Sawahan merupakan salah satu desa wisata yang telah siap dari beberapa tahun yang lalu. Namun karena Desa Sawahan mengandalkan wisata panen durian, maka pamor wisatanya redup dan kalah dibanding dengan wisata desa sebelah jika tidak sedang musim durian. Untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali wisatawan berkunjung ke Desa Sawahan dan menikmati wana wisata, maka dibukalah wisata alam yang menantang.
Wisata ini tetap memadukan wisata alam. Wana wisata ini adalah susur sungai menggunakan ban. Susur sungai menggunakan ban atau sering disebut River Tubing, memang sangat populer beberapa tahun ini. River Tubing ini tidak hanya seru, tetapi juga sangat menantang dan sering memacu adrenalin.
Selain memberi kesan yang asik lagi memacu adrenalin, bermain River Tubing bisa digunakan sebagai media relaksasi dari berbagai aktivitas sehari-hari.
Sebenarnya di Desa Sawahan telah dicanangkan sebagai hutan durian internasional (Internasional Durio Forestry). Karena kesannya temporal, ramainya hanya saat musim durian, River Tubing ini menjadi wisata pilihan. Selain arus sungainya tak terlalu besar, keindahan alam di sekitar menjadi nilai tambah.
Wahana River Tubing ini merupakan satu-satunya wahana yang berada di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini. Sebab Kecamatan Watulimo yang terkenal adalah pantainya yang indah dan ada jembatan Mangrove di Cengkrong pemandangannya yang menawan. Tidak itu saja, di Kecamatan Watulimo juga ada jembatan Luna Maya, yang lokasinya berada di belakang Pondok Prigi, penginapan di Karanggongso.
Jalur untuk menuju di Desa Sawahan cukuplah mudah. Jika Anda memulai perjalanan dari Surabaya dengan angkutan umum, baik bis atau kereta, Anda bisa turun di terminal atau Stasiun Tulungagung, kemudian ambil jurusan Trenggalek dan berhenti di perempatan Durenan. Kemudian naiklah angkot jurusan Durenan-Bandung-Prigi. Pun dengan naik kendaraan pribadi, Anda tinggal mengikuti arah-arah atau menggunakan Google Maps.
Adanya River Tubing menambah gairah wisatawan yang berada di Kecamatan Watulimo. Karena River Tubing ini masih baru, maka ada beberapa spot yang masih perlu perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung untuk wahana permainan River Tubing itu.
Namun masih baru, permainan ini cukup dikenal di Kecamatan Watulimo dan masyarakat luar. Tidak itu saja, karena masih baru, maka harganya juga cukup murah dan masih promosi. Untuk satu trip dipatok harga Rp. 20.000. Harga tersebut adalah untuk satu orang pengunjung saja. Dan biasanya satu trip diisi 6 orang. Sehingga dari enam orang tersebut dinilai Rp. 120.000. Murah ya? Namun memuaskan hati pengunjung, meski satu orang saja yang ingin menikmati wana River Tubing tetap dilayani.
Seperti yang telah saya sampaikan di atas, ada beberapa fasilitas atau spot berupa kafe, tempat pemandian, tempat ganti baju dan lain-lainnya masih dalam tahap pengembangan. Hal tersebut dilakukan sebagai pengembangan dan memuaskan dahaga para penikmat wisata.
"Meski bukan hari libur, kalau ada orang yang ingin merasakan sensasi River Tubing, ya tetap kami layani," ujar Ibu Unik selaku ketua Pokdarwis, perempuan paruh baya kepada saya waktu itu.
Saat menikmati River Tubing ini, kami bersama-sama dengan 6 orang. Keseruan mulai nampak saat para peserta memakai alat pengaman. Peserta berkumpul dan mengenakan helm, pelampung, dan pelindung kaki dan tangan. Terapung di atas ban dan hanyut di aliran sungai dan di kanan kiri tak sering membentur rintangan seperti bebatuan adalah nilai tambah keseruan itu.
Peralatan keselamatan sangat berguna dan harus lengkap. Sebab, beberapa kali tubuh peserta membentur batu, karena kaki dan tangan berada di paling luar ban. Satu-satunya yang tidak dilindungi pengaman adalah bokong. Beberapa kali peserta meringis kesakitan karena batunya membentur dan bergesekan dengan batu.
Meski anggota tubuh kesakitan, suasana River Tubing tetap asyik. Para peserta kerap berteriak girang, senang dengan wisata air ini. Wisatawan menyusuri sungai yang dipenuhi bebatuan dengan arus sungai deras. River Tubing menawarkan keseruan dan sangat merangsang adrenalin.
Meski beberapa kali ban pelampung membentur batu dengan kecepatan tinggi. Para penikmat masih menampakkan kekompakan dan keceriaan menikmati wisata tersebut.
Meski aliran sungai lumayan deras tidak menghentikan para pengunjung atau peserta River Tubing. Mereka tampak sangat senang dan semangat hanyut di sungai Desa Sawahan ini. Suasana riang gembira terlihat saat mereka mulai meluncur dari garis start. Saat para peserta satu per satu menaiki ban dan mengarungi Sungai Sawahan yang memiliki lebar 10 meter itu. Meski demikian, Anda tak perlu khawatir, ada juga pendamping atau guide dan tim penyelamat.
Sungai yang berada di Sawahan ini ada beberapa tipikal. Ada yang alurnya besar, ada yang sedang dan ada juga yang landai. Selama perjalanan menikmati River Tubing, peserta menikmati pula pemandangan alam dan hijau yang masih alami. Maklum, Desa Sawahan memiliki hutan yang banyak ditumbuhi bermacam varietas tanaman dan tumbuhan, salah satunya adalah durian atau salak.
Jarak yang ditempuh untuk menikmati River Tubing sejauh 2,5 km. Sepanjang rute itu, para peserta nampak bercampur-campur ekspresi wajah. Menikmati setiap hanyutan dari sungai yang mengalir cukup deras, merupakan sensasi sendiri.
Setelah puas mengarungi sungai, mereka diberi kejutan oleh pengelola River Tubing. Mereka mendapatkan asupan nutrisi seperti minuman yang segar. Sesampai di garis finish, wisatawan diajak melompat ke sungai dari atas dam setinggi 6 meter.
Apalagi saat mereka jatuh tercebur dan terlepas dari ban saat melintasi jeram yang dalam, mereka berteriak heboh dan senang untuk mengisi waktu akhir.
Nah, apabila Anda ingin menikmati suasana pedesaan di Desa Wisata Sawahan bisa pula menginap di homestay di rumah warga. Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Sawahan ini.[]
Wisata ini tetap memadukan wisata alam. Wana wisata ini adalah susur sungai menggunakan ban. Susur sungai menggunakan ban atau sering disebut River Tubing, memang sangat populer beberapa tahun ini. River Tubing ini tidak hanya seru, tetapi juga sangat menantang dan sering memacu adrenalin.
Selain memberi kesan yang asik lagi memacu adrenalin, bermain River Tubing bisa digunakan sebagai media relaksasi dari berbagai aktivitas sehari-hari.
Sebenarnya di Desa Sawahan telah dicanangkan sebagai hutan durian internasional (Internasional Durio Forestry). Karena kesannya temporal, ramainya hanya saat musim durian, River Tubing ini menjadi wisata pilihan. Selain arus sungainya tak terlalu besar, keindahan alam di sekitar menjadi nilai tambah.
Wahana River Tubing ini merupakan satu-satunya wahana yang berada di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ini. Sebab Kecamatan Watulimo yang terkenal adalah pantainya yang indah dan ada jembatan Mangrove di Cengkrong pemandangannya yang menawan. Tidak itu saja, di Kecamatan Watulimo juga ada jembatan Luna Maya, yang lokasinya berada di belakang Pondok Prigi, penginapan di Karanggongso.
Jalur untuk menuju di Desa Sawahan cukuplah mudah. Jika Anda memulai perjalanan dari Surabaya dengan angkutan umum, baik bis atau kereta, Anda bisa turun di terminal atau Stasiun Tulungagung, kemudian ambil jurusan Trenggalek dan berhenti di perempatan Durenan. Kemudian naiklah angkot jurusan Durenan-Bandung-Prigi. Pun dengan naik kendaraan pribadi, Anda tinggal mengikuti arah-arah atau menggunakan Google Maps.
Adanya River Tubing menambah gairah wisatawan yang berada di Kecamatan Watulimo. Karena River Tubing ini masih baru, maka ada beberapa spot yang masih perlu perbaikan dan penambahan fasilitas pendukung untuk wahana permainan River Tubing itu.
Namun masih baru, permainan ini cukup dikenal di Kecamatan Watulimo dan masyarakat luar. Tidak itu saja, karena masih baru, maka harganya juga cukup murah dan masih promosi. Untuk satu trip dipatok harga Rp. 20.000. Harga tersebut adalah untuk satu orang pengunjung saja. Dan biasanya satu trip diisi 6 orang. Sehingga dari enam orang tersebut dinilai Rp. 120.000. Murah ya? Namun memuaskan hati pengunjung, meski satu orang saja yang ingin menikmati wana River Tubing tetap dilayani.
Seperti yang telah saya sampaikan di atas, ada beberapa fasilitas atau spot berupa kafe, tempat pemandian, tempat ganti baju dan lain-lainnya masih dalam tahap pengembangan. Hal tersebut dilakukan sebagai pengembangan dan memuaskan dahaga para penikmat wisata.
"Meski bukan hari libur, kalau ada orang yang ingin merasakan sensasi River Tubing, ya tetap kami layani," ujar Ibu Unik selaku ketua Pokdarwis, perempuan paruh baya kepada saya waktu itu.
Saat menikmati River Tubing ini, kami bersama-sama dengan 6 orang. Keseruan mulai nampak saat para peserta memakai alat pengaman. Peserta berkumpul dan mengenakan helm, pelampung, dan pelindung kaki dan tangan. Terapung di atas ban dan hanyut di aliran sungai dan di kanan kiri tak sering membentur rintangan seperti bebatuan adalah nilai tambah keseruan itu.
Peralatan keselamatan sangat berguna dan harus lengkap. Sebab, beberapa kali tubuh peserta membentur batu, karena kaki dan tangan berada di paling luar ban. Satu-satunya yang tidak dilindungi pengaman adalah bokong. Beberapa kali peserta meringis kesakitan karena batunya membentur dan bergesekan dengan batu.
Meski anggota tubuh kesakitan, suasana River Tubing tetap asyik. Para peserta kerap berteriak girang, senang dengan wisata air ini. Wisatawan menyusuri sungai yang dipenuhi bebatuan dengan arus sungai deras. River Tubing menawarkan keseruan dan sangat merangsang adrenalin.
Meski beberapa kali ban pelampung membentur batu dengan kecepatan tinggi. Para penikmat masih menampakkan kekompakan dan keceriaan menikmati wisata tersebut.
Meski aliran sungai lumayan deras tidak menghentikan para pengunjung atau peserta River Tubing. Mereka tampak sangat senang dan semangat hanyut di sungai Desa Sawahan ini. Suasana riang gembira terlihat saat mereka mulai meluncur dari garis start. Saat para peserta satu per satu menaiki ban dan mengarungi Sungai Sawahan yang memiliki lebar 10 meter itu. Meski demikian, Anda tak perlu khawatir, ada juga pendamping atau guide dan tim penyelamat.
Sungai yang berada di Sawahan ini ada beberapa tipikal. Ada yang alurnya besar, ada yang sedang dan ada juga yang landai. Selama perjalanan menikmati River Tubing, peserta menikmati pula pemandangan alam dan hijau yang masih alami. Maklum, Desa Sawahan memiliki hutan yang banyak ditumbuhi bermacam varietas tanaman dan tumbuhan, salah satunya adalah durian atau salak.
Jarak yang ditempuh untuk menikmati River Tubing sejauh 2,5 km. Sepanjang rute itu, para peserta nampak bercampur-campur ekspresi wajah. Menikmati setiap hanyutan dari sungai yang mengalir cukup deras, merupakan sensasi sendiri.
Setelah puas mengarungi sungai, mereka diberi kejutan oleh pengelola River Tubing. Mereka mendapatkan asupan nutrisi seperti minuman yang segar. Sesampai di garis finish, wisatawan diajak melompat ke sungai dari atas dam setinggi 6 meter.
Apalagi saat mereka jatuh tercebur dan terlepas dari ban saat melintasi jeram yang dalam, mereka berteriak heboh dan senang untuk mengisi waktu akhir.
Nah, apabila Anda ingin menikmati suasana pedesaan di Desa Wisata Sawahan bisa pula menginap di homestay di rumah warga. Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Sawahan ini.[]
Posting Komentar