masrokhim.com--Pasir putih merupakan salah satu tempat wisata yang menarik dan pantas untuk diceritakan kepada masyarakat luar tentang keindahan alam dan lautnya. Lokasi Pantai Pasir berada di Kecamatan Watulimo, Desa Tasikmadu. Sebuah desa yang berada di Selatan Kabupaten Trenggalek, yang sangat indah alam dan lautnya.
Dahulu, saat saya mengikuti kegiatan yang mengharuskan saya untuk menceritakan dan menuliskan apapun yang menarik dan indah dari daerah yang saya kunjungi. Saya sangat senang melihat-lihat berbagai sudut dari pantai Pasir. Pantai memang selalu menawarkan keindahan. Perpaduan antara alam di sekitarnya dan air laut (ombak), pantai menjadi salah satu tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Saat itu, saya ikut kegiatan, di mana yang menyelenggarakan adalah Griya Aspirasi yang berada di Trenggalek. Kegiatan ini mengambil tema untuk menceritakan keindahan alam yang berada di sekitar kita. Waktu itu, perjalanan saya berbeda dengan teman-teman yang lain. Karena keuntungan saya dengan teman yang lain adalah tempat tinggal saya tak jauh dari objek yang dijadikan spot yang dimaksud.
Sehingga saya pastikan untuk tidak ikut rombongan yang berangkat dari Griya Aspirasi, Trenggalek. Entah keceriaan apa yang teman-teman dapatkan sewaktu di perjalanan? Namun, terlepas dari itu, saya memiliki banyak kesempatan untuk sampai di lokasi. Waktu itu, obyek wisata yang kami ekspor adalah Pantai Pasir Putih. Setelah selesai di Pantai Pasir Putih, berlanjut di hutan Mangrove di Pantai Cengkrong. Sebab, beberapa waktu itu, tempat wisata yang lagu booming adalah dua lokasi tersebut. Dari momen itulah dijadikan kesempatan untuk menambah gairah wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini lagi.
Menarik memang bisa ikut belajar dan ikut lomba esai yang mengambil tema LOMBA FOTO dan berjudul "Abadikan keindahan disekitarmu!" dan LOMBA ESAI "Ceritakan kepada dunia bahwa Indonesia itu Indah!" Bila berkaca dari tema tersebut, tentu ada kesinambungan dengan dunia tulis-menulis. Walau--saat saya menulis ini--beberapa tugas kampus terabaikan. Namun ada kebahagian tersendiri bisa belajar, tatap muka hingga berjabat tangan dengan Edy Baskoro Yudhoyono (EBY). Sudah barang tentu hal tersebut menjadi barang langka untuk ukuran orang kecil dan orang pinggiran seperti saya ini.
Obyek wisata baik di Pantai Pasir Putih dan Hutan Mangrove di Pantai Cengkrong memiliki daya tarik yang mampu menggerakkan wisatawan untuk berkunjung di jembatan di atas tanaman bakau atau terkenal dengan sebutan Jembatan Galau dan Pantai Pasir Putih.
Pesona Pasir Putih
Dengan tekstur pasir yang lembut dengan warna putihnya, Pantai Pasir Putih menjadi ikonik. Pantai ini menjadi salah satu wisata unggulan yang berada di Kabupaten Trenggalek. Selain pasirnya yang putih, gelombang atau ombak yang datang dari tengah laut tidak terlalu besar, sehingga sangat cocok jadi tempat bermain air atau berenang.
Berbagai fasilitas di pasir putih terbilang lengkap. Ban (pelampung) untuk bermain-main di laut ada. Bila tak ingin mandi air laut, berkejaran dengan ombak pantai juga sangat aman. Pasalnya, ombak pesisir Selatan Trenggalek ini sangatlah kecil dan sangat aman untuk bermain-main di tepi pantai. Selain ban (pelampung) fasilitas bermain air seperti banana boat dan donat terbang bisa kalian nikmati.
Dengan lanskap pemandangan Gunung Kumbungkarno dan kanan kiri diapit oleh bukit-bukit kecil menambah keindahan laut terpancar. Selain itu, seperti yang saya bilang tadi ombak tak begitu besar, kedalam pantai juga tak terlalu dalam. Saat kerek (istilah lokal: dangkal) datang. Laut bisa sampai maju di tengah. Saat dangkal itulah para pengunjung bisa menikmati laut sampai di tengah dan bermain dengan karang-karang di laut.
Nah, kalian tak perlu khawatir, Anda juga bisa menikmati keindahan Pantai Pasir Putih dengan memutari teluk dengan menyewa perahu. Dengan ongkos sepuluh ribu per trip, Anda bisa menikmati pesona laut di tengah laut dan mengunjungi beberapa tempat yang memiliki sejarah bagi masyarakat sekitar. Misal mengelilingi lokasi waktu dukun, yang memiliki sejarah sebagai tempat pemujaan di sekitar pantai ini.
Menanam Keindahan
Meski tidak hadir di Pesisir Selatan, Pasir Putih, EBY mengatakan "Ada waktu yang tepat untuk masa tanam, yakni 20 tahun yang lalu, dan mulai sekarang untuk masa tanam," ungkapnya dalam interaksi dan season tanya jawab dengan masyarakat waktu itu. Sehingga, tidak ada kata terlambat untuk masa tanam keindahan alam maupun laut.
Di Trenggalek memiliki banyak tempat wisata yang menawan untuk dikunjungi. Untuk menuju di lokasi, meski jalannya naik turun, serta kadang kontur jalan (tanah) ada yang amblas, rute jalan menuju pantai ini terbilang tak terlalu berat dan sulit. Untuk sampai di lokasi wisata, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi (sepeda, mobil dan bus) atau angkutan umum seperti line, angkot atau sebutan lain. Dari tempat janggol (ngetem) menuju sekitar satu jam.
Sementara jarak dari kota Trenggalek ke Pantai Pasir Putih ini kurang lebih sekitar 65 kilometer atau sekitar satu jam. Selain alam, laut juga terus mengalami geliatnya untuk terus dijaga keasrian dan keindahan alam dan lautnya. Meski pantai-pantai baru ditemukan, pantai-pantai yang lama harus dijaga dan dirawat menjadi ikonik dan jadi unggulan bagi para wisatawan.
Salah satu cara untuk menanam keindahan dan merawat keasrian adalah memperkenalkan pada dunia bahwa kawasan wisata yang ada di Kab. Trenggalek pada umumnya, dan kawasan pesisir Trenggalek pada khususnya adalah indah dan wajib untuk dikunjungi. Sebab lewat tulisan dan menulis maka kesempatan untuk menjaga keasrian dan promosi pada masyarakat luar tetap terjaga.[]
Dahulu, saat saya mengikuti kegiatan yang mengharuskan saya untuk menceritakan dan menuliskan apapun yang menarik dan indah dari daerah yang saya kunjungi. Saya sangat senang melihat-lihat berbagai sudut dari pantai Pasir. Pantai memang selalu menawarkan keindahan. Perpaduan antara alam di sekitarnya dan air laut (ombak), pantai menjadi salah satu tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Saat itu, saya ikut kegiatan, di mana yang menyelenggarakan adalah Griya Aspirasi yang berada di Trenggalek. Kegiatan ini mengambil tema untuk menceritakan keindahan alam yang berada di sekitar kita. Waktu itu, perjalanan saya berbeda dengan teman-teman yang lain. Karena keuntungan saya dengan teman yang lain adalah tempat tinggal saya tak jauh dari objek yang dijadikan spot yang dimaksud.
Sehingga saya pastikan untuk tidak ikut rombongan yang berangkat dari Griya Aspirasi, Trenggalek. Entah keceriaan apa yang teman-teman dapatkan sewaktu di perjalanan? Namun, terlepas dari itu, saya memiliki banyak kesempatan untuk sampai di lokasi. Waktu itu, obyek wisata yang kami ekspor adalah Pantai Pasir Putih. Setelah selesai di Pantai Pasir Putih, berlanjut di hutan Mangrove di Pantai Cengkrong. Sebab, beberapa waktu itu, tempat wisata yang lagu booming adalah dua lokasi tersebut. Dari momen itulah dijadikan kesempatan untuk menambah gairah wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini lagi.
Menarik memang bisa ikut belajar dan ikut lomba esai yang mengambil tema LOMBA FOTO dan berjudul "Abadikan keindahan disekitarmu!" dan LOMBA ESAI "Ceritakan kepada dunia bahwa Indonesia itu Indah!" Bila berkaca dari tema tersebut, tentu ada kesinambungan dengan dunia tulis-menulis. Walau--saat saya menulis ini--beberapa tugas kampus terabaikan. Namun ada kebahagian tersendiri bisa belajar, tatap muka hingga berjabat tangan dengan Edy Baskoro Yudhoyono (EBY). Sudah barang tentu hal tersebut menjadi barang langka untuk ukuran orang kecil dan orang pinggiran seperti saya ini.
Obyek wisata baik di Pantai Pasir Putih dan Hutan Mangrove di Pantai Cengkrong memiliki daya tarik yang mampu menggerakkan wisatawan untuk berkunjung di jembatan di atas tanaman bakau atau terkenal dengan sebutan Jembatan Galau dan Pantai Pasir Putih.
Pesona Pasir Putih
Dengan tekstur pasir yang lembut dengan warna putihnya, Pantai Pasir Putih menjadi ikonik. Pantai ini menjadi salah satu wisata unggulan yang berada di Kabupaten Trenggalek. Selain pasirnya yang putih, gelombang atau ombak yang datang dari tengah laut tidak terlalu besar, sehingga sangat cocok jadi tempat bermain air atau berenang.
Berbagai fasilitas di pasir putih terbilang lengkap. Ban (pelampung) untuk bermain-main di laut ada. Bila tak ingin mandi air laut, berkejaran dengan ombak pantai juga sangat aman. Pasalnya, ombak pesisir Selatan Trenggalek ini sangatlah kecil dan sangat aman untuk bermain-main di tepi pantai. Selain ban (pelampung) fasilitas bermain air seperti banana boat dan donat terbang bisa kalian nikmati.
Dengan lanskap pemandangan Gunung Kumbungkarno dan kanan kiri diapit oleh bukit-bukit kecil menambah keindahan laut terpancar. Selain itu, seperti yang saya bilang tadi ombak tak begitu besar, kedalam pantai juga tak terlalu dalam. Saat kerek (istilah lokal: dangkal) datang. Laut bisa sampai maju di tengah. Saat dangkal itulah para pengunjung bisa menikmati laut sampai di tengah dan bermain dengan karang-karang di laut.
Nah, kalian tak perlu khawatir, Anda juga bisa menikmati keindahan Pantai Pasir Putih dengan memutari teluk dengan menyewa perahu. Dengan ongkos sepuluh ribu per trip, Anda bisa menikmati pesona laut di tengah laut dan mengunjungi beberapa tempat yang memiliki sejarah bagi masyarakat sekitar. Misal mengelilingi lokasi waktu dukun, yang memiliki sejarah sebagai tempat pemujaan di sekitar pantai ini.
Menanam Keindahan
Meski tidak hadir di Pesisir Selatan, Pasir Putih, EBY mengatakan "Ada waktu yang tepat untuk masa tanam, yakni 20 tahun yang lalu, dan mulai sekarang untuk masa tanam," ungkapnya dalam interaksi dan season tanya jawab dengan masyarakat waktu itu. Sehingga, tidak ada kata terlambat untuk masa tanam keindahan alam maupun laut.
Di Trenggalek memiliki banyak tempat wisata yang menawan untuk dikunjungi. Untuk menuju di lokasi, meski jalannya naik turun, serta kadang kontur jalan (tanah) ada yang amblas, rute jalan menuju pantai ini terbilang tak terlalu berat dan sulit. Untuk sampai di lokasi wisata, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi (sepeda, mobil dan bus) atau angkutan umum seperti line, angkot atau sebutan lain. Dari tempat janggol (ngetem) menuju sekitar satu jam.
Sementara jarak dari kota Trenggalek ke Pantai Pasir Putih ini kurang lebih sekitar 65 kilometer atau sekitar satu jam. Selain alam, laut juga terus mengalami geliatnya untuk terus dijaga keasrian dan keindahan alam dan lautnya. Meski pantai-pantai baru ditemukan, pantai-pantai yang lama harus dijaga dan dirawat menjadi ikonik dan jadi unggulan bagi para wisatawan.
Salah satu cara untuk menanam keindahan dan merawat keasrian adalah memperkenalkan pada dunia bahwa kawasan wisata yang ada di Kab. Trenggalek pada umumnya, dan kawasan pesisir Trenggalek pada khususnya adalah indah dan wajib untuk dikunjungi. Sebab lewat tulisan dan menulis maka kesempatan untuk menjaga keasrian dan promosi pada masyarakat luar tetap terjaga.[]
Posting Komentar