Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita datang di suatu tempat, terus kita ingin berfoto bersama atau selfie ria kemudian mendapat teguran hingga mendapat denda dari pemerintah setempat? Jelas tidak enak, tidak asik mansyuk sudah jauh-jauh datang di tempat destinasi untuk mengabadikan momen dengan berswafoto, tetapi ada larangan dari pemerintah setempat.
Hal ini justru sangat berbanding terbalik dengan kebiasaan masyarakat modern, masyarakat yang melek internet, melek teknologi dengan bergelimang tampilan visual yang cetar membahana di media sosial--pamer tempat makan, tempat dolan, dan bahkan pamer pasangan.
Lebih dari itu, seharusnya pemerintah bangga dengan aksi wisatawan yang mengunggah daerahnya-desanya ke media sosial. Sebab dengan postingan itu bisa membantu kawasan tersebut dikenal dan efeknya viral, ramai dikunjungi wisatawan. Keindahan desanya bisa tersebar luas dan mampu menarik minat wisatawan untuk datang.
Namun berbeda dengan di salah satu desa, negara eropa. Salah satu desa melarang pengunjungnya untuk melakukan foto selfie, apalagi mengunggahnya di media sosial.
Apabila tetap nekat selfie, maka siap-siaplah menyiapkan uang dari saku Anda untuk membayar denda tersebut. Besaran denda yang dipatok kepada orang yang tetap nekat dari pemerintah desa setempat sebesar 75 ribu rupiah
Seperti dikutip oleh CNN Indonesia, Peter Nicolay, Walikota Bergün mengaku sudah menginstruksikan seluruh warga desanya untuk mengutip denda sebesar US$5,62 atau sekitar Rp75 ribu jika menemukan turis yang nekat mengambil foto.
Jika Anda tak percaya, lihatlah gambar di Google ini. Gambar yang tertampang dalam Google adalah landskap keindahan pegunungan dan himbauan larangan berselfie. Desa Bergun, merupakan Swiss. Ini merupakan desa internasional yang memiliki keindahan alam luar biasa.
Lalu apa alasannya pemerintah Desa Bergun membuat larangan mengambil gambar di lokasi desa tujuan wisata dunia tersebut?
Ternyata alasannya cukup sederhana, yakni demi tidak menyakiti hati orang lain. Warga desa di Swiss menganggap berbagi foto selfi tentang keindahan alam desa Bergun di facebook atau instagram secara tidak langsung akan menyinggung perasaan orang lain yang melihatnya.
Jadi demi menjaga kebahagiaan orang lain, masyarakat penduduk desa setempat mengambil sebuah kebijakan dengan cara voting. Voting tersebut menghasilkan kesepakatan melarang pengambilan gambar apapun atau mengabadikan moment indah lewat foto selfie. Dendanya sekitar £ 4 (Found Sterling) kalau ketangkap. Wow.. memang desa yang cukup unik.
Sementara, uang hasil denda itu dipergunakan untuk membiayai pemeliharaan dan perlindungan wilayah setempat.
Menurut Kantor Pariwisata setempat peraturan desa itu telah disepakati bersama oleh warga masyarakat. Mereka menyatakan “Secara ilmiah, foto-foto liburan yang indah di media sosial bisa menyebabkan netizen yang melihatnya merasa tak bahagia karena tak dapat berkunjung ke tempat tersebut.” Begitu slogan yang tertulis di desa Bergun.
Selain itu warga dan pemerintah desa Bergun berharap bagi mereka yang ingin melihat keindahan desa internasional ini agar langsung berkunjung kesana.
Oleh karena itu kemudian desa unik ini berusaha menghapus foto-foto keindahan desa tersebut yang ada di sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya.
Meski demikian, ada juga pihak-pihak yang justru merasa kecewa dengan aturan desa unik di Eropa itu.
Karena lazimnya yang namanya liburan atau berwisata ke tempat-tempat yang indah sudah pasti sulit untuk tidak berselfi ria atau melewati moment indah begitu saja. Kecuali kalau tak bawa handphone, iya kan?
Nah, jika anda juga penasaran seperti apa keindahan alam desa unik internasional di Swiss ini, silahkan persiapkan rencana untuk datang ke Desa Bergun. Atau kalau tidak, mari berusaha menciptakan keindahan di desa sendiri supaya turis dari Swiss mau berkunjung ke desa anda dan bisa mengambil photo selfie sepuasnya.
Hal ini justru sangat berbanding terbalik dengan kebiasaan masyarakat modern, masyarakat yang melek internet, melek teknologi dengan bergelimang tampilan visual yang cetar membahana di media sosial--pamer tempat makan, tempat dolan, dan bahkan pamer pasangan.
Lebih dari itu, seharusnya pemerintah bangga dengan aksi wisatawan yang mengunggah daerahnya-desanya ke media sosial. Sebab dengan postingan itu bisa membantu kawasan tersebut dikenal dan efeknya viral, ramai dikunjungi wisatawan. Keindahan desanya bisa tersebar luas dan mampu menarik minat wisatawan untuk datang.
Namun berbeda dengan di salah satu desa, negara eropa. Salah satu desa melarang pengunjungnya untuk melakukan foto selfie, apalagi mengunggahnya di media sosial.
Apabila tetap nekat selfie, maka siap-siaplah menyiapkan uang dari saku Anda untuk membayar denda tersebut. Besaran denda yang dipatok kepada orang yang tetap nekat dari pemerintah desa setempat sebesar 75 ribu rupiah
Seperti dikutip oleh CNN Indonesia, Peter Nicolay, Walikota Bergün mengaku sudah menginstruksikan seluruh warga desanya untuk mengutip denda sebesar US$5,62 atau sekitar Rp75 ribu jika menemukan turis yang nekat mengambil foto.
Jika Anda tak percaya, lihatlah gambar di Google ini. Gambar yang tertampang dalam Google adalah landskap keindahan pegunungan dan himbauan larangan berselfie. Desa Bergun, merupakan Swiss. Ini merupakan desa internasional yang memiliki keindahan alam luar biasa.
Lalu apa alasannya pemerintah Desa Bergun membuat larangan mengambil gambar di lokasi desa tujuan wisata dunia tersebut?
Ternyata alasannya cukup sederhana, yakni demi tidak menyakiti hati orang lain. Warga desa di Swiss menganggap berbagi foto selfi tentang keindahan alam desa Bergun di facebook atau instagram secara tidak langsung akan menyinggung perasaan orang lain yang melihatnya.
Jadi demi menjaga kebahagiaan orang lain, masyarakat penduduk desa setempat mengambil sebuah kebijakan dengan cara voting. Voting tersebut menghasilkan kesepakatan melarang pengambilan gambar apapun atau mengabadikan moment indah lewat foto selfie. Dendanya sekitar £ 4 (Found Sterling) kalau ketangkap. Wow.. memang desa yang cukup unik.
Sementara, uang hasil denda itu dipergunakan untuk membiayai pemeliharaan dan perlindungan wilayah setempat.
Menurut Kantor Pariwisata setempat peraturan desa itu telah disepakati bersama oleh warga masyarakat. Mereka menyatakan “Secara ilmiah, foto-foto liburan yang indah di media sosial bisa menyebabkan netizen yang melihatnya merasa tak bahagia karena tak dapat berkunjung ke tempat tersebut.” Begitu slogan yang tertulis di desa Bergun.
Selain itu warga dan pemerintah desa Bergun berharap bagi mereka yang ingin melihat keindahan desa internasional ini agar langsung berkunjung kesana.
Oleh karena itu kemudian desa unik ini berusaha menghapus foto-foto keindahan desa tersebut yang ada di sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya.
Meski demikian, ada juga pihak-pihak yang justru merasa kecewa dengan aturan desa unik di Eropa itu.
Karena lazimnya yang namanya liburan atau berwisata ke tempat-tempat yang indah sudah pasti sulit untuk tidak berselfi ria atau melewati moment indah begitu saja. Kecuali kalau tak bawa handphone, iya kan?
Nah, jika anda juga penasaran seperti apa keindahan alam desa unik internasional di Swiss ini, silahkan persiapkan rencana untuk datang ke Desa Bergun. Atau kalau tidak, mari berusaha menciptakan keindahan di desa sendiri supaya turis dari Swiss mau berkunjung ke desa anda dan bisa mengambil photo selfie sepuasnya.
إرسال تعليق