Apa yang ada di benak kita kala mendengar kata Kota Ponorogo? Jelas kata Reog Ponorogo menjadi nomor satu. Atau Pondok Pesantren Gontor Ponorogo menjadi pilihan nomor dua. Namun Ponorogo juga memiliki tempat destinasi menarik di luar sana.
Wilayah Ponorogo termasuk kawasan pegunungan. Hal tersebut dilihat dari beberapa tempat wisata yang ada di Kota Reog ini adalah tempat wisata alam. Salah satu wisata alam yang berada di Ponorogo adalah Coban Lawe. Potensi wisata alam di air terjun Coban Lawe ini sangat indah. Meski jalan menuju tujuan masih makadam (batu yang ditata rapi) dan jalannya setapak tidak menjadi masalah bagi kita menelusuri kawasan Coban Lawe ini. Meski sedikit jadi kendala namun saat sampainya di tempat terbayar lunas tuntas dengan keindahan tumbuhan-tumbuhan yang masih hijau dan tumbuh subur.
Saat berada di Coban Lawe kesan alami masih terlihat. Suasana alam yang menyelimuti daerah ini menandakan bahwa Coban Lawe ini dirawat dengan baik. Ketenangan dan keindahan dari air yang turun dari Coban itu menenangkan diri. Sekilas mampu melupakan permasalahan dan kepenatan dari aktivitas yang kita jalani.
Gemericiknya air dari sumber mata air yang mengalir menjadi pemandangan yang sangat indah. Coban atau air terjun mengalir setiap hari. Yang menarik dari Coban Lawe ini adalah air yang mengalir bersap-sap atau bertangga-tangga, sehingga dijadikan tempat bermain air. Atau terkenal dengan sebutan Coban Lawe 1. Di mana Coban Lawe 1 ini adalah sap pertama yang berada paling rendah di antara 3 sap Coban Lawe.
Puas dengan sap 1 dan ingin yang lebih menantang lagi. Anda bisa coba sap 2 Coban Lawe. Pada sap 2 Coban Lawe ini memiliki ketinggian 11 meter di atas Coban Lawe 1. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Jika Anda belum puas dengan sap atau Coban Lawe 1 dan 2 dan masih menyimpan banyak tenaga, Anda bisa melanjutkan di sap 3 dan 4 yang jaraknya cukup jauh. Namun karena ingin mencari ketengan dan keindahan alam, Coban Lawe 1 dan 2 menjadi pilihan.
Ditambah lagi kicauan burung yang sesekali hinggap di dahan pohon menjadikan suasana tentram. Suara burung yang datang silih berganti berkombinasi dengan alunan butiran air yang turun dari ketinggian menambah suasana tampak sahdu. Air yang mengalir begitu jernih. Sesekali saya mengusap air pada wajah. Betapa segarnya air ini.
Di sekitar air terjun Coban Lawe ini ditumbuhi pula tumbuh-tumbuhan yang menghijau. Banyak tumbuh-tumbuhan hidup di sini. Suasana mirip belantara hutan "Kalimantan". Tumbuh-tumbuhan yang hidup seperti hamparan rumput gajah, pohon bambu serta beraneka ragam tumbuh-tumbuhan lain.
Rute Wisata Air Terjun Coban Lawe
Rute untuk sampai di lokasi air terjun Coban Lawe dapat ditempuh dua jalur. Rute bisa ditempuh melalui jalur Ponorogo-Pulung-Pudak atau bisa lewat Ponorogo-Soko-Pudak. Kedua jalur ini sama-sama dapat ditempuh menuju air terjun Coban Lawe. Namun bagi Anda yang suka keindahan alam, saya sarankan lewat jalur Ponorogo-Pulung-Soko-Pudak. Jalur ini sedikit panjang dan lama.
Namun Anda akan terbayar lunas dengan keindahan alam yang ada pada jalur tersebut. Pengunjung disuguhi keindahan perkebunan yang rindang dengan tanaman minyak kayu putih. Selain hutan minyak kayu putih, juga hutan jati dan hamparan sawah yang subur di sepanjang jalan. Sampai di Sooko, Ponorogo Anda bisa berkunjung Goa Fatima atau air terjun Pletuk.
Tapi untuk berkunjung di air terjun Coban Lawe usahakan datang saat cuaca yang cerah supaya jalan tidak licin dan tidak berkabut. Sementara itu tiket masuk untuk serial pengunjung dikenakan Rp. 3.000.- per-orang. Angka yang relatif murah.
Menu Khas Ponorogo
Setelah lelah berpetualang menyusuri hutan dan bermain air, pengunjung bisa istirahat dan menikmati jajanan atau menu khas Ponorogo yang berada di sekitar jalur Ponorogo.
1. Sate Ayam
Sudah sejak lama sate ayam menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Di Ponorogo, di beberapa tempat masih mempertahankan cara berjualannya hingga saat ini yaitu dipikul sambil berjalan keliling kampung. Ada 3 daerah sentra kuliner Tradisional Sate Ayam di Ponorogo, yaitu Purbosuman, Banyudono, dan Setono. Masing-masing daerah memiliki resep dan cara olahan sendiri. Ini salah satu menu yang pas setelah Anda lelah menelusuri air terjun Coban Lawe.
2. Sega Gegog
Meski makanan tradisional ini dapat dijumpai pula di Kabupaten Trenggalek, Sega Gegog juga banyak dijumpai di Ponorogo. Sebab wilayahnya memang bersebelahan. Menu ini sangat pas buat Anda yang keroncongan selepas bermain air. Menu makanan ini memang sederhana. Nasi yang dibumbui pedas dengan parutan kelapa muda bersama sayuran atau daging daun pisang kemudian dimasak/ dinanak. Nasi yang dinanak dalam daun pisang itu menjadi Sega Gegog pulen dan kenyang di perut.
3. Dawet Jabung
Sebagai menu dessert Anda bisa menikmati Dawet Jabung yang legendaris itu. Minuman dawet asli dari Desa Jabung, Kecamatan Mlarak ini sudah ada dalam cerita babad Ponorogo. Tak salah jika minuman ini menjadi pelepas dahaga selepas berkunjung di wisata di Coban Lawe.
Minuman ini sangat sederhana terdiri dari cendol, santan, gula merah cair, dicampur tape ketan dan gempol. Minuman ini bisa menyegarkan hawa yang dahaga. Keindahan alam di Ponorogo sekaligus menikmati kuliner Ponorogo rasanya nikmat sekali dikunjungi kala akhir pekan.
Wilayah Ponorogo termasuk kawasan pegunungan. Hal tersebut dilihat dari beberapa tempat wisata yang ada di Kota Reog ini adalah tempat wisata alam. Salah satu wisata alam yang berada di Ponorogo adalah Coban Lawe. Potensi wisata alam di air terjun Coban Lawe ini sangat indah. Meski jalan menuju tujuan masih makadam (batu yang ditata rapi) dan jalannya setapak tidak menjadi masalah bagi kita menelusuri kawasan Coban Lawe ini. Meski sedikit jadi kendala namun saat sampainya di tempat terbayar lunas tuntas dengan keindahan tumbuhan-tumbuhan yang masih hijau dan tumbuh subur.
Saat berada di Coban Lawe kesan alami masih terlihat. Suasana alam yang menyelimuti daerah ini menandakan bahwa Coban Lawe ini dirawat dengan baik. Ketenangan dan keindahan dari air yang turun dari Coban itu menenangkan diri. Sekilas mampu melupakan permasalahan dan kepenatan dari aktivitas yang kita jalani.
Gemericiknya air dari sumber mata air yang mengalir menjadi pemandangan yang sangat indah. Coban atau air terjun mengalir setiap hari. Yang menarik dari Coban Lawe ini adalah air yang mengalir bersap-sap atau bertangga-tangga, sehingga dijadikan tempat bermain air. Atau terkenal dengan sebutan Coban Lawe 1. Di mana Coban Lawe 1 ini adalah sap pertama yang berada paling rendah di antara 3 sap Coban Lawe.
Puas dengan sap 1 dan ingin yang lebih menantang lagi. Anda bisa coba sap 2 Coban Lawe. Pada sap 2 Coban Lawe ini memiliki ketinggian 11 meter di atas Coban Lawe 1. Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Jika Anda belum puas dengan sap atau Coban Lawe 1 dan 2 dan masih menyimpan banyak tenaga, Anda bisa melanjutkan di sap 3 dan 4 yang jaraknya cukup jauh. Namun karena ingin mencari ketengan dan keindahan alam, Coban Lawe 1 dan 2 menjadi pilihan.
Ditambah lagi kicauan burung yang sesekali hinggap di dahan pohon menjadikan suasana tentram. Suara burung yang datang silih berganti berkombinasi dengan alunan butiran air yang turun dari ketinggian menambah suasana tampak sahdu. Air yang mengalir begitu jernih. Sesekali saya mengusap air pada wajah. Betapa segarnya air ini.
Di sekitar air terjun Coban Lawe ini ditumbuhi pula tumbuh-tumbuhan yang menghijau. Banyak tumbuh-tumbuhan hidup di sini. Suasana mirip belantara hutan "Kalimantan". Tumbuh-tumbuhan yang hidup seperti hamparan rumput gajah, pohon bambu serta beraneka ragam tumbuh-tumbuhan lain.
Rute Wisata Air Terjun Coban Lawe
Rute untuk sampai di lokasi air terjun Coban Lawe dapat ditempuh dua jalur. Rute bisa ditempuh melalui jalur Ponorogo-Pulung-Pudak atau bisa lewat Ponorogo-Soko-Pudak. Kedua jalur ini sama-sama dapat ditempuh menuju air terjun Coban Lawe. Namun bagi Anda yang suka keindahan alam, saya sarankan lewat jalur Ponorogo-Pulung-Soko-Pudak. Jalur ini sedikit panjang dan lama.
Namun Anda akan terbayar lunas dengan keindahan alam yang ada pada jalur tersebut. Pengunjung disuguhi keindahan perkebunan yang rindang dengan tanaman minyak kayu putih. Selain hutan minyak kayu putih, juga hutan jati dan hamparan sawah yang subur di sepanjang jalan. Sampai di Sooko, Ponorogo Anda bisa berkunjung Goa Fatima atau air terjun Pletuk.
Tapi untuk berkunjung di air terjun Coban Lawe usahakan datang saat cuaca yang cerah supaya jalan tidak licin dan tidak berkabut. Sementara itu tiket masuk untuk serial pengunjung dikenakan Rp. 3.000.- per-orang. Angka yang relatif murah.
Menu Khas Ponorogo
Setelah lelah berpetualang menyusuri hutan dan bermain air, pengunjung bisa istirahat dan menikmati jajanan atau menu khas Ponorogo yang berada di sekitar jalur Ponorogo.
1. Sate Ayam
Sudah sejak lama sate ayam menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Di Ponorogo, di beberapa tempat masih mempertahankan cara berjualannya hingga saat ini yaitu dipikul sambil berjalan keliling kampung. Ada 3 daerah sentra kuliner Tradisional Sate Ayam di Ponorogo, yaitu Purbosuman, Banyudono, dan Setono. Masing-masing daerah memiliki resep dan cara olahan sendiri. Ini salah satu menu yang pas setelah Anda lelah menelusuri air terjun Coban Lawe.
2. Sega Gegog
Meski makanan tradisional ini dapat dijumpai pula di Kabupaten Trenggalek, Sega Gegog juga banyak dijumpai di Ponorogo. Sebab wilayahnya memang bersebelahan. Menu ini sangat pas buat Anda yang keroncongan selepas bermain air. Menu makanan ini memang sederhana. Nasi yang dibumbui pedas dengan parutan kelapa muda bersama sayuran atau daging daun pisang kemudian dimasak/ dinanak. Nasi yang dinanak dalam daun pisang itu menjadi Sega Gegog pulen dan kenyang di perut.
3. Dawet Jabung
Sebagai menu dessert Anda bisa menikmati Dawet Jabung yang legendaris itu. Minuman dawet asli dari Desa Jabung, Kecamatan Mlarak ini sudah ada dalam cerita babad Ponorogo. Tak salah jika minuman ini menjadi pelepas dahaga selepas berkunjung di wisata di Coban Lawe.
Minuman ini sangat sederhana terdiri dari cendol, santan, gula merah cair, dicampur tape ketan dan gempol. Minuman ini bisa menyegarkan hawa yang dahaga. Keindahan alam di Ponorogo sekaligus menikmati kuliner Ponorogo rasanya nikmat sekali dikunjungi kala akhir pekan.
Satenya bikin laper.huft 😁😁😁
ردحذفMantap itu mas... hehehe. Nih bisa komen...
ردحذفIya mas ini dah bisa..kemarin mental terus.hheeee
ردحذفKomentar sampean mental lagi, Mas. Ini tadi saya buka di spam ngumpul semua di situ....
ردحذفإرسال تعليق