Saya sesungguhnya bukan besar dari lingkungan panggung teater. Apalagi ikut terlibat dan berjibaku dalam proses pementasan teater atau musikalitas lainnya. Namun setan mana yang menggelayuti diri saya ini, sehingga saat nonton pertunjukan maupun sedang melihat orang-orang latihan teater, saya seolah ikut merasakan hegemoni bahkan hanyut dalam suasana yang teman-teman perankan. Kreatifitasnya dan perannya memang sangat nyeni dan kaya. Teater memang sebagai alat kritik kepaada siapa saja yang ada di depannya.
Terlebih kreatifitas dan imaji teman-teman di panggung teater tidak bisa dianggap remeh. Mereka memperagakan setiaap watak dalam cerita begitu menonjol. Ia seolah sedang menjadi diri sendiri bukan orang lain.
Selain itu, ketertarikan pada suatu teater ruangan maupun di luar adalah organem-organem yang ditampilkan. Seolah pagelaran treatikal teater ini jadi semakin hidup dan berwarna. Berbagai ornamen, lampu penghias dan patron-patron pendukung selalu mengisi panggung teater. Hal tersebut adalah cara para seniman menyampaikan pesan yang bermakna, selain watak dan dialog oleh para pemain.
Secara harfiah, Teater Adab dibedakan menjadi 2, yaitu Teater dan Adab. Kata teater dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki artian banyak varian arti, diantaranya; 1). Gedung atau ruangan tempat pertunjukkan film, sandiwara dsb; 2). Ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau peragaan ilmiah; 3). Pementasan drama sebagai suatu kesenian atau profesi; seni drama; sandiwara; drama.
Sedangkan kata Adab sendiri dalam kamus (KBBI) sendiri memiliki makna "kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak". Kata adab memiliki imbuhan kata antara lain: - beradab yaitu 1). Mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan. 2). Telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. - Dan peradaban 1). Kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. 2). Hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu negara.
Senada dengan KBBI, Syed Muhammad Naquid Al-Attas (1996) menyebutkan kata adab perluasan dari makna Addaba. Bila maknanya dikaitkan satu sama lain, akan menunjukkan pengertian pendidikan yang integritas, yang di antaranya memiliki makna-makna tersebut yakni kesopanan, keramahan, dan kehalusan budi pekerti. Oleh karena itu, makna adab identik dengan akhlak.
Meski begitu pada kenyataan sangat berbeda. Hal ini karena pada bulan-bulan terakhir, wajah pendidikan Indonesia digemparkan oleh berita bahwa sastrawan Indonesia melakukan tindak asusila terhadap mahasiswi di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia.
Saya sangat yakin itu urusan personal bukan urusan atas nama sastrawan atau pun yang lain. Nah, saya menaruh keyakinan bahwa lewat gemblengan teater adab ini mahasiswa-mahasiswi mendapatkan pelajaran dan bener-bener belajar sehingga ia menjadi orang yang bijaksana.
Oleh karena itu, tidak tutup kemungkinan teman-teman Teater Adab mampu menampilkan dan menyampaikan pesan dan makna dalam setiap pentasnya akan nilai-nilai positif. Sehingga memberi pencerahan terhadap tokohnya sendiri maupun masyarakat yang melihatnya. Dan semoga kedepan mahasiswa-mahasiswi yang dahulu berproses kita menjadi orang yang bijak dan berakhlak.
Kediri, 7/1/2014, diupdate di Sby 08/10/2018
Terlebih kreatifitas dan imaji teman-teman di panggung teater tidak bisa dianggap remeh. Mereka memperagakan setiaap watak dalam cerita begitu menonjol. Ia seolah sedang menjadi diri sendiri bukan orang lain.
Selain itu, ketertarikan pada suatu teater ruangan maupun di luar adalah organem-organem yang ditampilkan. Seolah pagelaran treatikal teater ini jadi semakin hidup dan berwarna. Berbagai ornamen, lampu penghias dan patron-patron pendukung selalu mengisi panggung teater. Hal tersebut adalah cara para seniman menyampaikan pesan yang bermakna, selain watak dan dialog oleh para pemain.
Tater biasa menyuguhkan paparan cerita kejadian masa lampau, peristiwa yang telah terjadi. Teater juga kerab dijadikan alat kritik terhadap kebijakan yang tidak sesuai dan tidak pro rakyat. Dari drama atas kejadian itulah kiranya, teater seolah jadi alat control of goverment.
***
Seperti yang sudah saya katakan di atas, saya memang--seingat saya--belum pernah bermain bersama teman-teman. Padahal sejak dalu, teater memang sudah dimainkan oleh masyarakat dalam menyampaikan cerita atau folklor setempat. Saya memang sejak SD sudah mendengar kata teater. Tetapi terlintas sejenak saya untuk ikut terlibat dalam proses kreatif pun ada.
Sekali lagi, kalau tidak salah ingat, saya ini merupakan salah satu generasi tanpa pelajaran kesenian. Entah bagaimana kurikulumnya saat itu, mata pelajaran kesenian tidak diterapkan di sekolah saya pada waktu itu. Kalau pun ada barangkali saya disuruh menghafal angka-angka kejadian, tanggal lahir tokoh pahlawan atau pun angka-angka hari besar saja.
Sekali lagi, kalau tidak salah ingat, saya ini merupakan salah satu generasi tanpa pelajaran kesenian. Entah bagaimana kurikulumnya saat itu, mata pelajaran kesenian tidak diterapkan di sekolah saya pada waktu itu. Kalau pun ada barangkali saya disuruh menghafal angka-angka kejadian, tanggal lahir tokoh pahlawan atau pun angka-angka hari besar saja.
Yang saya dapat setiap hari di bangku sekolah adalah pelajaran-pelajaran yang akan diujikan pada ujian nasional (UN) nanti. Mata pelajaran yang digemblengkan kepada saya itu antara lain Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ketiga mata pelajaran ini wajib hukumnya dicekokkan pada bathuk (otak) saya dari pagi hari sampai siang hari. Selebihnya pelajaran umum.
Di tingkatan pendidikan lebih tinggi seperti Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mata pelajaran juga jauh dari mata pelajaran itu. Sehingga saya ini merupakan salah satu produk gagal dalam mata pelajaran sejarah. Karena pelajaran kesenian atau kebudayaan tidak lebih penting dari pada mata pelajaran yang diujikan di ujian nasional.
Begitu pun saat saya melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Saya juga mengambil fakultas yang jauh dari kata sejarah--meski sejarah itu sangat global--, yakni Fakultas Pendidikan. Lebih tepatnya adalah Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Sebuah jurusan yang mendidik calon-calon guru olah raga.
Kembali lagi di dunia teater, meski duduk di bangku perkuliahan di dunia pendidikan saya tetap jauh di dunia teater. Yang saya lakukan sebagai pertanggungjawaban sebagai calon guru pendidikan adalah tahu dan mengerti ukuran lapangan-lapangan yang digunakan dalam olah raga.
Keinginan dan ketertarikan pada dunia teater itu adalah saat saya melihat salah satu teman saya, Khafid memperagakan salah satu cerita dalam drama teater PTMB 2013. PTMB itu digelar di GOR Joyoboyo Kediri. Ia dengan balutan busana yang sedikit 'lucu dan aneh', membuat saya semakin tergiur untuk ikut bergabung.
Penasaran saya terhadap dunia teater sebenarnya terjawab. Saya keinginan untuk bergabung pada sebuah UKM kampus terbentur atas jurusan yang saya ambil. Prodi olah raga--meski tidak dilarang--rasanya untuk menerima sangat sulit. Itu menurut pandangan saya pribadi. Meski terbentur atas jurusan saya, sebagai pelipur lara atas gagalnya saya bergabung dengan UKM teater, kemudian saya mencari pengertian atas nama Teater Adab itu.
Lantas apa makna dari Teater Adab tersebut?
Secara harfiah, Teater Adab dibedakan menjadi 2, yaitu Teater dan Adab. Kata teater dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki artian banyak varian arti, diantaranya; 1). Gedung atau ruangan tempat pertunjukkan film, sandiwara dsb; 2). Ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau peragaan ilmiah; 3). Pementasan drama sebagai suatu kesenian atau profesi; seni drama; sandiwara; drama.
Sedangkan kata Adab sendiri dalam kamus (KBBI) sendiri memiliki makna "kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak". Kata adab memiliki imbuhan kata antara lain: - beradab yaitu 1). Mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan. 2). Telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. - Dan peradaban 1). Kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. 2). Hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu negara.
Senada dengan KBBI, Syed Muhammad Naquid Al-Attas (1996) menyebutkan kata adab perluasan dari makna Addaba. Bila maknanya dikaitkan satu sama lain, akan menunjukkan pengertian pendidikan yang integritas, yang di antaranya memiliki makna-makna tersebut yakni kesopanan, keramahan, dan kehalusan budi pekerti. Oleh karena itu, makna adab identik dengan akhlak.
Meski begitu pada kenyataan sangat berbeda. Hal ini karena pada bulan-bulan terakhir, wajah pendidikan Indonesia digemparkan oleh berita bahwa sastrawan Indonesia melakukan tindak asusila terhadap mahasiswi di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia.
Saya sangat yakin itu urusan personal bukan urusan atas nama sastrawan atau pun yang lain. Nah, saya menaruh keyakinan bahwa lewat gemblengan teater adab ini mahasiswa-mahasiswi mendapatkan pelajaran dan bener-bener belajar sehingga ia menjadi orang yang bijaksana.
Teater adab ini semoga menjadi tempat bagi orang-orang yang ingin belajar dengan serius, baik serta mampu terhindar dari perilaku-perilaku yang menyimpang seperti berita yang cukup mengejutkan itu. Lewat sentuhan teman-teman di Teater Adab ini mereka mejadi pribadi yang luhur dari budi pekerti yang baik, tata ucapan dan tingkah laku yang baik pula.
Meski saya tidak bisa tergabung dalam gerombolan dunia teater--dalam hal ini teater adab, saya memiliki keyakinan bahwa teater adab sangat progesif dan aktif dalam memperjuangkan mahasiswa yang sedang berproses itu.
Oleh karena itu, tidak tutup kemungkinan teman-teman Teater Adab mampu menampilkan dan menyampaikan pesan dan makna dalam setiap pentasnya akan nilai-nilai positif. Sehingga memberi pencerahan terhadap tokohnya sendiri maupun masyarakat yang melihatnya. Dan semoga kedepan mahasiswa-mahasiswi yang dahulu berproses kita menjadi orang yang bijak dan berakhlak.
Kediri, 7/1/2014, diupdate di Sby 08/10/2018
إرسال تعليق