Ra Satria, ra dicinta? Sebuah ungkapan penuh wagu dan mengherankan. Apa iya, jika bukan motor Suzuki Satria Fu 150, maka kita tidak dicintai oleh pasangan. Tentu hal tersebut sungguh mengherankan dan memilukan. Tersebab, sebuah nilai kesetiaan diukur dengan sebuah tunggang milik pasangan kita? Jika memang iya, ya harus bagaimana lagi. Ya memang seperti itu keadaannya.
Jika kalian pernah mengalami hal yang demikian, tentu tidak beda jauh dengan apa yang saya alami di medio 2012. Di tahun itu, saya pernah mengalami yang namanya kisah percintaan harus ditakar dahulu dengan apa yang kita miliki.
Di mana untuk memuluskan siasat untuk mendekati seseorang, saya pinjam motor adik saya. kebetulan banget, motor adik saya adalah Satria F 150. Sementara motor saya sendiri, kalau tidak salah saat itu motor Jupiter Z warna biru. Namun perjuangan mendapatkan motor Jupiter Z ini tidak kalah dengan motor Satria F 150.
Tersebab, untuk membelikan motor Jupiter Z ini, bapak saya harus menjual motor kesayangan Supra 125. Motor ini dari hasil pinjaman dari saudaranya. Namun akhirnya motor itu 'raib' di tangan pembeli demi seorang anak tak tahu diri. Setelah mendapatkan motor Jupiter Z, ternyata ke-ganten-an saya tidak bertambah. Kalau pun mundak (Jawa: tambah) beberapa sret saja. Tidak mempengaruhi ke-cool-an, ke-ganteng-an, ke-cakep-an atau sebutan lain. Terserah kalian merepresentasikan nilai tambah dari seorang cowok di masa puber itu?
Setelah tahu diri, meski sudah ada tumpangan masih saja tak ada nilai lebih. Saat itu juga, saya harus mencari strategi lain. Jalan satu-satu yang tidak membutuhkan banyak modal banyak adalah pinjam saudara sendiri. Yakni motor adik saya sendiri. Memang bener apa kata pepatah Zimbabwe klasik, "jika kamu mau berusaha, maka di situlah jalan lain selalu terbuka untuk memuluskan kelicikanmu."
Pepatah Jawa ini saya yakini jadi jawab dari kegelisahan saya beberapa hari. Jalan lain ini adalah pinjaman dari saudara saya sendiri. Yakni sebuah motor Suzuki second Satria F 150 warna merah. Sebagai anak laki paling hits pada masanya. Tentu tampilan motor itu berbeda dengan tampilan standarnya. Jika tampilan standar motor itu berpelek bukan ruji, di tangan pemuda puber, maka motor itu berubah jadi ruji nan rijik dan jok yang diseset (ditipiskan sponnya).
Selain itu, menurut cerita konyol anak-anak muda di masanya, jok yang diseset itu merupakan salah satu cara untuk memuluskan dan merasakan getaran dari sebuahtonjokan tonjolan di sebuah permukaan tertentu. Jadi untuk memuaskan keinginan-tahuannya maka cara itulah yang digunakan. Tapi nyatanya saat saya menggunakan motor itu. Apa yang saya rasakan berbanding terbalik. Tersebab--maaf--bokong panas, boyok tambah capek, jok makin licin dan tangan merengkeleng menahan dorongan dari belakang karena kontur jok tidak rasa.
Sementara bagi sebagian cewek yang telah merasakan kenikmatan menaiki atau dibonceng jok tipis, maka ia akan menganggap cowok tersebut akan mencari kesempatan. Apalagi saat di jalanan turunan, kemudian si cowok tersebut ngeremnya agak di gimana gitu, maka anggap cowok tersebut golek bathi.
"Nyapo kok rem dadak-dadak. Arep golek bathi apa piye?" keluhnya saat cewek bercerita pada temannya.
Tampilan itu diyakini anak muda pada zaman mampu mengubah ke-cool-an tumpangannya. Pamornya pun juga akan naik. Maka untuk memikat hati seorang gadis. Modifikasi adalah harga mati. Melihat tampilan itu, saya harus bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Saya pinjamlah motor itu. Saya bawa ke kampus si doi. Dengan dandanan necis dan tumpangan--anggap saja--paling sporty. Saya makin pede. Pamor makin naik. Mboh lek wong liyo anggep ora? hahaaha. Saya pun ajak beberapa gerombolan dari si gadis itu di warung Bakso. Mereka saya traktir semua. Saat ingin menyodorkan uang ke kasir dan melihat isi dompet semakin tebal penuh kwitansi. Di saat itulah keinginan dan modal tidak pernah tahu kondisi perekonomian lokal.
Meski modal saya dadal duwal, tetapi keinginan untuk mendekati si doi mulai ada hasilnya dan makin ada sinyal-sinyal positif. Malah sinyal akan jadian mulai kenyataan. Namun motor legend itu sudah raib pula. Motor itu sudah dijual dan jadi tumbal untuk memuluskan keinginan adik saya untuk menikmati motor Vixion versi baru.
Nah, karena motor Satria itulah kami sering bermain bersama dan langgeng hingga sekarang. Sebuah motor legenda yang mengantarkan saya pada puncak sebuah pencarian hidup. Semoga legenda motor tersebut--meski punya adik--baik-baik saja bersama bos barunya.
Jika kalian pernah mengalami hal yang demikian, tentu tidak beda jauh dengan apa yang saya alami di medio 2012. Di tahun itu, saya pernah mengalami yang namanya kisah percintaan harus ditakar dahulu dengan apa yang kita miliki.
Di mana untuk memuluskan siasat untuk mendekati seseorang, saya pinjam motor adik saya. kebetulan banget, motor adik saya adalah Satria F 150. Sementara motor saya sendiri, kalau tidak salah saat itu motor Jupiter Z warna biru. Namun perjuangan mendapatkan motor Jupiter Z ini tidak kalah dengan motor Satria F 150.
Tersebab, untuk membelikan motor Jupiter Z ini, bapak saya harus menjual motor kesayangan Supra 125. Motor ini dari hasil pinjaman dari saudaranya. Namun akhirnya motor itu 'raib' di tangan pembeli demi seorang anak tak tahu diri. Setelah mendapatkan motor Jupiter Z, ternyata ke-ganten-an saya tidak bertambah. Kalau pun mundak (Jawa: tambah) beberapa sret saja. Tidak mempengaruhi ke-cool-an, ke-ganteng-an, ke-cakep-an atau sebutan lain. Terserah kalian merepresentasikan nilai tambah dari seorang cowok di masa puber itu?
Setelah tahu diri, meski sudah ada tumpangan masih saja tak ada nilai lebih. Saat itu juga, saya harus mencari strategi lain. Jalan satu-satu yang tidak membutuhkan banyak modal banyak adalah pinjam saudara sendiri. Yakni motor adik saya sendiri. Memang bener apa kata pepatah Zimbabwe klasik, "jika kamu mau berusaha, maka di situlah jalan lain selalu terbuka untuk memuluskan kelicikanmu."
Pepatah Jawa ini saya yakini jadi jawab dari kegelisahan saya beberapa hari. Jalan lain ini adalah pinjaman dari saudara saya sendiri. Yakni sebuah motor Suzuki second Satria F 150 warna merah. Sebagai anak laki paling hits pada masanya. Tentu tampilan motor itu berbeda dengan tampilan standarnya. Jika tampilan standar motor itu berpelek bukan ruji, di tangan pemuda puber, maka motor itu berubah jadi ruji nan rijik dan jok yang diseset (ditipiskan sponnya).
Selain itu, menurut cerita konyol anak-anak muda di masanya, jok yang diseset itu merupakan salah satu cara untuk memuluskan dan merasakan getaran dari sebuah
Sementara bagi sebagian cewek yang telah merasakan kenikmatan menaiki atau dibonceng jok tipis, maka ia akan menganggap cowok tersebut akan mencari kesempatan. Apalagi saat di jalanan turunan, kemudian si cowok tersebut ngeremnya agak di gimana gitu, maka anggap cowok tersebut golek bathi.
"Nyapo kok rem dadak-dadak. Arep golek bathi apa piye?" keluhnya saat cewek bercerita pada temannya.
Tampilan itu diyakini anak muda pada zaman mampu mengubah ke-cool-an tumpangannya. Pamornya pun juga akan naik. Maka untuk memikat hati seorang gadis. Modifikasi adalah harga mati. Melihat tampilan itu, saya harus bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Saya pinjamlah motor itu. Saya bawa ke kampus si doi. Dengan dandanan necis dan tumpangan--anggap saja--paling sporty. Saya makin pede. Pamor makin naik. Mboh lek wong liyo anggep ora? hahaaha. Saya pun ajak beberapa gerombolan dari si gadis itu di warung Bakso. Mereka saya traktir semua. Saat ingin menyodorkan uang ke kasir dan melihat isi dompet semakin tebal penuh kwitansi. Di saat itulah keinginan dan modal tidak pernah tahu kondisi perekonomian lokal.
Meski modal saya dadal duwal, tetapi keinginan untuk mendekati si doi mulai ada hasilnya dan makin ada sinyal-sinyal positif. Malah sinyal akan jadian mulai kenyataan. Namun motor legend itu sudah raib pula. Motor itu sudah dijual dan jadi tumbal untuk memuluskan keinginan adik saya untuk menikmati motor Vixion versi baru.
Nah, karena motor Satria itulah kami sering bermain bersama dan langgeng hingga sekarang. Sebuah motor legenda yang mengantarkan saya pada puncak sebuah pencarian hidup. Semoga legenda motor tersebut--meski punya adik--baik-baik saja bersama bos barunya.
إرسال تعليق