Saya tak tahu persis sejak kapan depan rumah banyak bunga tertanam rapi. Yang pasti, saat saya masih di rumah belum ada tanaman hias itu di depan rumah. Setelah saya berada di perantauan, di Bumi Serong Damai (BSD), Tangerang tahun lalu, halaman rumah itu berubah jadi banyak tanaman bunga. Adik perempuan saya dengan bangga memberi tahu lewat WhatsApp. Bahwa bunga di depan rumah banyak dan berbunga secara bersamaan.
Sekarang di depan rumah banyak ditanami bunga-bunga berbagai jenis. Tak sedikit bunga yang tertata rapi di atas pot-pot itu berasal dari kolaborasi dari bapak, ibu dan adik perempuan saya. Selain bunga, tanaman seperti cabe atau lainnya juga ikut ditanam. Bahkan stroberi pun ikut menghiasi teras rumah.
Berkat kerja sama dan kesabaran mereka bertiga, beberapa tanaman seperti cabe sudah beberapa kali dipetik dan masuk dapur. Meski bunga-bunga yang ditanam sudah banyak yang mati, tetapi berkat keuletan dan kesabarannya, bunga-bunga itu tetap rapi dan indah di depan rumah.
Salah satu bunga yang ditanam adalah bunga asoka. Bunga ini jadi daya tarik saat saya pulang dari perantauan. Kenapa saya tertarik dengan bunga satu ini? Tidak lain tidak bukan adalah warna yang fresh, kompilasi antara daun berwarna hijau dan merah di kembangnya.
Selain itu, daunnya hijau kecil-kecil dan pohonnya sama ibu dibuat seperti bonsai. Saat berkembang (baca: berbunga), bunga ini memiliki ciri bunga berwarna merah dan tumbuh secara menggerombol. Bunga yang memiliki nama Latin Saraca Indica ini tumbuh pada cabang-cabang besar. Bunga asoka memiliki batang yang keras. Bunga ini bisa tumbuh mencapai tinggi mencapai 7 meter. Sedangkan daunnya majemuk, tetapi yang ada di rumah bertipikal kecil-kecil dan berbentuk oval berujung lancip.
Sebenarnya bunga ini banyak kita temukan di hutan, karena bunga ini memiliki daya tarik, banyak orang khususnya kaum perempuan sudah mulai menanaminya di depan rumah. Bagi orang Hindu, bunga ini dianggap sebagai pohon atau bunga cinta atau kesucian. Entah apa sebabnya? Namun bunga ini berwarna merah itu melambangkan kasih sayang. Namun bagi orang Eropa bunga ini sering disebut Flame of the Wood atau api dari hutan. Karena bunganya memiliki warna cerah serta mencolok layaknya api.
Sehingga bunga ini menarik dijadikan sebagai bunga hias. Banyak di depan rumah. Bunga ini tidak mengeluarkan aroma yang harum seperti bunga cempaka atau bunga mawar, tetapi karena tampilannya menarik dan enak dipandang dan untuk hiasan rumah. Salah satunya adalah ibu saya menjadikan bunga asoka ini jadi bunga hias di rumah.
Ibu saya mengoleksi lima atau enam pot bunga asoka. Saat saya mengambil gambar bunga asoka, bunga tersebut sedang tidak berbunga. Sebab bulan September sedang musim panas. Jadi bunga asoka tidak berbunga. Hanya satu dua bunga asoka saja yang memunculkan keindahan dari sebuah tanaman dari sebuah nama bunga itu. Tanaman asoka berbunga ketika menjelang musim hujan tiba. Pohonnya akan mengeluarkan harum pada malam hari di bulan April dan Mei setiap tahunnya.
Bunga asoka mudah hidup apabila perawatannya rutin dan minimal dipupuk selama 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang baik. Untuk perkembang-biakan diperlukan dengan cara pencakokan aau lewa biji langsung. Namun saya masih ingat, bagaimana adik saya menanam pertama kali itu. Yakni dengan cara mematahkan satu, dua batang lalu ditanam di pot. Bunganya dapat bertahan selama 3-4 bulan. Untuk warnanya, pohon ini sering kita jumpai dengan bunga warna kuning, jingga, bahkan merah.
Bunga Manis yang Kaya Zat
Ada suatu masa di mana anak-anak karib dengan tanaman maupun bunga. Di zaman yang belum masif dengan teknologi seperti sekarang, anak-anak kelahiran 80-an dan 90-an selalu dekat dengan alam. Ia memiliki cara yang luar biasa dalam menikmati permainan sehari-hari. Ia hanya memanfaatkan tumbuhan dan bunga yang berada di sekitar. Meski hanya bermain-main, tetapi kenangan itu merawat imajinya pada sebuah tindakan di luar dugaan anak zaman sekarang.
Ketidak-terdugaan anak-anak zaman now adalah permainan dan keluguan, kreatif, mandiri dan kaya imaji. Yakni anak-anak zaman dahulu mampu memanfaatkan kekayaan alam sekitar jadi sebuah permainan dengan nilai kreativitas yang tinggi. Awalnya dari mana ia mendapatkan 'ilham' bahwa cairan saripati bunga itu bagus untuk dikonsumsi? Bagaimana dan siapa yang memulai bahwa bunga-bunga yang jatuh ke tanah itu ada nilai kreativitas yang tinggi pula?
Wujud dari kreativitas anak-anak yang akrab dengan lingkungan sekitar adalah memanfaatkan tumbuhan atau bunga jadi sebuah permainan. Misal bunga asoka yang dapat ia ubah menjadi beberapa permainan yang menghibur. Selain bunga ini dibudidayakan, bunga ini membentuk karakter mandiri dan ulet untuk mendapatkan sebuah permainan.
Digabungkan satu dengan yang lainnya. Bunga-bunga asoka disusun dan dirangkai satu persatu menjadi gelang atau kalung atau jadi mahkota-mahkota-an. Namun yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah sebelum menyusun bunga tersebut, biasanya anak-anak menghisap cairan yang keluar pada ujung tangkai bunga, saat bunga tersebut dipetik.
Entah dari mana cerita dan usulan itu didapat, air bening mirip seperti madu itu bak embun yang keluar itu wajid untuk dihisap dan memang manis rasanya dan tidak berbahaya. Barangkali cerita manisnya cairan dari dalam bunga asoka itu tereduksi oleh semakin masifnya teknologi gadget sekarang. Kalaupun ada, anak-anak memetik bunga asoka dan menghisap tetesan air bunganya tidak sebanyak anak-anak zaman dahulu.
Semua kandungan zat-zat yang berada di bunga asoka menjadikan air bening pada pangkal bunga asoka manis. Selain manis, bunga ini juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, di antaranya adalah bisa mengobati Disentri hemoragik. Zat hermatoksilin yang dapat mengobati Disentri hemoragik. Selain itu, kandungan zat antosianin yang dapat mencegah infeksi dan kanker kandung kemih.
Selain itu, bunga ini juga bisa dipakai sebagai obat bagi orang yang haidnya tidak teratur. Juga dapat mengobati luka memar dengan meminum air rebusan dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering dan umbi daun dewa. Cara mengobatinya juga mudah dan sederhana. yakni dengan cara ditumbuk halus serta dicampur air.
Tanaman bunga asoka ini merupakan tanaman yang tersebar luas di wilayah Indonesia dan banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Dan, hmmm, ternyata mainan anak-anak zaman dahulu juga memanfaatkan bunga ini. Sepertinya anak-anak jaman now perlu diberi pengertian dan pengetahuan tentang manfaat bunga-bunga yang berada di sekitar kita. []
Sekarang di depan rumah banyak ditanami bunga-bunga berbagai jenis. Tak sedikit bunga yang tertata rapi di atas pot-pot itu berasal dari kolaborasi dari bapak, ibu dan adik perempuan saya. Selain bunga, tanaman seperti cabe atau lainnya juga ikut ditanam. Bahkan stroberi pun ikut menghiasi teras rumah.
Berkat kerja sama dan kesabaran mereka bertiga, beberapa tanaman seperti cabe sudah beberapa kali dipetik dan masuk dapur. Meski bunga-bunga yang ditanam sudah banyak yang mati, tetapi berkat keuletan dan kesabarannya, bunga-bunga itu tetap rapi dan indah di depan rumah.
Salah satu bunga yang ditanam adalah bunga asoka. Bunga ini jadi daya tarik saat saya pulang dari perantauan. Kenapa saya tertarik dengan bunga satu ini? Tidak lain tidak bukan adalah warna yang fresh, kompilasi antara daun berwarna hijau dan merah di kembangnya.
Selain itu, daunnya hijau kecil-kecil dan pohonnya sama ibu dibuat seperti bonsai. Saat berkembang (baca: berbunga), bunga ini memiliki ciri bunga berwarna merah dan tumbuh secara menggerombol. Bunga yang memiliki nama Latin Saraca Indica ini tumbuh pada cabang-cabang besar. Bunga asoka memiliki batang yang keras. Bunga ini bisa tumbuh mencapai tinggi mencapai 7 meter. Sedangkan daunnya majemuk, tetapi yang ada di rumah bertipikal kecil-kecil dan berbentuk oval berujung lancip.
Sebenarnya bunga ini banyak kita temukan di hutan, karena bunga ini memiliki daya tarik, banyak orang khususnya kaum perempuan sudah mulai menanaminya di depan rumah. Bagi orang Hindu, bunga ini dianggap sebagai pohon atau bunga cinta atau kesucian. Entah apa sebabnya? Namun bunga ini berwarna merah itu melambangkan kasih sayang. Namun bagi orang Eropa bunga ini sering disebut Flame of the Wood atau api dari hutan. Karena bunganya memiliki warna cerah serta mencolok layaknya api.
Sehingga bunga ini menarik dijadikan sebagai bunga hias. Banyak di depan rumah. Bunga ini tidak mengeluarkan aroma yang harum seperti bunga cempaka atau bunga mawar, tetapi karena tampilannya menarik dan enak dipandang dan untuk hiasan rumah. Salah satunya adalah ibu saya menjadikan bunga asoka ini jadi bunga hias di rumah.
Ibu saya mengoleksi lima atau enam pot bunga asoka. Saat saya mengambil gambar bunga asoka, bunga tersebut sedang tidak berbunga. Sebab bulan September sedang musim panas. Jadi bunga asoka tidak berbunga. Hanya satu dua bunga asoka saja yang memunculkan keindahan dari sebuah tanaman dari sebuah nama bunga itu. Tanaman asoka berbunga ketika menjelang musim hujan tiba. Pohonnya akan mengeluarkan harum pada malam hari di bulan April dan Mei setiap tahunnya.
Bunga asoka mudah hidup apabila perawatannya rutin dan minimal dipupuk selama 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang baik. Untuk perkembang-biakan diperlukan dengan cara pencakokan aau lewa biji langsung. Namun saya masih ingat, bagaimana adik saya menanam pertama kali itu. Yakni dengan cara mematahkan satu, dua batang lalu ditanam di pot. Bunganya dapat bertahan selama 3-4 bulan. Untuk warnanya, pohon ini sering kita jumpai dengan bunga warna kuning, jingga, bahkan merah.
Bunga Manis yang Kaya Zat
Ada suatu masa di mana anak-anak karib dengan tanaman maupun bunga. Di zaman yang belum masif dengan teknologi seperti sekarang, anak-anak kelahiran 80-an dan 90-an selalu dekat dengan alam. Ia memiliki cara yang luar biasa dalam menikmati permainan sehari-hari. Ia hanya memanfaatkan tumbuhan dan bunga yang berada di sekitar. Meski hanya bermain-main, tetapi kenangan itu merawat imajinya pada sebuah tindakan di luar dugaan anak zaman sekarang.
Ketidak-terdugaan anak-anak zaman now adalah permainan dan keluguan, kreatif, mandiri dan kaya imaji. Yakni anak-anak zaman dahulu mampu memanfaatkan kekayaan alam sekitar jadi sebuah permainan dengan nilai kreativitas yang tinggi. Awalnya dari mana ia mendapatkan 'ilham' bahwa cairan saripati bunga itu bagus untuk dikonsumsi? Bagaimana dan siapa yang memulai bahwa bunga-bunga yang jatuh ke tanah itu ada nilai kreativitas yang tinggi pula?
Wujud dari kreativitas anak-anak yang akrab dengan lingkungan sekitar adalah memanfaatkan tumbuhan atau bunga jadi sebuah permainan. Misal bunga asoka yang dapat ia ubah menjadi beberapa permainan yang menghibur. Selain bunga ini dibudidayakan, bunga ini membentuk karakter mandiri dan ulet untuk mendapatkan sebuah permainan.
Digabungkan satu dengan yang lainnya. Bunga-bunga asoka disusun dan dirangkai satu persatu menjadi gelang atau kalung atau jadi mahkota-mahkota-an. Namun yang tidak kalah menarik perhatian saya adalah sebelum menyusun bunga tersebut, biasanya anak-anak menghisap cairan yang keluar pada ujung tangkai bunga, saat bunga tersebut dipetik.
Entah dari mana cerita dan usulan itu didapat, air bening mirip seperti madu itu bak embun yang keluar itu wajid untuk dihisap dan memang manis rasanya dan tidak berbahaya. Barangkali cerita manisnya cairan dari dalam bunga asoka itu tereduksi oleh semakin masifnya teknologi gadget sekarang. Kalaupun ada, anak-anak memetik bunga asoka dan menghisap tetesan air bunganya tidak sebanyak anak-anak zaman dahulu.
Semua kandungan zat-zat yang berada di bunga asoka menjadikan air bening pada pangkal bunga asoka manis. Selain manis, bunga ini juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, di antaranya adalah bisa mengobati Disentri hemoragik. Zat hermatoksilin yang dapat mengobati Disentri hemoragik. Selain itu, kandungan zat antosianin yang dapat mencegah infeksi dan kanker kandung kemih.
Selain itu, bunga ini juga bisa dipakai sebagai obat bagi orang yang haidnya tidak teratur. Juga dapat mengobati luka memar dengan meminum air rebusan dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering dan umbi daun dewa. Cara mengobatinya juga mudah dan sederhana. yakni dengan cara ditumbuk halus serta dicampur air.
Tanaman bunga asoka ini merupakan tanaman yang tersebar luas di wilayah Indonesia dan banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Dan, hmmm, ternyata mainan anak-anak zaman dahulu juga memanfaatkan bunga ini. Sepertinya anak-anak jaman now perlu diberi pengertian dan pengetahuan tentang manfaat bunga-bunga yang berada di sekitar kita. []
إرسال تعليق