Berbicara tentang mahasiswa berkualitas, hal pertama yang harus kita kritisi dan pertanyakan kembali adalah apa arti dari mahasiswa itu sendiri? Lalu berkualitas seperti apa? “Mahasiswa” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa atau murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “mahasiswa” terdiri dari dua kata, yaitu “Maha” yang berati tinggi dan “ Siswa”. Yang berarti subyek pembelajar. Jadi dari segi bahasa “mahasiswa” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas.
Juga bisa kita maknai dengan seseorang yang tidak terbatas hasratnya, tidak pernah habis dan padam semangatnya untuk terus belajar dan menimba ilmu. Sedangkan mahasiswa yang berkualitas adalah mahasiswa yang tidak hanya sekedar 3D (datang, duduk, domblong) atau kupu-kupu (kuliah, pulang-kuliah, pulang). Tetapi harus harus mempunyai kesadaran untuk terus menggali informasi, ilmu, pengetahuan, berfikir kritis, logis, berkemauan tinggi, berkerja keras, tanggap terhadap permasalahan bangsa dan membekali diri dengan kapasitas keilmuan yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dan masyarakat nanti. Sewaktu kita terjun di dunia masyarakat.
Dari apa yang aku utarakan di atas, ternyata masih saja banyak mahasiswa yang tak sadar akan hal itu. Mengapa aku berbicara seperti itu? Menurut kaca mataku, yang aku rekam sendiri. Dari sekian ribu mahasiswa di UNP yang sekaliber universitas, ternyata sedikit mahasiswa yang aktif dalam sebuah organisasi. Baik, luar dan dalam kampus. Ini terlihat banyaknya mahasiswa kupu-kupu.
Pertama, Organisasi. Kenapa saya membahas organisasi? Karena organisasi adalah tempat orang berkumpul dan punya tujuan. Belajar, belajar berpikir, belajar rapat, dan belajar bikin kegiatan-kegiatan. Banyak mahasiswa yang sukses karena sebuah organisasi. “IP yang baik hanya akan mengantarkan anda wawancara. Tetapi yang membuat anda diterima adalah leadership skill, karakter dan etos dan itu semua didapatkan tidak di ruang kelas.” Kata Rektor Universitas Paramadina, yaitu pak Anies Baswedan, Ph. D. Bukan mahasiswa kupu-kupu, tetapi lebih kepada yang aktif dalam organisasi, yang membekali kemampuannya pada proses di sebuah organisasi. Dari apa yang dikatakan pak Anis tersebut, bisa disimpulkan bahwa, Mahasiswa yang aktif dalam sebuah organisasilah nanti akan memetik hasilnya di masyarakat.
Kedua, Relasi. Dalam hal relasi, mahasiswa sangat dituntut piawai melakukan diplomasi yang sangat cantik untuk menyambungkan relasi ke beberapa titik. Titik yang pertama adalah titik ranah rektorat. Saya memiliki teman yang sangat—maaf—ancuk! Sekali untuk utusan ini. Dia adalah ndanyangannya yang hidup di kampus. Saking lamanya yang kelar-kelar kuliah, dia sangat dikenal oleh semua susunan dalam rektorat. Apabila melakukan sesuatu yang berurusan dengan lobi-melobi, dia sangat piawa sekali. Misal, dia ingin berkunjung ke tempat lain, atau kampus lain, dengan memakai embel-embel studi banding atau studi tour, ia tidak akan kesusahan. Urusan deal-mendealkan surat atau baget biaya studi banding, ya cepat selesai. Itulah pentingnya relasi di ranah akademik.
Ketiga, patuh dan sendiko dawuh dengan dosen. Mahasiswa yang satu ini adalah mahasiswa yang paling tahu kemauan dan selera dosen. Jika dosen berkata itu! Maka mahasiswa ini akan mengerjakan penuh takdzim, dan penuh suka hati. Ini bukan mendiskreditkan seorang mahasiswa yang sangat patuh, siap membawakan tas dosennya. Bukan, mahasiswa yang saya maksud di sini adalah mereka para mahasiswa yang mengejar IPK tertinggi tanpa mengindahkan organisasi, seperti kata pak Menteri di atas.
Keempat, fashioneble. Mahasiswa berkelas yang keempat ini adalah mahasiswa yang tidak bisa membedakan mana mall mana sekolah atau kampus. Dia tahunya berdandan menor, moblong-moblong koyok bintang hongkong. Dia bersolek. Mendandankan dirinya seperti akan mau manggung. Mahasiswa ini merupakan salah satu mahasiswa yang yang sangat berkualitas urusan pakaian. Sehingga, mereka sudah jika ditebak, anak orang kaya atau orang sederhana. Mahasiswa yang satu ini, untuk sekarang ini, mayoritas seperti ini. Mahasiswa jaman sekarang adalah mahasiswa fashioneble.
Dari keempat karakter mahasiswa ini merupakan tahap menuju mahasiswa berkualitas dengan caranya sendiri. Toh, ibarat anak ayam, mereka tumbuh dan besar tidak akan sama. Meski dalam satu lembaga pendidikan. Jadi beberapa karakter mahasiswa yang berkualitas di jalannya tersebut akan tumbuh dan berproses menjadi mahasiswa atau manusia dengan predikat manusia berkualitas. Dan waktu yang akan menjawab. sampai di sini saja beberapa karakter mahasiswa. Dan beberapa karakter mahasiswa lain akan saya tulis di kolom berikutnya. Semoga!
Juga bisa kita maknai dengan seseorang yang tidak terbatas hasratnya, tidak pernah habis dan padam semangatnya untuk terus belajar dan menimba ilmu. Sedangkan mahasiswa yang berkualitas adalah mahasiswa yang tidak hanya sekedar 3D (datang, duduk, domblong) atau kupu-kupu (kuliah, pulang-kuliah, pulang). Tetapi harus harus mempunyai kesadaran untuk terus menggali informasi, ilmu, pengetahuan, berfikir kritis, logis, berkemauan tinggi, berkerja keras, tanggap terhadap permasalahan bangsa dan membekali diri dengan kapasitas keilmuan yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dan masyarakat nanti. Sewaktu kita terjun di dunia masyarakat.
Dari apa yang aku utarakan di atas, ternyata masih saja banyak mahasiswa yang tak sadar akan hal itu. Mengapa aku berbicara seperti itu? Menurut kaca mataku, yang aku rekam sendiri. Dari sekian ribu mahasiswa di UNP yang sekaliber universitas, ternyata sedikit mahasiswa yang aktif dalam sebuah organisasi. Baik, luar dan dalam kampus. Ini terlihat banyaknya mahasiswa kupu-kupu.
Pertama, Organisasi. Kenapa saya membahas organisasi? Karena organisasi adalah tempat orang berkumpul dan punya tujuan. Belajar, belajar berpikir, belajar rapat, dan belajar bikin kegiatan-kegiatan. Banyak mahasiswa yang sukses karena sebuah organisasi. “IP yang baik hanya akan mengantarkan anda wawancara. Tetapi yang membuat anda diterima adalah leadership skill, karakter dan etos dan itu semua didapatkan tidak di ruang kelas.” Kata Rektor Universitas Paramadina, yaitu pak Anies Baswedan, Ph. D. Bukan mahasiswa kupu-kupu, tetapi lebih kepada yang aktif dalam organisasi, yang membekali kemampuannya pada proses di sebuah organisasi. Dari apa yang dikatakan pak Anis tersebut, bisa disimpulkan bahwa, Mahasiswa yang aktif dalam sebuah organisasilah nanti akan memetik hasilnya di masyarakat.
Kedua, Relasi. Dalam hal relasi, mahasiswa sangat dituntut piawai melakukan diplomasi yang sangat cantik untuk menyambungkan relasi ke beberapa titik. Titik yang pertama adalah titik ranah rektorat. Saya memiliki teman yang sangat—maaf—ancuk! Sekali untuk utusan ini. Dia adalah ndanyangannya yang hidup di kampus. Saking lamanya yang kelar-kelar kuliah, dia sangat dikenal oleh semua susunan dalam rektorat. Apabila melakukan sesuatu yang berurusan dengan lobi-melobi, dia sangat piawa sekali. Misal, dia ingin berkunjung ke tempat lain, atau kampus lain, dengan memakai embel-embel studi banding atau studi tour, ia tidak akan kesusahan. Urusan deal-mendealkan surat atau baget biaya studi banding, ya cepat selesai. Itulah pentingnya relasi di ranah akademik.
Ketiga, patuh dan sendiko dawuh dengan dosen. Mahasiswa yang satu ini adalah mahasiswa yang paling tahu kemauan dan selera dosen. Jika dosen berkata itu! Maka mahasiswa ini akan mengerjakan penuh takdzim, dan penuh suka hati. Ini bukan mendiskreditkan seorang mahasiswa yang sangat patuh, siap membawakan tas dosennya. Bukan, mahasiswa yang saya maksud di sini adalah mereka para mahasiswa yang mengejar IPK tertinggi tanpa mengindahkan organisasi, seperti kata pak Menteri di atas.
Keempat, fashioneble. Mahasiswa berkelas yang keempat ini adalah mahasiswa yang tidak bisa membedakan mana mall mana sekolah atau kampus. Dia tahunya berdandan menor, moblong-moblong koyok bintang hongkong. Dia bersolek. Mendandankan dirinya seperti akan mau manggung. Mahasiswa ini merupakan salah satu mahasiswa yang yang sangat berkualitas urusan pakaian. Sehingga, mereka sudah jika ditebak, anak orang kaya atau orang sederhana. Mahasiswa yang satu ini, untuk sekarang ini, mayoritas seperti ini. Mahasiswa jaman sekarang adalah mahasiswa fashioneble.
Dari keempat karakter mahasiswa ini merupakan tahap menuju mahasiswa berkualitas dengan caranya sendiri. Toh, ibarat anak ayam, mereka tumbuh dan besar tidak akan sama. Meski dalam satu lembaga pendidikan. Jadi beberapa karakter mahasiswa yang berkualitas di jalannya tersebut akan tumbuh dan berproses menjadi mahasiswa atau manusia dengan predikat manusia berkualitas. Dan waktu yang akan menjawab. sampai di sini saja beberapa karakter mahasiswa. Dan beberapa karakter mahasiswa lain akan saya tulis di kolom berikutnya. Semoga!
إرسال تعليق