Lokasinya berada di Desa Dukuh, Watulimo. Mendengar kata Desa Dukuh, orang berekspektasi bahwa kontur jalannya naik turun, tidak merata dan curam. Namun anggapan itu sirna seketika, jika sudah berada di jalur waduk Desa Sawahan. Sebab letak wana wisata ini tak terlalu jauh dari penampungan air ini dan jalannya belum sampai naik atau curam.
Sementara Desa Dukuh terkenal dengan Madusa (Manggis, Durian dan Salak). Ketiga komoditas Manggis, Durian dan Salak merupakan produk andalan di kala musim, di Desa Dukuh juga ada pasar durian nasional. Kali ini bukan buah yang ingin ditawarkan pada pengunjung. Namun keelokan alam dimiliki hutan di Barat Watulimo sangat patut untuk dikunjungi karena keindahannya.
Sejak dibuka pertengahan tahun 2016, wana wisata ini menjadi semakin indah. Banyu Nget adalah nama wana wisata itu. Banyu Nget menawarkan konsep alam yang masih alami nan hijau, sungai-sungai jernih dan air terjun yang menarik dan beberapa tempat bermain menantang menjadi poin tambah sebagai tempat yang menarik dan dijamin tidak menyesal berkunjung.
Perjalanan
Saya memiliki kesempatan berkunjung di wana wisata Banyu Nget bersama saudara. Awalnya servis motor. Selesai perkara kendaraan saya menggeber kendaraan menuju Desa Dukuh. Sampai di lokasi wisata Banyu Nget suasana sudah ramai. Di depan gapura masuk, banyak mobil terparkir. Dilihat dari plat nomor kendaraan itu bukan milik warga sekitar, melainkan milik pengunjung yang berasal dari daerah lain. Kelihatannya beberapa tempat mengalami renovasi. Jadi sangat rekomended jadi tepat rekreasi bersama teman dan keluarga. Jadi pantas saja bila masyarakat luar Trenggalek menikmati wisata Alam Banyu Nget ini. Wong wisata Banyu Nget sangat indah dan masih asri. Fasilitasnya lengkap dan sedang nge-hits.
Saya mencari tempat parkir di antara mobil-mobil. Selepas memastikan motor teparkir dengan aman, saya berjalan masuk lokasi wisata. Dari kejauhan ada sesuatu yang sangat menawan untuk tak diabadikan dalam gambar. Kami (saya dan Surur) mengabadikan momen di bawah tulisan "Banyu Nget". Tulisan ini adalah ikonik yang berasal dari bahan aklraik. Jadi tulisan ini sangat menarik, apalagi warnanya dominan; cerah—merah dan biru.
Ini merupakan landmark yang baru dibangun beberapa bulan terakhir dan diresmikan oleh wakil Bupati Trenggalek. Ini merupakan inovasi terus mengembangkan wisata Banyu Nget. Kemudian, kami melangkah ke arah loket. Untuk menuju loket masuk ada anak tangga yang harus kami lalui. Pemandangan di kanan kiri sangat asri. Berbagai jenis bunga ditanam dan kesan alami lagi menyejukkan dan hijau. Sementara di beberapa tempat ada papan pengumuman yang dipasang di papan kayu. Pengumuman itu merupakan peringatan pada kita atas kepedulian untuk menjaga dan merawat hutan.
Demikian salah satu tulisannya “Hutan membutuhkan kita dan kita butuh hutan dan tanaman yang hijau”. Selepas urusan loket masuk selesai, kami berjalan turun dan berjalan bersamaan dua orang berpakaian hijau muda. Ia merupakan petugas di kawasan itu dan membawa baki dengan menu jajanan pasar. Menurutnya hari itu dan besok ada acara gowes bareng Kapolres Trenggalek. Kami melalui jalan yang tak dirabat dan lebarnya satu meter.
Fasilitas-fasilitas
Fasilitas merupakan sarana yang wajib ada untuk kenyaman pengunjung. Fasilitas di sini terbilang lengkap. Ada permainan yang memacu adrenalin. Permainan itu adalah sepeda gantung atau sepeda terbang. Sepeda terbang ini aman bagi pengunjung. Safety sangat diperhatikan; meliputi helm keselamatan, tali dan tentunya sepeda yang sudah dimodifikasi dan tim penyelamat yang selalu siap siaga.
Rute sepeda terbang ini melewati jembatan bambu yang jaraknya tidak kurang dari seratus meter, yang di bawah airnya sangat jernih. Selain sepeda terbang ada juga Hammock. Hammock merupakan tempat tidur gantung atau ayunan yang dipasang di antara dua pohon. Hammock sangat cocok untuk berteduh di bawah pohon di ketinggian tertentu. Hammock sangat aman karena dilengkapi alat yang standar dan safety. Jadi permainan ini sangat menarik.
Dari permaianan itu saya tertarik dengan Hammock. Selain memacu adrenalin, Hammock juga membutuhkan energi ekstra. Untuk menuju ayunan paling atas, kita harus memanjat tangga, tangan kiri harus kecakatan dengan kombinasi tangan kanan yang terus memegang tangga satu persatu. Sampai di ayunan paling atas rasa gugup akan terbayar dengan pemandangan alam yang masih alami dan segarnya udara di hutan Ketro ini. Ada juga ayunan.
Nah, apabila ketiga permainan itu sudah dilahap Anda bisa istirahat dan berteduh di gazebo. Apabila tak sempat membawa bekal dari rumah, warung-warung tradisional bisa jadi pilihan. Anda juga tak usah risau kala masuk waktu sholat, di lokasi ini di lengkapi Mushola atau Surau. Mushola itu dibuat dengan konsep alam, yakni semua terbut dari kayu dan beberapa bahan langsung dari hutan sekitar. Kesan etnik sangat terasa sekali. Semua bangunan di sini memang diselaraskan dengan konsep alam yang mengacu pada alam. Oh iya, jika kalian ingin kampingdi sini juga disediakan lahan camping group.
Banyu Nget, Goa Grojok, Air Terun Urang Kambu
Setelah puas menikmati fasilitas Hammock, kami berpindah tempat. Kali ini kami menelusuri dan menikmati gemericik suara sungai yang jernih. Sungai di kawasan hutan Ketro ini airnya sangat jernih. Tak ayal, di bawah saluran sungai ini dibangun waduk yang menyuplai air bersih pada puluhan hingga ratusan kepala rumah tangga di kawasan 4 desa di bawahnya.
Rasanya kurang lengkap jika tak menggali informasi dari petugas di sini. Pak Kurniawan—sapaan akrab dari Tulus Kurniawan—merupakan salah satu warga yang bertugas di air terjun Urang Kambu yang saya temui. Ia banyak memaparkan perihal wisata alam Banyu Nget. Pak Kurniawan mengatakan bahwa yang berkunjung di tempat ini kebanyakan masyarakat dari luar kota. Sehingga melihat prospek yang bagus ini, kawasan Banyu Nget sedikit demi sedikit terus berbenah dan tetap mengacu pada konsep alam.
Nama Banyu Nget sendiri di-branding sebagai nama lokasi ini. Banyu Nget sendiri merupakan kedung yang mengeluarkan air yang hangat nan jernih. Banyu Nget juga mengeluarkan busa kecil berwarna putih dan warnanya kehijau-hijauan. Ini menandakan bahwa di sekitar kawasan itu Banyu Nget atau Banyu Anget mengalir. Banyu Nget sendiri berasal dari kata “Banyu Anget” atau Air Hangat.
Saat saya ke sana kemarin volume air lumayan besar. Karena beberapa hari ini kawasan di Hutan Ketro ini hujan, sehingga air yang mengalir cukup deras.
Luas Banyu Nget ini sekitar lima meter. Kedalaman Banyu Nget tidak lebih dari setengah sampai dua meter. Kedalaman ini sangat cocok jadi tempat berenang. Banyak yang percaya bahwa air hangat dari lubang kecil itu mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit kulit dan penyakit lain. Air ini diduga mengandung campuran belerang. Namun untuk membuktikan dibutuhkan penelitian yang lebih dari peneliti.
Di Barat Banyu Nget ada Goa Grojok yang lokasinya bersebelahan atau depan selfie deck. Nama Goa Grojok sendiri dari pemberian warga sekitar. Kenapa dinamai Goa Grojok? Karena air yang mengalir dari atas ke bawah mengeluarkan suara gerojok dan membentuk kedung sehingga suara yang khas itu dipakai oleh warga sekitar untuk menamai Goa Grojok ini.
Tak ingin berlama-lamaan di depan Selfie Deck, kami beralih sebelahnya ada Bayu Payung. Nah, aliran air Batu Payung dengan Goa Gerojok ini menjadi tempuran sungai. Yang satu dari arah Barat, yang dari Goa Gerojok dari arah Utara. Saya tak banyak bermain air di sini. Hanya menikmati suara air yang membuat hati jadi hening.
Di atas Batu Payung ada air terjun Urang Kambu. Air terjun Urang Kambu ini jadi ikonik yang terkenal selain Banyu Nget itu. Dari namanya mengingatkan pada jenis udang air tawar. Menurut pak Kurniawan, dahulu banyak warga yang menangkap urang/ udang di lokasi ini. Jenis udang yang paing banyak ditangkap adalah urang kambu. Sebab, spesias udang air tawar ini sangat mudah ditemukan di lokasi ini.
Air terjun Urang Kambu sangat deras sekali. Air yang jatuh terhempas dari atas ke bawah menghasilkan butiran-butiran kecil yang diterbangkan oleh udara hingga membentuk embun yang menyejukkan sekitar. Air yang terbang sampai di baju, wajah tangan mengakibatka baju dan wajah menjadi basah namun segar.
Air yang jernih membuat orang mendekat dan bermain kunci tangan dan cuci kaki dan berenang. Kami tak kuasa menahan diri untuk tak main air. Surur bermain air dan sesekali menyuruh mengabadikan momen itu. Kedung Urang Kambu memiliki kedalaman mencapai 4 meter. Di sini disediakn life jaket/ pelampung. Anda tinggal meminjam dengan Pak Kurniawan tadi.
Di dekat air terjun Urang Kambu ini ada toilet atau tempat ganti. Jadi Anda bisa menikmati dan bermain air tanpa takut basah semua baju yang Anda kenakan. Menurut Pak Kurniawan ada satu yang masih kurang, yakni Ban pelampung yang masih diupayakan. Bermain air sembari mendengarkan kicau yang merdu burung seolah kita lupa akan permasalahan di tempat kerja atau lainnya.
Informasi Penting
Sementara Desa Dukuh terkenal dengan Madusa (Manggis, Durian dan Salak). Ketiga komoditas Manggis, Durian dan Salak merupakan produk andalan di kala musim, di Desa Dukuh juga ada pasar durian nasional. Kali ini bukan buah yang ingin ditawarkan pada pengunjung. Namun keelokan alam dimiliki hutan di Barat Watulimo sangat patut untuk dikunjungi karena keindahannya.
Sejak dibuka pertengahan tahun 2016, wana wisata ini menjadi semakin indah. Banyu Nget adalah nama wana wisata itu. Banyu Nget menawarkan konsep alam yang masih alami nan hijau, sungai-sungai jernih dan air terjun yang menarik dan beberapa tempat bermain menantang menjadi poin tambah sebagai tempat yang menarik dan dijamin tidak menyesal berkunjung.
Perjalanan
Saya memiliki kesempatan berkunjung di wana wisata Banyu Nget bersama saudara. Awalnya servis motor. Selesai perkara kendaraan saya menggeber kendaraan menuju Desa Dukuh. Sampai di lokasi wisata Banyu Nget suasana sudah ramai. Di depan gapura masuk, banyak mobil terparkir. Dilihat dari plat nomor kendaraan itu bukan milik warga sekitar, melainkan milik pengunjung yang berasal dari daerah lain. Kelihatannya beberapa tempat mengalami renovasi. Jadi sangat rekomended jadi tepat rekreasi bersama teman dan keluarga. Jadi pantas saja bila masyarakat luar Trenggalek menikmati wisata Alam Banyu Nget ini. Wong wisata Banyu Nget sangat indah dan masih asri. Fasilitasnya lengkap dan sedang nge-hits.
Saya mencari tempat parkir di antara mobil-mobil. Selepas memastikan motor teparkir dengan aman, saya berjalan masuk lokasi wisata. Dari kejauhan ada sesuatu yang sangat menawan untuk tak diabadikan dalam gambar. Kami (saya dan Surur) mengabadikan momen di bawah tulisan "Banyu Nget". Tulisan ini adalah ikonik yang berasal dari bahan aklraik. Jadi tulisan ini sangat menarik, apalagi warnanya dominan; cerah—merah dan biru.
Ini merupakan landmark yang baru dibangun beberapa bulan terakhir dan diresmikan oleh wakil Bupati Trenggalek. Ini merupakan inovasi terus mengembangkan wisata Banyu Nget. Kemudian, kami melangkah ke arah loket. Untuk menuju loket masuk ada anak tangga yang harus kami lalui. Pemandangan di kanan kiri sangat asri. Berbagai jenis bunga ditanam dan kesan alami lagi menyejukkan dan hijau. Sementara di beberapa tempat ada papan pengumuman yang dipasang di papan kayu. Pengumuman itu merupakan peringatan pada kita atas kepedulian untuk menjaga dan merawat hutan.
Demikian salah satu tulisannya “Hutan membutuhkan kita dan kita butuh hutan dan tanaman yang hijau”. Selepas urusan loket masuk selesai, kami berjalan turun dan berjalan bersamaan dua orang berpakaian hijau muda. Ia merupakan petugas di kawasan itu dan membawa baki dengan menu jajanan pasar. Menurutnya hari itu dan besok ada acara gowes bareng Kapolres Trenggalek. Kami melalui jalan yang tak dirabat dan lebarnya satu meter.
Fasilitas-fasilitas
Fasilitas merupakan sarana yang wajib ada untuk kenyaman pengunjung. Fasilitas di sini terbilang lengkap. Ada permainan yang memacu adrenalin. Permainan itu adalah sepeda gantung atau sepeda terbang. Sepeda terbang ini aman bagi pengunjung. Safety sangat diperhatikan; meliputi helm keselamatan, tali dan tentunya sepeda yang sudah dimodifikasi dan tim penyelamat yang selalu siap siaga.
Rute sepeda terbang ini melewati jembatan bambu yang jaraknya tidak kurang dari seratus meter, yang di bawah airnya sangat jernih. Selain sepeda terbang ada juga Hammock. Hammock merupakan tempat tidur gantung atau ayunan yang dipasang di antara dua pohon. Hammock sangat cocok untuk berteduh di bawah pohon di ketinggian tertentu. Hammock sangat aman karena dilengkapi alat yang standar dan safety. Jadi permainan ini sangat menarik.
Dari permaianan itu saya tertarik dengan Hammock. Selain memacu adrenalin, Hammock juga membutuhkan energi ekstra. Untuk menuju ayunan paling atas, kita harus memanjat tangga, tangan kiri harus kecakatan dengan kombinasi tangan kanan yang terus memegang tangga satu persatu. Sampai di ayunan paling atas rasa gugup akan terbayar dengan pemandangan alam yang masih alami dan segarnya udara di hutan Ketro ini. Ada juga ayunan.
Nah, apabila ketiga permainan itu sudah dilahap Anda bisa istirahat dan berteduh di gazebo. Apabila tak sempat membawa bekal dari rumah, warung-warung tradisional bisa jadi pilihan. Anda juga tak usah risau kala masuk waktu sholat, di lokasi ini di lengkapi Mushola atau Surau. Mushola itu dibuat dengan konsep alam, yakni semua terbut dari kayu dan beberapa bahan langsung dari hutan sekitar. Kesan etnik sangat terasa sekali. Semua bangunan di sini memang diselaraskan dengan konsep alam yang mengacu pada alam. Oh iya, jika kalian ingin kampingdi sini juga disediakan lahan camping group.
Banyu Nget, Goa Grojok, Air Terun Urang Kambu
Setelah puas menikmati fasilitas Hammock, kami berpindah tempat. Kali ini kami menelusuri dan menikmati gemericik suara sungai yang jernih. Sungai di kawasan hutan Ketro ini airnya sangat jernih. Tak ayal, di bawah saluran sungai ini dibangun waduk yang menyuplai air bersih pada puluhan hingga ratusan kepala rumah tangga di kawasan 4 desa di bawahnya.
Rasanya kurang lengkap jika tak menggali informasi dari petugas di sini. Pak Kurniawan—sapaan akrab dari Tulus Kurniawan—merupakan salah satu warga yang bertugas di air terjun Urang Kambu yang saya temui. Ia banyak memaparkan perihal wisata alam Banyu Nget. Pak Kurniawan mengatakan bahwa yang berkunjung di tempat ini kebanyakan masyarakat dari luar kota. Sehingga melihat prospek yang bagus ini, kawasan Banyu Nget sedikit demi sedikit terus berbenah dan tetap mengacu pada konsep alam.
Nama Banyu Nget sendiri di-branding sebagai nama lokasi ini. Banyu Nget sendiri merupakan kedung yang mengeluarkan air yang hangat nan jernih. Banyu Nget juga mengeluarkan busa kecil berwarna putih dan warnanya kehijau-hijauan. Ini menandakan bahwa di sekitar kawasan itu Banyu Nget atau Banyu Anget mengalir. Banyu Nget sendiri berasal dari kata “Banyu Anget” atau Air Hangat.
Saat saya ke sana kemarin volume air lumayan besar. Karena beberapa hari ini kawasan di Hutan Ketro ini hujan, sehingga air yang mengalir cukup deras.
Luas Banyu Nget ini sekitar lima meter. Kedalaman Banyu Nget tidak lebih dari setengah sampai dua meter. Kedalaman ini sangat cocok jadi tempat berenang. Banyak yang percaya bahwa air hangat dari lubang kecil itu mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit kulit dan penyakit lain. Air ini diduga mengandung campuran belerang. Namun untuk membuktikan dibutuhkan penelitian yang lebih dari peneliti.
Di Barat Banyu Nget ada Goa Grojok yang lokasinya bersebelahan atau depan selfie deck. Nama Goa Grojok sendiri dari pemberian warga sekitar. Kenapa dinamai Goa Grojok? Karena air yang mengalir dari atas ke bawah mengeluarkan suara gerojok dan membentuk kedung sehingga suara yang khas itu dipakai oleh warga sekitar untuk menamai Goa Grojok ini.
Tak ingin berlama-lamaan di depan Selfie Deck, kami beralih sebelahnya ada Bayu Payung. Nah, aliran air Batu Payung dengan Goa Gerojok ini menjadi tempuran sungai. Yang satu dari arah Barat, yang dari Goa Gerojok dari arah Utara. Saya tak banyak bermain air di sini. Hanya menikmati suara air yang membuat hati jadi hening.
Di atas Batu Payung ada air terjun Urang Kambu. Air terjun Urang Kambu ini jadi ikonik yang terkenal selain Banyu Nget itu. Dari namanya mengingatkan pada jenis udang air tawar. Menurut pak Kurniawan, dahulu banyak warga yang menangkap urang/ udang di lokasi ini. Jenis udang yang paing banyak ditangkap adalah urang kambu. Sebab, spesias udang air tawar ini sangat mudah ditemukan di lokasi ini.
Air terjun Urang Kambu sangat deras sekali. Air yang jatuh terhempas dari atas ke bawah menghasilkan butiran-butiran kecil yang diterbangkan oleh udara hingga membentuk embun yang menyejukkan sekitar. Air yang terbang sampai di baju, wajah tangan mengakibatka baju dan wajah menjadi basah namun segar.
Air yang jernih membuat orang mendekat dan bermain kunci tangan dan cuci kaki dan berenang. Kami tak kuasa menahan diri untuk tak main air. Surur bermain air dan sesekali menyuruh mengabadikan momen itu. Kedung Urang Kambu memiliki kedalaman mencapai 4 meter. Di sini disediakn life jaket/ pelampung. Anda tinggal meminjam dengan Pak Kurniawan tadi.
Di dekat air terjun Urang Kambu ini ada toilet atau tempat ganti. Jadi Anda bisa menikmati dan bermain air tanpa takut basah semua baju yang Anda kenakan. Menurut Pak Kurniawan ada satu yang masih kurang, yakni Ban pelampung yang masih diupayakan. Bermain air sembari mendengarkan kicau yang merdu burung seolah kita lupa akan permasalahan di tempat kerja atau lainnya.
Informasi Penting
- Lokasi wisata ini berada di Dsn. Ketro, Ds. Dukuh, Kec. Watulimo. Kab. Trenggalek
- Transportasi umum bisa menggunakan kereta api turun di stasiun Tulungagung, kemduian melanjutkan ke perjalanan ke Terminal Gayatri Tulungagung, atau dari Terminal Suradakan Trenggalek, juga turun pertigaan Durenan. Dari Durenan melanjutkan lagi menggunakan angkutan umum kolt/ land jurusan P. Bandung – Prigi. Selanjutnya turun Pasar Winong (Kecamatan Watulimo). Dan selanjutnya tanyakan pada warga sekitar. Lokasinya tidak begitu jauh dari pertigaan Pasar Winong.
- Untuk menggunakan Kendaraan Pribadi (motor) Biaya parkir Rp.3000,-
- HTM masuk lokasi @ orang dewasa / anak-anak Rp. 5.000,-
- Buka Pukul 07.00-17.00 WIB
- Hammock per orang Rp.15.000,-
- Sepeda Terbang perorang Rp.15.000,-
- Akomodasi berupa hotel berada di sekitar Pantai Prigi dan Pantai Karanggoso
Tempat yg bagus, tapi mungkin penataannya hrs lbh ditingkatkan lagi.
ردحذفDalam juga yaa, danau di air terjunnya, 3 meter.
Betul mas masih terus dilakukan penataan lagi dan ada inovasi di beberapa tempat... Terima kasih Mas
ردحذفlhadalah...lha kok asyeeekkk
ردحذفAyo ayo Bun. Sempatin satu Minggu traveling ke sini.. Hehehehe
ردحذفAyuuuk bun Travelling di tempatku satu minggu saja, yukkksss...
ردحذفInformasi wisata seperti itu bagus tuh mas, banyak orang yang cari.
ردحذفInfo wisata seperti itu bagus tuh mas, banyak orang yang cari.
ردحذفIya mas. Tempatnya memang bagus..
ردحذفIya Mas semoga bermaanfaat...
ردحذفإرسال تعليق