Hari demi hari, di dunia ini, persaingan semakin ketat. Siapa pun yang lemah dan tidak kuat akan daya saingnya, maka akan kalah dalam percaturan dunia lokal maupun global. Dunia menuntut kita untuk cepat dan tepat dalam memanfaatkan kesempatan maupun peluang, baik kemampuan dalam diri maupun media kerjanya.
Selain itu, orang-orang yang sudah memiliki kekuatan--baik korporasi ataupun sebutan lain--semakin hari semakin beringas kepada orang lemah. Sebab itu, dibutuhkan upaya untuk mereduksi berbagai kekuatannya maupun tindakannya. jika kita tidak memiliki kemampuan yang kuat, tidak menutup kemungkinan, kita akan terkapar dengan sendirinya.
Manusia itu memang unik. Ia diberi bakat dan pengetahuan untuk mengekspor semua yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, ia harus mengeluarkan, mengekspor potensi yang ada dalam dirinya. Selain itu, manusia juga mempunyai kemampuan yang sedemikian kompleks, untuk bertahan hidup (survive).
Di luar sana banyak sekali yang berhasil menggali potensi dalam dirinya. Orang-orang yang berhasil menggali potensi yang ia miliki tidak lahir dari tempaan maupun godaan. Namun karena orang-orang yang berhasil itu memiliki mental yang kuat dan mampu bertahan dalam kerasnya dunia, maka tak berlebihan jika ia merayakan, menikmati apa yang telah ia raih.
Potensi yang dimiliki oleh orang-orang tentunya diasah dengan integritas yang tinggi dan kemampuan bertahan yang sangat kuat. Sebab, orang yang tahan akan goncangan dan kerasnya hidup, lama ataupun sekejap, ia akan meraih dari hasil apa yang ia kerjakan. Fokus harapannya.
Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengenal dan menggali potensi dalam diri?
Pengenalan atau memiliki kesadaran terhadap eksistensi diri dalam realitas seseorang itu kurang mendapat perhatian oleh dir, ini jelas! Jelas dalam kehidupan masyarakat yang tidak memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Padahal, pemahaman maupun mengenali potensi diri itu menjadi pintu masuk untuk mengembangkan diri dalam kehidupan yang luas.
Seorang ilmuwan, Paula P. Brownlee pernah mengatakan, “Bahwa untuk berbuat baik di dunia ini, seseorang pertama-tama harus mengenali siapa dirinya dan apa yang memberinya makna bagi kehidupan. Pengenalan terhadap diri sendiri merupakan ikhtiar untuk menenmukan talenta, kemampuan, dan juga minat. Jika diri sendiri sudah mampu dikenali dengan baik, potensi diri yang dimiliki dapat diberdayakan secara optimal.”
Sementara itu, potensi yang dimiliki setiap manusia berbeda. Satu dengan yang lain tidak sama. Bakat dan minat memiliki perbedaan. Perbedaan inilah tugas kita diri sendiri untuk mengenali dan menggali potensi diri menjadi kekuatan menuju kesuksesaan. Misal bakat dan minat itu adalah seseorang bakat dan minatnya menjadi pemain sepakbola. Maka ia harus berjuang, mengasah potensi dirinya itu di dunai lapangan hijau. Begitupun di dunia seni, menyanyi, masak, maupun olah musik, menjadi penulis dan lain sebagainya.
Potensi-potensi tersebut sedianya untuk dikenali dan diasah dengan maksimal sehingga menjadi passion. Sebab mengenali dan menggali potensi itu penting sekali.
Menggali potensi diri bisa dilakukan dengan ketekunan dan kerja keras yang tiada henti. Maka dibutuhkan keyakinan terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Harus menarik manfaat untuk dikembangkan dalam kerangka yang luas. Mendayagunakan dalam pengembangan potensi diri yang diperoleh dari hasil mengamati kemampuan.[]
Selain itu, orang-orang yang sudah memiliki kekuatan--baik korporasi ataupun sebutan lain--semakin hari semakin beringas kepada orang lemah. Sebab itu, dibutuhkan upaya untuk mereduksi berbagai kekuatannya maupun tindakannya. jika kita tidak memiliki kemampuan yang kuat, tidak menutup kemungkinan, kita akan terkapar dengan sendirinya.
Manusia itu memang unik. Ia diberi bakat dan pengetahuan untuk mengekspor semua yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, ia harus mengeluarkan, mengekspor potensi yang ada dalam dirinya. Selain itu, manusia juga mempunyai kemampuan yang sedemikian kompleks, untuk bertahan hidup (survive).
Di luar sana banyak sekali yang berhasil menggali potensi dalam dirinya. Orang-orang yang berhasil menggali potensi yang ia miliki tidak lahir dari tempaan maupun godaan. Namun karena orang-orang yang berhasil itu memiliki mental yang kuat dan mampu bertahan dalam kerasnya dunia, maka tak berlebihan jika ia merayakan, menikmati apa yang telah ia raih.
Potensi yang dimiliki oleh orang-orang tentunya diasah dengan integritas yang tinggi dan kemampuan bertahan yang sangat kuat. Sebab, orang yang tahan akan goncangan dan kerasnya hidup, lama ataupun sekejap, ia akan meraih dari hasil apa yang ia kerjakan. Fokus harapannya.
Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengenal dan menggali potensi dalam diri?
Pengenalan atau memiliki kesadaran terhadap eksistensi diri dalam realitas seseorang itu kurang mendapat perhatian oleh dir, ini jelas! Jelas dalam kehidupan masyarakat yang tidak memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Padahal, pemahaman maupun mengenali potensi diri itu menjadi pintu masuk untuk mengembangkan diri dalam kehidupan yang luas.
Seorang ilmuwan, Paula P. Brownlee pernah mengatakan, “Bahwa untuk berbuat baik di dunia ini, seseorang pertama-tama harus mengenali siapa dirinya dan apa yang memberinya makna bagi kehidupan. Pengenalan terhadap diri sendiri merupakan ikhtiar untuk menenmukan talenta, kemampuan, dan juga minat. Jika diri sendiri sudah mampu dikenali dengan baik, potensi diri yang dimiliki dapat diberdayakan secara optimal.”
Sementara itu, potensi yang dimiliki setiap manusia berbeda. Satu dengan yang lain tidak sama. Bakat dan minat memiliki perbedaan. Perbedaan inilah tugas kita diri sendiri untuk mengenali dan menggali potensi diri menjadi kekuatan menuju kesuksesaan. Misal bakat dan minat itu adalah seseorang bakat dan minatnya menjadi pemain sepakbola. Maka ia harus berjuang, mengasah potensi dirinya itu di dunai lapangan hijau. Begitupun di dunia seni, menyanyi, masak, maupun olah musik, menjadi penulis dan lain sebagainya.
Potensi-potensi tersebut sedianya untuk dikenali dan diasah dengan maksimal sehingga menjadi passion. Sebab mengenali dan menggali potensi itu penting sekali.
Menggali potensi diri bisa dilakukan dengan ketekunan dan kerja keras yang tiada henti. Maka dibutuhkan keyakinan terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Harus menarik manfaat untuk dikembangkan dalam kerangka yang luas. Mendayagunakan dalam pengembangan potensi diri yang diperoleh dari hasil mengamati kemampuan.[]
إرسال تعليق