Jujur. Usia berapa Anda mengawali proses kreatif seperti menulis ini? Pertanyaan ini memang ditunjukkan bagi siapa saja yang merasa bahwa hidupnya sedikit berubah setelah melakukan rutinitas menulis. Jujur, bagi saya pertama kali menyukai dunia tulis-menulis mulai empat atau lima tahun kebelakang. Saat itu, usia sudah menginjak 23 tahun. Barangkali sebuah proses yang terlambat bila usia sekarang hampir menyentuh angka kategori tidak muda lagi.
Namun perlu diyakini usia berapa pun selagi tetap fokus dan dilakukan secara rutin kreatifitas itu tidak menjadi hambatan. Mau usia masih belia, dewasa, maupun tua jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka tidak ada kata terlambat untuk memulai berkarya maupun kreatifitas. Usia bukan lagi halangan untuk berkarya.
Banyak penulis belia yang telah menghasilkan karya. Karya-karya pun jadi best seller dan telah menaruh kesuksesan di jalur kepenulisan. Buku-buku yang diterbitkan memiliki jargon "Penulis Cilik Punya Karya" telah banyak beredar di toko-toko buku. Mencari buku tentang anak-anak yang ditulis oleh anak-anak sudah sangat mudah dan bertebaran di mana-mana. Jadi, sekali lagi, usia bukan lagi menjadi alasan untuk berkarya. Menulis itu untuk semua orang.
Lantas, apa hubungan menulis dengan jurusan dan J.K. Rowling? Okelah. Mari kita urai satu persatu. Apa hubungannya ke-tiga subjek tersebut. Baik. Mari kita mulai saja. Saya sudah lama membaca buku yang berjudul Tangan Emas J.K. Rowling: Rahasia-Rahasia Ajaib di Balik Novel-Novel Dahsyatnya (2013). Buku ini memang menarik, mengupas sisi-sisi di balik kesuksesan dalam menulis novel Harry Potternya itu. Namun sebelum menginjak topik J.K. Rowling, saya membaca biografi penulisnya.
Nama penulisnya sedikit ke-Barat-Barat-an. Saat membaca saya penasaran, siapa penulis buku tentang J.K. Rowling tersebut. Saya jujuk di halaman belakang untuk mengetahui sosok penulis biografi J.K. Rowling itu. Namanya adalah Alex Jemiah S. Nah, loh, kan namanya ke-minggris kan? Tapi jangan gumun gitu, nama-nama orang urban memang biasa sudah mengalami perubahan. Dari halaman belakang tersebut saya menemukan beberapa pernyataan yang sedikit mengusik ketenangan dan kegelisahan dalam menuangkan ide menulis.
Siapa Alex Jemiah S. itu? Apakah ia seorang wartawan? Apakah ia seorang sastrawan seperti kebanyakan orang yang menelurkan karya langsung fenomenal. Lalu siapakah dia? Ia adalah penulis buku tentang biografi J.K. Rowling tersebut, dan anehnya, ia tercatat sebagai mahasiswa akhir jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Lagi-lagi, jurusannya tidak sesuai dengan dunia tulis-menulis atau berbau sastra, tetapi mampu membuktikan bahwa meskipun tidak di dunia sastra atau di lajur bahasa tetap bisa menghasilkan karya yang diburu oleh masyarakat. Misalnya, gadis kelahiran Dompu, Nusa Tenggara Barat, 12 Februari 1990 ini sudah beberapa kali menghasilkan novel, cerpen dan karya-karya lain. Kesukaannya terhadap dunia tulis-menulis membuatnya banyak membaca karya-karya selain bidangnya. Sehingga bacaan seperti novel, cerpen, dan buku-buku populer lainnya menjadi santapan.
Apa? Usia atau hari ulang tahunnya sama dengan tanggal ulang tahun saya. Dan jurusan yang ia tempuh juga sama-sama jauh dari dunia tulis-menulis. Lantaran itulah, saya jadi termotivasi, terinspirasi oleh apa yang dilakukan Alex Jemaih S. ini. Meski dia bukan anak sastra tapi ia tetap fokus dengan apa yang telah ia sukai, sehingga dia bisa mengeluarkan karya yang bisa saya nikmati dan khalayak umum ini.
Sebenarnya jika saya boleh sedikit curhat, usia dan ulang tahunnya sama dengan saya. Namun ynag membedakan adalah ia telah dulu mengeluarkan karya--buku--yang sangat menarik. Jurusan yang ditempuhnya juga sama-sama jauh dari dunia kata. Kalau dia jurusan sains dan teknologi, saya jurusan pendidikan--lebih tepatnya--Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Sebuah jurusan yang jauh dari dunia rimba kata--baca dan tulis.
Kembali kepada Alex Jemaih S tadi, ia menulis tentang sosok J.K. Rowling begitu lengkap dengan berbagai perjalanan J.K. Rowling mendapatkan penghargaan dan mendapatkan inspirasi dan bahkan bagaimana ia menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga biologis dari anaknya dan sebagai ibu imajinatif dari Hari Potter itu.
Ya, Harry Potter memang begitu fenomena. Kisahnya telah "menyihir"-jutaan pembaca dan penonton di seluruh dunia, dari anak-anak sampai kakek-nenek. Ketika kali pertama terbit, novel Harry Harry Potter langsung diserbu pembaca. "Sihir" Harry Potter telah menaklukkan buku-buku best seller lainnya, dan langsung duduk di etalase terdepan di setiap toko buku di seluruh dunia.
Bahkan, ketika seri berikutnya belum terbit, ribuan orang rela mengantre. Novel seri Herry Potter and the Deathly Hallows, the seventh and final terjual 8,3 juta eksemplar hanya dalam waktu 24 jam pertama (345.833 buku per jam).
Sungguh menakjubkan, bukan?
Bagi JK. Rowling menulis telah menjadi bagian dari hidupnya. Walau ia hanya seorang ibu rumah tangga, dan dari orang tua single dari putrinya bernama Jessica. Dari kegiatan menulisnya itu ia telah membuktikan bahwa dunia menulis bukan orang sastra saja, tetapi siapa saja yang mau melakukan dan berkomitmen tinggi dengan dunia yang digeluti itu.
Buku yang ditulis oleh Alex Jemaih S tentang biografi J.K. Rowling. Siapa yang tidak perempuan yang satu ini? Pasti banyak orang yang mengenal sosok yang satu ini. Anda pencinta buku atau film, tentu Anda tidak asing dengan kisah Harry Potter. Bukan hanya tidak asing, barangkali Anda salah satu penggemar berat kisahnya, baik versi cetak (novel) atau versi video (filmnya). Buku atau novel yang ditulis oleh J.K. Rowling dengan judul Harry Potter itu beberapa kali menuai penolakan oleh penerbit, terhitung ada empat puluh kali ditolak. Akan tetapi, bukan J.K. Rowling namanya jika dia putus asa dengan penolakan itu. Dia malah mengedit berulang-ulang hingga dia berhasil menembus penerbit dan mengambil hati pembacanya.
Sekali lagi, kesukaan dan kegemarannya membaca dan menulis telah mengantarkan ke gerbang kesuksesan dengan menulis buku biografi tersebut dan karya-karya lainnya. Sungguh luar biasa bagi saya ini. Menulis memang bukan milik orang yang memiliki pendidikan di bidang sastra saja, tetapi miliki orang yang mau belajar menulis secara ajeg. Siapa yang mau, maka dia akan berhasil. Dalam pepatah bijak mengatakan, siapa yang menanam, ia akan memetik hasil.
Jurusan apapun, apabila memiliki kemauan dalam hal menulis, maka masalah-masalah akan teratasi dengan sendiri. Saya yakin, walaupun jurusan yang membedakan kita--jurusan kuliah di olahraga--tidak menjadi alasan untuk berimajinasi dalam dunia kata. Sebagaimana J.K. Rowling, meski dia adalah seorang ibu rumah tangga, tidak menjadi penulis dunia. Jurusan tidak menjadi alasan untuk berkarya.[]
Namun perlu diyakini usia berapa pun selagi tetap fokus dan dilakukan secara rutin kreatifitas itu tidak menjadi hambatan. Mau usia masih belia, dewasa, maupun tua jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka tidak ada kata terlambat untuk memulai berkarya maupun kreatifitas. Usia bukan lagi halangan untuk berkarya.
Banyak penulis belia yang telah menghasilkan karya. Karya-karya pun jadi best seller dan telah menaruh kesuksesan di jalur kepenulisan. Buku-buku yang diterbitkan memiliki jargon "Penulis Cilik Punya Karya" telah banyak beredar di toko-toko buku. Mencari buku tentang anak-anak yang ditulis oleh anak-anak sudah sangat mudah dan bertebaran di mana-mana. Jadi, sekali lagi, usia bukan lagi menjadi alasan untuk berkarya. Menulis itu untuk semua orang.
Lantas, apa hubungan menulis dengan jurusan dan J.K. Rowling? Okelah. Mari kita urai satu persatu. Apa hubungannya ke-tiga subjek tersebut. Baik. Mari kita mulai saja. Saya sudah lama membaca buku yang berjudul Tangan Emas J.K. Rowling: Rahasia-Rahasia Ajaib di Balik Novel-Novel Dahsyatnya (2013). Buku ini memang menarik, mengupas sisi-sisi di balik kesuksesan dalam menulis novel Harry Potternya itu. Namun sebelum menginjak topik J.K. Rowling, saya membaca biografi penulisnya.
Nama penulisnya sedikit ke-Barat-Barat-an. Saat membaca saya penasaran, siapa penulis buku tentang J.K. Rowling tersebut. Saya jujuk di halaman belakang untuk mengetahui sosok penulis biografi J.K. Rowling itu. Namanya adalah Alex Jemiah S. Nah, loh, kan namanya ke-minggris kan? Tapi jangan gumun gitu, nama-nama orang urban memang biasa sudah mengalami perubahan. Dari halaman belakang tersebut saya menemukan beberapa pernyataan yang sedikit mengusik ketenangan dan kegelisahan dalam menuangkan ide menulis.
Siapa Alex Jemiah S. itu? Apakah ia seorang wartawan? Apakah ia seorang sastrawan seperti kebanyakan orang yang menelurkan karya langsung fenomenal. Lalu siapakah dia? Ia adalah penulis buku tentang biografi J.K. Rowling tersebut, dan anehnya, ia tercatat sebagai mahasiswa akhir jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Lagi-lagi, jurusannya tidak sesuai dengan dunia tulis-menulis atau berbau sastra, tetapi mampu membuktikan bahwa meskipun tidak di dunia sastra atau di lajur bahasa tetap bisa menghasilkan karya yang diburu oleh masyarakat. Misalnya, gadis kelahiran Dompu, Nusa Tenggara Barat, 12 Februari 1990 ini sudah beberapa kali menghasilkan novel, cerpen dan karya-karya lain. Kesukaannya terhadap dunia tulis-menulis membuatnya banyak membaca karya-karya selain bidangnya. Sehingga bacaan seperti novel, cerpen, dan buku-buku populer lainnya menjadi santapan.
Apa? Usia atau hari ulang tahunnya sama dengan tanggal ulang tahun saya. Dan jurusan yang ia tempuh juga sama-sama jauh dari dunia tulis-menulis. Lantaran itulah, saya jadi termotivasi, terinspirasi oleh apa yang dilakukan Alex Jemaih S. ini. Meski dia bukan anak sastra tapi ia tetap fokus dengan apa yang telah ia sukai, sehingga dia bisa mengeluarkan karya yang bisa saya nikmati dan khalayak umum ini.
Sebenarnya jika saya boleh sedikit curhat, usia dan ulang tahunnya sama dengan saya. Namun ynag membedakan adalah ia telah dulu mengeluarkan karya--buku--yang sangat menarik. Jurusan yang ditempuhnya juga sama-sama jauh dari dunia kata. Kalau dia jurusan sains dan teknologi, saya jurusan pendidikan--lebih tepatnya--Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Sebuah jurusan yang jauh dari dunia rimba kata--baca dan tulis.
Kembali kepada Alex Jemaih S tadi, ia menulis tentang sosok J.K. Rowling begitu lengkap dengan berbagai perjalanan J.K. Rowling mendapatkan penghargaan dan mendapatkan inspirasi dan bahkan bagaimana ia menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga biologis dari anaknya dan sebagai ibu imajinatif dari Hari Potter itu.
Ya, Harry Potter memang begitu fenomena. Kisahnya telah "menyihir"-jutaan pembaca dan penonton di seluruh dunia, dari anak-anak sampai kakek-nenek. Ketika kali pertama terbit, novel Harry Harry Potter langsung diserbu pembaca. "Sihir" Harry Potter telah menaklukkan buku-buku best seller lainnya, dan langsung duduk di etalase terdepan di setiap toko buku di seluruh dunia.
Bahkan, ketika seri berikutnya belum terbit, ribuan orang rela mengantre. Novel seri Herry Potter and the Deathly Hallows, the seventh and final terjual 8,3 juta eksemplar hanya dalam waktu 24 jam pertama (345.833 buku per jam).
Sungguh menakjubkan, bukan?
Bagi JK. Rowling menulis telah menjadi bagian dari hidupnya. Walau ia hanya seorang ibu rumah tangga, dan dari orang tua single dari putrinya bernama Jessica. Dari kegiatan menulisnya itu ia telah membuktikan bahwa dunia menulis bukan orang sastra saja, tetapi siapa saja yang mau melakukan dan berkomitmen tinggi dengan dunia yang digeluti itu.
"Orang-orang besar jarang sekali dilahirkan dari sebuah kemapanan, kekayaan, dan sisi kehidupan yang berlimpah. Banyak fakta yang justru membuktikan kebalikannya."
Buku yang ditulis oleh Alex Jemaih S tentang biografi J.K. Rowling. Siapa yang tidak perempuan yang satu ini? Pasti banyak orang yang mengenal sosok yang satu ini. Anda pencinta buku atau film, tentu Anda tidak asing dengan kisah Harry Potter. Bukan hanya tidak asing, barangkali Anda salah satu penggemar berat kisahnya, baik versi cetak (novel) atau versi video (filmnya). Buku atau novel yang ditulis oleh J.K. Rowling dengan judul Harry Potter itu beberapa kali menuai penolakan oleh penerbit, terhitung ada empat puluh kali ditolak. Akan tetapi, bukan J.K. Rowling namanya jika dia putus asa dengan penolakan itu. Dia malah mengedit berulang-ulang hingga dia berhasil menembus penerbit dan mengambil hati pembacanya.
Sekali lagi, kesukaan dan kegemarannya membaca dan menulis telah mengantarkan ke gerbang kesuksesan dengan menulis buku biografi tersebut dan karya-karya lainnya. Sungguh luar biasa bagi saya ini. Menulis memang bukan milik orang yang memiliki pendidikan di bidang sastra saja, tetapi miliki orang yang mau belajar menulis secara ajeg. Siapa yang mau, maka dia akan berhasil. Dalam pepatah bijak mengatakan, siapa yang menanam, ia akan memetik hasil.
Jurusan apapun, apabila memiliki kemauan dalam hal menulis, maka masalah-masalah akan teratasi dengan sendiri. Saya yakin, walaupun jurusan yang membedakan kita--jurusan kuliah di olahraga--tidak menjadi alasan untuk berimajinasi dalam dunia kata. Sebagaimana J.K. Rowling, meski dia adalah seorang ibu rumah tangga, tidak menjadi penulis dunia. Jurusan tidak menjadi alasan untuk berkarya.[]
Nemu passion nulis pas lulus SMA,tepatnya ketika masa-masa jadi pengacara.Namun karena saya kurang tekun,kemampuan menulis saya hingga sekarang belum banyak berkembang.
ردحذفSaya juga berpikir bahwa saya itu terlambat banget untuk memulai menekuni hobi saya. Saat yang lain sudah 'berlari' saya masih jalan santai.
ردحذفTulisan yang bagus, Kak. Memotivasi saya banget :)
Terima kasih ya atas kunjungannya. Iya nih saya juga merasa terlambat dan sulit buat bergerak. Saya juga merasa begitu teman-teman yang lain udah 'lari' saya kaya masih jalan di tempat aja...
ردحذفAyo mas sama-sama belajar menulis. Saya menulis dahulu karena termotivasi seorang penulis asal daerah saya. Sekarang saya belajar menulis dengan seorang editor nggalek.co yang luar biasa kejam perkara menulis... Saya banyak belajar dari dia....
ردحذفMantap deh mas..saya sih dapat inspirasi dari semua temen2 disini.
ردحذفMantap mas... saya juga banyak belajar dan inspirasi juga dri temen" blog ini..
ردحذفإرسال تعليق