Pengertian penulis ternyata bukan hanya di peruntukan kepada orang yang menulis buku, atau penulis di media massa. Kata penulis memiliki pengertian yang luas. Tidak hanya orang yang telah menelurkan ide maupun karya; bentuk fisik, misal buku, namun pencatat dalam akta notaris, pencatat orang yang datang di undang, bisa kita sebut penulis.
Zaman dahulu, zaman orde baru, orang yang mencatat dalam lingkungan atau di kantor kelurahan juga disebut penulis. Hal ini, pengertian penulis sangat luas. Kita tidak bisa mendefinisikan secara sempit. Karena kata penulis adalah orang yang melakukan aktivitas pencatatan; menulis angka, bilang, maupun huruf-huruf tegak bersambung.
Oleh karena itu, pengertian seorang yang melakukan pencatatan dalam konteks angka, seperti pencatat di pernikahan juga sah diartikan sebagai penulis. Namun, ranahnya lingkungan lokal, bukan pada tingkat nasional maupun tingkat yang lebih prestise.
Kalau didaerahmu apa nama penulis yang ada di tempat orang hajatan? Notulen, penulis, atau pencatat orang yang datang kemudian memberi 'sumbangan' kepada pemilik rumah. Apa tetap memiliki pengertian 'penulis'? Atau memiliki pengertian lain, yang mempunyai definisi yang lebih prestise. Kalau di daerahku namanya tetap 'penulis'. Jadi saya termasuk penulis, karena saya sedang berada dan menjadi penulis dalam hajatan walimatul urs.
Sehingga definisi penulis sendiri tidak bisa di generalkan. Namun terlepas apa pengertian penulis yang mencatat dalam pernikahan, ternyata banyak sekali pelajaran yang saya dapat ketika menjadi penulis di pernikahan "rewangan".
Sebagai penulis, saya harus teliti dalam mencatat keuangan yang masuk. Namun terlepas dari, peran saya mencatat nominal angka, seorang penulis harus pandai menangkap peluang atau pengetahuan yang disampaikan oleh orang lain. Ini saya lakukan, karena banyak sekali kosakata, maupun pengetahuan yang sliweran atau cakrawala yang langsung dicatat.
Karena inspirasi atau ide ada, bukan hanya ketika membaca, namun pengalaman di depan mata harus kita catat. Gagasan yang menguap dari orang lain pun harus kita tangkap, lalu kita tulis serenyah mungkin. Karena inspirasi datang, ketika kita diskusi, mendengarkan ceramah, atau sedang membaca/melihat fenomena alam semesta raya, maupun ketika kita sedang berada dalam lingkungan yang menarik untuk kita catat, kita jadikan bahan renungan atau referensi.
Ada perbincangan yang dibicarakan oleh para tamu maupun penerima tamu. Ada yang harus saya catat, sebagian penerima tamu adalah para bapak-bapak, ia berkelakar "tidak mudah menjadi mbah (kakek) kalau masih saja sering marah atau tidak tabah dalam lakon hidupnya, maka ia belmu bisa menjadi 'mbah' atau kakek. Pengertian ini, selain apa definisi penulis di hajatan, dan pengertian "mbah" tidak bisa saya artik secara definitif.[]
Zaman dahulu, zaman orde baru, orang yang mencatat dalam lingkungan atau di kantor kelurahan juga disebut penulis. Hal ini, pengertian penulis sangat luas. Kita tidak bisa mendefinisikan secara sempit. Karena kata penulis adalah orang yang melakukan aktivitas pencatatan; menulis angka, bilang, maupun huruf-huruf tegak bersambung.
Oleh karena itu, pengertian seorang yang melakukan pencatatan dalam konteks angka, seperti pencatat di pernikahan juga sah diartikan sebagai penulis. Namun, ranahnya lingkungan lokal, bukan pada tingkat nasional maupun tingkat yang lebih prestise.
Kalau didaerahmu apa nama penulis yang ada di tempat orang hajatan? Notulen, penulis, atau pencatat orang yang datang kemudian memberi 'sumbangan' kepada pemilik rumah. Apa tetap memiliki pengertian 'penulis'? Atau memiliki pengertian lain, yang mempunyai definisi yang lebih prestise. Kalau di daerahku namanya tetap 'penulis'. Jadi saya termasuk penulis, karena saya sedang berada dan menjadi penulis dalam hajatan walimatul urs.
Sehingga definisi penulis sendiri tidak bisa di generalkan. Namun terlepas apa pengertian penulis yang mencatat dalam pernikahan, ternyata banyak sekali pelajaran yang saya dapat ketika menjadi penulis di pernikahan "rewangan".
Sebagai penulis, saya harus teliti dalam mencatat keuangan yang masuk. Namun terlepas dari, peran saya mencatat nominal angka, seorang penulis harus pandai menangkap peluang atau pengetahuan yang disampaikan oleh orang lain. Ini saya lakukan, karena banyak sekali kosakata, maupun pengetahuan yang sliweran atau cakrawala yang langsung dicatat.
Karena inspirasi atau ide ada, bukan hanya ketika membaca, namun pengalaman di depan mata harus kita catat. Gagasan yang menguap dari orang lain pun harus kita tangkap, lalu kita tulis serenyah mungkin. Karena inspirasi datang, ketika kita diskusi, mendengarkan ceramah, atau sedang membaca/melihat fenomena alam semesta raya, maupun ketika kita sedang berada dalam lingkungan yang menarik untuk kita catat, kita jadikan bahan renungan atau referensi.
Ada perbincangan yang dibicarakan oleh para tamu maupun penerima tamu. Ada yang harus saya catat, sebagian penerima tamu adalah para bapak-bapak, ia berkelakar "tidak mudah menjadi mbah (kakek) kalau masih saja sering marah atau tidak tabah dalam lakon hidupnya, maka ia belmu bisa menjadi 'mbah' atau kakek. Pengertian ini, selain apa definisi penulis di hajatan, dan pengertian "mbah" tidak bisa saya artik secara definitif.[]
إرسال تعليق