Pagi yang masih belum sempurna matahari keluar dari perpaduannya, jemariku ingin rasa bernari-nari diatas tuuth-tuuth kecil, HP. Namun imajinasi belum terangsang dengan apa yang akan dituliskan. Di daerah Kediri, berjarak 35 km dari lereng Kelud, rasanya saya ingin menuliskan sebuah cerita. "Ceria untuk kita", namun entah kenapa sulit untuk mengeluarkannya satu-persatu dari otakku. Bangun pagi, subuh. Sayapun langsung keluar untuk mengambil air di kran untuk menyucikan badan, kemudian melaksanakan sholat shubuh, tak lupa menengadah ke atas kepada Yang Maha Esa. Selesai, sayapun menyempatkan membuka buku karya Sujiwo Tejo berjudul Lupa Endonesa cuma bab satu saja.
Namun, karena mendengar suara televisi yang menyiarkan berita olahraga, sayapun urungkan untuk melanjutkan membaca, lantar tergopoh-gopohlah untuk mengupil berita yang di oleh pembawa acara. Tanpa terasa, apa yang saya tonton tak ada yang menarik. Lantas apa yang aku kerjakan selanjutnya? Tidak lain tidak bukan. Hanyalah berfikir. Bagaimana caranya menyelesaikan tulisan-tulisan yang belum dirampung. Dan bagaimana pulang mengembangkan kalimat supaya enak di baca dang mengalir "flow" bagaikan air yang turun dari pegunungan.
Suatu kebanggaan pastinya, bisa menyelesaikan tulisan dengan mengalir dan dibumbui diksi-diksi yang tepat. Ketika sudah terjerat dalam kalimat, kemudian tidak bisa menyelesaikan, terasa ada hutang yang wajid untuk dilunasi dan dipenuhi. Tulisan ibarat buah simala-kama. Ketika tidak menulis serasa ada hutang yang wajib dipenuhi, namun ketika menulis tetapi tidak segera diselesaikan yang sama seperti hutang yang wajib pula untuk dituntut secepatnya dirampung. Jelas! Menulis langsung adalah tindakan yang tepat. Kemudian, tulisan apa adanya yang ada dibenak kita adalah solusinya. Barangkali tulisan tersebut, sudah menyeratku untuk segera memikirkan apa yang patut dan sesuai untuk diselesaikan.
Sudah banyak motivasi maupun inspirasi yang menyarankan tindak segera lakukan sekarang juga. Seperti kata pepatah populer yang satu ini, "Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?" Pepatah tersebut sudah familiar ditelinga-telinga kita. Alasannya supaya bersegeralah menyelesaikan pekerjaan yang belum ada selesaikan. Karena waktu adalah emas. (Times Is Money). Tidak percaya? Lakukan sendiri! Ketika sudah terjerat kata, namun tidak segera Anda selesaikan ibarat punya hutang yang wajib untuk dilunasi.
Namun, karena mendengar suara televisi yang menyiarkan berita olahraga, sayapun urungkan untuk melanjutkan membaca, lantar tergopoh-gopohlah untuk mengupil berita yang di oleh pembawa acara. Tanpa terasa, apa yang saya tonton tak ada yang menarik. Lantas apa yang aku kerjakan selanjutnya? Tidak lain tidak bukan. Hanyalah berfikir. Bagaimana caranya menyelesaikan tulisan-tulisan yang belum dirampung. Dan bagaimana pulang mengembangkan kalimat supaya enak di baca dang mengalir "flow" bagaikan air yang turun dari pegunungan.
Suatu kebanggaan pastinya, bisa menyelesaikan tulisan dengan mengalir dan dibumbui diksi-diksi yang tepat. Ketika sudah terjerat dalam kalimat, kemudian tidak bisa menyelesaikan, terasa ada hutang yang wajid untuk dilunasi dan dipenuhi. Tulisan ibarat buah simala-kama. Ketika tidak menulis serasa ada hutang yang wajib dipenuhi, namun ketika menulis tetapi tidak segera diselesaikan yang sama seperti hutang yang wajib pula untuk dituntut secepatnya dirampung. Jelas! Menulis langsung adalah tindakan yang tepat. Kemudian, tulisan apa adanya yang ada dibenak kita adalah solusinya. Barangkali tulisan tersebut, sudah menyeratku untuk segera memikirkan apa yang patut dan sesuai untuk diselesaikan.
Sudah banyak motivasi maupun inspirasi yang menyarankan tindak segera lakukan sekarang juga. Seperti kata pepatah populer yang satu ini, "Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?" Pepatah tersebut sudah familiar ditelinga-telinga kita. Alasannya supaya bersegeralah menyelesaikan pekerjaan yang belum ada selesaikan. Karena waktu adalah emas. (Times Is Money). Tidak percaya? Lakukan sendiri! Ketika sudah terjerat kata, namun tidak segera Anda selesaikan ibarat punya hutang yang wajib untuk dilunasi.
إرسال تعليق