Sebagian besar anak-anak di dunia ini memiliki mimpi ingin menaklukkan dunia. Mimpi yang ingin mereka gapai itu banyak macamnya. Ada yang ingin jadi presiden, menteri, dokter, tentara, polisi, guru dan masih banyak lagi cita-cita atau mimpi yang diwujudkan. Namun, di antara mimpi-mimpi tersebut, tentu terselip mimpi dari seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola.
Sepak bola merupakan sebuah permainan bagi anak-anak yang mereka mainkan di saat menunggu giliran nggaji sorogan, waktu istirahat di sekolah dasar, serta menunggu azan magrib berkumandang. Jika bagi orang dewasa menyebut bukan permainan tetapi pertandingan, akan tetapi bagi anak-anak, sepak bola adalah permainan yang menghibur dan mampu mengakrabkan semua teman, baik dari teman satu lingkungan maupun beda lingkungan.
Sepak bola bagi anak-anak lebih sekadar permainan. Sepak bola adalah tujuan mimpi yang harus ia kejar. Setelah bermain di sepetak lahan kosong atau di halaman teras depan rumah, bagi anak beranjak dewasa bermain di rumput yang terawat dan bersepatu branded adalah tujuan utama. Menjadi idola di atas lapangan dan poto bersama sebelum melakoni pertandingan 2 x 45 menit adalah cita-citanya.
Namun tak dipungkiri, sebuah cita-cita tak serta merta hadir tanpa ada rangsangan, sajian dan inspirasi dari luar. Salah satu sajian yang menginspirasi banyak anak di dunia, yang lahir di era tahun 90-an--tidak lain, tidak bukan adalah sebuah tontonan yang diangkat dari manga karya Yoichi Takahashi. Lewat jalan cerita yang epik dan menarik, pertandingan sepak bola menjadi sangat seru. Di serial kartun ini kita begitu terhibur dengan sajian sepak bola. Dengan adegan yang kadang tak masuk akal, seperti tendangan sambil teriak (Drive Shoot),"Tendangan Macan", serta gerakan-gerakan lain yang mungkin bagi pesepakbola profesional pun tak bisa menirukan gerakan salto atau manuver di atas udara dengan dialog.
Tidak sedikit anak-anak yang lahir di tahun 80-an dan 90-an, terinspirasi dari sebuah anime yang berasal dari Negara Sakura, Jepang ini. Anime ini adalah Tsubasa, lebih lengkapnya adalah Tsubasa Oozora. Anime bergenre spot ini ternyata bisa membangkitkan gairah dan semangat anak-anak mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola profesional. Tokoh Tsubasa merupakan tokoh fiksi yang sangat menginspirasi anak-anak menggapai mimpi-mimpi bermain sepak bola.
Lantas siapa Tsubasa Oozora? Seorang anak muda yang berbakat bermain sepakbola. Ia adalah pemain terhebat yang pernah lahir di dunia animanga. Seorang pemuda yang lahir dari desa yang mampu memperjuangkan mimpi-mimpi menembus dunia internasional. Manga yang diciptakan oleh Yoichi Takahashi pada tahun 1981 ini mampu menginspirasi anak-anak di dunia.
Di Spanyol animasi ini dikenal dengan nama Oliver y Benji (Oliver dan Benji). Hasilnya muncul pemain kondang macam Andres Iniesta dan Fernando Torres. Mereka terang terangan ter inspirasi dari anime tersebut. Di Italia kartun ini dikenal dengan nama Holly y Benji (Holly dan Benji) yang menginspirasi Pangeran Turin, Alessandro Del Piero.
Zidane merupakan seorang maestro di lapangan hijau. Seperti dilansir webmagazine.com, Zinedine Zidane kecil sering membaca manga Tsubasa. Saat dewasa dan berkarier sebagai pemain sepak bola profesional, Zidane telah berhasil merebut hampir seluruh piala yang tersedia. Mulai dari Liga Champions, Piala Dunia, hingga gelar Pemain Terbaik FIFA sebanyak 3 kali. Pria yang kini melatih klub Real Madrid itu mungkin tak akan pernah terjadi jika dirinya tak mengetahui animanga Captain Tsubasa.
Selain pemain France tersebut juga ada pemain Spanyol, Andreas Iniesta. Di balik kehebatan Lionel Messi di Barcelona, ada sosok Iniesta yang menyokong dengan umpan-umpan memanjakan. Siapa sangka, jika skill olah bola Iniesta tersebut berasal dari tontonan favoritnya, Captain Tsubasa. Bahkan di tahun 2016, seperti dirilis oleh Barca Stuff, Iniesta terlihat dan diungkap dari foto-foto bahwa Iniesta sangat mengagumi karakter-karakter di animanga Captain Tsubasa dengan memakai jersey khas di serial tersebut.
Bahkan sepakbola Jepang bisa berubah banyak gara-gara serial animasi ini. Banyak punggawa timnas Matahari terbit yang terinspirasi dari kartun ini. Hidetoshi Nakata, Keisuke Honda, Shinji Kagawa adalah anak anak yang terisnspirasi dari serial yang dibuat oleh Yoichi Takahashi ini dan bisa sukses sampai ke Eropa, yang terbaru adalah 'Messi-nya Jepang' yakni Takefusa Kubo di Real Madrid, serta Hikori Abe di Barcelona. Jika di serial Kapten Tsubasa kita mengenal duet Timnas Jepang Tsubasa Oozora dan Hyuga, di masa yang akan datang tidak dipungkiri akan ada duel El-Clasico mereka berdua. Captain Tsubasa Oozora menceritakan seorang anak yang memiliki mimpi menjadi pesepakbola terhebat dan membawa Jepang menjadi juara Piala Dunia.
Tentu untuk mencapai tujuannya tersebut, Tsubasa harus melalui beragam rintangan dan petualangan seru. Dan seperti cerita manga pada umumnya, banyak keajaiban dan hal gak logis yang turut mengiringi perjalanan Tsubasa. Mulai dari tendangan jarak jauh yang benar-benar merobek jaring gawang sampai menahan tendangan macan dari Hyuga. Namun terlepas dari itu semua, bahwa Tsubasa Oozora memiliki jika semangat tinggi dalam berlatih dalam mengembangkan bakat dan hobinya bermain bola.
Nah, di tengah carut marut prestasi olahraga di Indonesia, dalam hal ini sepak bola, Captain Tsubasa sangat penting untuk diputar kembali. Anime Kaptem Tsubasa seharusnya menjadi sebuah pelejit semangat untuk menggapai mimpi itu. Semangat si Kapten nomer 10 dan teman temanya itulah yang harusnya ditularkan ke anak anak Indonesia muncul lagi bakat bakat seperti Boaz Solossa, Evan Dimas sampai yang teranyar Egi Maulana Vikri di klub Polandia, Lechia Gdansk, Firza Andika yang di Klub Belgia, AFC Tubize, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani di Pahang FA, Malaysia, Ezra William (RKC Waalwijk) di Belanda Yanto Basna (Sukhothai FC) Thailand, serta Victor Igbonefo (PTT Rayong), yang terbaru adalah Muhammad Hambali Tolib, berhasil mencatatkan gol perdananya untuk klub Kroasia, NK Lokomotiva Zagreb.
Kartun yang mengisahkan sebuah anak yang punya mimpi menjadi pemain terbaik di dunia itu benar-benar memotivasi anak-anak untuk menjadi pemain bola yang hebat. Sebagai anak Indonesia yang memimpikan Indonesia berbicara di kancah Internasional lewat pertandingan sepak bola, maka anak-anak Indonesia tidak lelah-lelahnya untuk terus berlari menendang bola, giat berlatih hingga cita-cita dan mimpi itu terwujud. Hingga banyak anak-anak Indonesia bisa mewujudkan mimpi itu bermain di Internasional menjadi pemain profesional.
Namun untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut baik Egi Maulana Vikri, Witan Sulaeman harus memperjuangkan mimpi-mimpinya di antara bintang-bintang Eropa. Seperti apa yang dikatakan oleh Bung Karno, "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang". Mimpi memang harus diperjuangkan kawan. Semoga kelak Indonesia bisa berbicara dan bisa menembus dunia internasional dan menjadi juara.
Sepak bola merupakan sebuah permainan bagi anak-anak yang mereka mainkan di saat menunggu giliran nggaji sorogan, waktu istirahat di sekolah dasar, serta menunggu azan magrib berkumandang. Jika bagi orang dewasa menyebut bukan permainan tetapi pertandingan, akan tetapi bagi anak-anak, sepak bola adalah permainan yang menghibur dan mampu mengakrabkan semua teman, baik dari teman satu lingkungan maupun beda lingkungan.
Sepak bola bagi anak-anak lebih sekadar permainan. Sepak bola adalah tujuan mimpi yang harus ia kejar. Setelah bermain di sepetak lahan kosong atau di halaman teras depan rumah, bagi anak beranjak dewasa bermain di rumput yang terawat dan bersepatu branded adalah tujuan utama. Menjadi idola di atas lapangan dan poto bersama sebelum melakoni pertandingan 2 x 45 menit adalah cita-citanya.
Namun tak dipungkiri, sebuah cita-cita tak serta merta hadir tanpa ada rangsangan, sajian dan inspirasi dari luar. Salah satu sajian yang menginspirasi banyak anak di dunia, yang lahir di era tahun 90-an--tidak lain, tidak bukan adalah sebuah tontonan yang diangkat dari manga karya Yoichi Takahashi. Lewat jalan cerita yang epik dan menarik, pertandingan sepak bola menjadi sangat seru. Di serial kartun ini kita begitu terhibur dengan sajian sepak bola. Dengan adegan yang kadang tak masuk akal, seperti tendangan sambil teriak (Drive Shoot),"Tendangan Macan", serta gerakan-gerakan lain yang mungkin bagi pesepakbola profesional pun tak bisa menirukan gerakan salto atau manuver di atas udara dengan dialog.
Tidak sedikit anak-anak yang lahir di tahun 80-an dan 90-an, terinspirasi dari sebuah anime yang berasal dari Negara Sakura, Jepang ini. Anime ini adalah Tsubasa, lebih lengkapnya adalah Tsubasa Oozora. Anime bergenre spot ini ternyata bisa membangkitkan gairah dan semangat anak-anak mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola profesional. Tokoh Tsubasa merupakan tokoh fiksi yang sangat menginspirasi anak-anak menggapai mimpi-mimpi bermain sepak bola.
Lantas siapa Tsubasa Oozora? Seorang anak muda yang berbakat bermain sepakbola. Ia adalah pemain terhebat yang pernah lahir di dunia animanga. Seorang pemuda yang lahir dari desa yang mampu memperjuangkan mimpi-mimpi menembus dunia internasional. Manga yang diciptakan oleh Yoichi Takahashi pada tahun 1981 ini mampu menginspirasi anak-anak di dunia.
Di Spanyol animasi ini dikenal dengan nama Oliver y Benji (Oliver dan Benji). Hasilnya muncul pemain kondang macam Andres Iniesta dan Fernando Torres. Mereka terang terangan ter inspirasi dari anime tersebut. Di Italia kartun ini dikenal dengan nama Holly y Benji (Holly dan Benji) yang menginspirasi Pangeran Turin, Alessandro Del Piero.
Zidane merupakan seorang maestro di lapangan hijau. Seperti dilansir webmagazine.com, Zinedine Zidane kecil sering membaca manga Tsubasa. Saat dewasa dan berkarier sebagai pemain sepak bola profesional, Zidane telah berhasil merebut hampir seluruh piala yang tersedia. Mulai dari Liga Champions, Piala Dunia, hingga gelar Pemain Terbaik FIFA sebanyak 3 kali. Pria yang kini melatih klub Real Madrid itu mungkin tak akan pernah terjadi jika dirinya tak mengetahui animanga Captain Tsubasa.
Selain pemain France tersebut juga ada pemain Spanyol, Andreas Iniesta. Di balik kehebatan Lionel Messi di Barcelona, ada sosok Iniesta yang menyokong dengan umpan-umpan memanjakan. Siapa sangka, jika skill olah bola Iniesta tersebut berasal dari tontonan favoritnya, Captain Tsubasa. Bahkan di tahun 2016, seperti dirilis oleh Barca Stuff, Iniesta terlihat dan diungkap dari foto-foto bahwa Iniesta sangat mengagumi karakter-karakter di animanga Captain Tsubasa dengan memakai jersey khas di serial tersebut.
Bahkan sepakbola Jepang bisa berubah banyak gara-gara serial animasi ini. Banyak punggawa timnas Matahari terbit yang terinspirasi dari kartun ini. Hidetoshi Nakata, Keisuke Honda, Shinji Kagawa adalah anak anak yang terisnspirasi dari serial yang dibuat oleh Yoichi Takahashi ini dan bisa sukses sampai ke Eropa, yang terbaru adalah 'Messi-nya Jepang' yakni Takefusa Kubo di Real Madrid, serta Hikori Abe di Barcelona. Jika di serial Kapten Tsubasa kita mengenal duet Timnas Jepang Tsubasa Oozora dan Hyuga, di masa yang akan datang tidak dipungkiri akan ada duel El-Clasico mereka berdua. Captain Tsubasa Oozora menceritakan seorang anak yang memiliki mimpi menjadi pesepakbola terhebat dan membawa Jepang menjadi juara Piala Dunia.
Tentu untuk mencapai tujuannya tersebut, Tsubasa harus melalui beragam rintangan dan petualangan seru. Dan seperti cerita manga pada umumnya, banyak keajaiban dan hal gak logis yang turut mengiringi perjalanan Tsubasa. Mulai dari tendangan jarak jauh yang benar-benar merobek jaring gawang sampai menahan tendangan macan dari Hyuga. Namun terlepas dari itu semua, bahwa Tsubasa Oozora memiliki jika semangat tinggi dalam berlatih dalam mengembangkan bakat dan hobinya bermain bola.
Nah, di tengah carut marut prestasi olahraga di Indonesia, dalam hal ini sepak bola, Captain Tsubasa sangat penting untuk diputar kembali. Anime Kaptem Tsubasa seharusnya menjadi sebuah pelejit semangat untuk menggapai mimpi itu. Semangat si Kapten nomer 10 dan teman temanya itulah yang harusnya ditularkan ke anak anak Indonesia muncul lagi bakat bakat seperti Boaz Solossa, Evan Dimas sampai yang teranyar Egi Maulana Vikri di klub Polandia, Lechia Gdansk, Firza Andika yang di Klub Belgia, AFC Tubize, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani di Pahang FA, Malaysia, Ezra William (RKC Waalwijk) di Belanda Yanto Basna (Sukhothai FC) Thailand, serta Victor Igbonefo (PTT Rayong), yang terbaru adalah Muhammad Hambali Tolib, berhasil mencatatkan gol perdananya untuk klub Kroasia, NK Lokomotiva Zagreb.
Kartun yang mengisahkan sebuah anak yang punya mimpi menjadi pemain terbaik di dunia itu benar-benar memotivasi anak-anak untuk menjadi pemain bola yang hebat. Sebagai anak Indonesia yang memimpikan Indonesia berbicara di kancah Internasional lewat pertandingan sepak bola, maka anak-anak Indonesia tidak lelah-lelahnya untuk terus berlari menendang bola, giat berlatih hingga cita-cita dan mimpi itu terwujud. Hingga banyak anak-anak Indonesia bisa mewujudkan mimpi itu bermain di Internasional menjadi pemain profesional.
Namun untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut baik Egi Maulana Vikri, Witan Sulaeman harus memperjuangkan mimpi-mimpinya di antara bintang-bintang Eropa. Seperti apa yang dikatakan oleh Bung Karno, "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang". Mimpi memang harus diperjuangkan kawan. Semoga kelak Indonesia bisa berbicara dan bisa menembus dunia internasional dan menjadi juara.
إرسال تعليق