Menikmati wisata alam yang berpadu antara keindahan pemandangan yang hijau dan aktivitas mendaki merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Salah satu obyek wisata alam itu adalah wisata puncak Gunung Sepikul. Gunung Sepikul merupakan salah satu gunung yang berlokasi di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo. Gunung Sepikul adalah gunung yang memiliki kontur tebing yang panjang meninggi, sehingga Gunung Sepikul sangat potensial sebagai wahana olahraga panjat tebing.
Tebing Sepikul sendiri memiliki ketinggian 650 meter di atas permukaan air laut. Permukaan tebing membentuk vertical dengan bebatuan solid. Sebagai sebuah gunung yang memiliki tebing tertinggi di Jawa Timur, Gunung Sepikul juga memiliki latar yang masih alami. Dengan perpaduan tebing yang menjulang dan keindahan alam sekitar, maka para pemanjat akan dimanjakan dengan keindahan dari panorama puncak gunung.
Sepikul atau Spikul diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti satu pikulan. Tebing yang dimiliki Sepikul ini menjulang tinggi membentuk tower yang terbagi menjadi tiga bagian yang bersebelahan. Dari dua bagian berbentuk tower tersebut saling berhimpitan yang dikenal dengan Gunung Sikambe. Sedangkan bagian satunya yang berada di sebelah barat dikenal dengan nama Gunung Suwur.
Jika Anda memulai perjalanan dari Surabaya dengan memakai angkutan umum, baik bis atau kereta, Anda bisa berhenti di terminal atau Stasiun Tulungagung untuk mengambil jurusan Trenggalek. Lalu Anda turun atau berhenti di perempatan Durenan. Sampai di Durenan, naiklah angkot jurusan Durenan-Bandung-Prigi. Pun dengan naik kendaraan pribadi, Anda tinggal mengikuti arah-arah yang telah disebutkan di atas.
Kondisi tebing yang menantang untuk dipanjat serta keindahan pemandangan di sekitar Gunung Sepikul ini menjadi salah satu wisata favorit pendakian. Bahkan melihat ketinggian dan kemegahan Gunung Sepikul, masyarakat di sekitar tebing tidak hanya tinggal diam. Mereka biasa merayakan berbagai kegiatan, misal perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Masyarakat memanfaatkan Gunung Sepikul sebagai media untuk membentangkan bendera Merah Putih berukuran besar. Selain itu, masyarakat sekitar mulai menyadari bahwa ada daya tarik dari Tebing Sepikul itu. Untuk itulah gunung Sepikil menjadi destinasi wisata panjat tebing satu-satunya di Kecamatan Watulimo, Trenggalek ini.
Pesona gunung atau Tebing Sepikul tidak berhenti sampai di situ. Bagi para penyuka Downhill atau Gowes, rute atau jalan menuju Tebing Sepikul merupakan media atau rute para penyuka sepada itu. Kendati terlihat megah serta jalanan menuju Tebing Sepikul sudah baik, tetapi ada beberapa kontur jalan menuju ke lokasi tidak merata. Jika Anda menuju tempat wisata ini memakai kendaraan pribadi usahakan untuk tetap fokus karena jalanan banyak berlubang mulai dari lubang kecil sampai besar. Namun jangan khawatir ketika merasa lelah selama perjalanan, Anda akan terbayar lunas dengan keindahan Gunung Sepikul serta suasana masyarakat sekitar yang ramah terhadap pengunjung.
Daya Tarik Via Ferrata
Puncak Gunung Sepikul merupakan sensasi yang menjadi tujuan yang tidak bisa ditawar oleh para pendaki. Pesona dan keindahannya menjadi incaran para pendaki, baik pendaki penduduk lokal maupun wisatawan asing. Terlebih lagi untuk mencapai puncak, pemanjat dapat memanfaatkan dengan Via Ferrata. Ferrata merupakan teknik panjat tebing yang menggunakan tangga besi yang tertancap pada dinding batu. Sementara Via Ferrata sendiri berasal dari Bahasa Itali yang berarti jalan besi. Sehingga para pemianjat melalui tebing-tebing yang diberi besi-besi sebagai jalur mendakinya. Selain itu, jalur tebing ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah profesional saja, tetapi bagi masyarakat awam, yang menyukai dunia Adventure. Dengan teknik tersebut, petualangan menuju puncak gunung menjadi mudah dinikmati siapa saja dengan sangat seru.
Pada umumnya, memanjat tebing membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Namun dengan menggunakan Via Ferrata, pemanjat dapat dengan mudah sampai ke puncak tanpa mengurangi adventure dan adrenalinnya. Menurut Mada Indra, salah seorang Operator Via Ferrata Tebing Sepikul, “ Jalur Via Ferrata di Trenggalek ini mulai dibangun sejak Juni 2017, dan panjangnya mencapai 150 meter.” Mada menambahkan, "Keamanan Via Ferrata cukup terjamin karena setiap orang yang akan memanjat wajib melengkapi diri dengan peralatan standar keamanan. Mulai dari helm,lanyard, harness. Selain itu di sepanjang jalur pendakian dilengkapi juga tali baja. Bahkan rencananya operator akan menambah ketinggian jalur hingga mencapai lebih dari 200 meter."
Di Indonesia, panjat tebing dengan menggunakan Via Ferrata baru ada dua. Pertama, panjat tebing ini populer di Tebing Parang, Purwakarta-Jawa Barat, dan yang kedua di Tebing Sepikul, Watulimo-Trenggalek sendiri. Bahkan Gunung Sepikul sendiri sengaja dipilih dan dikenal sejak tahun 1980-an. Namun, di Medio 2000, Gunung Sepikul dikenal oleh pemanjat Nasional maupun Internasional. Tentu yang ditawarkan dari destinasi wisata ini adalah cukup menantang dan keindahan panorama alam di sekitar gunung. Oleh karena itu, Tebing Sepikul adalah salah satu destinasi favorit bagi para pemanjat tebing di Indonesia.[]
Ket: tulisan ini pertama kali disarikan di watulimobersuara.com
Tebing Sepikul sendiri memiliki ketinggian 650 meter di atas permukaan air laut. Permukaan tebing membentuk vertical dengan bebatuan solid. Sebagai sebuah gunung yang memiliki tebing tertinggi di Jawa Timur, Gunung Sepikul juga memiliki latar yang masih alami. Dengan perpaduan tebing yang menjulang dan keindahan alam sekitar, maka para pemanjat akan dimanjakan dengan keindahan dari panorama puncak gunung.
Sepikul atau Spikul diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti satu pikulan. Tebing yang dimiliki Sepikul ini menjulang tinggi membentuk tower yang terbagi menjadi tiga bagian yang bersebelahan. Dari dua bagian berbentuk tower tersebut saling berhimpitan yang dikenal dengan Gunung Sikambe. Sedangkan bagian satunya yang berada di sebelah barat dikenal dengan nama Gunung Suwur.
Jika Anda memulai perjalanan dari Surabaya dengan memakai angkutan umum, baik bis atau kereta, Anda bisa berhenti di terminal atau Stasiun Tulungagung untuk mengambil jurusan Trenggalek. Lalu Anda turun atau berhenti di perempatan Durenan. Sampai di Durenan, naiklah angkot jurusan Durenan-Bandung-Prigi. Pun dengan naik kendaraan pribadi, Anda tinggal mengikuti arah-arah yang telah disebutkan di atas.
Kondisi tebing yang menantang untuk dipanjat serta keindahan pemandangan di sekitar Gunung Sepikul ini menjadi salah satu wisata favorit pendakian. Bahkan melihat ketinggian dan kemegahan Gunung Sepikul, masyarakat di sekitar tebing tidak hanya tinggal diam. Mereka biasa merayakan berbagai kegiatan, misal perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Masyarakat memanfaatkan Gunung Sepikul sebagai media untuk membentangkan bendera Merah Putih berukuran besar. Selain itu, masyarakat sekitar mulai menyadari bahwa ada daya tarik dari Tebing Sepikul itu. Untuk itulah gunung Sepikil menjadi destinasi wisata panjat tebing satu-satunya di Kecamatan Watulimo, Trenggalek ini.
Pesona gunung atau Tebing Sepikul tidak berhenti sampai di situ. Bagi para penyuka Downhill atau Gowes, rute atau jalan menuju Tebing Sepikul merupakan media atau rute para penyuka sepada itu. Kendati terlihat megah serta jalanan menuju Tebing Sepikul sudah baik, tetapi ada beberapa kontur jalan menuju ke lokasi tidak merata. Jika Anda menuju tempat wisata ini memakai kendaraan pribadi usahakan untuk tetap fokus karena jalanan banyak berlubang mulai dari lubang kecil sampai besar. Namun jangan khawatir ketika merasa lelah selama perjalanan, Anda akan terbayar lunas dengan keindahan Gunung Sepikul serta suasana masyarakat sekitar yang ramah terhadap pengunjung.
Daya Tarik Via Ferrata
Puncak Gunung Sepikul merupakan sensasi yang menjadi tujuan yang tidak bisa ditawar oleh para pendaki. Pesona dan keindahannya menjadi incaran para pendaki, baik pendaki penduduk lokal maupun wisatawan asing. Terlebih lagi untuk mencapai puncak, pemanjat dapat memanfaatkan dengan Via Ferrata. Ferrata merupakan teknik panjat tebing yang menggunakan tangga besi yang tertancap pada dinding batu. Sementara Via Ferrata sendiri berasal dari Bahasa Itali yang berarti jalan besi. Sehingga para pemianjat melalui tebing-tebing yang diberi besi-besi sebagai jalur mendakinya. Selain itu, jalur tebing ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah profesional saja, tetapi bagi masyarakat awam, yang menyukai dunia Adventure. Dengan teknik tersebut, petualangan menuju puncak gunung menjadi mudah dinikmati siapa saja dengan sangat seru.
Pada umumnya, memanjat tebing membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Namun dengan menggunakan Via Ferrata, pemanjat dapat dengan mudah sampai ke puncak tanpa mengurangi adventure dan adrenalinnya. Menurut Mada Indra, salah seorang Operator Via Ferrata Tebing Sepikul, “ Jalur Via Ferrata di Trenggalek ini mulai dibangun sejak Juni 2017, dan panjangnya mencapai 150 meter.” Mada menambahkan, "Keamanan Via Ferrata cukup terjamin karena setiap orang yang akan memanjat wajib melengkapi diri dengan peralatan standar keamanan. Mulai dari helm,lanyard, harness. Selain itu di sepanjang jalur pendakian dilengkapi juga tali baja. Bahkan rencananya operator akan menambah ketinggian jalur hingga mencapai lebih dari 200 meter."
Di Indonesia, panjat tebing dengan menggunakan Via Ferrata baru ada dua. Pertama, panjat tebing ini populer di Tebing Parang, Purwakarta-Jawa Barat, dan yang kedua di Tebing Sepikul, Watulimo-Trenggalek sendiri. Bahkan Gunung Sepikul sendiri sengaja dipilih dan dikenal sejak tahun 1980-an. Namun, di Medio 2000, Gunung Sepikul dikenal oleh pemanjat Nasional maupun Internasional. Tentu yang ditawarkan dari destinasi wisata ini adalah cukup menantang dan keindahan panorama alam di sekitar gunung. Oleh karena itu, Tebing Sepikul adalah salah satu destinasi favorit bagi para pemanjat tebing di Indonesia.[]
Ket: tulisan ini pertama kali disarikan di watulimobersuara.com
إرسال تعليق