Pantai Pasir Putih adalah salah satu ikon wisata andalan di Kabupaten Trenggalek. Pantai ini terletak di desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, atau kurang lebih 48 Km arah selatan Kota Trenggalek. Atau jika dari pantai Prigi, letaknya tak jauh, sekitar 2 Km ke arah timur saja.
Pasir Putih memang menorehkan keelokan tersendiri. Dengan hamparan pasir putihnya yang memukau, mampu membius siapa saja yang berkunjung ke sana. Panjang pantai ini kurang lebih sekitar 400 meter. Jika air surut, maka akan muncul hamparan batu karang yang luas. Yang membedakan pantai ini dengan Prigi, selain pasir putihnya juga ketenangan ombaknya. Dengan dasar yang dangkal, maka pengunjung bisa bermain atau berenang dengan leluasa tanpa rasa was-was.
Hal demikian disebabkan oleh adanya pegunungan yang menghimpit kanan-kiri pantai sehingga debur ombak akan terhalang dan mengecil sesampainya di tepi. Tak hanya itu, di pantai ini wisatawan juga bisa menikmati pemandangan Banana boat. Anda bisa menyewa dengan sekali sekali. Biaya sekali sewa bermacam-macam. Tinggal pinter-pinter kita nego dengan para penawar jasa Banana boat. Ada juga Donat Terbang. Kita kamu takut naik Banana Boat atau Donat Terbang, kamu boleh numpang Boat/ sky-nya yang kemudian kamu yang mengambil foto teman-teman kamu di atas Boat.
Bagi wisatawan yang suka berjelajah, di sini juga tersedia jasa penyewaan perahu. Para wisatawan akan diajak mengitari kawasan pantai Pasir Putih dan menikmati setiap detail panoramanya.
Paket yang pertama dengan tujuan 6 lokasi: Watu Dukun, Watu Bentis, Pantai Asmara, Vila Karanggongso, Watu Manuk, dan Pantai Karanggoso,hanya dipatok dengan tarif Rp. 100.000 untuk 10 orang. Berarti per-oranganya hanya dikenakan tarif Rp. 10.000 saja.
Sedangkan lokasi kedua dengan tarif Rp. 200.000,00 ditambah tiga lokasi lagi: Pantai Kecil, Rembeng, dan Pulau Rembeng/Mutiara. Yang teakhir adalah paket spesial dengan harga Rp. 300.000,00 dengan 10 macam lokasi.
Selain diantarkan ke berbagai destinasi di atas tadi, wisatawan bakal diperkenalkan juga dengan Gua Merah Kumbokarno. Menarik bukan. Paket wisata ekonomis yang eksotis.
Jika ingin menikmati kuliner sambil dibelai angin sepoi pantai, Anda bisa langsung menuju warung-warung yang tersedia di sana dengan menu santapan ikan bakar yang fresh lengkap dengan es kelapa muda yang menggiurkan.
Untuk oleh-oleh, di tempat ini juga menyediakan souvenir-souvenir cantik dengan harga yang terjangkau. Diantaranya kaos dan batik tulis khas kota Trenggalek.
Dengan pelbagai keistimewaan dan daya pikatnya tersebut, tak aneh bila banyak investor yang melirik dan rela menanamkan modal cukup besar. Sehingga Pantai Pasir Putih termasuk penyumbang pendapatan daerah terbanyak di aspek wisata yang ada di Trenggalek. Sampai-sampai masyarakat sekitar menyebut pantai ini sebagai pasar tumpah ruah. Ya, memang diakhir pekan atau di hari-hari libur, kendaraan yang parkir bisa muntah sampai ke bahu jalan.
Untuk menyiasati melubernya pengunjung seperti itu, pemerintah lewat Dinas Pariwisatanya membuka area pantai baru: Simbaronce. Pantai yang bersebelahan dengan Pasir Putih ini juga bisa katakan saudaranya. Karena letaknya bersebelahan dan disitu pula tempat Watu Dukun.
Kamu juga bisa menyewa perahu untuk diantar di pantai kecil Karanggongso atau kamu bisa menikmati Rumah apung. Di rumah apung kamu bisa menikmati sensasi rumah di atas air laut, dan kamu bisa menyelam di kolam bawah rumah apung tersebut.
Konon dahulu kala dan sampai sekarang tempat tersebut digunakan orang untuk memuja atau tempat sesajen. Selain sebagai ucapan syukur, penduduk lokal juga percaya bahwa ritual Larung Sembonyo diadakan sebagai bentuk peringatan pernikahan dalam sejarah Raden Tumenggung Yudha Negara: seorang kepala prajurit Kerajaan Mataram yang berhasil membuka wilayah Prigi dan sekitarnya dengan jaminan bersedia menikahi Putri gambar Inten.
Demikianlah sepenggal kisah tentang Pasir Putih dan sisi yang melingkupinya. Semoga kelestariannya akan selalu terjaga sebagai warisan generasi setelah kita. Semoga.[]
Pasir Putih memang menorehkan keelokan tersendiri. Dengan hamparan pasir putihnya yang memukau, mampu membius siapa saja yang berkunjung ke sana. Panjang pantai ini kurang lebih sekitar 400 meter. Jika air surut, maka akan muncul hamparan batu karang yang luas. Yang membedakan pantai ini dengan Prigi, selain pasir putihnya juga ketenangan ombaknya. Dengan dasar yang dangkal, maka pengunjung bisa bermain atau berenang dengan leluasa tanpa rasa was-was.
Hal demikian disebabkan oleh adanya pegunungan yang menghimpit kanan-kiri pantai sehingga debur ombak akan terhalang dan mengecil sesampainya di tepi. Tak hanya itu, di pantai ini wisatawan juga bisa menikmati pemandangan Banana boat. Anda bisa menyewa dengan sekali sekali. Biaya sekali sewa bermacam-macam. Tinggal pinter-pinter kita nego dengan para penawar jasa Banana boat. Ada juga Donat Terbang. Kita kamu takut naik Banana Boat atau Donat Terbang, kamu boleh numpang Boat/ sky-nya yang kemudian kamu yang mengambil foto teman-teman kamu di atas Boat.
Bagi wisatawan yang suka berjelajah, di sini juga tersedia jasa penyewaan perahu. Para wisatawan akan diajak mengitari kawasan pantai Pasir Putih dan menikmati setiap detail panoramanya.
Paket yang pertama dengan tujuan 6 lokasi: Watu Dukun, Watu Bentis, Pantai Asmara, Vila Karanggongso, Watu Manuk, dan Pantai Karanggoso,hanya dipatok dengan tarif Rp. 100.000 untuk 10 orang. Berarti per-oranganya hanya dikenakan tarif Rp. 10.000 saja.
Sedangkan lokasi kedua dengan tarif Rp. 200.000,00 ditambah tiga lokasi lagi: Pantai Kecil, Rembeng, dan Pulau Rembeng/Mutiara. Yang teakhir adalah paket spesial dengan harga Rp. 300.000,00 dengan 10 macam lokasi.
Selain diantarkan ke berbagai destinasi di atas tadi, wisatawan bakal diperkenalkan juga dengan Gua Merah Kumbokarno. Menarik bukan. Paket wisata ekonomis yang eksotis.
Jika ingin menikmati kuliner sambil dibelai angin sepoi pantai, Anda bisa langsung menuju warung-warung yang tersedia di sana dengan menu santapan ikan bakar yang fresh lengkap dengan es kelapa muda yang menggiurkan.
Untuk oleh-oleh, di tempat ini juga menyediakan souvenir-souvenir cantik dengan harga yang terjangkau. Diantaranya kaos dan batik tulis khas kota Trenggalek.
Dengan pelbagai keistimewaan dan daya pikatnya tersebut, tak aneh bila banyak investor yang melirik dan rela menanamkan modal cukup besar. Sehingga Pantai Pasir Putih termasuk penyumbang pendapatan daerah terbanyak di aspek wisata yang ada di Trenggalek. Sampai-sampai masyarakat sekitar menyebut pantai ini sebagai pasar tumpah ruah. Ya, memang diakhir pekan atau di hari-hari libur, kendaraan yang parkir bisa muntah sampai ke bahu jalan.
Untuk menyiasati melubernya pengunjung seperti itu, pemerintah lewat Dinas Pariwisatanya membuka area pantai baru: Simbaronce. Pantai yang bersebelahan dengan Pasir Putih ini juga bisa katakan saudaranya. Karena letaknya bersebelahan dan disitu pula tempat Watu Dukun.
Kamu juga bisa menyewa perahu untuk diantar di pantai kecil Karanggongso atau kamu bisa menikmati Rumah apung. Di rumah apung kamu bisa menikmati sensasi rumah di atas air laut, dan kamu bisa menyelam di kolam bawah rumah apung tersebut.
Konon dahulu kala dan sampai sekarang tempat tersebut digunakan orang untuk memuja atau tempat sesajen. Selain sebagai ucapan syukur, penduduk lokal juga percaya bahwa ritual Larung Sembonyo diadakan sebagai bentuk peringatan pernikahan dalam sejarah Raden Tumenggung Yudha Negara: seorang kepala prajurit Kerajaan Mataram yang berhasil membuka wilayah Prigi dan sekitarnya dengan jaminan bersedia menikahi Putri gambar Inten.
Demikianlah sepenggal kisah tentang Pasir Putih dan sisi yang melingkupinya. Semoga kelestariannya akan selalu terjaga sebagai warisan generasi setelah kita. Semoga.[]
إرسال تعليق