Sudahkah Anda pergi di suatu keramaian (baca: toko baju)? Pertanyaan ini layaknya tepat saya utarakan mengingat bulan Ramadhan tinggal menghitung hari meninggalkan kita. Di toko-toko pakaian, kita pasti akan menjumpai banyak orang yang ingin mempercantik tampilan diri. Hingga berjubel, berhimpitan, berdempet-dempet. Atau malah anak dari seorang ibu hilang di tengah keramaian toko sandangan tersebut. Barangkali, sebagai ibu pernah mengalami demikian. Hari-hari seperti ini swalayan, mall, atau toko-toko pakaian telah ramai-ramainya menawarkan beragam jenis dan merk kepada pelanggan. Tidak dipungkiri menawarkan diskon gede-gede-an atau malah cuci gudang untuk menarik minat pengunjung.
Diskon seperti itu memang mengiurkan. Apabila, masyarakat kita cenderung konsumtif, adanya diskon gede seperti itu, matanya, ya, merek melek. Bagi mereka, (termasuk saya) manakala ada bonus yang ditawarkan tidak menutupkemungkinan juga memiliki hasrat untuk memiliki. Rasanya, nafsu ini menambah daftar koleksi-- katakanlah baju pun tak terbendung. Padahal, koleksi baju di almari berjubel, bak ikan pindang di hangeri. Namun, hasrat untuk mengerem sulit terealisasi. Pengen memborong semua yang telah dibandroli diskon tersebut.
Datangnya bulan suci Ramadhan memang di nanti-nantikan kehadiran bagi orang muslim di Indonesia maupun masyarakat dunia. Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang memberikan banyak layanan hingga bentuk diskon gede-gede-an bagi yang menjalankan ibadah hablum minallah dan hablum minanas. Layanan dengan ibadah kepada Allah SWT itu seperti ibadah secara individu; bertadabur dengan menyembah Allah dengan berbagai macam bentuk. Ibadah hablum minallah bisa ditempuh dengan bertadarus al-Qur'an, melaksanakan ibadah puasa, melaksanakan sholat lima waktu, sholat tarawih, sholat witir, hingga ibadah sunnah dan, termasuk sholat malam lainnya. Semua mengharapkan ridha dari-Nya.
Sementara hablum minanas, kita bisa berbagi rejeki kepada sesama termasuk orang yang kurang mampu. Bersedekah di bulan puasa maka dilipatgandangkan rezekinya. Sesungguhnya, esensi dari bersedekah adalah saling tolong-menolong, saling sayang-menyayangi, saling kasih-mengasihi, dan saling peduli. Maka tidak heran jika di bulan Ramadhan ini banyak hamba Allah Ta'ala memberikan takjil gratis. Jika dipikir, betapa banyak uang yang dikeluarkannya? Bonus yang akan diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang telah berbuat baik maka berlipatgandalah pahalanya. Namun, karena semua kemudahan dan kemuliaan Allah mendapat bonus dari-Nya kemudian kita mengharapkan pahala dan berharap lipatgandaannya, maka ibadah tersebut bukan mencari ridha-Nya tetapi atas latarbelakang motif. Motif karena ada tensensi sesuatu yang akan diinginkan. Maka ibadah pun rasanya tidak nikmat jika secepatnya mendapat bonus-Nya.
Bulan Ramadhan, bulan di mana bulan penuh diskon yang ditawarkan kepada masyarakat muslimin di belahan bumi. Di mana diskon yang dijanjikan oleh-Nya tidak kalah dengan diskon toko-toko 'asesoris' jasmani. Malah, diskon bulan Ramadhan lebih gede, dan memang sangat besar yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Barangkali, jika manusia diberi tahu keagungan Allah SWT akan keutamaan puasa, maka manusia tidak akan mau bekerja hingga menghidupi keluarganya pun tak sudi. Bisa jadi, orang pun tidak akan mengurusi kesehatannya sendiri.
Bulan Ramadhan adalah salah satu yang ditunggu-tunggu safa'atnya bagi masyarakat universal. Karena, di bulan suci ini, semua amalan maupun ibadah dilipatgandakan. Serta bulan diturunkannya al-Qur'an. Di mana jika membaca maka akan mendapat sepuluh pahala, dan dibukanya pintu surga (Syahr ar-Rahmah), di mana bulan yang membuka lebar-lebar pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu.
Bulan pengampunan (Syahr an-Najat). Orang yang menjalankan perintah Allah SWT di bulan Ramadhan karena keimanannya dan mengharapkan ridha dari Allah, untuknya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bagaimana sampai di sini, masih kurang dengan diskon yang ditawarkan oleh Allah SWT? Baik, mari kita gali keberkahan bulan puasa ini. Sejatinya, Allah Ta'ala sedang cuci gudang besar-besar kepada hambanya yang sholeh, yang meringankan langkah dan badannya untuk menjalankan perintah-Nya.
Bulan puasa adalah bulan agung setelah kita melalui sebelas bulan tanpa jeda melakukan intropeksi diri. Di bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah dengan beragam diskon. Pahala yang diberikan dilipatgandakan (Syahr Allah).
Yang tidak kalah penting. Di sepuluh malam terakhir bulan puasa, Allah memberikan cuci gudang dengan malam Lailatul Qadar.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (Qs al-Qadr [97]: 1-3)
Oleh karena itu, di sepuluh malam terakhir kita selayaknya berbondong-bondong mencari diskon besar-besaran dari Allah Ta'ala. Bukan di sepuluh terakhir beriktikaf di toko-toko pakaian dan toko jajanan. Dari penjelasan di atas bagaimana Allah memberikan kemuliaan dan keberkahan. Selama sebelas bulan tanpa jeda kita sering melanggar perintah Allah, maka memberikan diskon untuk memperbaiki diri.
Dengan berpuasa, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menata kembali diri kita. Dengan berpuasa, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menata kembali diri kita. Dengan berpuasa, khususnya Ramadhan, Allah memberikan momen khusus untuk manusia agar bisa bertaubat, mengurangi dosa, sehingga bisa suci di hari yang fitri nanti. Itu semua adalah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Namun kita senantiasa mengkhianati Allah, bahkan mempermainkan-Nya dengan melaksanakan puasa seenaknya; secara fisik terlihat puasa, namun secara batin--sesungguhnya--sama sekali tidak puasa. Jadi, sudahkah kita memanfaatkan bulan, di mana bulan penuh diskon dan kemudahan ini.[]
Tm, 13/7/'15
Diskon seperti itu memang mengiurkan. Apabila, masyarakat kita cenderung konsumtif, adanya diskon gede seperti itu, matanya, ya, merek melek. Bagi mereka, (termasuk saya) manakala ada bonus yang ditawarkan tidak menutupkemungkinan juga memiliki hasrat untuk memiliki. Rasanya, nafsu ini menambah daftar koleksi-- katakanlah baju pun tak terbendung. Padahal, koleksi baju di almari berjubel, bak ikan pindang di hangeri. Namun, hasrat untuk mengerem sulit terealisasi. Pengen memborong semua yang telah dibandroli diskon tersebut.
Datangnya bulan suci Ramadhan memang di nanti-nantikan kehadiran bagi orang muslim di Indonesia maupun masyarakat dunia. Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang memberikan banyak layanan hingga bentuk diskon gede-gede-an bagi yang menjalankan ibadah hablum minallah dan hablum minanas. Layanan dengan ibadah kepada Allah SWT itu seperti ibadah secara individu; bertadabur dengan menyembah Allah dengan berbagai macam bentuk. Ibadah hablum minallah bisa ditempuh dengan bertadarus al-Qur'an, melaksanakan ibadah puasa, melaksanakan sholat lima waktu, sholat tarawih, sholat witir, hingga ibadah sunnah dan, termasuk sholat malam lainnya. Semua mengharapkan ridha dari-Nya.
Sementara hablum minanas, kita bisa berbagi rejeki kepada sesama termasuk orang yang kurang mampu. Bersedekah di bulan puasa maka dilipatgandangkan rezekinya. Sesungguhnya, esensi dari bersedekah adalah saling tolong-menolong, saling sayang-menyayangi, saling kasih-mengasihi, dan saling peduli. Maka tidak heran jika di bulan Ramadhan ini banyak hamba Allah Ta'ala memberikan takjil gratis. Jika dipikir, betapa banyak uang yang dikeluarkannya? Bonus yang akan diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang telah berbuat baik maka berlipatgandalah pahalanya. Namun, karena semua kemudahan dan kemuliaan Allah mendapat bonus dari-Nya kemudian kita mengharapkan pahala dan berharap lipatgandaannya, maka ibadah tersebut bukan mencari ridha-Nya tetapi atas latarbelakang motif. Motif karena ada tensensi sesuatu yang akan diinginkan. Maka ibadah pun rasanya tidak nikmat jika secepatnya mendapat bonus-Nya.
Bulan Ramadhan, bulan di mana bulan penuh diskon yang ditawarkan kepada masyarakat muslimin di belahan bumi. Di mana diskon yang dijanjikan oleh-Nya tidak kalah dengan diskon toko-toko 'asesoris' jasmani. Malah, diskon bulan Ramadhan lebih gede, dan memang sangat besar yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Barangkali, jika manusia diberi tahu keagungan Allah SWT akan keutamaan puasa, maka manusia tidak akan mau bekerja hingga menghidupi keluarganya pun tak sudi. Bisa jadi, orang pun tidak akan mengurusi kesehatannya sendiri.
Bulan Ramadhan adalah salah satu yang ditunggu-tunggu safa'atnya bagi masyarakat universal. Karena, di bulan suci ini, semua amalan maupun ibadah dilipatgandakan. Serta bulan diturunkannya al-Qur'an. Di mana jika membaca maka akan mendapat sepuluh pahala, dan dibukanya pintu surga (Syahr ar-Rahmah), di mana bulan yang membuka lebar-lebar pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu.
Bulan pengampunan (Syahr an-Najat). Orang yang menjalankan perintah Allah SWT di bulan Ramadhan karena keimanannya dan mengharapkan ridha dari Allah, untuknya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bagaimana sampai di sini, masih kurang dengan diskon yang ditawarkan oleh Allah SWT? Baik, mari kita gali keberkahan bulan puasa ini. Sejatinya, Allah Ta'ala sedang cuci gudang besar-besar kepada hambanya yang sholeh, yang meringankan langkah dan badannya untuk menjalankan perintah-Nya.
Bulan puasa adalah bulan agung setelah kita melalui sebelas bulan tanpa jeda melakukan intropeksi diri. Di bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah dengan beragam diskon. Pahala yang diberikan dilipatgandakan (Syahr Allah).
Yang tidak kalah penting. Di sepuluh malam terakhir bulan puasa, Allah memberikan cuci gudang dengan malam Lailatul Qadar.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (Qs al-Qadr [97]: 1-3)
Oleh karena itu, di sepuluh malam terakhir kita selayaknya berbondong-bondong mencari diskon besar-besaran dari Allah Ta'ala. Bukan di sepuluh terakhir beriktikaf di toko-toko pakaian dan toko jajanan. Dari penjelasan di atas bagaimana Allah memberikan kemuliaan dan keberkahan. Selama sebelas bulan tanpa jeda kita sering melanggar perintah Allah, maka memberikan diskon untuk memperbaiki diri.
Dengan berpuasa, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menata kembali diri kita. Dengan berpuasa, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menata kembali diri kita. Dengan berpuasa, khususnya Ramadhan, Allah memberikan momen khusus untuk manusia agar bisa bertaubat, mengurangi dosa, sehingga bisa suci di hari yang fitri nanti. Itu semua adalah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Namun kita senantiasa mengkhianati Allah, bahkan mempermainkan-Nya dengan melaksanakan puasa seenaknya; secara fisik terlihat puasa, namun secara batin--sesungguhnya--sama sekali tidak puasa. Jadi, sudahkah kita memanfaatkan bulan, di mana bulan penuh diskon dan kemudahan ini.[]
Tm, 13/7/'15
إرسال تعليق