Hobi itu bermacam-macam. Ada seseorang yang hobinya menancing, memelihara burung, koleksi batu akik, koleksi buku dan masih banyak lagi. Akan tetapi, tak sedikit orang yang menjadikan menulis sebagai hobi. Sehingga, mereka berani mengeluarkan modal lebih untuk memuaskan kegemarannya tersebut. Kegemaran atau hobi tersebut akan menjadikan kegembiraannya dalam hidupnya.
Dan, bisa juga, mengeluarkan uang dengan jumlah yang cukup banyak. Misalnya, ada orang yang punya hobi main golf, mereka dengan sukarela mengeluarkan biaya dalam jumlah yang cukup besar. Mereka hanya memburu kepuasan hobinya bermain golf di lapangan golf yang super mewah itu. Golf adalah salah satu olahraga yang mahal.
Karena pandangan itu, Satria Dharma mengeluarkan uang untuk memuaskan hobinya dengan Membaca dan menulis kemudian ia bagikan kepada orang-orang terdekat, rekan dan teman-temannya, tidaklah berlebihan. Buku yang berjudul Satria Dharma Twenty Years of Joy and Happines: menuju Budaya Literasi (2012) adalah buku yang tepat untuk hadiah bagi orang lain dalam membangun budaya literasi (baca: baca-tulis) di lingkungan masyarakat. Buku ini juga, saya mendapatkannya dengan cara gratis, tis, tis!
Awalnya, saya memang berencana untuk membeli beberapa koleksi atau karya pak Satria Dharma, namun tidaklah ada alias kosong. Meski demikian, saya tidak undur diri dengan tangan kosong. Ternyata saya diberi buku karyanya dengan gratis tanpa uang ganti rugi percetakan atau uang ongkir (ongkos kirim).
Pak Satria Dharma lantas mengirimkan via Pos Indonesia. Selang satu minggu, buku ini sampai di tangan saya. Dan, dengan senang hati dan atas kebesaran, kemuliaan dan kemurahan hati pak Satria Dharma, saya ingin menulis tentang tulisan berjudul tersebut. Tulisan ini saya dedikasi untuk pak Satria Dharma yang membangun budaya literasi. Sekedar informasi, dan, ternyata, pak Satria Dharma dan beberapa teman sudah bertekad untuk mendirikan sekolah menulis khusus untuk siswa sekolah Dasar (SD), (yang mungkin akan melebar ke jenjang di atasnya nanti). Melalui tulisan ini pula, saya juga ingin membudayakan menulis, secara pribadi.
Menurutnya, "dengan tekad membangun Literasi membaca dan menulis pada anak-anak, mereka memiliki kemampuan dan keterampilan literasi yang tinggi. Sekolah jelas tidak mampu memupuk budaya literasi ini, karena mereka tidak memiliki cukup kesadaran, wawasan, dan pengetahuan untuk itu."
Oleh karena itu, tidak berlebihan bilamana Satria Dharma tidak tertarik untuk menulis di media massa atau menjadi seorang penulis profesional, ia benar-benar menyukai kegiatan membaca dan menulis. Ia menganggap menulis sebagai sebuah hobi yang luar biasa 'fulfilling'. Hobi yang ia pikir akan selalu ia lakukan dengan gembira dalam hidupnya. Hobinya ini tergolong, hobi yang "mahal" harganya. Pasalnya, ia menulis dan menerbitkan untuk dibagi-bagikan kepada orang lain. Akan tetapi, ia termasuk orang "murahan", murah hati dengan membagi-bagikan buku karya tulisnya sendiri itu.
Selain untuk share untuk orang lain, ia menulis juga untuk hadiah hari ulang tahunnya. Buku yang diberikan kepada saya ini, yang berjudul Happy Years of Joy and Happiness ini untuk merayakan dua puluh pernikahannya dengan istrinya. Juga sebagai petanda usianya, yang sudah masuk balak lima. Buku tersebut, awalnya tergoda dengan memberi judul Happy Balak Lima, karena mengingat jumlah usianya yang telah masuk balak lima itu. Semoga dengan matangnya usia pak Satria Dharma, ia selalu diberi kesehatan, dilimpahkan rezekinya, diberi umur panjang, selalu produk dalam berkarya dan selalu diberikan kemurahan hati dalam membimbing anaknya dan keluarganya. Amin.
Kembali lagi pada, buku sebagai hadiah. Satria Dharma memang hobi menulis, kumpulan tulisan-tulisannya ada di website www.satriadharma.com. Tahun lalu--berarti tahun 2011--pak Satria Dharma telah menerbitkan kumpulan tulisan-tulisannya hampir setebal 500 halaman. Buku itu ia beri judul For the Love of Reading and Writing, karena ia menganggap sebagai perayaan akan kecintaannya membaca dan menulis selama ini.
Buku tersebut, memiliki ketebalan halaman yang tidak sedikit. Saking sukanya dengan dunia tulis-menulis, ada sekitar 60-an tulisan atau artikel. Artinya, rata-rata minimal 1 artikel setiap minggu. Meskipun ada saat produktif, ia menulis beberapa artikel. Dan ada pula kalanya, ia tidak menulis selama berminggu-minggu. Tulisan yang dimasukkan dalam webnya tersebut adalah tulisan-tulisan yang ia anggap sebuah tulisan utuh ya merepresentasikan pandangannya terhadap topik yang ia tulis, it's an expression of self.
Jadi, tidak berlebihan bila Satria Dharma memanfaatkan kelebihan penghasilannya untuk mencetak buku dan membagikan kepada teman-temannya. Menurutnya, menerbitkan buku adalah sebagai bentuk untuk mensyukuri nikmat Allah.
"Saya benar-benar merasakan kesempurnaan nikmat Allah SWT. Di usia yang balak ini saya boleh dikatakan tidak pernah harus ke Rumah Sakit, karena sakit. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali saya melihat mengunjungi dokter, kecuali ke dokter gigi. Alhamdulillah, saya sehat. Anak istri saya juga sehat dan asuransi kesehatan kami tidak perlu digunakan. Selain itu, kami juga cukup berkelimpahan karena pemasukan kami jauh lebih besar daripada pada pengeluaran kami. Bahkan, saya bisa mengatakan bahwa sekarang saya sudah berhenti mencari nafkah dan bisa memikirkan apa yang sebaiknya saya manfaatkan untuk memanfaatkan kelebihan penghasilan dan waktu luang saya dengan sebaik-baiknya," katanya di halaman ix.
Jadi buku ini, buku Satria Dharma: Twenty Years of Joy and Happiness; menuju budaya literasi, adalah salah satu souvenir kepada teman-teman dalam rangka mensyukuri nikmat Tuhan. Buku hasil tulisan yang dikumpulkan selama tahun 2012 ini, ia persembahkan kepada Anda saudara-saudara dan teman-teman dengan harapan agar my not only echo down the hall. "Dan, saya berharap agar Anda tergoda untuk melakukan hal yang sama, yaitu menulis."[*]
Judul Buku: Satria Dharma: Twenty Years of Joy and Happiness
Penulis: Satria Dharma
Penerbit: PT Revka Petra Media, Surabaya
Terbit: I, Desember 2012
Tebal: x + 430 halaman; 13,5 x 20,5 cm
ISBN: 978-602-7796-68-3
Dan, bisa juga, mengeluarkan uang dengan jumlah yang cukup banyak. Misalnya, ada orang yang punya hobi main golf, mereka dengan sukarela mengeluarkan biaya dalam jumlah yang cukup besar. Mereka hanya memburu kepuasan hobinya bermain golf di lapangan golf yang super mewah itu. Golf adalah salah satu olahraga yang mahal.
Karena pandangan itu, Satria Dharma mengeluarkan uang untuk memuaskan hobinya dengan Membaca dan menulis kemudian ia bagikan kepada orang-orang terdekat, rekan dan teman-temannya, tidaklah berlebihan. Buku yang berjudul Satria Dharma Twenty Years of Joy and Happines: menuju Budaya Literasi (2012) adalah buku yang tepat untuk hadiah bagi orang lain dalam membangun budaya literasi (baca: baca-tulis) di lingkungan masyarakat. Buku ini juga, saya mendapatkannya dengan cara gratis, tis, tis!
Awalnya, saya memang berencana untuk membeli beberapa koleksi atau karya pak Satria Dharma, namun tidaklah ada alias kosong. Meski demikian, saya tidak undur diri dengan tangan kosong. Ternyata saya diberi buku karyanya dengan gratis tanpa uang ganti rugi percetakan atau uang ongkir (ongkos kirim).
Pak Satria Dharma lantas mengirimkan via Pos Indonesia. Selang satu minggu, buku ini sampai di tangan saya. Dan, dengan senang hati dan atas kebesaran, kemuliaan dan kemurahan hati pak Satria Dharma, saya ingin menulis tentang tulisan berjudul tersebut. Tulisan ini saya dedikasi untuk pak Satria Dharma yang membangun budaya literasi. Sekedar informasi, dan, ternyata, pak Satria Dharma dan beberapa teman sudah bertekad untuk mendirikan sekolah menulis khusus untuk siswa sekolah Dasar (SD), (yang mungkin akan melebar ke jenjang di atasnya nanti). Melalui tulisan ini pula, saya juga ingin membudayakan menulis, secara pribadi.
Menurutnya, "dengan tekad membangun Literasi membaca dan menulis pada anak-anak, mereka memiliki kemampuan dan keterampilan literasi yang tinggi. Sekolah jelas tidak mampu memupuk budaya literasi ini, karena mereka tidak memiliki cukup kesadaran, wawasan, dan pengetahuan untuk itu."
Oleh karena itu, tidak berlebihan bilamana Satria Dharma tidak tertarik untuk menulis di media massa atau menjadi seorang penulis profesional, ia benar-benar menyukai kegiatan membaca dan menulis. Ia menganggap menulis sebagai sebuah hobi yang luar biasa 'fulfilling'. Hobi yang ia pikir akan selalu ia lakukan dengan gembira dalam hidupnya. Hobinya ini tergolong, hobi yang "mahal" harganya. Pasalnya, ia menulis dan menerbitkan untuk dibagi-bagikan kepada orang lain. Akan tetapi, ia termasuk orang "murahan", murah hati dengan membagi-bagikan buku karya tulisnya sendiri itu.
Selain untuk share untuk orang lain, ia menulis juga untuk hadiah hari ulang tahunnya. Buku yang diberikan kepada saya ini, yang berjudul Happy Years of Joy and Happiness ini untuk merayakan dua puluh pernikahannya dengan istrinya. Juga sebagai petanda usianya, yang sudah masuk balak lima. Buku tersebut, awalnya tergoda dengan memberi judul Happy Balak Lima, karena mengingat jumlah usianya yang telah masuk balak lima itu. Semoga dengan matangnya usia pak Satria Dharma, ia selalu diberi kesehatan, dilimpahkan rezekinya, diberi umur panjang, selalu produk dalam berkarya dan selalu diberikan kemurahan hati dalam membimbing anaknya dan keluarganya. Amin.
Kembali lagi pada, buku sebagai hadiah. Satria Dharma memang hobi menulis, kumpulan tulisan-tulisannya ada di website www.satriadharma.com. Tahun lalu--berarti tahun 2011--pak Satria Dharma telah menerbitkan kumpulan tulisan-tulisannya hampir setebal 500 halaman. Buku itu ia beri judul For the Love of Reading and Writing, karena ia menganggap sebagai perayaan akan kecintaannya membaca dan menulis selama ini.
Buku tersebut, memiliki ketebalan halaman yang tidak sedikit. Saking sukanya dengan dunia tulis-menulis, ada sekitar 60-an tulisan atau artikel. Artinya, rata-rata minimal 1 artikel setiap minggu. Meskipun ada saat produktif, ia menulis beberapa artikel. Dan ada pula kalanya, ia tidak menulis selama berminggu-minggu. Tulisan yang dimasukkan dalam webnya tersebut adalah tulisan-tulisan yang ia anggap sebuah tulisan utuh ya merepresentasikan pandangannya terhadap topik yang ia tulis, it's an expression of self.
Jadi, tidak berlebihan bila Satria Dharma memanfaatkan kelebihan penghasilannya untuk mencetak buku dan membagikan kepada teman-temannya. Menurutnya, menerbitkan buku adalah sebagai bentuk untuk mensyukuri nikmat Allah.
"Saya benar-benar merasakan kesempurnaan nikmat Allah SWT. Di usia yang balak ini saya boleh dikatakan tidak pernah harus ke Rumah Sakit, karena sakit. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kali saya melihat mengunjungi dokter, kecuali ke dokter gigi. Alhamdulillah, saya sehat. Anak istri saya juga sehat dan asuransi kesehatan kami tidak perlu digunakan. Selain itu, kami juga cukup berkelimpahan karena pemasukan kami jauh lebih besar daripada pada pengeluaran kami. Bahkan, saya bisa mengatakan bahwa sekarang saya sudah berhenti mencari nafkah dan bisa memikirkan apa yang sebaiknya saya manfaatkan untuk memanfaatkan kelebihan penghasilan dan waktu luang saya dengan sebaik-baiknya," katanya di halaman ix.
Jadi buku ini, buku Satria Dharma: Twenty Years of Joy and Happiness; menuju budaya literasi, adalah salah satu souvenir kepada teman-teman dalam rangka mensyukuri nikmat Tuhan. Buku hasil tulisan yang dikumpulkan selama tahun 2012 ini, ia persembahkan kepada Anda saudara-saudara dan teman-teman dengan harapan agar my not only echo down the hall. "Dan, saya berharap agar Anda tergoda untuk melakukan hal yang sama, yaitu menulis."[*]
Judul Buku: Satria Dharma: Twenty Years of Joy and Happiness
Penulis: Satria Dharma
Penerbit: PT Revka Petra Media, Surabaya
Terbit: I, Desember 2012
Tebal: x + 430 halaman; 13,5 x 20,5 cm
ISBN: 978-602-7796-68-3
Enak banget dapet buku gratis,aku pengennn......
ردحذفIya Mbak. Seneng banget dapet buku gratis. Itu tanpa dipungut ongkir loh. Tahu-tahu sampai di rumah dengan selamat... Masak mbaknya belum pernah dikirimin buku sama temen penulis gitu?
ردحذفAku tergoda ✍🏻✍🏻
ردحذفAyooo menulis mbak... Siapa tahu jadi barang berharga. Temenku menulis buku sebagai "anggap saja" buku nikah..
ردحذفSemangaaaat. ✍🏻✍🏻✍🏻 Menulis untuk meninggalkan sejarah.
ردحذفMantap itu mbak. Semangat. Tetep menulis meski beraaat...
ردحذفIyaaa. Semangat berjuang. Haha.✍🏻
ردحذفMantap mbak. Berjuang sampai titik penghabisan. Hahaha
ردحذفHahaha. Iya....
ردحذفPernah tapi udah lama banget.
ردحذفGimana perasaannya mbak dapet buku gratis??
ردحذفSeneng trus penulisnya kasih tulisan tangan seperti ini"teruslah menulis walau hanya untuk dikonsumsi sendiri." Berasa dapet motivasi.
ردحذفNah motivasi yang tidak pernah terputus saat kita membacanya lagi seperti bahan pelecut lagi...
ردحذفMau tanya mas. Usia balak itu maksudnya opo sih ?
ردحذفHe he,,
Itu sebenarnya basa Jawa mas. Awalnya Balok. Atau angka besar. Hehehe. Terima kasih, Mas buat pertanyannya. Hehehe
ردحذفJadi itu semacam bahasa lokal atau lewat dipikiran saya saja. Hehehe
ردحذفooh,,baiklah !
ردحذفIya, Mas... Semoga bermanfaat ya...
ردحذفIya, jadi bahasa gaul yah ,,he he
ردحذفNgomong-ngomong ngga ada niat beli domain sendiri mas ?
Belum kepikiran, Mas. Takutnya nanti blog gak konsisten. Ini masih mengajegkan atau merutinkan nulis di blog. Awalnya saya rutinan nulis di portal online, Mas...
ردحذفOke deh, silahkan dilanjut !
ردحذفBerniat punya tapi belum bulan-bulan ini mas...
ردحذفIya, persiapannya biar lebih matang lagi yah .
ردحذفSalah satunya begitu, Bang. Takutnya nanti kalo udah pasang domain, eh di tengah-tengah gak konsisten lagi. Kan sayang banget...
ردحذفإرسال تعليق