Tahun baru masih terasa hingar bingarnya. Perayaan demi perayaan masih digelar oleh sebagian besar masyarakat di belahan dunia. Perayaan ini biasanya ditandai dengan aksesoris maupun sovenir seperti terompet atau petasan-petasan yang menghiasi langit pada malam hari. Sekilas, langit nampak berbeda dengan malam biasanya. Bila pada malam biasa tak ada perayaan seperti orang menyalakan petasan, meniup terompet maupun orang berkerumun menempati kawasan tertentu, seperti pantai atau tempat-tempat wisata yang lain.
Sejatinya, pergantian tahun adalah peralihan angka. Dari angka satu ke angka yang lain. Dari angka terkecil menuju angka yang lebih besar. Atau pergerakan suatu tahun dari tahun menuju tahun yang akan kita songsong sekarang.
Berangkat dari tulisan ini, saya memiliki harapan atau resolusi sekaligus perenungan secara pribadi terkait usia. Secara matematis, usia saya masih terbilang muda. Masih sangat produktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain.
Lalu ada apa dengan usia? Kita tahu, usia bukannya semakin bertambah, tetapi usia semakin berkurang dari durasi yang kita miliki. Bergulirnya usia. Bergulirnya waktu tidak akan kembali. Hari ini kita berusia sepuluh tahun, tanpa kita sadari beberapa saat kemudian kita merasa usia kita sudah 50 tahun. Semua bergerak secara alami.
Selain itu usia juga tidak bertahan stagnan. Usia bergerak meninggalkan hari. Manakala dalam hitungan hari lalu kita jalani dan kita lewati, maka sama artinya usia kita berkurang satu hari. Begitupun ketika kita melewati hari selama satu minggu, berarti usia kita terkurangi satu minggu. Bulan dan tahun, itu artinya usia kita telah tereleminasi selama durasi yang kita pakai selama itu.
Dewasa ini, banyak anak-anak muda yang memiliki usia muda yang telah terbuai dan termanjakan oleh kemudahan dan kemajuan zaman. Kita tidak bisa menilai bahwa kemajuan zaman tidak memiliki dampak yang positif oleh kehidupan kita. Kita harus bilang bahwa kemajuan teknologi sangat mempermudah pekerjaan dan aktivitas kita. Misalnya perubahan cara pandang. Yang awalnya konvensional menjadi lebih terintegrasi dengan media online. Layanan Internet mampu mengakses informasi dari mana saja kita berada.
Sehingga orang zaman now berbeda sekali dengan orang zaman old. Dengan demikian anak muda sekarang sangat berbeda dengan pemuda jaman dahulu. Padahal secara usia mereka tidak terpaut jauh dengan anak muda di jamannya. Anak muda jaman sekarang dan dahulu dengan usia yang sama, sebenarnya juga mempunyai hak untuk diperjuangkan? Dan memiliki cita-cita yang sama pula untuk memperjuangkan?
Apa yang membedakan anak jaman sekarang dan anak muda jaman old (dulu)? Meski secara usia sama. Tidak laim, tidak bukan adalah komitmen dan rasa tanggung jawabnya. (Anak muda) pemuda jaman dahulu mengerti benar arti dari tanggung jawab. Mereka mengerti bagaimana cara membuat hidup penuh berarti.
Lalu apa yang membedakan kualitas pemuda dahulu dengan masa kini? Tidak lain dan tidak bukan yang membedakan adalah mutu pendidikan dan lingkungan dan cara pandangnya. Pemuda dulu dibesarkan oleh keadaan yang membuat mereka benar-benar berpikir bagaimana hidup di masa depan. Lantas pemuda sekarang telah terlenakan oleh kurikulum pendidikan yang melupakan arti dari semangat perjuangan. Mungkin kita harus mengevaluasi.
Di saat anak-anak sekarang pada usia 14 tahun telah goncangan jiwa. Terjebak dalam pergaulan bebas, termanjakan oleh kemudahan kemajuan jaman. Serta cangkrukan di tempat-tempat penyewaan game on line, bersibuk ria di pusat perbelanjaan, seperti di syawalan, mol dan lain-lain. Galau-galau di masa awal-awal pacaran sampai pada akhirnya mengakhiri kehidupannya gara-gara putus cinta.<
Namun bagi anak muda zaman dahulu,di usia 14 tahun mereka telah masuk dan berproses dalam sebuah organisasi yang memiliki cita-cita memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam buku Gara-Gara Indonesia (2014) disebutkan bahwa Hamka dan Muhammad Natsir telah terjun diusia sangat belia, yaitu usia 15 tahun. Hamka masuk menjadi anggota Sarekat Islam dan Muhammad Natsir masuk Jong Islamieten Bond.
Buku yang ditulis oleh Agung Pribadi ini menyebutkan pula bahwa Soekarno sudah aktif di organisasi Jong Java cabang Surabaya di usia 14 tahun. Dan di usia 26 tahun Ir Soekarno telah mendirikan Partai Nasional Indonesia. Lalu di usia itu, saya (kita) sudah melakukan perubahan apakah untuk Indonesia?
Lalu, siapa yang tidak kenal dengan perakit atau pencipta Microsof yang kita nikmati saat ini? Dia adalah salah satu orang terkaya di dunia. Namun bukan ini yang saya maksud, melainkan menurut literatur-literatur yang saya baca, dan saya temukan bahwa Bill Gates telah berjuang dan berproses yang dalam satu minggunya ia hanya tidur dengan durasi delapan jam. Bukan satu hari tidur delapan jam.
Bisa dibayangkan seberapa kuatnya ia begadang untuk belajar dan berjuang itu. Bill gates memiliki prinsip dan punya cita-cita sejak usia muda seperti para pejuang dahulu. Bagaimana dengan saya? Usia yang sudah masuk ‘kepala’ 20 ini. Tidak terlibat apa-apa. Bahkan untuk "memantaskan" diri dengan masyarakat saja tak mampu.
Saya belum mampu dan bisa seperti para tokoh di atas. Atau, minimal ikut apa yang dilakukan oleh Bill Gates saja juga saya tak mampu. Sebab saat saya tidak tidur atau minimal tidur hanya beberapa jam saja dalam satu hari, kepala saya sudah terasa tak enak.
Jika saya boleh belajar dari mereka yang sukses di bidangnya, mereka mengerti benar arti dari sebuah pengorbanan. Lewat sebuah tulisan ini, saya menitipkan usaha merawat, berjuang dan melawan kebosanan serta menepis kemalasan agar melalui tulisan ini menjadi pengingat. Supaya saya terus tetap berusaha dan menjaga konsistensi yang saya geluti ini.
Sebab, membangun mental tangguh tidak semudah membangunkan mimpi-mimpi panjang dari orang tua. Karena “sebuah” kata konsistensi itu membutuhkan sebuah perjuangan, tetapi juga dibentuk secara terus-menerus setiap hari. Sebab, orang hebat itu bukanlah orang yang mempunyai bakat, melainkan orang yang memiliki mental tangguh dan tidak mudah putus asa.
Oleh karena itu, janganlah menjadikan alasan hidup yang serba instan ini sebagai penghalang, sehingga terbuai dan terlalaikan oleh keadaan. Berapa pun usia seseorang dalam berproses dalam hal produktifitas, memang ada yang perlu diperjuangkan dan dikorbankan. Seperti Bill Gates, dia bisa tidur kapan pun dan di mana yang ia perlukan. Setelah berjuang yang hanya tidur delapan jam setiap minggunya. Seperti pepatah bilang masa depan ada di tangan kita semua.[]
Sejatinya, pergantian tahun adalah peralihan angka. Dari angka satu ke angka yang lain. Dari angka terkecil menuju angka yang lebih besar. Atau pergerakan suatu tahun dari tahun menuju tahun yang akan kita songsong sekarang.
Berangkat dari tulisan ini, saya memiliki harapan atau resolusi sekaligus perenungan secara pribadi terkait usia. Secara matematis, usia saya masih terbilang muda. Masih sangat produktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain.
Lalu ada apa dengan usia? Kita tahu, usia bukannya semakin bertambah, tetapi usia semakin berkurang dari durasi yang kita miliki. Bergulirnya usia. Bergulirnya waktu tidak akan kembali. Hari ini kita berusia sepuluh tahun, tanpa kita sadari beberapa saat kemudian kita merasa usia kita sudah 50 tahun. Semua bergerak secara alami.
Selain itu usia juga tidak bertahan stagnan. Usia bergerak meninggalkan hari. Manakala dalam hitungan hari lalu kita jalani dan kita lewati, maka sama artinya usia kita berkurang satu hari. Begitupun ketika kita melewati hari selama satu minggu, berarti usia kita terkurangi satu minggu. Bulan dan tahun, itu artinya usia kita telah tereleminasi selama durasi yang kita pakai selama itu.
Dewasa ini, banyak anak-anak muda yang memiliki usia muda yang telah terbuai dan termanjakan oleh kemudahan dan kemajuan zaman. Kita tidak bisa menilai bahwa kemajuan zaman tidak memiliki dampak yang positif oleh kehidupan kita. Kita harus bilang bahwa kemajuan teknologi sangat mempermudah pekerjaan dan aktivitas kita. Misalnya perubahan cara pandang. Yang awalnya konvensional menjadi lebih terintegrasi dengan media online. Layanan Internet mampu mengakses informasi dari mana saja kita berada.
Sehingga orang zaman now berbeda sekali dengan orang zaman old. Dengan demikian anak muda sekarang sangat berbeda dengan pemuda jaman dahulu. Padahal secara usia mereka tidak terpaut jauh dengan anak muda di jamannya. Anak muda jaman sekarang dan dahulu dengan usia yang sama, sebenarnya juga mempunyai hak untuk diperjuangkan? Dan memiliki cita-cita yang sama pula untuk memperjuangkan?
Apa yang membedakan anak jaman sekarang dan anak muda jaman old (dulu)? Meski secara usia sama. Tidak laim, tidak bukan adalah komitmen dan rasa tanggung jawabnya. (Anak muda) pemuda jaman dahulu mengerti benar arti dari tanggung jawab. Mereka mengerti bagaimana cara membuat hidup penuh berarti.
Lalu apa yang membedakan kualitas pemuda dahulu dengan masa kini? Tidak lain dan tidak bukan yang membedakan adalah mutu pendidikan dan lingkungan dan cara pandangnya. Pemuda dulu dibesarkan oleh keadaan yang membuat mereka benar-benar berpikir bagaimana hidup di masa depan. Lantas pemuda sekarang telah terlenakan oleh kurikulum pendidikan yang melupakan arti dari semangat perjuangan. Mungkin kita harus mengevaluasi.
Di saat anak-anak sekarang pada usia 14 tahun telah goncangan jiwa. Terjebak dalam pergaulan bebas, termanjakan oleh kemudahan kemajuan jaman. Serta cangkrukan di tempat-tempat penyewaan game on line, bersibuk ria di pusat perbelanjaan, seperti di syawalan, mol dan lain-lain. Galau-galau di masa awal-awal pacaran sampai pada akhirnya mengakhiri kehidupannya gara-gara putus cinta.<
Namun bagi anak muda zaman dahulu,di usia 14 tahun mereka telah masuk dan berproses dalam sebuah organisasi yang memiliki cita-cita memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam buku Gara-Gara Indonesia (2014) disebutkan bahwa Hamka dan Muhammad Natsir telah terjun diusia sangat belia, yaitu usia 15 tahun. Hamka masuk menjadi anggota Sarekat Islam dan Muhammad Natsir masuk Jong Islamieten Bond.
Buku yang ditulis oleh Agung Pribadi ini menyebutkan pula bahwa Soekarno sudah aktif di organisasi Jong Java cabang Surabaya di usia 14 tahun. Dan di usia 26 tahun Ir Soekarno telah mendirikan Partai Nasional Indonesia. Lalu di usia itu, saya (kita) sudah melakukan perubahan apakah untuk Indonesia?
Lalu, siapa yang tidak kenal dengan perakit atau pencipta Microsof yang kita nikmati saat ini? Dia adalah salah satu orang terkaya di dunia. Namun bukan ini yang saya maksud, melainkan menurut literatur-literatur yang saya baca, dan saya temukan bahwa Bill Gates telah berjuang dan berproses yang dalam satu minggunya ia hanya tidur dengan durasi delapan jam. Bukan satu hari tidur delapan jam.
Bisa dibayangkan seberapa kuatnya ia begadang untuk belajar dan berjuang itu. Bill gates memiliki prinsip dan punya cita-cita sejak usia muda seperti para pejuang dahulu. Bagaimana dengan saya? Usia yang sudah masuk ‘kepala’ 20 ini. Tidak terlibat apa-apa. Bahkan untuk "memantaskan" diri dengan masyarakat saja tak mampu.
Saya belum mampu dan bisa seperti para tokoh di atas. Atau, minimal ikut apa yang dilakukan oleh Bill Gates saja juga saya tak mampu. Sebab saat saya tidak tidur atau minimal tidur hanya beberapa jam saja dalam satu hari, kepala saya sudah terasa tak enak.
Jika saya boleh belajar dari mereka yang sukses di bidangnya, mereka mengerti benar arti dari sebuah pengorbanan. Lewat sebuah tulisan ini, saya menitipkan usaha merawat, berjuang dan melawan kebosanan serta menepis kemalasan agar melalui tulisan ini menjadi pengingat. Supaya saya terus tetap berusaha dan menjaga konsistensi yang saya geluti ini.
Sebab, membangun mental tangguh tidak semudah membangunkan mimpi-mimpi panjang dari orang tua. Karena “sebuah” kata konsistensi itu membutuhkan sebuah perjuangan, tetapi juga dibentuk secara terus-menerus setiap hari. Sebab, orang hebat itu bukanlah orang yang mempunyai bakat, melainkan orang yang memiliki mental tangguh dan tidak mudah putus asa.
Oleh karena itu, janganlah menjadikan alasan hidup yang serba instan ini sebagai penghalang, sehingga terbuai dan terlalaikan oleh keadaan. Berapa pun usia seseorang dalam berproses dalam hal produktifitas, memang ada yang perlu diperjuangkan dan dikorbankan. Seperti Bill Gates, dia bisa tidur kapan pun dan di mana yang ia perlukan. Setelah berjuang yang hanya tidur delapan jam setiap minggunya. Seperti pepatah bilang masa depan ada di tangan kita semua.[]
إرسال تعليق