir memiliki kesempatan yang banyak. Kesempatan belajar pun luas, mencermati kekosongan dari orang lain untuk mengisi dengan usahanya sendiri.[]
Posting Komentar