Pantai Prigi adalah salah satu pesisir di Kabupaten Trenggalek yang memiliki keunggulan tersendiri bila dibanding dengan pesisir selatan lain. Perairannya membentuk teluk karena letaknya yang menjorok ke darat(an), lokasinya strategis dan arus ombaknya tak terlalu besar. Karena itu, Pantai Prigi mendapat prioritas dari pemerintah daerah, sehingga terus dibangun dan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan besar seperti sekarang.
Lalu bagaimana Pantai Prigi tempo doeloe sebelum dibangun Pantai Prigi dibangun pelabuhan?
Pada tahun 1979, Pantai Prigi hanya pantai tradisional dan masih sepi. Di tahun itu, Pantai Prigi belum ada pembangunan, hanya ada Jetty yang menjorok ke laut. Yang letak bangunannya biasa digunakan nelayan untuk memancing atau aktivitas lain. Jetty ini berada di kolam barat. Bangunannya terbuat dari pagar beton. Selain sebagai aktivitas nelayan, seperti memancing, sakanya biasanya digunakan untuk menalikan sepatu waktu jangkar.
Di tahun itu, Kepala Pelabuhan Prigi dipimpin oleh H. Satar Muchtar, Bsc. Ia memimpin Pelabuhan Prigi ini mulai tahun 1979 sampai dengan tahun 2000. Di tahun 1982-an, Pantai Prigi hanya kawasan pantai pesisir dengan desa yang masih sangat tradisional. Kawasan pesisirnya sekadar berpredikat sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai Prigi (PPP).
Meski begitu, orang-orang dari kecamatan lain dulu sudah menjelajah untuk mencari kehidupan di pinggir pantai ini. Laut hanya mampu menopang perekonomian nelayan secukupnya. Di bawah kepemimpinan H. Satar Muchtar, BSc, di tahun 1986 mulai ada perkembangan. Untuk mempermudah kerja karyawan Pelabuhan Prigi, pemerintah membangunkan rumah dinas untuk karyawan pelabuhan. Perumahan dinas itu masih gagah hingga sekarang.
Selain adanya Jetty, waktu itu dilakukan pengerjaan turap atau revetmen sungai yang mengalir ke Pantai Prigi itu. Sungai itu direklamasi seluas 2,2 Ha. Reklamasi itu dibangun kira-kira tahun 1993, dan menurut sumber sekunder, di tahun itu juga dibangun dermaga yang memanjang dan TPI lama.
Namun di akhir tahun 2000, ongkat kepemimpinan di-estafet-kan dipimpin oleh Nuryanto, Bsc. Ia menjabat selama dua tahun di Pelabuhan Prigi. Selama dua tahun (2000-2001), ia membangun TPI lama dan sheetpile yang kita lihat seperti sekarang ini. Meski kepemimpinan singkat, ia merupakan salah satu orang yang mengawali pembangunan Pelabuhan Perikanan.
Di tahun 2001 sampai 2005, di masa kepemimpinan Bapak H. W. Haryono, A.Pi Pelabuhan Perikanan Prigi mulai ada peningkatan pembangunan. Salah satunya adalah peningkatan pembangunan seperti fasilitas TPI Barat, pavingisasi jalan dan pavingisasi halaman parkir TPI barat, pembanguanan kantor utama Pelabuhan serta Balai Pertemuan Nelayan.
Masih teringat jelas, bangunan pelabuhan dan kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, pada tahun 2000 Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Semakin tahun Pelabuhan Prigi semakin berkembang.
Di tahun itu, wajah pelabuhan yang sekarang kita nikmati dan kita lihat dimulai. Hal tersebut karena Pantai Prigi memiliki keunggulan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh pantai di lintas selatan lain. Di tahun 2001, pantai ini terpilih menjadi pelabuhan tingkat nasional, yang awalnya sebagai pelabuhan perikanan pesisir menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
Di tahun 2001 sampai 2004 pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusanatara (PPN) Prigi, mulai dari Breakwater (batu dan ejack), pengaspalan jalan, pembangunan kolam pelabuhan, dermaga yang di-cor, revetment pada dermaga, pengaspalan beton, pagarisasi keliling di depan dermaga.
Setiap tahun, Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi (PPN) mengalami perubahan. Di tahun 2005 sampai 2008 pembangunan pelabuhan perikanan di bawah kepemimpinan Suyadi, A.Pi mulai mengembangkan kawasan dengan membangun kios warung barat dan timur, gedung penitipan kendaraan, pos jaga gerbang kantor, mess operator dan gedung bengkel.
Selanjutnya selang empat tahun, kepemimpinan berlanjut ditangan Rustardi, A.Pi, M.Si. Selama empat tahun kepemimpinannya Rustardi mulai menyempurnakan bangunan pelabuhan perikanan nusantara Prigi. Misalnya membangun gedung bangsal pengolahan, kanopi TPI barat, dan operasional perijinan/ dokumen kapal, serta mushola pelabuhan.
Di tahun 2011 sampai sekarang pelabuhan perikanan nusantara Prigi dipimpin oleh Bapak H. Dwi Yuliono Rochayadi, A. Pi, M.M. Di tahun ini mengalami peningkatan yang cukup pesat, meliputi pembangunan jetty di lahan 4,7 Ha, dermaga apung, TPI Higienis, gedung syahbandar, gedung keranjang, cold storage, kanopi dermaga Timur, kanopi dermaga Barat.
Sumber:
-http://pipp.djpt.kkp.go.id/profil_pelabuhan/1178/informasi
-Kalender Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi tahun 2018
Lalu bagaimana Pantai Prigi tempo doeloe sebelum dibangun Pantai Prigi dibangun pelabuhan?
Pada tahun 1979, Pantai Prigi hanya pantai tradisional dan masih sepi. Di tahun itu, Pantai Prigi belum ada pembangunan, hanya ada Jetty yang menjorok ke laut. Yang letak bangunannya biasa digunakan nelayan untuk memancing atau aktivitas lain. Jetty ini berada di kolam barat. Bangunannya terbuat dari pagar beton. Selain sebagai aktivitas nelayan, seperti memancing, sakanya biasanya digunakan untuk menalikan sepatu waktu jangkar.
Di tahun itu, Kepala Pelabuhan Prigi dipimpin oleh H. Satar Muchtar, Bsc. Ia memimpin Pelabuhan Prigi ini mulai tahun 1979 sampai dengan tahun 2000. Di tahun 1982-an, Pantai Prigi hanya kawasan pantai pesisir dengan desa yang masih sangat tradisional. Kawasan pesisirnya sekadar berpredikat sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai Prigi (PPP).
Meski begitu, orang-orang dari kecamatan lain dulu sudah menjelajah untuk mencari kehidupan di pinggir pantai ini. Laut hanya mampu menopang perekonomian nelayan secukupnya. Di bawah kepemimpinan H. Satar Muchtar, BSc, di tahun 1986 mulai ada perkembangan. Untuk mempermudah kerja karyawan Pelabuhan Prigi, pemerintah membangunkan rumah dinas untuk karyawan pelabuhan. Perumahan dinas itu masih gagah hingga sekarang.
Selain adanya Jetty, waktu itu dilakukan pengerjaan turap atau revetmen sungai yang mengalir ke Pantai Prigi itu. Sungai itu direklamasi seluas 2,2 Ha. Reklamasi itu dibangun kira-kira tahun 1993, dan menurut sumber sekunder, di tahun itu juga dibangun dermaga yang memanjang dan TPI lama.
Namun di akhir tahun 2000, ongkat kepemimpinan di-estafet-kan dipimpin oleh Nuryanto, Bsc. Ia menjabat selama dua tahun di Pelabuhan Prigi. Selama dua tahun (2000-2001), ia membangun TPI lama dan sheetpile yang kita lihat seperti sekarang ini. Meski kepemimpinan singkat, ia merupakan salah satu orang yang mengawali pembangunan Pelabuhan Perikanan.
Di tahun 2001 sampai 2005, di masa kepemimpinan Bapak H. W. Haryono, A.Pi Pelabuhan Perikanan Prigi mulai ada peningkatan pembangunan. Salah satunya adalah peningkatan pembangunan seperti fasilitas TPI Barat, pavingisasi jalan dan pavingisasi halaman parkir TPI barat, pembanguanan kantor utama Pelabuhan serta Balai Pertemuan Nelayan.
Masih teringat jelas, bangunan pelabuhan dan kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, pada tahun 2000 Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Semakin tahun Pelabuhan Prigi semakin berkembang.
Di tahun itu, wajah pelabuhan yang sekarang kita nikmati dan kita lihat dimulai. Hal tersebut karena Pantai Prigi memiliki keunggulan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh pantai di lintas selatan lain. Di tahun 2001, pantai ini terpilih menjadi pelabuhan tingkat nasional, yang awalnya sebagai pelabuhan perikanan pesisir menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
Di tahun 2001 sampai 2004 pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusanatara (PPN) Prigi, mulai dari Breakwater (batu dan ejack), pengaspalan jalan, pembangunan kolam pelabuhan, dermaga yang di-cor, revetment pada dermaga, pengaspalan beton, pagarisasi keliling di depan dermaga.
Setiap tahun, Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi (PPN) mengalami perubahan. Di tahun 2005 sampai 2008 pembangunan pelabuhan perikanan di bawah kepemimpinan Suyadi, A.Pi mulai mengembangkan kawasan dengan membangun kios warung barat dan timur, gedung penitipan kendaraan, pos jaga gerbang kantor, mess operator dan gedung bengkel.
Selanjutnya selang empat tahun, kepemimpinan berlanjut ditangan Rustardi, A.Pi, M.Si. Selama empat tahun kepemimpinannya Rustardi mulai menyempurnakan bangunan pelabuhan perikanan nusantara Prigi. Misalnya membangun gedung bangsal pengolahan, kanopi TPI barat, dan operasional perijinan/ dokumen kapal, serta mushola pelabuhan.
Di tahun 2011 sampai sekarang pelabuhan perikanan nusantara Prigi dipimpin oleh Bapak H. Dwi Yuliono Rochayadi, A. Pi, M.M. Di tahun ini mengalami peningkatan yang cukup pesat, meliputi pembangunan jetty di lahan 4,7 Ha, dermaga apung, TPI Higienis, gedung syahbandar, gedung keranjang, cold storage, kanopi dermaga Timur, kanopi dermaga Barat.
Sumber:
-http://pipp.djpt.kkp.go.id/profil_pelabuhan/1178/informasi
-Kalender Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi tahun 2018
إرسال تعليق